Rahasia Sukses BUDIDAYA CABE RAWIT Di Lahan Kering, Buah Lebat, Tidak Keriting

Tanaman Cabe Rawit

tanaman cabe rawit
tanaman cabe rawit

WWW.BERTANIORGANIK.COM — Rahasia Sukses BUDIDAYA CABE RAWIT Di Lahan Kering, Buah Lebat, Tidak Keriting — Cabe rawit (Capsicum frutescens) merupakan tanaman yang berasal dari benua Amerika. Tanaman cabe rawit mudah ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi. Cabe rawit banyak mengandung vitamin A dan C serta tinggi kandungan minyak Atsiri. Kandungan minyak Atsiri inilah yang menimbulkan rasa pedas pada cabe. Selain itu berdasarkan pengalaman beberapa petani tanaman cabe rawit juga tahan hingga beberapa tahun.

Budidaya cabe rawit memiliki prospek bisnis yang bagus karena umumnya masyarakat Indonesia adalah penggemar cabe. Sepertinya tak lengkap rasanya jika makan tanpa ada rasa pedas cabe. Oleh karena itu permintaan akan cabe dipastikan akan terus meningkat. Selain itu harganya yang relatif tinggi juga menjadikan budidaya cabe sangat menguntungkan.

Namun rentannya tanaman cabe terserang penyakit, terutama penyakit keriting daun menjadikan petani enggan atau takut untuk menanam cabe terutama dalam skala besar. Lalu bagaimana mengatasi hal itu?

Sebenarnya tanaman cabe rawit memiliki resiko yang lebih rendah dibanding cabe merah atau cabe besar. Tanaman cabe rawit lebih tahan terhadap serangan hama, meskipun hama yang menyerang cabe merah bisa saja menyerang cabe rawit. Dengan Rahasia Sukses Budidaya Cabe Rawit, Buah Lebat, Tidak Keriting anda akan dipandu bagaimana cara menanam cabe rawit yang benar. Sehingga tanaman cabe anda akan tumbuh subur, tahan penyakit dan berbuah lebat.

Langkah-langkah Menanam Cabe Rawit Dengan Benar

Syarat Tumbuh Cabe Rawit

Tanaman cabe sangat bagus jika ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur, serta tidak tergenang air dengan ph tanah 5-6. Waktu tanam terbaik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan yaitu sekitar bulan Maret-April. Jika ingin memperoleh harga jual yang tinggi kita dapat menanam pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember. Namun karena itu adalah musim hujan kita harus membuat drainase yang baik agar air tidak menggenang yang dapat menyebabkan pohon cabe membusuk

Pemilihan Benih Cabe Rawit

Saat ini dipasaran banyak tersedia benih cabe rawit hibrida dengan kualitas dan keunggulannya masing-masing. Untuk menanam cabe rawit pilihlah benih yang sifatnya sesuai dengan kondisi lahan masing-masing. Namun jika kita sudah pernah menanam cabe rawit sebelumnya dan kita enggan untuk membeli benih cabe di toko kita bisa membuatnya sendiri.

Benih cabe rawit bisa kita dapatkan dari hasil panen sebelumnya. Untuk mendapat benih yang bagus gunakan buah dari hasil panen ke 4-6. Karena buah pada periode panen pertama sampai ketiga memiliki biji yang sedikit. Sedangkan jika menjelang periode akhir jumlah biji banyak namun kecil kecil.

Untuk mendapatkan benih yang baik ambillah dari tanaman yang sehat dan terlihat kuat. Pilih buah yang bentuknya bagus, bebas dari hama dan penyakit. Biarkan buah matang dipohon. Bila perlu biarkan buah hingga mengering di pohon.

Setelah buah kita petik, potong cabe pada pangkal dan ujungnya. Ambil saja biji yang berada di tengah. Biasanya biji yang berada di tengah adalah yang paling berkualitas.

Setelah itu rendam biji dalam air bersih. Ambillah biji yang tenggelam dan buang biji yang mengambang. Setelah itu biji dijemur hingga kering kurang lebih 3 hari.

Untuk menghindari terkena jamur kita bisa memberikan fungisida. Kemudian simpan benih ditempat kering dan sejuk. Benih dapat tahan hingga dua tahun jika disimpan dengan benar.

Benih yang bagus akan memiliki daya tumbuh hingga 80%. Semakin lama benih disimpan daya tumbuh benih akan berkurang. Jika daya tumbuhnya sudah kurang dari 50% sebaiknya jangan digunakan.

Penyemaian Benih Cabe Rawit

persemaian cabe rawit
persemaian cabe rawit

Untuk menyemaikan benih cabe rawit kita dapat menyemaikannya di polybag atau disemai atas tanah. Cara menyemai di atas tanah adalah:

  • Gemburkan tanah yang akan digunakan untuk persemaian. Bersihkan dari rumput dan benda-benda yang dapat mengganggu persemaian. Panjang dan lebar persemaian disesuaikan dengan jumlah benih yang akan ditabur.
  • Taburkan pupuk kompos dan arang sekam di atasnya kemudian aduk biar merata. Setelah itu ratakan kembali tanahnya.
  • Sebelum benih ditanam rendam benih kedalam air hangat kurang lebih 6 jam. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan kecambah.
  • Kemudian benih siap disemai. Untuk menyemaikannya kita bisa membuat lubang dengan cara menugalnya sedalam 0,5 cm kemudian masukkan benih ke dalam lubang. Satu lubang cukup diisi satu biji. Atau dengan menaburkannya di atas persemaian. Namun penaburan jangan terlalu rapat.
  • Tutup benih dengan pupuk kompos tipis-tipis kemudian siram dengan air setiap pagi dan sore. Atur kucuran air agar tidak terlalu deras yang dapat merusak perkecambahan.
  • Untuk mendapat benih yang bagus gunakan leri atau air bekas cucian beras untuk menyiram.
  • Beri naungan di atas persemaian menggunakan plastik atau daun kelapa.
  • Benih akan tumbuh pada usia 7 hari, maksimal 2 minggu. Benih siap dipindah ke lahan tanam setelah daun berjumlah 4-6 helai atau berumur 1-1,5 bulan.

Pengolahan Tanah dan Penanaman Cabe Rawit

pengolahan tanah untuk cabe rawit
pengolahan tanah untuk cabe rawit
  • Sambil menunggu bibit siap  tanam lakukan pengolahan tanah, sehingga saat benih siap untuk ditanam lahan sudah siap untuk di pakai.
  • Lakukan penggemburan tanah dengan cangkul atau bajak sedalam 40 cm. Jika kondisi tanah asam taburkan kapur dolomit secara merata di atasnya.
  • Buat bedengan dengan tinggi 30-40cm dan lebar 100-110 cm. Panjang bedengan menyesuaikan dengan lahan. Jarak antar bedengan kurang lebih 60 cm. Kemudian buat lubang tanam dengan jarak 50-60 cm. Buat dua baris lubang tanam dalam satu bedengan dengan jarak antar lubang 60 cm.
  • Lubang tanam sebaiknya dibuat zig zag untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara.
  • Taburkan pupuk kompos ke dalam lubang tanam dengan dosis 1-1,5 kg per lubang. dan biarkan selama satu minggu.
  • Sebelum bibit ditanam sebaiknya lahan disiram terlebih dahulu agar tidak kering. Tanam bibit pada pagi atau sore hari. Usahakan penanaman dalam satu hamparan bisa selesai dalam satu hari.

Perawatan Budidaya Cabe Rawit

Lakukan penyiraman pada saat musim kemarau saja. Kondisi tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan  tanaman cabe rawit mati. Untuk penyiraman cukup dilakukan setiap dua minggu sekali.

Lakukan pemupukan susulan pada usia 1 bulan setelah tanam dan setiap habis panen. Pemupukan menggunakan pupuk organik cair atau menggunakan NPK. Jangan sekali-sekali menggunakan pupuk Urea. Jika ingin menggunakan pupuk campuran sebaiknya ganti urea dengan ZA.

Pemupukan dapat dilakukan dengan dikocor pada tanaman. Caranya larutkan pupuk organik atau pupuk NPK ke dalam air dan kocorkan pada sebelah tanaman dengan dosis 200 ml per batang. Atau taburkan pupuk NPK dengan jarak 5cm dari batang dengan dosis 5 gram perbatang.

Jika sudah mulai tumbuh gulma atau rumput lakukan penyiangan dengan cangkul. penyiangan cukup dilakukan sekali saja. . Jika terlalu sering disiangi denagn cangkul akan dapat mengganggu akar dan dapat menyebabkan tanaman keriting. Untuk penyiangan berikutnya cukup dengan mencabutnya atau membabatnya dengan sabit.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman cabe rawit lebih tahan terhadap penyakit dibanding cabe besar. Namun bukan berarti cabe rawit kebal terhadap hama. Hama pada cabe besar bisa saja menyerang tanaman cabe rawit seperti aphid, kepik, lalat buah, dll. Secara khusus penyakit yang sering menyerang tanaman cabe rawit adalah kerdil, patek, keriting daun, dan busuk buah. Jika terdapat indikasi serangan penyakit segera lakukan pengendalian dengan insektisisda dengan dosis yang tepat.

Pemanenan Cabe Rawit

Tanaman cabe rawit sudah dapat dipanen pada umur 2,5-3 bulan dari mulai persiapan bibit. Periode panen berlangsung selama 6 – 24 bulan. Bahkan saya sendiri mempunyai cabe rawit berumur sekitar 3 tahun.
Semakin tua tanaman, produktivitasnya akan semakin menurun. untuk budidaya cabe rawit secara intensif biasanya cabe rawit dipelihara hingga berumur 12 bulan. Hasil produksi normal berkisar hingga 30 ton/ha.

Terima kasih telah membaca Rahasia Sukses BUDIDAYA CABE RAWIT Di Lahan Kering, Buah Lebat, Tidak Keriting. Jangan lupa share ke yang lain.