Cara Ternak Kambing Modern Tanpa Ngarit Yang Menguntungkan

bertaniorganik.com – cara ternak kambing modern yang menguntungkan – Cara ternak kambing modern merupakan sebuah usaha ternak kambing yang dilakukan dengan menerapkan teknologi dan inovasi terkini.

Berbeda dengan usaha ternak kambing pada umumnya yang dilakukan secara tradisional dengan mengembalakan kambing dan mengandalkan pakan alami dari aktifitas mengarit, serta hanya dilakukan sebagai usaha sampingan. Pada usaha ternak kambing modern, kambing tidak diumbar, kebutuhan pakan lebih terjamin dan komplit, serta dilakukan dengan manajemen pemeliharaan yang lebih bagus.

Keuntungan Ternak Kambing

  • Kambing penuh dengan gizi dan nutrisi

Hasil utama dari beternak kambing adalah untuk dimanfaatkan daging dan susunya. Daging kambing memiliki kandungan protein, lemak, dan kalori yang tinggi serta sangat baik untuk kesehatan, asalkan dikonsumsi dalam kadar tertentu atau tidak berlebihan.

Selain itu, susu kambing juga memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan hampir setara dengan kandungan air susu ibu (ASI). Susu kambing sangat direkomendasikan bagi bayi maupun orang dewasa yang alergi terhadap susu sapi.

  • Waktu panen lebih cepat

Kambing merupakan hewan yang cepat dipanen apabila dilakukan dengan pemeliharaan yang baik. Kambing tidak membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak. Untuk permulaan, jika kamu memliki modal yang cukup kamu bisa mencoba dengan cara ternak kambing etawa misal 5 ekor yang terdiri 2 jantan dan 3 betina, maka dalam waktu 1 tahun dapat berkembang biak hingga 25 ekor.

Simak: Usaha Penggemukan Kambing 3 bulan Langsung Panen!!! Ini Dia Syaratnya

  • Mudah dipasarkan

Selain memiliki perkembangan yang cepat, kambing juga mudah untuk dipasarkan. Baik untuk dijual kepada agen maupun dijual di pasar. Terlebih jika kambing yang kita miliki memiliki kualitas yang bagus, sehat, dan gemuk – gemuk, pembeli akan datang dengan sendirinya.

  • Modal relatif kecil

Untuk memulai usaha ternak kambing tidak selalu dengan modal awal yang sangat besar. Dengan modal kecil, ternak kambing pun sudah dapat dilakukan.

Bagi pemula yang baru belajar ternak kambing, bisa mencoba dengan cara ternak kambing jawa misalnya. Kenapa ternak kambing jawa? Karena kambing jawa harganya terbilang masih terjangkau, perwatan mudah dan memiliki daya tahan yang bagus.

Modal ternak kambing pemula juga bisa dimulai dengan sistem gaduh atau memelihara punya orang dengan imbalan anaknya jika ternak kambing betina atau imbalan uang jika ternak kambing jantan.

  • Investasi yang sangat menjanjikan

Beternak kambing sangat tepat untuk dijadikan investasi. Meskipun peningkatannya bertahap, namun hasilnya jelas. Karena kambing akan tetap memiliki daya jual sepanjang masa dan minimal dalam setahun sudah menghasilkan.

  • Kambing mudah beradaptasi

Kambing merupakan hewan ternak yang tidak memerlukan tempat khusus untuk memelihara. Kambing mudah beradaptasi dengan kondisi dan lingkungan sekitar, sehingga dalam waktu cepat kambing mudah untuk dijinakkan dan dijaga.

Mengenal Jenis-jenis Kambing

Sebelum memulai ternak kambing kita harus menentukan jenis kambing apa yang akan kita pelihara. Dan tentu saja disesuaikan dengan tujuan kita beternak apakah untuk penggemukan atau dimanfaatkan susunya.

Di Indonesia sendiri secara umum kambing dibedakan menjadi 3 jenis yaitu kambing lokal, kambing impor, dan kambing campuran. Kambing lokal adalah kambing asli Indonesia. Kambing lokal misalnya kambing kacang atau kambing jawa, kambing gembel, dan masih banyak lagi. Kambing impor adalah jenis kambing unggul yang didatangkan dari luar negeri. Kambing impor diantaranya adalah kambing etawa yang berasal dari India, kambing boer dari Afrika selatan dll. Sedangkan kambing campuran adalah kambing hasil persilangan kambing lokal dengan kambing impor. Tujuan dari penyilangan ini adalah untuk mendapatkan bibit kambing yang memiliki sifat unggul dari kambing impor namun memiliki ketahanan seperti kambing lokal. Contoh kambing hasil persilangan ini adalah kambing PE dan Jamnapari.

Simak: 13 Jenis Kambing Pedaging Unggul Yang Banyak Dibudidayakan di Indonesia

Cara Ternak Kambing Modern, Tanpa Ngarit, dan Menguntungkan

Untuk beternak kambing modern yang menguntungkan, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Persiapan Kandang Kambing

  • Syarat kandang kambing

Kandang merupakan rumah bagi kambing sebagai tempat makan dan minum, tempat berlindung dari hujan dan panas, berlindung dari hewan pemangsa, serta sebagai tempat bereproduksi. Oleh karena itu dalam pembuatan kandang kambing harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:

    • Tempat harus dibuat cukup tinggi dan terhindar dari genangan air.
    • Jarak kandang minimal 10 meter dari rumah atau sumur.
    • Cukup mendapat sinar matahari terutama pada pagi hari.
    • Terhindar dari terpaan hujan dan tiupan angin terutama pada malam hari.
    • Kandang sebaiknya dibuat panggung
  • Ukuran dan model kandang kambing

Pada ternak kambing modern, ukuran kandang yang dibuat harus disesuaikan dengan kapasitas kambing yang dipelihara. Sehingga dapat menghemat ruang dan biaya pembuatan kandang. Pada umumnya untuk 10 ekor kambing anda dapat membuat kandang dengan ukuran 3 x 1,5 meter.

Usaha ternak kambing modern tidak membutuhkan ukuran kandang yang besar, karena pakan yang diberikan sangat menghemat ruang. Selain itu, dengan ukuran kandang yang tidak terlalu besar dapat mengurangi pergerakan kambing. Sehingga kambing lebih cepat gemuk karena pakan dengan cepat dirubah menjadi cadangan energi berupa daging, lemak, dan sedikit yang menjadi kotoran.

Simak: Contoh Gambar dan Desain Kandang Kambing Modern dan Sehat

Untuk model kandang terdapat dua tipe kandang yang dapat anda gunakan yaitu tipe kandang koloni dan tipe kandang individual. Tipe kandang koloni adalah kandang yang berupa ruangan lebar dan dihuni 3-10 ekor kambing. Sedangkan tipe individual adalah kandang dibuat sekat-sekat dan setiap satu sekat berisi 1 ekor kambing.

  • Perawatan kandang

Untuk menjamin kualitas dan kesehatan kambing, kebersihan kandang mutlak harus dilakukan. Lakukan pembersihan kandang secara rutin dan segera ganti jika terdapat bagian kandang yang rusak.

Dalam ternak kambing modern sangat disarankan menggunakan kandang yang berbentuk panggung. Kenapa?

    • Dengan kandang berbentuk panggung, kotoran dan air kencing jatuh ke bawah. Sehingga kambing lebih bersih dan sehat. Pembersihan kandang juga lebih mudah dilakukan.
    • Kandang lebih kering, sehingga penyakit yang disebabkan oleh parasit dan jamur tidak mudah menyerang.

Simak: Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Kambing

Memilih Bibit Kambing

Kualitas bibit kambing sangat berpengaruh terhadap kesuksesan budidaya kambing. Namun sebelum memilih bibit kambing sebaiknya tentukan dulu tujuan dari budidayanya, apakah untuk penggemukan atau untuk diambil susunya. Baru setelah itu tentukan jenis kambing yang cocok dengan tujuan tersebut. Namun secara umum ada beberapa kriteria indukan yang bagus:

Ciri indukan betina yang baik

    • Kambing terlihat sehat, tidak cacat, bertubuh besar namun tidak terlalu gemuk.
    • Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi, badan padat dan kompak, garis punggung dan pinggang lurus.
    • Alat kelamin normal.
    • Memiliki sifat keibuan (mau mengasuh anaknya dengan baik).
    • Berasal dari keturunan kembar.
    • Badan dan bulunya bersih dan mengkilap.
    • Kambing betina yang akan dijadikan indukan sebaiknya berusia minimal 5-6 bulan.
    • Jinak dan sorot matanya ramah.

Ciri-ciri pejantan yang baik

    • Tubuh besar dan panjang, tampak gagah, dada lebar, tidak terlalu gemuk.
    • Sehat secara fisik dan tidak cacat.
    • Memiliki libido atau nafsu untuk kawin tinggi.
    • Kaki tampak kokoh dan lurus, serta tumit tinggi.
    • Dari keturunan kembar lebih baik.
    • Berumur antara 1,5 hingga 3 tahun.
    • Alat kelamin keyal dan mampu ereksi dengan baik
    • Buah zakar memiliki ukuran sama besar dan normal
    • Badan dan bulu bersih serta mengkilap

Pemeliharaan dan Pembesaran Kambing

Pemeliharaan kambing disini berupa pemberian pakan dan minum, memandikan kambing, perawatan kuku, serta pengendalian penyakit.

  • Pemberian pakan dan minum

Pada ternak kambing secara tradisional, kambing biasanya diumbar atau dilepas di area yang memiliki banyak hijauan atau rumput. Untuk tambahan pakan biaanya peternak akan melakukan aktifitas mengarit atau mencari pakan di alam setiap hari.

Sedangkan pada ternak kambing secara modern, kambing tidak diumbar pada tempat terbuka. Sehingga pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan kualitasnya harus terjamin.

Pada usaha ternak kambing modern, pakan yang diberikan berupa pakan hijauan dan pakan konsentrat atau pakan tambahan.

Simak: Membuat Pakan Fermentasi Jerami Untuk Ternak Kambing Dengan SOC

Pakan hijauan yang disukai kambing misalnya lamtoro, daun gamal, daun nangka, daun indigofera, kaliandra, kacang-kacangan, daun singkong yang telah dilayukan, daun turi, rumput odot, dll.

Pemberian pakan hijauan sebaiknya mencapai 3% bobot tubuhnya, diukur dalam keadaan kering. Bila hijaun dalam keadaan basah atau segar, kira-kira sekitar 10-15% dari bobot tubuh. Dalam pemberian pakan hijauan sebaiknya tidak diberikan satu macam setiap hari, karena kambing dapat bosan. Namun diberikan secara bergantian atau dikombinasikan.

Selain diberi pakan berupa pakan hijauan, kambing juga perlu diberi pakan berupa konsentrat atau pakan tambahan. Pakan tambahan ini bisa berupa pakan jadi dari pabrik atau membuat sendiri seperti bungkil kedelai, dedak, dan tepung ikan.

Pemberian konsentrat sangat penting dilakukan saat kambing hamil tua atau setelah beranak. Masa-masa itu kambing sangat membutuhkan nutrisi untuk perkembangannya. Dosisnya sekitar 1,5% dari bobot tubuhnya.

Pakan tambahan lain yang juga sangat bagus diberikan pada kambing adalah pakan berupa pakan fermentasi. Untuk membuat fermentasi pakan ternak kambing baca Langkah langkah Membuat Pakan Kambing Fermentasi Komplit Bernutrisi Tinggi

Selain hijauan dan konsentrat, ternak kambing memerlukan asupan vitamin dan mineral. Dalam konsentrat buatan pabrik biasanya vitamin dan mineral sudah ditambahkan. Vitamin dan mineral juga bisa diberikan tersendiri.

Kambing membutuhkan air minum sekitar 1,5 hingga 2,5 liter air per hari. Penyediaan air umumnya tidak dibatasi. Air bisa disediakan sepanjang waktu dan ditambah bila habis. Air harus diganti setiap hari dengan yang bersih. Tepat air juga harus selalu dikontrol agar tetap bersih.

  • Memandikan kambing

Kambing juga perlu untuk dimandikan. Tujuannya agar kambing lebih bersih dan tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Lakukan aktivitas memandikan ternak kambing minimal 2 kali dalam setahun.

  • Pemotongan kuku kambing

Selain dimandikan, perawatan kuku pada ternak kambing juga perlu dilakukan. Pada kambing yang selalu dikandangkan biasanya pertumbuhan kukunya lebih cepat sehingga perlu dilakukan pemotongan. Kuku kambing yang terlalu panjang dapat mengakibatkan beberapa hal berikut ini ;

    • Jalannya terganggu,
    • Ternak jantan mengalami kesulitan bila kawin
    • Kuku yang tidak dipotong dapat patah dan bisa mengakibatkan luka dan infeksi
    • Di bawah telapak kuku yang panjang bisa berongga dan penuh dengan kotoran yang ditumbuhi parasit dan jamur sehingga membahayakan kesehatan ternak.
  • Pengendalian penyakit kambing

Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing antara lain, kembung (bloating), cacingan, scabies, pink eye, orfatau (dakangan atau orf), antraks, penyakit kuku dan mulut, radang kuku, mastitis, kudis/budug, myasis atau belatungan. Selain itu, keracunan tanaman juga sering dialami oleh ternak kambing. Terutama kambing yang di umbar atau di angon. Daun singkong yang masih segar juga dapat menyebabkan keracunan.

Untuk mengendalikan penyakit pada kambing dapat dibaca pada artikel Kenali Jenis-jenis Penyakit Pada Kambing dan Pengobatannya

Reproduksi Ternak kambing

Kambing betina akan mengalami siap kawin pada usia 6-10 bulan. Namun sebaiknya mulai dikawinkan pada usia 10-12 bulan atau bila bobotnya telah mencapai 55-60 Kg tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Dalam satu tahun indukan yang baik dapat beranak minimal sampai 3 kali. Dengan masa kehamilan sekitar 144-156 hari dan masa melahirkan, penyapihan, dan istirahat sekitar 2 bulan.

Kambing yang sedang birahi dia akan menunjukkan tanda tanda berupa:

  • Terlihat gelisah, nafsu makan dan minum menurun.
  • Sering mengibaskan ekor,
  • Kemaluan bengkak dan sering kencing,
  • Diam saat dinaiki pejantan.

Jika terlihat tanda-tanda seperti itu, segera kawinkan dengan pejantan. Karena siklus birahi kambing biasanya berselang 17-21 hari, dengan lama birahi 24-45 jam.

Artikel Terkait