Cara Pemijahan dan Pembibitan Belut Secara Buatan Dengan Mudah

bertaniorganik.com – Cara Pembibitan Belut – Sahabat bertani, saat ini pembibitan belut merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek bagus untuk dikembangkan. Hal ini karena masih sedikitnya pelaku usaha pembibitan belut dibanding dengan permintaan.

Banyak peternak belut yang merasa kesulitan untuk mendapat bibit belut berkualitas dan seragam. Umumnya peternak belut masih mengandalkan bibit belut yang didapat dari alam.

Di Indonesia jenis belut yang paling banyak dikenal adalah jenis belut sawah (Monopterus albus) dan belut rawa (Synbranchus bengalensis). Apa perbedaan dari keduanya? belut sawah memiliki bentuk tubuh yang pendek dan gemuk, sedangkan belut rawa memiliki bentuk tubuh yang lebih panjang dan ramping.

Baca: Panduan Lengkap Budidaya Ikan Sidat, Komoditas Ekspor Berharga Fantastis

Cara Pemijahan dan Pembibitan Belut

Menurut berbagai literatur, belut memang cukup sulit untuk dipijahkan. Hal ini karena media hidup belut yang berupa lumpur membuat pemijahan secara terkontrol sulit dilakukan.

Nah jika sahabat bertani berhasil untuk melakukan pembibitan belut tentu menjadi peluang bisnis yang sangat bagus.

Berikut ini cara pemijahan dan pembibitan belut yang kami rangkum dari berbagai sumber.

Persiapan dan Pemeliharaan Induk Belut

Indukan belut yang baru didapat/dibeli sebaiknya dicek terlebih dahulu kondisinya sebelum dimasukkan ke dalam wadah pemeliharaan. Jika terdapat belut yang terluka, memar, atau sakit sebaiknya segera dipisahkan.

Belut yang sakit biasanya ditandai dengan kondisi lemas dan pergerakannya tidak lincah seperti belut kebanyakan.

Sebelum memulai pembenihan, induk belut dipelihara secara bersamaan dalam satu wadah. Tujuannya agar belut mencapai matang gonad dan dapat dikawinkan secara bersamaan sehingga diharapkan akan menghasilkan benih yang lebih seragam.

Pemeliharaan indukan belut dapat dilakukan dengan menggunakan media drum plastik atau menggunakan kolam bak semen. Indukan belut dipelihara dalam wadah tersebut dengan menggunakan air tawar tanpa lumpur.

Belut merupakan jenis hewan nokturnal sehingga belut perlu diberi pelepah pisang sebagai tempat berlindung dari sinar matahari. Selama masa pemeliharaan ini belut diberi pakan berupa pelet sekali sehari yaitu pada sore hari menjelang malam. Bisa juga diberi pakan berupa potongan bekicot, keong mas, atau maggot.

Selama proses pemeliharaan lakukan pergantian air secara rutin pada pagi hari sampai proses pematangan gonad selesai atau induk siap untuk dipindahkan ke kolam pemijahan.

Persiapan Media Pembenihan

Pembuatan media pembenihan ini dilakukan bersamaan dengan masa pemeliharaan induk belut. Sebab membuat media pembenihan memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk membuat media pembenihan siapkan bahan-bahan berupa:

Bahan-bahan tersebut disusun dan difermentasikan hingga siap untuk dijadikan sebagai tempat pemijahan belut.

Adapun susunannya adalah sebagai berikut

  • Pada lapisan paling bawah masukkan jerami sampai setinggi 10-15 cm
  • Kemudian di atasnya masukkan pupuk kandang sampai setinggi 10-15 cm
  • Masukkan pelepah pisang sampai setinggi 10 cm
  • Masukkan larutan dekomposer/EM4
  • Tutup rapat dan biarkan selama satu bulan (terjadi proses fermentasi)
  • Setelah satu bulan buka tutupnya dan masukkan lumpur kering sampai setinggi 10-15 cm
  • Isi air hingga setinggi 5-10 cm di atas lumpur
  • Diamkan kembali media hingga dua minggu

Untuk memastikan apakah media sudah siap digunakan atau belum, caranya tusuk media dengan bilah bambu atau ranting sampai ke dasar. Jika pada ranting muncul busa agak banyak dan tercium bau yang menyengat berarti media belum siap untuk digunakan. Jika busa sudah tidak banyak artinya media siap unutk digunakan.

Seleksi Indukan Belut Siap Pijah

Setelah media siap digunakan maka selanjutnya dilakukan seleksi induk belut. Tujuannya untuk membedakan belut jantan dan betina.

Induk belut jantan memiliki ciri-ciri:

  • Bentuk kepala terlihat tumpul seperti busur
  • Warna kulit agak gelap
  • Panjang tubuhnya 30-40 cm atau lebih

Sedangkan induk belut betina memiliki ciri-ciri:

  • Bentuk kepala kecil dan runcing
  • Warna kulit lebih cerah
  • Panjang tubuhnya dibawah 30 cm

Baca: Cara Membedakan Belut Jantan dan Betina Siap Kawin

Pemijahan Induk Belut

Setelah media siap untuk digunakan dan indukan telah dilakukan proses penyeleksian, selanjutnta indukan siap ditebar untuk menghasilkan anakan.

Jika kolam menggunakan drum plastik yang dipotong menjadi dua, maka perbandingan antara jantan dan betina adalah 1 : 5. Jika menggunakan kolam yang lebih besar jumlah indukan yang ditebar dapat disesuaikan.

Selama masa pemijahan induk belut diberi pakan berupa potongan bekicot, keong, ikan kecil, atau maggot.

Setelah dua minggu lakukan pengecekan media untuk mengetahui apakah indukan belut sudah memijah atau belum. Caranya tusuk media menggunakan ranting. Jika muncul satu gelembung bersih maka tancapkan ranting di tempat tersebut. Lakukan hal yang sama pada beberapa titik. Gelembung menujukan bahwa proses pemijahan sudah berlangsung. Biarkan selama satu minggu hingga media pemijahan di bongkar.

Panen Benih Belut

Pemanenan benih belut dilakukan dengan mengeluarkan media lumpur dari dalam kolam atau drum dengan menggunakan baskom. Tangkap anakan belut secara teliti dan perlahan. Setelah semua benih belut terkumpul, benih kemudian dicuci dan dimasukkan ke dalam media penampungan benih yang baru.

Media pemeliharaan benih dapat berupa tedmon bekas, kolam beton atau bisa juga menggunakan kolam terpal yang diisi air. Jangan lupa tambahkan pelepah pisang agar benih belut dapat bersembunyi dan terhindar dari sinar matahari. Pemeliharaan benih belut ini sama dengan pemeliharaan induk belut hingga belut kemudian dapat dipanen.

Artikel Menarik Lainnya

Cara Budidaya Belut di Air Bersih Tanpa Lumpur

Bagaimana Proses Pemijahan Ikan Gabus Secara Alami dalam Kolam Terpal?

Cara Budidaya KUTU AIR Untuk Pakan Ikan Tanpa Bibit Menggunakan Kol