Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka Agar Cepat Panen

cara budidaya porang

bertaniorganik.com – Cara Budidaya Porang – Budidaya porang saat ini menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan orang karena nilai ekonomisnya yang sangat menggiurkan.

Dengan harga jual yang cukup tinggi mencapai 4.000/kg untuk porang basah dan 35.000/kg untuk porang kering menjadikannya sebagai salah satu tanaman yang memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.

Apa Itu Tanaman Porang?

Porang (Amorphopallus muelleri) merupakan tanaman penghasil umbi yang banyak tumbuh di hutan tropis. Tanaman ini memiliki batang tunggal yang dapat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter.

Secara fisik tanaman porang memiliki ciri yang hampir mirip dengan tanaman suweg dan iles-iles yaitu batangnya bercorak belang-belang hijau putih. Namun ada perbedaan antara tanaman porang dan suweg.

Manfaat Porang

Seperti halnya tanaman umbi-umbian lain seperti bawang merahatau kentang, Porang merupakan tanaman yang juga dibudidayakan untuk dimanfaatkan umbinya.

Di dalam umbi porang terdapat kandungan zat glucomanan yang banyak digunakan dalam industri kesehatan diantaranya sebagai bahan baku pembuatan kapsul.

Bahkan porang merupakan komoditas ekspor bernilai tinggi. Di luar negeri umbi porang ini banyak digunakan dalam berbagai industri makanan. Beberapa produk yang dihasilkan dari umbi porang seperti mie shirataki, beras konjac, agar-agar konyaku, dll.

Baca: Peluang Usaha dan Cara Budidaya Daun Kelor Secara Lengkap

Selain itu, umbi porang juga digunakan dalam industrti dirgantara seperti untuk pembuatan lem perekat pesawat.

Cara Budidaya Porang

Awalnya tanaman porang banyak ditanam di hutan, di bawah naungan pepohonan seperti jati, mahoni, sonokeling, dll. Namun saat ini tanaman porang sudah banyak dibudidayakan di lahan terbuka, dengan masa panen lebih cepat dan hasil juga lebih banyak.

Nah berikut ini cara menanam porang dilahan terbuka agar cepat panen hasil maksimal.

Jenis dan PH tanah

Sebenarnya, tanaman porang merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh dalam berbagai jenis tanah. Namun agar tanaman porang dapat menghasilkan panen yang baik sebaiknya tanah yang akan ditanami harus tanah yang gembur, subur, dan tidak tergenang air.

Baca: [LENGKAP] Cara Budidaya Buah Tin dan Perawatannya

Sedangkah untuk PH tanah idealnya adalah 6-7.

Kondisi lingkungan

Tanaman porang memiliki toleransi yang sangat baik terhadap naungan atau tempat teduh hingga 60%.

Tanaman porang dapat tumbuh pada ketinggian tanah 0-700 mdpl namun yang paling ideal adalah 100-600 mdpl.

Perkembangbiakan porang

Perkembang biakan tanaman porang dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Perkembangbiakan dengan katak atau bintil

Bintil atau katak merupakan salah satu ciri utama tanaman porang. Katak atau bintil ini berwarna coklat dan muncul pada pangkal atau tangkai daun tanaman porang. Dalam 1 kg biasanyta berisi sekitar 100-150 butir katak.

Katak porang dikumpulkan pada masa panen dan disimpan hingga memasuki musim penghujan untuk langsung ditanam pada lahan yang telah dipersiapkan.

  • Perkembangan porang dengan biji

Tanaman porang yang telah berusia 4 tahun ia akan menghasilkan bunga yang kemudian akan menjadi buah atau biji.

Satu tongkol buah porang dapat menghasilkn sekitar 250 butir biji yang bisa digunakan sebagai bibit dengan cara disemai terlebih dahulu.

  • Perkembang biakan porang dengan umbi

Perkembangbiakan porang berikutnya adalah dengan umbi. Umbi porang ada yang berukuran kecil ada yang berukuran besar.

Umbi porang yang berukuran kecil dihasilkan dari pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat. Hasil pengurangan ini selanjutnya dikumpulkan untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bibit.

Baca: Cara Lengkap Budidaya Ubi Jalar atau Ubi Ungu Agar Panen Melimpah

Untuk umbi yang berukuran besar dapat dipecah-pecah sesuai ukuran yang dinginkan untuk selanjutnya ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Persiapan lahan budidaya

Setelah kita mendapat bibit porang, selanjutnya kita melakukan tahap persiapan lahan.

Bersihkan lahan yang akan ditanami dari gulma dan sisa-sisa tanaman.

Lakukan pembajakan untuk menggemburkan tanah.Buat lubang tanam dengan jarak antar lubang 90 cm x 90 cm

Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 0,5 kg per lubang.

Penanaman porang

Waktu menanam porang yang terbaik adalah ketika memasuki musim penghujan yaitu sekitar bulan November – Desember.

Masukan bibit ke dalam lubang tanam dengan posisi bakal tunas menghadap ke atas. Setiap satu lubang diisi dengan satu bibit.

Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm.

Perawatan Tanaman Porang

Porang merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh tanpa perlu perawatan khusus. Namun untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang maksimal, perawatan secara intensif tetap perlu diupayakan.

Perawatan dalam budidaya porang meliputi beberapa hal:

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma atau rumput yang berada disekitar tanaman porang.

Penyiangan sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dapat dilakukan saat ada gulma yang muncul.

Baca: Cara Lengkap Budidaya Buncis Yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat

Gulma yang sudah disiangi kemudian ditimbunkan pada pangkal batang porang agar membusuk dan dapat menjadi pupuk organik bagi tanaman porang.

  • Pemupukan

Pemupukan tanaman porang dilakukan setelah selesai penyiangan. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea dengan dosis 5 gram per batang.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Porang

Beberapa hama yang sering ditemukan menyerang tanaman porang seperti belalang, ulat makassar orketti, ulat umbi araehenes, dan nematoda.

Sedangkan beberapa penyakit yang dapat menyerang tanaman porang diantaranya busuk  batang, layu daun oleh jamur Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp.

Untuk mengendalikan serangan hama dapat menggunakan pestisida yang direkomendasikan. Beberapa mereknya diantaranya Basudin dan Thiodan.

Baca: Budidaya Pare Hibrida, Peluang Bisnisnya Tak Sepahit Rasanya

Untuk mengendalikan nematoda dapat menggunakan pestisida seperti carbofuran, dll.

Sedangkan untuk mengendalikan penyakit akibat jamur dapat menggunakan fungsisida seperti Ridomil, benlate, dll.

Panen Porang

Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya. Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Ciri-ciri porang yang siap panen adalah jika daunnya telah kering dan jatuh ke tanah. Satu pohon porang bisa menghasilkan umbi sekitar 2 kg dan dari sekitar 40 ribu tanaman dalam satu hektar bisa dipanen 80 ton umbi pada periode pemanenan tahun kedua.

Setelah umbi dipanen kemudian dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong lalu dijemur, memotong umbi tersebut harus benar karena menentukan kualitas porang yang dihasilkan.

# artikel diolah dari berbagai sumber

Artikel Menarik Lain

Panduan Menanam Kencur Secara Lengkap dari A-Z

Panduan Lengkap Cara Menanam Gambas (Oyong) Agar Berbuah Lebat

Panduan Lengkap Cara Menanam Semangka Cocok Untuk Pemula

Asam di Lidah Manis di Kantong, Inilah Cara Lengkap Budidaya Jeruk Nipis