Pengertian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), Macam macam ZPT dan Fungsinya

bertaniorganik.com – Pengertian ZPT, Jenis-jenis ZPT, dan Fungsi ZPT – Sahabat bertani, mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan istilah zat pengatur tumbuh atau disingkat ZPT.

Apa itu zpt? ZPT atau zat pengatur tumbuh adalah senyawa organik bukan hara yang dapat berperan memacu, menghambat dan dapat merubah proses fisisologi tumbuhan. ZPT memiliki peran sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pada dasarnya tumbuhan mampu memproduksi zpt sendiri guna memacu pertumbuhannya secara alami, namun terkadang tidak maksimal sehingga dibutuhkan zpt yang dibuat secara organik mapun kimia sitentik yang dibuat oleh manusia untuk memacu pertumbuhan tanaman dari luar.

Di pasaran banyak tersedia produk-produk zat pengatur tumbuh (zpt) dengan berbagai merek seperti Score, Atonik, POC Nasa, Solbi Agro, Pupuk Hantu, Root Up, Super Gib dsb. Jenis jenis zpt pun bermacam-macam dengan fungsi yang berbeda-beda pula.

Macam-macam Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dan Fungsinya

1. Auksin

Apa itu auksin? auksin adalah hormon tumbuhan yang memiliki peran mengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem. Secara alami hormon auksin dapat ditemukan pada bagian akar, ujung batang, dan bunga.

Fungsi auksin pada tanaman :

a. Merangsang proses perkecambahan biji. Auksin yang diberikan pada benih dapat memecah dormansi biji atau benih. Digunakan dengan cara melakukan perendaman benih dengan auksin.

b. Merangsanag dan memacu proses pembentukan dan pertumbuhan akar.

c. Merangsang terbentuknya bunga dan buah, sehingga tanaman berproduksi dengan maksimal.

d. Merangsang terjadinya Partenokarpi. Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman mampu membentuk buah tanpa penyerbukan. Sehingga pemberian auksin dapat menghasilkan buah tanpa biji.

e. Mencegah kerontokan buah

f. Memecah dormansi pucuk atau apikal. adalah suatu kondisi pucuk atau akar tanaman tidak mau berkembang.

Hormon auksin secara alami terdapat pada keong mas, bekicot, dan kecambah.

2. Sitokinin

Apa itu sitokinin? Sitokinin adalah zat pengatur tumbuh yang memiliki peran memicu pembelahan dan pembesaran sel tumbuhan. Senyawa yang berfungsi sebagai sitokinin adalah kinetin dan zeatin. Kinetin awalnya ditemukan pada ekstrak sperma burung bangkai. Sedangkan zeatin terdapat pada biji jagung muda. Selain itu zeatin juga dapat ditemukan pada air kelapa.

Fungsi sitokinin pada tanaman :

a. Merangsang proses pembelahan dan pembesaran sel. Sehingga dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

b. Merangsang proses perkecambahan biji.

c. merangsang pertumbuhan tunas.

d. menghambat proses penuaan pada hasil panen, sehingga daya tahan hasil panen lebih lama.

e. Mempercepat penyebaran nutrisi dalam tumbuhan.

f. Meningkatkan sintesis pembentukan protein pada tanaman.

3. Giberelin

Giberelin atau gebberellic atau asam giberelat memiliki kemiripan sifat dengan sitokinin dan dapat ditemukan pada hampir semua siklus hidup tanaman.

Giberelin alami dapat diperoleh dari tumbuhan paku-pakuan/ pakis, jamur, lumut, gymnospermae, dan angiospermae (terdapat pada biji muda, pucuk batang, ujung akar, dan daun muda).

Terdapat dua fase utama giberelin yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) dan giberelin nonaktif. GA bioaktif inilah yang berperan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan seluruh tumbuhan baik akar, daun, maupun batang tanaman seperti perkembangan benih, berkecambahan biji, pertumbuhan tunas, pertumbuhan daun, perangsang pembungaan, perkembangan buah, perpanjangan batang, serta deferensiasi akar.

Giberelin jika diberikan di bawah tajuk tumbuhan dapat meningkatkan laju fotosintesis. Sehingga daun tumbuhan akan berkembang secara signifikan karena hormon ini memacu pertumbuhan daun, terjadi peningkatan pembelahan sel, dan pertumbuhan sel yang mengarah pada perkembangan daun. Selain itu juga memacu pemanjangan batang tumbuhan.

Contoh bahan alami penghasil giberelin adalah rebung dan bawang merah.

4. Etilena/etena/gas etilen

Fungsi utama hormon etilen adalah mempercepat proses pematangan buah, sehingga hormon ini sering digunakan oleh para pedagang buah dalam proses pemeraman buah agar buah menjadi lebih cepat matang.

Selain itu, fungsi lain dari hormon ini adalah memacu pembungaan, merangsang pemekaran bunga, merangsang pertumbuhan akar dan batang, merangsang pengguguran buah dan daun, merangsang perkecambahan biji, menghambat pemanjangan batang kecambah, memperkokoh batang tanaman dan mengakhiri masa dormansi.

Jika hormon etilen digunakan bersamaan dengan giberelin, etilen akan berfungsi dalam mengatur perbandingan bunga jantan dan betina pada tumbuhan berumah satu.

Contoh bahan alami yang mengandung hormon atilen adalah tomat, apel, pisang, dan mangga.

5. Triakontanol

Triakontanol merupakan senyawa yang tak larut dalam air dan terdiri atas 30 karbon dan merupakan alkohol primer jenuh.

Hingga kini mekanisme kerja hormon ini berlum dapat diketahui secara pasti. Namun berdasarkan beberapa penelitian triakontanol dapat digunakan untuk meningkatkan rasio gula asam pada tanaman jeruk dan mempu meningkatkan produksi teh.

Penelitian lain juga mengungkapkan pemberian triakontanol dengan konsentrssi rendah pada tanaman jagung, tomat, padi, mampu meningkatkan pertumbuhan.

6. Inhibitor

Fungsi utama hormon ini adalah mampu menghambat pertumbuhan batang. Sehingga hormon ini banyak diterapkan pada berbagai jenis tanaman umbi-umbian yakni untuk membantu pembesaran umbi seperti kentang, wortel, bawang, dll.

Penerapannya dilakukan ketika akan mencegah pertumbuhan tunas baru untuk memperbesar umbi tanaman.

Contoh bahan alami yang mengandung hormon ini adalah rizoma, ubi, tanaman kapas, alga hijau, tepung sari, kulit biji (apel, avokat, dan kelapa)

7. Paclobutrazol

Paclobutrazol merupakan hormon yang digunakan untuk merangsang tanaman agar dapat berbuah diluar musim. Misalnya tanaman mangga, kelengkeng, dll.

Cara kerja hormon ini adalah menghambat biosintesis gebereelin sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat dan memacu pertumbuhan generatif. Ketika pertumbuhan vegetatif terhambat atau berhenti maka bunga akan bermunculan dan menghasilkan buah.

Sumber: Mitalom.com