Agar Aglaonema Cepat Beranak Ini Dia Caranya

bertaniorganik.com – Agar Aglaonema Cepat Beranak – Sahabat bertani, salah satu kendala yang sering dialami para pembudidaya aglaonema terutama pemula adalah sulitnya membuat tanaman aglaonema bisa cepat beranak.

Bahkan hal itu juga diaminkan oleh Songgo, kolektor aglaonema di Cangkareng.

“Aglaonema yang berwarna dominan merah memang sulit beranak, jangankan keluar anakan, membuatnya bertahan hidup saja butuh perlakuan ekstra”, kata Songgo, seperti dikutip dari trubusonline.co.id.

Hal tersebut lantaran aglaonema yang daunnya merah memiliki klorofil sedikit sehingga laju sintesis rendah.

Cara Membuat Tanaman Aglaonema Cepat Beranak

Lalu bagaimana caranya agar aglaonemanya bisa beranak banyak? Berikut ini cara yang dilakukan Songgo agar tanaman aglaonemanya bisa cepat beranak.

1. Melakukan Penjemuran

Cara yang dilakukan Songgo ini memang sedikit tak lazim. Karena selama ini dalam anggapan banyak orang tanaman aglaonema harus selalu ternaungi untuk bertahan hidup.

Karena memang habitat asli aglaonema berada di tanah hutan yang basah dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Namun Songgo justru mengangkat reanita (aglaonema miliknya) ke halaman dan membiarkan terpapar sinar matahari selama 4 jam. Songgo melakukan penjemuran pada pukul 08.00-12.00.

Baca: Media Tanam Aglaonema Yang Baik

Efek dari penjemuran itu memang membuat warna merah reanita menjadi pudar.

Namun 2 bulan kemudian dari reanita miliknya muncul 4 anakan. Selain itu, Songgo juga melakukan hal yang sama pada sexy pink miliknya hingga beranak 15, dan tiara 6-8 anak.

Hal tersebut ternyata ditiru juga oleh Gatot purwoko, kolektor di Ciputat. Dengan teknik penjemuran ia sukses memunculkan 11 anakan Adelia.

Mengapa penjemuran bisa memunculkan anakan?

Menurut Edhi Sandra ms, pakar fisiologi dari Fakultas Kehutanan (IPB), tanaman aglaonema yang terpapar sinar matahari akan mengalami laju fotosistesis. Sehingga metabolisme sel juga meningkat.

Terutama bila diimbangi dengan air dan hara yang cukup. Maka saat dilakukan penjemuran, ketika permukaan daun terasa panas perlu dilakukan penyemprotan air secara merata agar tanaman tidak kehilangan air.

Jika saat penjemuran tidak dilakukan penyemprotan, maka tanaman akan mengalami proses penguapan dari jaringan tanaman yang lebih tinggi dibanding jumlah air pada jaringan dan media. Sehingga tanaman akan layu atau terbakar.

Baca: 7 Jenis Tanaman Hias Aglaonema Termahal

Selain itu, jika penyemprotan tidak merata juga dapat mengakibatkan daun terbakar.

Hal itu karena penyemprotan yang tidak merata akan membentuk efek kaca pembesar yang bisa mengakibatkan daun terbakar.

Tanaman yang mengalami peningkatan metabolisme maka akan terjadi penumpukan makanan di seluruh bagian tanaman dibanding kondisi biasa.

Kecepatan dinding sel untuk mengeras pun lebih cepat karena proses pembentukan lignin meningkat.

Di saat terjadi akumulasi makanan, sementara pertumbuhan daun baru lambat, maka energi beralih merangsang tunas anakan. Makanya jumlah anakan bisa berlipat-lipat.

Tidak Semua Aglaonema Bisa Dijemur

Meski teknik penjemuran terbukti bisa meningkatkan peranakan aglaonema, namun penjemuran tidak bisa sembarangan dan harus dilakukan dengan hati-hati. Karena ternyata tidak semua aglaonema bisa dijemur.

Menurut pengalaman Edward Ekajoyo, kolektor di Cengkareng, hanya aglaonema berjenis lokal saja (silangan rotundum dan commutatum tricolor, red) yang sanggup bertahan saat dijemur.

Sedangkan aglaonema yang berasal dari Thailand yang dominan turunan cochin dan cawang tidak bisa dijemur.

Baca: Inilah Jenis Tanaman Hias Daun Aglaonema Berpenampilan Eksotis Yang Populer di Indonesia

Masih menurut Edhi, daya tahan aglaonema terhadap paparan sinar matahari dipengaruhi oleh faktor genetik dan struktur jaringan tanaman.

Pada tanaman aglaonema silangan greg seperti tiara, adelia, dan sexy pink lebih tahan karena sang induk commutan triclor bandel dan tahan sengatan matahri.

Sedangkan aglaonema dari Thailand yang umumnya berdarah cochin akan lemas bila terkena sinar matahari.

2. Merangsang Aglaonema dengan ZPT

Untuk memperbanyak anakan aglaonema, selain kita menggunakan teknik penjemuran kita juga bisa menggunakan cara lain yaitu dengan dengan ZPT (zat perangsang tumbuh).

ZPT merupakan zat khusus diciptakan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Namun di pasaran sendiri tersedia bermacam-macam produk zpt dengan merek yang berbeda-beda.

Baca:Pengertian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), Macam macam ZPT dan Fungsinya

Maka sebaiknya gunakanlah ZPT berjenis sitokinin. Sitokinin sendiri berasal dari kata cytokinese yaitu hormon yang mampu merangsang pembelahan sel.

Anda bisa memberikan ZPT ini untuk merangsang produksi anakan aglaonema. Contoh produknya adalah Inducer 10SL, Kelpak 11/0,031SL, dll.

Bagaimana Cara Menggunakan ZPT?

Untuk menggunakan ZPT caranya adalah semprot tanaman aglaonema dengan larutan ZPT setiap 2-3 minggu.

Penyemprotan dilakukan pada bagian batang sampai perakaran tanaman. Setelah 3 hari dari penyemprotan lakukan pemupukan susulan.

Selang tak beberapa lama, tanaman aglaonema pun pasti akan menumbuhkan anakan.

Cara Merawat Aglaonema Agar Cepat Beranak

Selain dengan beberapa cara di atas, agar cepat beranak aglaonema juga perlu dirawat dengan baik.

Merawat tanaman aglaonema agar cepat beranak caranya cukup mudah. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Gunakan media tanam yang gembur dan subur

Hal pertama dalam merawat aglaonema adalah gunakan media tanam aglaonema yang baik berupa tanah yang subur dan gembur.

Mengapa harus menggunakan media yang subur dan gembur?

Karena media tanam sangat berpengaruh terhadap bakalan atau anakan aglaonema.

Jadi dengan menggunakan media yang subur agar dapat menunjang aglaonema untuk tumbuh dan berkembang.

Selain itu penggunaan media tanam yang subur akan memudahkan penetrasi akar dan tunas aglaonema.

Berikut ini contoh racikan media tanam yang bisa digunakan:

  • Tanah, cocopeat, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1 atau 2:1:2
  • Tanah, sekam padi, dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1:1
  • Tanah, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1

2. Jangan memasukkan media tanam terlalu penuh ke dalam pot

Tips perawatan berikutnya adalah jangan memasukkan media tanam sampai penuh ke mulut pot.

Jadi cukup masukkan media tanam kira-kira setengah pot saja.

Penggunaan media tanam yang terlalu penuh apalagi penanaman yang terlalu dalam akan menyebabkan sirkulasi udara menjadi buruk sehingga menyulitkan aglaonema untuk tumbuh.

Selain itu media tanam yang terlalu padat  akan menyebabkan tunas aglaonema kesulitan merangkak ke permukaan media tanam.

3. Siram secara berkala dan secukupnya saja

Langkah berikutnya adalah menyiram aglaonema dengan air secukupnya.

Air sangat berguna untuk melarutkan unsur hara dalam tanah dan mengangkutnya ke seluruh jaringan tanaman.

Air juga berguna bagi aglaonema untuk tumbuh dan menghasilkan tunas-tunas baru.

Namun jangan menyiram secara berlebihan apalagi sampai menggenang atau keluar melalui lubang drainase.

Karena dapat menyebabkan busuk akar, mempercepat media tanam padat, dan kemungkinan menghilangkan unsur hara karena tercuci air yang berlebihan.

Siramlah secukupnya saja sampai media tanam basah dan lembab.

Lakukan penyiraman secara berkala setiap 3-4 hari sekali atau seminggu 2 kali agar anakan aglaonema jadi cepat tumbuh.

4. Gemburkan media tanam setiap 2-4 minggu sekali

Media tanam aglaonema juga perlu digemburkan agar sirkulasi udara dalam tanah semakin bagus, sehingga membuat aglaonema dapat tumbuh dengan baik dan cepat beranak.

Penggemburan bisa dilakukan setiap 2 – 4 minggu sekali.

Gemburkan media tanam aglaonema dengan hati-hati agar tidak merusak akar dan anakannya.

5. Siram dengan air cucian beras setiap 2 minggu sekali

Tips perawatan aglaonema berikutnya adalah dengan menyiramkan air cucian beras secara berkala agar aglaonema cepat beranak.

Air bekas cucian beras memang dikenal bagus untuk menyuburkan tanaman. Air beras ini dapat menjadi pupuk alami bagi tanaman seperti bunga, sayuran, dll.

Air beras memiliki unsur hara penting berupa vitamin B1 yang berguna untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman aglaonema. Bahkan mampu mengurangi stress tanaman karena perubahan kondisi lingkungan.

6. Lakukan pemupukan secara rutin

Cara merawat aglaonema agar cepat beranak yang terakhir adalah memberikan pupuk secara rutin.

Kamu bisa memberikan pupuk berupa pupuk kompos atau pupuk kandang setiap 3 bulan sekali.

Selain itu kamu juga bisa menambahkan pupuk kimia NPK mutiara.

Jangan lupa untuk meletakkan aglaonema pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Artikel Menarik Lainnya

Cara Menanam dan Merawat Aglaonema Agar Tumbuh Subur

Cara Menanam Bunga Kertas Agar Cepat Tumbuh Dengan Stek Batang

11 Jenis Tanaman Hias Daun Lebar Yang Bisa Anda Pilih Untuk Penghias rumah

4 Jenis Tanaman Sikas,Cara Menanam Dan Perawatannya

Jenis-jenis Tanaman Hias Berdaun Merah Mempesona, Unik dan Langka