Cara Menanam dan Merawat Bunga Aster Di Pot Dengan Mudah

bertaniorganik.com – Cara Menanam dan Merawat Bunga Aster – Bunga aster atau dikenal juga dengan nama bunga daisy atau seruni merupakan salah satu jenis bunga yang masih berkerabat dekat dengan bunga matahari.

Tanaman yang memiliki nama latin Callistephus chinensis ini sangat populer dikalangan para pecinta tanaman hias dan biasanya banyak dimanfaatkan untuk bunga karangan atau bunga dekorasi karena memiliki warna yang beraneka ragam seperti putih, kuning, pink, ungu, merah, serta biru. Dan bunga aster warna ungu merupakan bunga aster yang paling laris dipasaran. Maka tak heran permintaan akan bunga ini masih sangat tinggi dengan harga jual yang cukup mahal.

Jenis Bunga Aster Berdasarkan Warna Bunga

  • Jenis Aster chinensis tipe Princes: memiliki warna bunga merah muda, kuning muda, biru muda, biru tua dan putih.
  • Jenis Aster chinensis tipe Amerika: memiliki warna bunga biru muda, merah muda, merah tua, merah lembayung dan putih.
  • Jenis Aster chinensis tipe Liliput: memiliki warna bunga merah muda, merah tua, biru dan putih.
  • Jenis Aster chinensis tipe Giant Cornet: memiliki warna bunga merah tua, merah muda, dan putih.
  • Jenis Aster novae-angliae: memiliki warna bunga hanya violet muda.
  • Jenis Aster incises: memiliki 2 warna bunga, yakni violet dan agak kebiruan.

Langkah-langkah Menanam dan Merawat Bunga Aster

Menanam bunga aster sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya butuh kesabaran dan ketekunan anda sudah bisa menanam bunga aster yang indah. Bunga ini bisa ditanam di pekarangan rumah, di pot, maupun di polybag. Dan uniknya bunga aster ini dapat berbunga sepanjang waktu alias tidak mengenal musim.

Nah untuk menanam dan merawat bunga aster agar tumbuh subur dan berbunga indah simak langkah-langkahnya berikut ini.

Persiapan Bibit

bibitbunga.com

Langkah pertama sebelum menanam bunga aster adalah mempersiapkan bibit terlebih dahulu.

Benih atau bibit bunga aster berupa biji yang dapat anda beli di toko pertanian atau toko online yang menjual berbagai macam bibit bunga.

Setelah anda mendapatkan bibit bunga aster, selanjutnya bibit harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam.

Cara Menyemai Bibit Bunga Aster

ilmubudidaya.com

Untuk menyemai bibit bunga aster siapkan media persemaian berupa campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau bisa juga menggunakan media persemain lain berupa campuran tanah, pasir, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah media semai selesai dibuat selanjutnya taburkan secara merata biji bunga aster di atas media persemaian. Kemudian tutup tipis-tipis menggunakan tanah atau kompos halus.

Siram media persemaian sampai basah namun jangan sampai terlalu becek dan tutup persemaian dengan plastik hitam atau bisa juga menggunakan daun pisang atau daun kelapa untuk menjaga kelembaban persemaian serta mempercepat pertumbuhan biji bunga aster.

Lakukan penyiraman lagi secara rutin setiap pagi dan sore.

Setelah tiga hari penutup bisa dibuka.

Setelah benih bunga aster sudah tumbuh daun 3-5 helai, bibit siap untuk dipindah ke media tanam permanen seperti polybag atau pot.

Selain melakukan perbanyakan bunga aster dari biji anda juga bisa melakukan perbanyakan bunga aster yang berasal dari tunas. Jika ingin menanam bunga aster dari tunas sebaiknya pilih tunas yang sudah berumur 6 bulan. Selanjutnya anda tinggal mengambil anakannya secara hati-hati dan menanamnya.

Menanam Bunga Aster

Untuk menanam bunga aster caranya cukup mudah. Setelah anda mendapatkan bibitnya selanjutnya adalah mempersiapkan media tanam berupa campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandigan 1:1:1.

Aduk secara merata media tanam dan masukkan ke dalam polybag atau pot sampai kira kira 3/4 dari tinggi pot atau polybag.

Buat lubang tanam pada medai tanam tersebut kemudian tanam bibit bunga aster dengan posisi tegak agar akar tidak rusak dan akar mudah menyebar. Tekan tanah pada pangkal tanaman agar akar bunga aster dapat merekat pada media tanam.

Sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari agar bibit tidak cepat layu.

Setelah itu letakkan pot atau polybag pada tempat yang teduh atau tidak terkena cahaya matahari langsung.

Setelah dirasa tanaman sudah tumbuh subur, anda bisa meletakkan bunga aster pada tempat yang terkena cahaya matahari untuk proses fotosintesis.

Untuk mencegah serangan hama yang dapat merusak tanaman bunga aster, anda bisa menyemprotkan pestisida Furadan pada tanaman.

Cara Merawat Bunga Aster

Merawat tanaman bunga aster sebenarnya tidak terlalu sulit. Perawatan bunga aster diantaranya meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, pemangkasan, dan pencegahan hama dan penyakit.

Penyiraman. Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi atau sore hari. Hindari melakukan penyiraman pada siang hari. Karena pada siang hari bunga sedang melakukan pengolahan makanan dari daunnya. Sehingga jika tanaman disiram pada siang hari tanaman tidak bisa menerima perbedaan suhu udara secara mendadak dan tentu saja ini dapat menyebabkan kematian.

Tanaman bunga aster merupakan tanaman yang tidak tahan terhadap kekeringan. Jika tanaman mengalami kekurangan air daun bunga aster akan mudah rontok dan kehilangan nutrisi untuk pembentukan cabang.

Penyiangan. Jangan lupa untuk melakukan penyiangan atau mencabut gulama yang tumbuh disekitar tanaman. Gulma yang tidak dibersihkan selain dapat merebut unsur hara yang seharusnya dimakan tanaman juga dapat menyebabkan munculnya hama dan penyakit.

Pencegahan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman aster adalah ulat minirder. Ulat ini merusak daun aster dengan membuat lorong berliku–liku pada daun, sehingga daun menjadi kering dan rontok. Untuk mengatasinya anda bisa menyemprotnya dengan insektisida Curacron 500EC atau Decis 2,5 EC.

Selain serangan ulat minirder, daun aster juga rawan akan serangan cendawan Phythopthora sp. Hama ini bukan hanya menyerang daun hingga mengering kecokelatan sampai hitam, namun juga merusak tanaman aster hingga menjadi layu dan mati busuk.

Jika serangan cendawan Phythopthora sp ini masih tergolong dini, Anda cukup potong bagian tanaman yang terserang lantas bakar. Lain hal bila serangan cendawan Phythopthora sp ini sudah membabi buta, Anda perlu menyemprotkan fungisida Dithane M-45, Scrobat 50WP, atau Kocide 77WP.

Pemupukan. Agar tanaman bunga aster dapat tumbuh dengan subur anda juga perlu untuk melakukan pemupukan. Pemupukan dapat menggunakan pupuk kandang atau kompos atau bisa juga menggunakan NPK sebanyak 5 garam per pot.

Pemangkasan. Tanaman bunga aster juga perlu dipangkas, tujuannya agar batang bunga aster tidak tumbuh menjulang tinggi atau menjalar. Lakukan pamangkasan pucuk bunga aster sepanjang 2-3 cm agar dapat tumbuh cabang yang rimbun.

Proses Pembungaan Bunga Aster

Bunga aster tidak mengenal musim berbunga, sebab bila sudah masuk ke masa fisiologinya, dengan sendirinya bunga aster akan berbunga.

Supaya aster cepat berbunga, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu proses pembungaan :

  • Pastikan tanaman aster Anda cukup terkena sinar matahari untuk proses fotosintesis.
  • Bila kuncup bunga sudah terlihat, pastikan Anda cukup menyiramnyasupaya tanaman tidak cepat kekeringan.
  • Rajinlah memangkas daun aster supaya cabang tanamanya bertumbuh.
  • Anda bisa menambahkan pupuk Phospor (P) untuk membantu proses pembungaan juga Kalium (K) supaya bunga tidak cepat rontok.

Kapan Waktu Terbaik Memetik Bunga Aster?

Ketika bunga aster memasuki usia 3 – 4 bulan, Anda bisa memetiknya dengan sangat hati – hati. Bunga aster dipetik saat 3 hari sebelum mekar penuh atau ketika kuntum bunga sudah setengah mekar. Anda harus memetiknya ketika cuaca cerah, yakni pagi hari atau sore hari.

Cara memetik aster tidak boleh asal petik menggunakan tangan, melainkan menggunakan gunting pangkas, dengan cara memangkas tangkai bunga aster sepanjang 50 – 70 cm tergantung jenis tanaman aster yang Anda tanam.

Cara Menjaga Kesegaran Bunga Aster Setelah Dipetik

Ada masanya bunga aster yang Anda potong akan menjadi cepat layu dan mengering. Supaya kesegaran bunga aster tetap terjaga di pot hias, Anda harus mengatur kebutuhan nutrisinya.

Kebutuhan nutrisi yang dimaksud disini yaitu kebutuhan sumber makanan. Anda bisa menyediakan gula pasir untuk memenuhi kebutuhan sukrosa aster yang sudah menjadi bunga hiasan ini. Bunga aster yang dipajang itu membutuhkan sukrosa 3 – 5 persen saja. Jadi, Anda bisa larutkan gula pasir dalam 100 ml air dan tuangkan ke dalam pot hias yang berisi bunga aster tersebut.

Selain gula pasir, Anda juga bisa membeli pengawet bunga aster seperti Florissant dan Chrysal AVB. Supaya kesegaran bunga aster bisa bertahan selama 2 minggu di dalam pot di ruangan tertutup sekalipun. Sebagai informasi tambahan, bagi Anda yang hendak menanam bunga aster yang cantik ini, usia tanam bunga aster hanya bertahan hingga dua tahun saja.

Jadi, jika bunga aster Anda sudah mati karena usia yang ditandai dengan bunga sudah tidak berbunga lagi, juga tanaman menjadi cepat layu, Anda bisa langsung mengganti tanaman aster ini dengan bibit yang sebelumnya sudah Anda semai atau bisa juga tunas bunga aster.

Baca Juga

Cara Menanam Bunga Mawar Potong di Pot Dengan Stek Batang

Cara Menanam dan Merawat Aglaonema Agar Tumbuh Subur

Cara Budidaya Anggrek Dalam Pot Dengan Mudah Bagi Pemula

4 Jenis Tanaman Sikas,Cara Menanam Dan Perawatannya

Mengenal Refugia, Tanaman Hias Pengendali Alami Hama Tanaman