Cara Budidaya dan Merawat Marmut Bagi Pemula Secara Lengkap

bertaniorganik.com – Cara Budidaya Marmut – Sahabat bertani, tentu kamu sudah tidak asing bukan dengan hewan mungil mirip kelinci yang lucu dan menggemaskan ini. Ya, marmut merupakan salah satu binatang peliharaan yang banyak digemari karena memiliki penampilan yang imut dan menggemaskan. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas cara ternak marmut agar beranak pinak.

Cara Lengkap Budidaya Marmut

Nah, sebelum kita memulai untuk melakukan budidaya marmut langkah pertama yang harus kamu perhatikan adalah mengetahui karakteristik marmut.

Karakteristik Marmut

Marmut atau guinea pig merupakan jenis hewat pengerat yang memiliki ukuran panjang tubuh hingga 25 cm dengan tinggi sekitar 10 cm dan berat marmut dewasa mencapai 850-1000 gram. Marmut dapat hidup mencapai 5-7 tahun.

Hingga saat ini setidaknya terdapat hingga 13 macam jenis marmut yang diakui. Beberapa jenis diantaranya memiliki bulu pendek, ada juga yang memiliki bulu panjang, bahkan ada juga berbulu seperti woll. Selain dari ukuran dan bentuk bulunya, marmut juga memiliki corak warna yang beranek ragam seperti hitam, jingga, krem, coklat, putih maupun kombinasi beberapa warna.

Nah setelah mengetahui karakter marmut selanjutnya kita masuk ke proses budidaya marmut yang sebenarnya. Berikut ini langkah-langkahnya.

Persiapan Kandang

Sebelum kita melakukan budidaya marmut sebaiknya kita persiapkan kandang terlebih dahulu. Kandang yang akan kita gunakan terdiri 2 jenis yaitu kandang untuk pembibitan dan kandang untuk marmut dewasa. Karena marmut tergolong hewan yang bergerak aktif sebaiknya ukuran kandang dibuat agak luas. Untuk ukuran kandang biasanya sekitar 0,5 x 0,5 m. Namun jika ingin memelihara lebih dari 1 marmut dalam satu kandang, kamu dapat menambah ukuran kadang menjadi 0,7 x 0,7 m.

Untuk model kandang yang digunakan dapat berupa kandang box (panggung) atau kandang dengan alas lantai, baik lantai tanah maupun lantai semen. Jika menggunakan kandang dengan alas lantai kamu tidak perlu takut marmut akan membuat lubang seperti halnya kelinci, karena marmut tidak akan melakukannya.

Pada kandang dengan alas lantai, maka pastikan lantai lebih tinggi dari tanah disekitarnya agar tidak terjadi genangan air yang akan membuat becek. Selain itu kandang harus memiliki naungan untuk melindungi marmut dari guyuran air hujan dan sengatan sinar matahari yang terlalu kuat.

Setelah kandang selesai dipersiapkan, jangan lupa mempersiapkan perlengkapan kandang seperti tempat makanan dan tempat minum.

Pemilihan Indukan

Sebelum kita memulai usaha beternak marmut tentu kita harus melakukan pemilihan indukan terlebih dahulu. Pemilihan indukan ini perlu dilakukan agar nantinya anakan-anakan yang dihasilkannya akan berkualitas sesuai dengan induknya.

Dalam memilih indukan sebaiknya pilihlah indukan yang sehat dan terbebas dari penyakit. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik marmut tersebut seperti mata, kondisi bulu, maupun ukuran tubuhnya.

Untuk tahap awal budidaya kamu bisa membeli 1 ekor jantan untuk 5 ekor betina terlebih dahulu.

Untuk membedakan marmut jantan dan betina caranya adalah dengan memeriksa lubang dekat anus dan memencet bagian alat kelaminnya. Jika dipencet keluar penisnya artinya jantan, sedangkan jika tidak berarti betina.

Pemberian Pakan

Marmut tergolong hewan dengan nafsu makan yang tinggi. Ia dapat makan setiap waktu baik pagi, siang, maupun malam hari. Makanan marmut dapat berupa rumput, dedauan, buah-buahan, biji-bijian dan umbi umbian. Selain itu, kamu juga bisa memberikan makanan tambahan berupa pelet khusus untuk marmut yang dapat dibeli di petshop.

Untuk pemberian pakan dapat dilakukan 2-3 kali sehari. Namun sebaiknya pemberian pakan diperbanyak pada sore hari. Karena marmut akan mengeluarkan suara cuitan pada setiap orang yang lewat didekatnya tanda ia meminta makan. Marmut juga memerlukan minum namun dalam porsi yang sangat sedikit.

Reproduksi Marmut

Marmut jantan akan mulai matang secara seksual dan dapat kawin ketika masuk usia 3 bulan. Sedangkan marmut betina siap untuk kawin ketika memasuki usia 2 bulan.

Marmut betina dapat birahi sepanjang tahun, dengan siklus estrus seekor marmut betina rata-rata adalah 16 hari. Sedangkan untuk waktu yang sangat subur berada pada pada kisaran 6 – 11 jam. Biasanya waktu-waktu subur marmut pada malam hari.

Masa kehamilan marmut betina cukup singkat yaitu 2 bulan saja. Dengan jumlah anakan 2-4 ekor sekali melahirkan. Dalam setahun marmut dapat melahirkan lebih dari 4 kali.

Ketika marmut betina melahirkan, setiap marmut jantan yang ada disekelilingnya akan mencoba mendekati marmut betina yang baru melahirkan tersebut. Marmut-marmut jantan akan berusaha menjadi jantan dominan agar dapat mengawini marmut betina yang baru saja melahirkan. Karena marmut betina dapat kawin kembali tidak lama setelah melahirkan anak-anaknya

Biasanya akan terjadi pertarungan antar marmut jantan untuk mendapatkan seekor marmut jantan yang dominan (penguasa koloni).

Perawatan Bayi Marmut Baru Lahir

Seekor marmut yang baru lahir mempunyai berat sekitar 100 gram. Meskipun baru saja dilahirkan, anakan marmut sudah mempunyai rambut disekujur tubuh mereka dan dapat melihat maupun berjalan.

Setelah dilahirkan, bayi marmut masih harus melengkapi nutrisinya dengan menyusu pada induk mereka. Pada umur 2 hari, anakan marmut baru bisa memakan makanan yang tidak terlalu berserat kasar tinggi seperti pellet, polar, ataupun dedak.

Induk marmut mempunyai sepasang kelenjar mammae untuk menyusui anak-anaknya. Bayi-bayi marmut akan menyusu pada induknya hingga berumur 3 minggu atau biasanya pada bobot hidup 180 gram.

Setelah di umur tersebut, anak-anak marmut sudah mampu makan layaknya induk mereka.

Perawatan Marmut Dewasa

Agar marmut yang kita pelihara senantiasa sehat walafiat maka kita musti merawatnya dengan benar dan sungguh-sungguh. Perawatan marmut disini diantaranya meliputi menjaga sanitasi kandang, merawat bulu, menjaga lingkungan hidup marmut, serta menjaga kondisi makanan dan nutrisi marmut.

Pembersihan Kandang

Agar marmut tetap sehat maka mejaga kebersihan kandang mutlak dilakukan. Jika kita beternak marmut dalam jumlah banyak sebaiknya kandang perlu dibersihkan setiap seminggu sekali. Namun jika marmut yang kita pelihara sedikit kita bisa membersihkan kandang setiap dua minggu sekali. Yang perlu dibersihakn dari kandang adalah kotoran dan sisa pakan kalau ada.

Perawatan Bulu Marmut

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam cara ternak marmut adalah perawatan bulu. Kamu dapat memandikan marmut dengan shampoo formula khusus yang dapat dibeli di petshop.

Selain perawatan bulu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah memotong kuku dan menyisir bulu marmut secara berkala. Jangan lupa mengeluarkan marmut dari kandangnya sesekali dan membiarkan marmut bermain dilantai untuk mengurangi stress.

Pastikan ketika mengeluarkan marmut selalu dalam pengawasan. Selama berada diluar kandang kamu juga dapat memberikan mainan berupa rol tisu atau bel mainan.

Menjaga Lingkungan Hidup Marmut

Marmut akan sangat nyaman berada pada suhu sekitar 18 – 23 derajat celcius. Kelembapan yang pas untuk marmut adalah di bawah 50%.

Bila terkena suhu di atas 29 ° C, marmut akan mendapatkan gejala serangan panas dan dapat mengakibatkan kematian.

Marmut membutuhkan ruang yang cukup karena mereka sangat aktif, tidak seperti hewan pengerat yang lain pada umumnya, marmut adalah hewan diurnal.

Marmut sangat sensitif dengan makanan yang mereka makan. Banyak jenis tanaman yang bersifat racun bagi mereka. Selain itu marmut sangat peka dengan jenis antibiotika maupun bahan kimia yang lain.

Jika kamu memelihara marmut alangkah baiknya untuk mengontrol apa saja yang dimakan oleh marmut.

Demikian ulasan lengkap Cara Budidaya dan Merawat Marmut Bagi Pemula semoga bermanfaat.

Artikel Lain

Mengenal Jenis jenis Kelinci Yang Sering Dibudidayakan di Indonesia

WASPADAI Jenis-jenis Penyakit Berbahaya Yang Sering Menyerang Kelinci

Begini Cara Membuat Pupuk Organik Cair (Pupuk POC) Dari Urine Sapi/Kelinci/Kambing Tinggi Nutrisi