Peluang Usaha dan Cara Budidaya Daun Kelor Secara Lengkap

bertaniorganik.com – Cara Budidaya Kelor – Cara budidaya kelor (Moringa oleifera) sebenarnya tidak terlalu sulit. Karena tanaman ini mudah tumbuh pada berbagai kondisi tanah serta dapat tumbuh pada kondisi air yang minim. Cara menanam daun kelor dapat dilakukan menggunakan stek batang maupun dengan biji.

Peluang usaha budidaya daun kelor juga masih sangat terbuka lebar, karena tanaman berjuta manfaat ini tak hanya diminati di pasar lokal bahkan merupakan komoditas ekspor yang sangat diminati di mancanegara. Hal ini karena kualitas daun kelor dari Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

Khasiat dan Manfaat Kelor

Dulu, tanaman kelor banyak ditanam sebagai tapal batas maupun sebagai pagar pekarangan rumah atau ladang. Namun siapa sangka tanaman yang sering dijuluki “si tanaman ajaib” ini memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Bahkan sudah banyak kisah sukses dari usaha budidaya daun kelor.

Tanaman yang banyak tumbuh liar di Nusa Tenggara Barat ini memang dikenal sebagai tanaman yang kaya akan manfaat terutama bagi kesehatan.

Hampir semua bagian tanaman kelor mulai dari daun, bunga, polong, akar, biji, sampai getahnya dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Daun kelor yang masih muda banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sayuran. Daun kelor banyak memiliki kandungan potassium, vitamin A, zat besi, vitamin C, Kalsium, dan protein. Dengan kandungan nutrisi yang banyak tersebut, kelor banyak dimanfaatkan sebagai obat.

Khasiat dan manfaat tanaman kelor terhadap kesehatan telah banyak dipublikasikan diantaranya serbuk biji kelor mampu menumpas bakteri Escherichia coli, Streptocoocus faecalis dan Salmonella typymurium, sehingga di Afrika biji kelor dimanfaatkan untuk mendeteksi pencemaran air oleh bakteri-bakteri tadi.

Selain itu, tanaman kelor yang tumbuh rimbun bermanfaat sebagai penahan angin dan pencegah erosi tanah. Di beberapa negara daun kelor digunakan untuk menstabilkan tekanan darah, ansietas, mengontrol kadar glukosa pada penderita Diabetes Mellitus, digunakan juga sebagai obat penurun kolesterol, pereda diare, disentri, colitis, gonorhea, sakit kepala, anemia, iritasi, infeksi, antialergi, antikarsinogenik, antihelminthes dan anti inflamasi.

Cara Budidaya Kelor

Untuk melakukan budidaya kelor, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Persiapan Bibit

Tanaman kelor merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh pada berbagai kondisi tanah. Ia dapat ditanam dimana saja tanpa tergantung kondisi lingkungan. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji maupun stek batang.

  • Pembibitan Bibit dengan Biji
    • Jika akan melakukan perbanyakan dengan biji maka pilihlah biji yang sehat, tidak keriput, tidak cacat atau rusak.
    • Rendam biji dalam air hangat dan biarkan selama satu malam atau sampai biji terlihat mengambang.
    • Tiriskan biji kemudian tanam segera atau maksimal penanaman sehari setelah ditiriskan
    • Penanaman biji dapat dilakukan pada tray semai atau polybag (diameter 10 cm) dengan kedalaman maksimal 2 cm. Selain itu penanaman biji juga dapat dilakukan pada lahan semai yang telah disiapkan sebelumnya.
    • Lakukan penyiraman secara teratur sehari sekali.
    • Biji kelor akan berkecambah 5-12 hari setelah tanam.
    • Setelah bibit mencapai ketinggian 30 cm bibit dapat dipindah tanam pada pot yang lebih besar.
  • Pembibitan Kelor dengan Stek Batang
    • Tanaman yang akan diambil cabangnya untuk distek adalah tanaman sehat yang telah berumur minimal 1 tahun.
    • Cabang yang dipilih hendaknya cabang yang yang memiliki kayu yang keras, berdiameter 4-10 cm dan sebaiknya tidak memilih batang yang masih berwarna hijau muda.
    • Potong cabang yang akan distek dengan panjang 45 cm.
    • Setelah cabang selesai dipotong, angin-anginkan pada tempat yang teduh selama kurang lebih 3 hari sebelum ditanam pada media persemaian.
    • Tanam batang stek pada tray semai atau polybag atau bisa pada lahan persemaian yang dibuat sebelumnya.
    • Lakukan penyiraman sehari sekali secara teratur.
    • Stek yang telah tumbuh daun yang segar dan akar sudah keluar dari batang dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Penanaman Bibit

  • Bibit yang sudah cukup umur dapat dipindah tanam ke tempat yang lebih besar berupa polybag berukuran 40 cm. Untuk media tanamnya dapat berupa campuran tanah, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.
  • Namun jika bibit akan ditanam pada lahan, siapkan lubang tanam dengan diameter 15 cm dan jarak tanam 15-20 cm.
  • Sebelum penanaman, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan dosis 1 kg per lubang.
  • Waktu penanaman terbaik adalah pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan

Pemupukan Tanaman Kelor

Untuk mendapat hasil pertumbuihan yang maskimal, tanaman perlu diberi pupuk tambahan. Pada saat tanaman mulai tumbuh tunas dapat diberi pupuk tambanan berupa Urea 3 gr, TSP 1 gr, dan KCL 1 gr (perlubang). Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan jenis pupuk berupa pupuk kandang 500 gr per lubang, urea 2 gr/batang, TSP 1 gr, KCL 1 gr.

Perawatan Tanaman Kelor

Tanaman kelor akan tumbuh dengan subur apabila dilakukan perawatan yang konsisten. Pada saat tanaman masih berupa bibit, tanaman dapat ditempatkan pada tempat yang teduh. Setelah pindah tanam, tanaman harus mendapat sinar matahari yang cukup. Penyiraman tanaman kelor cukup dilakukan sehari sekali karena tanaman ini rentan terhadap genangan.

Selain itu, tanaman yang berasal dari stek memiliki akar serabut sehingga rentan terhadap hujan dan angin

Lakukan pemangkasan pada saat tanaman berumur 3 – 5 bulan untuk meningkatkan percabangan, meningkatkan hasil, dan memudahkan pemanenan. Pemangkasan dilakukan pada tunas apikal (10 cm dari atas) saat tinggi pohon mencapai 0,6 – 1 m. Setelah pertumbuhannya teratur pemangkasan dapat dilakukan sepanjang 10 cm saat mencapai panjang 20 cm atau sepanjang 30 cm saat mencapai 60 cm.

Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman kelor biasanya berupa belalang, jangkrik, ulat, dan rayap. Serangan dari hama tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada daun, tunas bunga, buah atau biji serta gangguan aliran getah.

Untuk mengendalikan serangan belalang dapat dilakukan dengan memotong kembali batang pohon dan meninggalkan bagian mana daun tumbuh.

Sedangkan untuk mengatasi serangan rayap dapat dilakukan dengan bahan organik seperti menebarkan pasta biji mimba ke tanah, menaburkan abu di dasar tanaman atau membuat perangkap rayap.

Selain hama, penyakit yang biasa menyerang tanaman kelor adalah jamur Cercospora spp dan Septoria lycopersici. Serangan jamur tersebut menyebabkan bintik-bintik cokelat dan menutupi permukaan daun sehingga daun akan menguning dan mati.

Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan ekstrak daun atau biji mimba pada permukaan tanaman. Selain itu gulma yang tumbuh liar di sekitar tanaman dapat menjadi sarang tumbuhnya jamur

Panen Tanaman Kelor

Panen daun kelor dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6-12 bulan. Pemanenan daun kelor dilakukan dengan cara memetik tangkai daun yang berasal dari cabang. Daun kelor yang di tengah cabang rasanya kurang pahit dan lebih lembut daripada daun pada bagian ujung. Selain daun, bagian tanaman kelor yang dapat dimanfaatkan adalah bunga dan polongnya.

Bunga yang dipetik dalam kondisi segar atau kering dapat diolah menjadi teh kesehatan. Sedangkan polong yang dipanen ketika masih muda, lembut dan hijau dapat diolah menjadi makanan kudapan seperti hidangan kacang hijau. Polong yang sudah tua, berwarna coklat, kering serta sehat akan menjadi sumber benih yang berkualitas untuk penanaman kelor selanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya

Budidaya Sereh Wangi, Tanam Sekali Panen Bertahun-tahun

Mengenal Tanaman Porang, Harga dan Manfaatnya

Manfaat Daun Bidara Arab dan Cara Menggunakannya

[LENGKAP] Cara Budidaya Buah Tin dan Perawatannya