Cara Menanam Semangka Inul Yang Benar Agar Berbuah Besar

Cara Menanam Semangka Inul Yang Benar Agar Berbuah Besar
youtube.com

Cara Menanam Semangka Inul – Sahabat bertaniorganik, pernahkah kamu melihat semangka yang bentuknya besar dan lonjong? Kalau iya… itulah semangka inul. Kurang tau sih… kenapa semangka yang lonjong itu disebut semangka inul.

Mengenal Semangka Inul

Semangka inul sebenarnya adalah nama lain dari semangka pepaya hibrida, yaitu jenis semangka yang memiliki bentuk seperti pepaya.

Kalau biasanya semangka berbentuk bulat, namun semangka inul memiliki bentuk buah yang lonjong dengan warna kulit hijau gelap dan memiliki berat rata-rata 2,5-3,5 kg.

Saat ini banyak petani yang mulai membudidayakan semangka inul karena memiliki beberapa kelebihan dibanding semangka jenis lain:

  • Ukuran batang tanaman semangka inul lebih pendek dibanding semangka bulat, sehingga lebih hemat lahan.
  • Usia panen semangka inul lebih cepat 1 minggu dari pada semangka bulat.
  • Perawatan semangka inul lebih mudah dengan peluang bakal buah yang positif lebih besar.
  • Dalam 1 batang tanaman semangka inul mampu membesarkan 2-3 buah sekaligus.
  • Buah semangka inul lebih praktis untuk dibawa dalam keadaan utuh.

Untuk menanam semangka inul yang benar agar berbuah besar berikut ini langkah-langkahnya.

Cara Menanam Semangka Inul

Pada dasarnya budidaya semangka inul tidak jauh berbeda dengan budidaya semangka jenis lain. Berikut ini cara budidaya semangka inul.

Syarat tumbuh semangka inul

  1. Semangka inul cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 2- 500 mdpl. Atau dapat ditanam pada dataran rendah maupun tinggi.
  2. Lahan untuk budidaya semangka inul harus mendapat paparan sinar matahari minimal 8 jam per hari.
  3. Lahan budidaya memiliki tekstur tanah yang gembur dan kaya unsur hara.
  4. Lahan harus dekat dengan sumber air untuk memudahkan dalam melakukan penyiraman.
  5. PH tanah yang ideal untuk budidaya semangka inul adalah 5,5 – 7,5.
  6. Lahan harus jauh dari tepi pantai agar terhindar dari aorosol air asin.
  7. Menanam semangka inul dapat dilakukan di lahan sawah maupun di lahan kering (tergantung musim).

Tahap pengolahan lahan

  1. Setelah mendapatkan lokasi penanaman yang pas, selanjutnya lakukan pengolahan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul.
  2. Setelah itu gemburkan tanah dan buat bedengan dengan ukuran lebar 70 – 80 cm dan jarak antar bedengan sekitar 2 meter. Sedangkan tinggi bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Jika lahan landai bedengan tidak perlu tinggi. Sedangkan jika lahan datar, bedengan dapat dibuat dengan tinggi minimal 30 cm.
  3. Selanjutnya dalam budidaya semangka inul ada dua jenis bedengan yang sering digunakan, yaitu bedengan ganda dan bedengan tunggal.
  4. Pada sistem bedengan ganda, di tengah-tengah bedengan dibuat parit untuk pengairan. Sistem ini digunakan jika pengairan menggunakan sistem leb. Sedangkan sistem bedengan tunggal digunakan jika pengairan menggunakan selang drip.
  5. Biarkan lahan selama 3 hari agar terpapar sinar matahari untuk membunuh bakteri dan patogen.

Pemberian pupuk dasar

Sebelum penanaman, lahan diberi pupuk dasar guna menyuplai nutrisi pada tanaman semangka selama masa awal pertumbuhan.

Pupuk dasar yang digunakan berupa pupuk kandang dan pupuk kimia (TSP, NPK, ZA, dan UREA).

Berikut ini cara pemberian pupuk dasar pada lahan:

  1. Lakukan pengecekan PH tanah pada lahan menggunakan PH meter. Jika nilai PH dibawah 5,5 berarti tanah dalam kondisi asam.
  2. Untuk menetralkan PH tanah taburkan kapur dolomit pada bedengan.
  3. Siapkan pupuk kandang (bisa kotoran kambing atau ayam), siram pupuk dengan EM4, tutup dengan terpal dan biarkan selama 1 minggu. Setelah itu taburkan pupuk kandang pada bedengan.
  4. Siapkan pupuk kimia berupa pupuk majemuk NPK atau kombinasi pupuk TSP+ZA/ UREA dengan  perbandingan 2:1. Jangan lupa campurkan fungisida pada pupuk lalu taburkan pupuk tersebut pada bedengan.
  5. Setelah itu aduk-aduk pupuk pada bedengan dengan cangkul agar tercampur merata bersama tanah.

Pemasangan Mulsa

Jika pengairan menggunakan sistem drip, pasang selang drip pada tengah bedengan. Jangan lupa untuk melubangi selang drip menggunakan jarum sebagai lubang keluar air.

Pasang plastik mulsa perak di atas bedengan untuk mencegah tumbuhnya gulma .

Setelah plastik mulsa terpasang dengan baik, buat lubang tanam dengan jarak tanam 80-90 cm di tengah bedengan.

Penyemaian bibit semangka

Untuk mempercepat perkecambahan, rendam benih ke dalam air hangat kuku yang telah diberi ZPT selama kurang lebih 3-5 jam. Setelah itu tiriskan dan bungkus benih dengan kain basah atau kertas koran.

Setelah 2-3 hari benih biasanya sudah terlihat berkecambah. Benih bisa dipindahkan ke media semai.

Bibit siap untuk ditanam setelah bibit berusia 7 – 10 hari.

Cara Menanam Bibit Semangka di Lahan

Setelah bibit semangka berusia 7 – 10 hari atau telah tumbuh 2- 3 daun bibit siap untuk ditanam.

Waktu terbaik untuk menanam bibit semangka adalah pada sore hari.

Lakukan penyiraman lahan sebelum melakukan penanaman bibit semangka (penyiraman dilakukan jika penanaman semangka pada musim kemarau atau sebelumnya tidak turun hujan).

Masukkan satu per satu bibit ke dalam lubang tanam dengan hati-hati dan jangan lupa tekan tanah pada samping lubang tanam agar akar bibit semangka dapat merkat kuat dengan tanah.

Perawatan Tanaman Semangka

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman setiap 3 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi.

  • Mengatur posisi ranting

Agar nampak rapi dan memudahkan dalam pemeliharaan, aturlah batang utama dan ranting pada sisi bedengan.

  • Pemupukan Susulan

Lakukan pemupukan susulan pertama pada saat tanaman berusia 10 HST dengan cara dikocor NPK 16-16-16 dengan dosis 5 gr NPK/300 ml air/tanaman.

Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 4 -5 hari sekali dengan menambah dosis secara berkala.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan untuk membersihkan gulma atau rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

  • Seleksi Buah

Lakukan penyeleksian buah dengan membuang buah pada daun pertama sampai daun ke 13 serta buah yang tidak normal. Sedangkan buah pada daun ke 14 ke atas dibiarkan untuk dipelihara. Agar tanaman dapat menghasilkan buah yang maksimal sisakan saja 2-3 buah saja per pohon.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Semangka

Hama tanaman semangka

Berikut ini beberapa hama yang sering menyerang tanaman semangka dan pengendaliannya:

1. Penggerek Daun, hama ini sering menyerang tanaman semangka (terutama tanaman muda) dengan memakan dan merusak daun semangka.  Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida.

2. Kutu daun (Aphids), hama ini suka menghisap cairan pada daun muda sehingga menyebabkan daun menjadi keriting. Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamektin.

3. Thrips, seperti halnya kutu daun hama ini juga menyerang daun muda sehingga menyebabkan daun menjadi keriting. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif abamektin.

4. Lalat Buah, hama ini menyerang buah yang masih muda sehingga menyebabkan buah menjadi busuk dan rontok. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan insktisida berbau tajam atau membuat perangkap lalat buah.

5. Ulat Grayak, ulat ini menyerang tanaman semangka dengan cara merusak dan memakan daun serta merusak bakal buah. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida.

6. Ulat Tanah, hama ini menyerang tanaman pada malam hari dengan merusak tunas muda dan tanaman muda. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida.

Penyakit tanaman semangka

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman semangka.

1. Rebah Semai, penyakit rebah semai atau dikenal pula dengan nama dumping-off  merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Pencegannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan fungisida.

2. Layu Fusarium, tanaman yang terserang layu fusarium akan nampak segar pada pagi hari, layu pada siang hari, dan nampak segar kembali pada sore hari, namun kemudian mati. Untuk pencegahannya bisa dengan perlakuan trichoderma, PGPR, dan menyemprotkan fungisida.

3. Bercak Daun (Antraknosa), penyakit ini menyebabkan pada permukaan daun timbul bercak-bercak berbentuk bulat dan menyebar. Lama-kelamaan daun akan layu dan mengering. Pengendaliannya dengan menyemprotkan fungisida.

4. Busuk buah, penyakit ini disebabkan oleh bakteri, cendawan, dan lalat buah. Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan bakterisida dan fungisida.

Umur Panen dan Cara Panen Semangka

Panen semangka inul dapat dilakukan ketika buah sudah berumur 50 hari.

Ciri-cir semangka inul yang siap dipanen adalah warna kulit buah memudar dan gagang semangka nampak mengering.

Waktu pemanenan sebaiknya dilakukan setelah embun kering yaitu sekitar pukul 9 pagi dan cuaca dalam kondisi cerah (tidak hujan) agar kulit buah tidak basah dan mudah busuk.

Setelah dipanen tanaman akan mati karena tanaman semangka termasuk tanaman sekali panen.

Itulah Cara Menanam Semangka Inul Yang Benar Agar Berbuah Besar semoga bermanfaat.

Jangan lupa simak artikel lain tentang budidaya tanaman di bertaniorganik.com