[LENGKAP] Cara Budidaya Buah Tin dan Perawatannya

bertaniorganik.com – cara budidaya buah tin – Bagi yang beragama Islam tentu sering mendengar nama buah tin. Meskipun mungkin banyak yang belum pernah melihatnya langsung. Ya karena memang buah tin merupakan buah yang berasal dari negeri Arab.

Karena disebutkan dalam Al Quran, buah tin sering disebut juga dengan buah suci dari taman surga.

Buah tin atau disebut dengan buah Ara memiliki bentuk yang unik dengan rasa yang manis. Tanaman yang masih berkerabat dekat dengan pohon beringin dari genus Ficus ini dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daun buah tin berukuran agak besar berlekuk ke dalam dengan 3-5 cuping.

Sebenarnya yang disebut dengan buah adalah dasar bunga yang membentuk bulatan dengan ukuran panjang buah sekitar 3-5 cm. Buah tersebut ketika masih muda berwarna hijau dan berwarna ungu apabila telah masak.

Di Indonesia belakangan buah tin semakin tenar. Banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk membudidayakannya. Namun masih banyak pula yang bingung cara perawatannya ataupun cara memperbanyak pohonnya.

Cara Perbanyakan Buah Tin

Untuk memperbanyak tanaman tin ada beberapa cara yang bisa kamu pilih:

Perbanyakan Buah Tin Dengan Biji

  • Ambillah buah tin yang telah tua atau mengering. Belah buahnya dan pisahkan biji dan kulitnya.
  • Jemur biji buah tin sampai kering. Setelah kering angkat biji dan letakkan pada tempat yang teduh.
  • Rendam biji dalam air hangat kuku selama kurang lebih 30 menit.
  • Perhatikan, jika terdapat biji yang mengambang tandanya kualitas bijinya jelek dan harus dibuang. Sedangkan biji yang tenggelam berarti kualitas biji bagus.
  • Siapkan media semai untuk menyemai biji buah tin. Media semai bisa menggunakan polybag kecil atau berupa lahan pendederan.

Baca: [panduan lengkap] Cara MENYEMAI BIBIT SELEDRI dengan Benar

  • Biarkan media semai hingga 2 hari sebelum biji disemai.
  • Setelah dua hari, semai biji buah tin pada media persemaian.
  • Jika menggunakan polybag masukkan biji buah tin ke polybag dengan jumlah satu polybag satu biji.
  • Jika menggunakan persemaian berupa lahan semai taburkan buah tin pada lahan semai secara merata dan tutup menggunakan tanah tipis dan rata.
  • Jaga kelembaban persemaian dengan melakukan penyiraman secara rutin pagi dan sore. Hindari melakukan penyiraman secara berlebihan agar biji tidak membusuk.
  • 3 minggu setelah penyemaian biasanya biji sudah mulai terliahat tumbuh.
  • Setelah benih mencapai ketinggian 15 cm, benih siap untuk dipindahkan ke lahan tanam atau ditanam di pot.

Perbanyakan Buah Tin Dengan Cangkok

  • Pilihlah batang pohon tin yang masih muda dan berkulit hijau. Karena yang masih muda dan berkulit hijau akan lebih cepat tumbuhnya dan akan lebih banyak menghasilkan buah.
  • Siapkan plastik transparan serta media cangkokan seperti tanah atau cocopeat.
  • Kerat batang yang akan dicangkok secara melingkar dengan panjang sekitar 10-15 cm.
  • Bungkus batang yang telah dikerat tersebut menggunakan tanah atau cocopeat yang telah dibungkus dengan plastik transparan.
  • Ikat media cangkok pada bagian pangkal dan ujungnya dengan menggunakan tali rafia.
  • Lakukan penyiraman pada cangkokan setiap hari.
  • 30-45 hari kemudian cangkokan sudah terlihat memiliki banyak peranakan. Artinya cangkokan sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan ke media tanam.

Perbanyakan Buah Tin Dengan Stek Batang

  • Pilih batang atau cabang buah tin yang telah berumur dengan ciri kulit berwarna kecoklatan atau ungu untuk dijadikan stek.
  • Potong miring bagian batang atau cabang yang akan dijadikan stek dengan panjang 10-15 cm.
  • Siapkan media persemaian berupa campuran tanah, pasir, dan cocopet atau pupuk kandang.
  • Semai batang stek ke media semai yang telah disiapkan.
  • Pada bekas potongan di bagian atas pada bahan stek, lapisi lilin untuk mencegah kebusukan.
  • Lakukan penyiraman setiap hari untuk menjaga media tanam tetap lembab.
  • Setelah stek bermur 45 hari, pohon tin hasil stek sudah memiliki banyak batang. Artinya pohon tin sudah siap untuk dipindahkan ke lahan tanam atau ke pot.

Cara Menanam Pohon Tin

Persiapan Lahan Tanam

Buah tin dapat ditanam pada lahan atau bisa juga ditanam pada pot. Berikut ini langkah-langkah penanamannya.

  • Jika pohon tin akan ditanam di pot, masukkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 ke dalam pot.
  • Jika akan ditanam pada lahan, usahakan lahan tidak terlindung dari sinar matahari.
  • Buat lubang tanam pada lahan dengan ukuran 50x50cm dan kedalaman 50-60 cm.
  • Isi lubang tanam dengan pupuk kandang dan arang sekam.

Baca: PRAKTIS Cara Membuat Arang Sekam Padi, Lengkap Beserta Manfaat dan Kandungannya

  • Biarkan lubang selama 1-2 minggu ssebelum ditanam agar pupuk kandang dan arang sekam dapat meresap dengan baik dalam tanah

Tahap Penanaman

  • Pindahkan bibit pohon tin ke dalam pot atau lubang tanam.
  • Tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah. kemudian padatkan secara perlahan.
  • Lakukan penyiraman secukupnya setelah bibit ditanam.

Perawatan Pohon Tin

Tanaman tin merupakan tanaman yang tumbuh di negeri Arab. Untuk itu usahakan perawatannya sama dengan perawatan pada negara asalnya.

Pengairan

  • Karena pohon tin merupakan tanaman yang berasal dari daerah panas maka penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari.
  • Penyiraman dapat dilakukan secara berkala misalnya 4 hari sekali.
  • Pada saat musim penghujan pohon tin tidak perlu disiram sama sekali.
  • Sebaiknya menanam pohon tin pada musim panas sehingga lebih mudah untuk berbuah.

Pemupukan

Agar pohon tin dapat tumbuh subur, lakukan pemupukan dengan dosis sebagai berikut:

Cahaya Matahari

Karena di negara arab sangatlah panas, jadi pohon tin membutuhkan cahaya matahari yang banyak. Karena itu, jangan sampai ada sesuatu yang menghalangi cahaya sinar matahari untuk menerangi pohon tin ini. Apabila sinar matahari tidak diberikan sesuai kebutuhannya, pohon tin akan lebih susah tumbuh dan berbuah.

Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang pohon tin biasanya berupa penggerek batang yang mengakibatkan batang keropos dan membusuk hingga akhirnya mati.

Untuk pengendaliannya, dapat dilakukan dengan menyuntik vaksin (obat untuk batang tin) pada batang untuk mencegah berkembangnya hama tersebut. Atau bisa juga dengan menggunakan Furadan. Caranya, cari lubang dimana penggerak batang bersembunyi. Taburkan Furadan pada lubang tersebut.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang pohon buah tin adalah berupa virus yang menyebabkan daun yang menguning dan mengering.

Untuk mencegahnya, potong daun yang kuning dan mengering kemudian musnahkan agar virus tidak menyebar.

Panen Buah Tin

  • Buah tin siap untuk dipanen pada usia 4-5 bulan setelah tanam.
  • Jika sedang musim panas biasanya buah tin akan cepat berbuah banyak dan cepat tua untuk dipanen.

Demikian ulasan lengkap Cara Budidaya Buah Tin dan Perawatannyasemoga dapat bermanfaat.

sumber referensi: jempolkaki.com, 8villages.com, kabartani.com

Artikel Menarik Lainnya

Cara Tepat Budidaya Srikaya Dengan Teknik Sambung Pucuk

Inilah 5 Jenis Buah Naga Yang Wajib Anda Ketahui

Asam di Lidah Manis di Kantong, Inilah Cara Lengkap Budidaya Jeruk Nipis

Rahasia Cara Menanam Nanas Dengan Mudah Agar Panen Singkat [LENGKAP]

Melirik Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Durian Bawor