Tips Sukses Cara Menanam Semangka di Musim Hujan

cara menanam semangka di musim hujan

Cara Menanam Semangka di Musim Hujan – Menanam semangka di musim hujan bisa dibilang gampang-gampang susah. Kenapa?

Karena tanaman semangka sangat menyukai iklim yang panas dan kering. Sedangkan pada musim hujan intensitas air dan kelembaban tanah cenderung meningkat dan berlebih.

Sehingga tanaman rawan terendam dan rentan busuk, apalagi saat tanaman semangka sudah mulai berbuah.

Selain itu, menanam semangka dimusim penghujan memiliki tantangan yang lebih sulit dan lebih beresiko dibanding mananam semangka dimusim kemarau. Sehingga potensi kerugiannya lebih besar jika terjadi gagal panen.

Pada musim penghujan, serangan penyakit akan meningkat dibanding pada musim kemarau, Sehingga dibutuhkan treatment atau perlakukan yang lebih, yang tentunya meningkatkan biaya operasional yang tidak sedikit.

Namun tentunya resiko yang tidak sedikit itu akan terbayar saat panen. Karena harga jual semangka pada musim penghujan lebih mahal. Sehingga potensi keuntungan juga lebih besar.

Lalu bagaimana cara menanam semangka di musim penghujan agar berhasil? Berikut tipsnya.

Tips Menanam Semangka Di Musim Hujan

1. Pemilihan lokasi

Pemilihan lokasi atau lahan yang tepat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya menanam semangka di musim hujan.

Pada musim hujan, budidaya semangka sangat baik dilakukan di lahan kering atau pada tanah yang agak berpasir (bukan tanah yang liat). Misalnya di tanah ladang atau tegalan.

Bagaimana dengan tanah sawah? Saat musim hujan biasanya petani semangka menghindari menanam semangka di sawah.

Hal ini karena pada saat musim hujan intensitas air dan tingkat kelembaban tanah sawah cenderung tinggi, tanaman juga rawan banjir.

2. Sistem drainase yang baik

Saat menanam semangka di musim hujan, bedengan harus dibuat lebih tinggi dan saluran pembuangan atau drainase dibuat sedikit agak lebar dan dalam.

Tujuannya agar mudah membuang air dari lahan penanaman sehingga tidak menggenangi tanaman yang dapat mengakibatkan tanaman layu, busuk, dan mati.

3. Menggunakan plastik mulsa

Penggunaan plastik mulsa dalam budidaya semangka, selain bermanfaat untuk mengendalikan gulma juga bermanfaat mengatur tingkat atau kadar air dalam lahan.

Sebab saat air hujan jatuh tidak akan sepenuhnya mengguyur tanah secara langsung.

4. Rajin melakukan pemangkasan

Saat musim hujan, biasanya tanaman semangka akan lebih subur dibanding saat musim kemarau. Sehingga cabang samping yang tumbuh juga akan lebh banyak.

Karena itu cabang-cabang ini perlu dipangkas secara rutin. Tujuannya agar nutrisi lebih fokus terserap oleh buah, sehingga pertumbuhan buah menjadi lebih optimal.

5. Aplikasi pestisida yang lebih intensif

Saat menanam semangka di musim hujan, serangan hama dan penyakit akan meningkat. Oleh karena itu pengendaliannya juga harus lebih intensif dibanding pada saat kemarau.

Saat musim hujan pengendalian hama dan penyakit menggunakan pestisida lebih tinggi, sehingga perlu dilakukan pergiliran bahan aktif serta perlu menggunakan pestisida berbahan aktif ganda.

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Semangka dan Cara Pengendaliannya

Hama pada tanaman semangka

Trips, kutu kebul, dan tungau merupakan hama utama yang menyerang tanaman semangka. Serangan hama ini dapat menyebabkan daun menjadi keriting, kerdil, dan tidak normal.

Hama-hama tersebut selain menyebabkan kerusakan langsung pada daun, juga dapat menjadi vektor atau perantara berbagai virus yang berbahaya bagi tanaman seperti virus mozaik dan virus gemini.

Selain hama tersebut, berikut ini hama-hama yang juga menyerang tanaman semangka dan pengendaliannya:

  • Lalat Bibit : pengendalianya bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidacloprid dan bahan sejenisnya.
  • Ulat Tanah : pengendalianya bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif klorpirifos, imidacloprid atau karbofuran dan bahan sejenisnya.
  • Ulat Penggerek Daun dan Buah : pengendalianya bisa menggunakan insektisida bahan aktif sipermetrin, beta siflutrin, profenofos, klorpirifos, metomil, karbosulfan, lamda sihalotrin, deltametrin, klorantraniliprol, emamektin benzoate, dan bahan sejenisnya.
  • Tungau : pengendalianya bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif abamectin, piridaben, klorfenapir, tetradifon, propargit, dan bahan sejenisnya.
  • Lalat Buah : pengendalianya bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif asetamiprid, spinosad, profenofos, sipermetrin, beta siflutrin, deltametrin, malation, dan bahan sejenisnya.
  • Trips : pengendalianya bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif klorpirifos, metomil, imidacloprid, sipermetrin, abamectin, dan bahan sejenisnya.
  • Kutu Debul : pengendalianya bisa menggunakan insektisida dengan bahan aktif imidacloprid, abamectin, tiametosksam, klorfenapir, disafentiuron, dan bahan sejenisnya.

Penyakit pada tanaman semangka

  • Layu Bakteri : pengendalianya bisa menggunakan bakterisida dengan bahan aktif streptomicin sulfat dan bahan sejenisnya.
  • Layu Jamur : pengendalianya bisa menggunakan fungisida dengan bahan aktif benomyl, tembaga hidroksida, dan bahan sejenisnya.
  • Downey Mildew : pengendalianya bisa menggunakan fungisida dengan bahan aktif mankozeb, belerang, propineb, tembaga hidroksida, metalaksil, benomyl, tebukonazol, propikonazol, dan bahan sejenisnya.
  • Bercak Daun : pengendalianya bisa menggunakan mankozeb, propineb, klorotalonil, tembaga hidroksida, dimetomorf, difeokonazol, propikonazol, benomyl, simokasanil, karbendazim, triadimefon, azoksistrobin, dan bahan sejenisnya.

Itulah beberapa tips menanam semangka di musim hujan, semoga bermanfaat ya…