Cara Menurunkan dan Menaikkan pH Air Hidroponik

Cara Menurunkan dan Menaikkan pH Air Hidroponik

Cara Menurunkan dan Menaikkan pH Air Hidroponik – Berhasil tidaknya melakukan budidaya hidroponik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pH air hidroponik, cahaya, kualitas air yang digunakan, oksigen, nutrisi, dan suhu.

Ke 6 faktor tersebut sangat berperan penting pada laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman hidroponik.

Nah pada artikel kali ini kita akan mengulas tentang cara menaikan dan menurunkan pH air hidroponik.

Apa itu pH Air Hidroponik?

pH  adalah derajat atau tingkat keasaman atau kebasaan pada suatu larutan.

Jadi pH air hidroponik adalah derajat keasaman atau kebasaan pada suatu larutan nutrisi hidroponik.

pH netral atau ideal untuk tanaman adalah antara 5,5 – 6,5. Jika skala PH berada di bawah 5,5 atau di atas 6,5 maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik bahkan mati. Hanya sedikit sekali tanaman yang bisa hidup dengan baik pada pH tidak netral.

Larutan nutrisi dengan pH di bawah 5,5 bersifat asam karena larutan mengandung ion H+ yang lebih tinggi dari ion OH-.

Pada kondisi asam maka berbagai unsur hara makro seperti Kalsium, Magnesium, dan Fosfor akan terikat secara kimiawi dan tidak dapat diserap oleh akar tanaman. Sehingga tanaman akan kekurangan unsur hara. Akibatnya tanaman akan kerdil dan tidak dapat berproduksi dengan baik.

Pada kondisi asam unsur Alumunium dan Mangan juga akan menjadi racun yang merugikan tanaman.

Sedangkan jika pH lebih dari 6,5 artinya larutan bersifat basa karena jumlah ion OH- lebih tinggi dari H+.

Pada kondisi basa unsur hara mikro seperti tembaga, mangan, seng, dan besi akan terikat secara kimiawi dan tidak dapat diserap oleh tanaman. Sehingga tanaman akan tumbuh kerdil dan cepat mati.

Pada pH netral yaitu antara 5,5 – 6,5 jumlah ion H+ dan OH- seimbang sehingga tidak ada pengikatan antara unsur makro dan mikro.

Pada kondisi ini tanaman dapat menyerap unsur hara dengan baik sehingga tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan maksimal, umur tanaman juga dapat lebih panjang sesuai dengan jenis tanamannya.

Faktor Penyebab Naik Turunnya pH Air Hidroponik

Dalam budidaya hidroponik, naik turunnya pH air adalah hal biasa yang sering terjadi dan dialami oleh para pelaku hidroponik.

Ada banyak faktor yang menyebabkan kenapa pH air bisa turun dan juga bisa naik. Nah berikut ini beberapa faktor penyebab naik turunnya pH air hidroponik:

1. Proses fotosintesis

Pada saat terjadi proses fotosintesis yaitu pada pagi hingga siang hari, tanaman akan memproduksi dan menyimpan makanan dalam bentuk gula dan pati.

Selain itu tanaman juga akan menghasilkan oksigen dengan menyerap air dari akar dan menyerap CO2 dari udara.

Saat terjadinya proses fotosintesis tersebut yaitu tanaman membutuhkan banyak air, membutuhkan karbon, melepaskan oksigen, memproduksi makanan dan menyimpan energi, maka akan terjadi perubahan (swing) PH ke arah basa atau PH naik.

2. Respirasi

Saat matahari terbenam maka proses fotosintesis akan berhenti dan tanaman akan melakukan proses pernafasan atau respirasi.

Pada saat itu tanaman akan mengolah makanan berupa gula dan pati yang disimpan selama proses fotosintesis.

Selain itu tanaman juga akan melepaskan CO2. CO2 yang larut dalam air akan menghasilkan H2CO3 atau asam karbonat.

Ketika proses fotosintesis berhenti maka akan terjadi peubahan PH ke tingkat yang lebih asam.

3. Bakteri

Faktor berikutnya yuang menyebabkan perubahan pH adalah bakteri penyebab penyakit.

Ketika bakteri menginfeksi akar tanaman, akar tersebut akan membusuk dan mati. Akar yang membususk tersebut akan melepaskan asam ke dalam larutan nutrisi.

Untuk mengatasinya adalah dengan memotong akar yang membususk. Namun jika kasus busuk akar sangat parah tanaman harus dicabut dan dimusnahkan.

4. Media tanam

Media tanam juga bisa menjadi faktor penyebab perubahan pH air hidroponik. Karena setiap media tanam memiliki nilai pH yang berbeda beda. Misalnya rockwol yang masih baru memiliki pH yang tinggi atau basa.

Karena itu sebelum rockwol digunakan sebaiknya direndam dulu dalam air yang memiliki pH netral selama 24 jam.

Namun tidak semua rockwol memiliki pH yang tinggi. Rockwol dengan kualitas tinggi biasanya memiliki pH yang netral.

Cara Mengatur pH Air Hidroponik

Cara Menurunkan dan Menaikkan pH Air Hidroponik

pH larutan yang berubah-ubah atau naik turun akan berdampak buruk pada tanaman. Karena itu sebaiknya lakukan pengecekan pH larutan setiap hari menggunakan pH meter agar perubahan pH dapat diatasi.

  • Cara menurunkan pH air hidroponik

Jika skala pH berada di atas 6,5 berarti air larutan berada pada kondisi basa. Untuk menurunkan pH nya agar netral kamu dapat menambahkan cairan H2SO4, HNO3, atau H3PO4 10% sedikit demi sedikit ke dalam air larutan sampai pH air menjadi netral.

Jika kamu kesulitan mencari bahan tersebut kamu bisa menggunakan pH down yang banyak dijual di toko online untuk menurunkan pH air hidroponik.

Caranya, ukur pH larutan menggunakan pH meter, jika skala pH di tas 6,5 tambahkan sedikit demi sedikit untuk menurunkannya sampai pH menjadi netral.

  • Cara menaikkan pH air hidroponik

Jika skala pH berada di bawah 5,5 berarti pH air dalam kondisi asam. Untuk menaikannya kamu bisa menambahkan KOH 10% atau pH UP sedikit demi sedikit ke dalam larutan sampai pH menjadi netral.

Itulah ulasan Cara Menurunkan dan Menaikkan PH Air Hidroponik semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.