Cara Pembenihan Ikan Lele Secara Alami di Kolam Terpal

bertaniorganik.com – Cara Pembenihan Lele – Pembenihan lele merupakan salah satu segmen dalam usaha budidaya ikan lele selain usaha pembesaran. Dalam usaha pembesaran ikan lele, peternak biasanya tidak membenihkan sendiri. Dengan alasan lebih praktis, mereka umumnya lebih memilih untuk membeli benih dari peternak benih. Tentu saja ini memberi peluang bagi peternak lele yang lebih memfokuskan pada usaha pemijahan ikan lele.

Nah bagaimana cara melakukan usaha pembibitan ikan lele? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Langkah-langkah Cara Pembibitan Ikan Lele

Seleksi Indukan Ikan Lele

Langkah pertama sebelum melakukan pemijahan lele adalah menyiapkan indukan lele terlebih dahulu berupa indukan lele jantan dan lele betina. Bagi beberapa peternak lele terutama pemula, membedakan lele jantan dan betina memang cukup sulit dilakukan. Nah berikut ini cara membedakan lele jantan dan betina

Lele jantan pada umumnya memiliki ciri-ciri antara lain :

  • Memiliki bentuk tubuh ramping, lurus memanjang dan padat.
  • Memiliki bentuk kelamin menonjol, dan tampak.
  • Memiliki kepala yang jauh lebih kecil, dibandingkan bentuk tubuh.
  • Memiliki gerakan lincah, dan gesit.
  • Bersifat agresif.
  • Memiliki warna yang terang dan gelap, serta mengkilap.

Sedangkan lele betina pada umumnya memiliki ciri-ciri antara lain :

  • Memiliki bentuk tubuh besar, melebar dan juga bulat memajang.
  • Memiliki bentuk kelamin oval, kedalam dan tampak.
  • Memiliki kelapa besar, dan seimbang dengan bentuk tubuh
  • Memiliki gerakan cendrung lambat.
  • Memiliki warna, tidak seterang ikan lele jantan.

Selain menentukan indukan lele jantan dan betina, ikan lele yang akan dijadikan indukan sebaiknya memiliki sifat-sifat unggul seperti tidak cacat, memiliki bentuk tubuh yang baik, gerakannya lincah dan pertumbuhannya paling cepat dibanding lainnya. Selain itu, indukan juga harus cukup umur dan ukuran. Untuk lele jantan yang akan dijadikan indukan sebaiknya sudah berumur 8 bulan dan minimal memiliki bobot 0,5 kg. Sedangkan untuk betina sebaiknya sudah berumur satu tahun.

Baca: Jenis jenis Lele Unggul Yang Banyak Dibudidayakan Di Indonesia

Pemeliharaan Indukan Lele

Setelah mendapat indukan yang diinginkan, indukan-indukan tersebut kemudian dipelihara secara terpisah pada kolam khusus. Tujuannya agar indukan jantan dan betina tidak terjadi pembuahan diluar rencana. Selain itu kolam khusus juga berfungsi untuk memelihara calon indukan sampai siap matang gonad. Dalam kolam pemeliharaan indukan ini sebaiknya jumlah indukannya tidak lebih dai 6 ekor/m2.

Untuk mempercepat matang gonad sebaiknya indukan diberi pakan dengan mutu baik. Pemberian pakan minimal 3-5 % dari bobot tubuhnya setiap hari dan diberikan dengan frekuensi 3-5 kali sehari. Setelah mencapai matang gonad indukan lele kemudian diambil untuk dipijahkan.

Indukan betina yang telah matang gonad memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bagian perut membesar ke arah anus, apabila diraba terasa lembek
  • Apabila diurut akan keluar telur berwarna hijau tua
  • Alat kelamin berwarna kemerahan dan terlihat membengkak
  • Warna tubuh berubah menjadi coklat kemerahan
  • Gerakannya lambat

Sedangkan untuk indukan jantan untuk pembenihan, hendaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tubuhnya ramping
  • Alat kelaminnya memerah
  • Warna tubuh akan terlihat coklat kemerahan
  • Gerakannya lincah

Mempersiapkan Kolam Pemijahan Lele

Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan kolam untuk pemijahan lele.

  • Ukuran kolam pembenihan lele adalah 2 x 3 m dan kedalamannya 1 m. Cara pemijahan ikan lele bisa di kolam terpal atau bisa berupa kolam dinding semen.
  • Kemudian cuci kolam menggunakan larutan permanganat dengan dosis 1 sdt yang telah dicampur dengan air kurang lebih sebanyak 3 liter. Setelah itu kolam dikeringkan
  • Siapkan pula kakaban yang terbuat dari ijuk dan dibingkai dengan bambu. Kakaban berfungsi sebagai tempat meletakkan telur bagi indukan lele agar tidak berhamburan.

Baca: Begini Cara Mudah Membuat Kolam Terpal Rangka Bambu Untuk Ternak Lele

Teknik Pemijahan Lele

Dalam pemijahan ikan lele ada beberapa teknik pemijahan yang digunakan yaitu pemijahan ikan lele secara alami dan pemijahan ikan lele secara buatan atau intensif. Namun pada artikel kali ini kita akan fokus pada cara pemijahan ikan lele secara alami. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Setelah kolam pemijahan lele selesai dibersihkan dan dikeringkan, isi kolam dengan air bersih setinggi kurang lebih 40 cm.
  • Kemudian pasang kakaban hingga permukaan air tertutup kira – kira 80%.
  • Sebelum ikan dipijahkan, induk diberok atau dipuasakan selama 24 jam
  • Setelah itu lepaskan indukan yang telah Anda seleksi ke dalam kolam dengan perbandingan 1 indukan jantan dan 2 indukan betina. Pelepasan indukan lele ke kolam pemijahan sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  • Indukan lele biasanya akan mulai melakukan pemijahan pada pukul 23.00 – 05.00 yang ditandai dengan saling kejar antara indukan betina dan indukan jantan.
  • Selama masa pemijahan tutup kolam dengan terpal atau paranet untuk mencegah lele keluar kolam.
  • Pada pagi hari biasanya indukan lele telah selesai melakukan pemijahan yang ditandai dengan telur-telur yang menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi akan berwarna transparan dan telur yang gagal akan berwarna putih susu.
  • Setelah proses pemijahan selesai segera angkat indukan untuk menghindari telur-telur dimakan indukan. Karena setelah memijah indukan betina akan merasa lapar.

Cara Menetaskan Telur Lele

  • Setelah proses pemijahan selesai dilakukan selanjutnya masuk ke tahap penetasan telur.
  • Siapkan kolam penetasan seperti halnya kolam pemijahan. Ukuran kolam penetasan bisa dibuat sama dengan ukuran kolam pemijahan lele.
  • Bersihkan kolam penetasan dan keringkan. Kemudian isi dengan air bersih setinggi 40cm.
  • Masukkan kakaban yang telah berisi telur ikan lele dan biarkan selama 24 jam.
  • Setelah 24-35 jam biasanya telur yang berwarna transparan akan menetas dan menghasilkan larva atau anakan lele. Sedangkan telur yang berwarna putih susu tidak akan menetas karena tidak dibuahi.
  • Setelah 48 jam kakaban siap untuk diangkat dan dipindahkan. Namun sebelum kakaban dipindahkan, perhatikan apakah masih ada telur yang belum menetas. Jika masih ada sebaiknya biarkan beberapa saat hingga telur dirasa sudah menetas semua.
  • Buang telur yang gagal menetas dan larva yang mati untuk mencegah timbulnya jamur.

Pemeliharaan Larva

Tahap berikutnya adalah tahap pemeliharaan larva. Pada tahap ini kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva harus benar-benar diperhatikan. Lakukan pergantian air sampai jernih (50% atau pergantian total) atau bisa juga kolam diberi aerator untuk menyuplai oksigen. Pergantian air dilakukan pada usia 8 hari dan selanjutnya setiap 2-4 hari sekali atau menyesuaikan kebutuhan.

Baca: Begini Cara Mengganti Air Kolam Lele Dengan Benar Agar Lele Tidak Stress

Suhu kolam harus dipertahankan pada kisaran 28-29C. Pada suhu dibawah 25C, biasanya akan terbentuk bintik putih pada larva yang menyebabkan kematian massal.

Selain kebersihan kolam juga harus dijaga. Bersihkan kolam dari kotoran dan sisa pakan menggunakan spons. Karena kotoran dan sisa pakan dapat menghasilkan gas amonia yang dapat menyebabkan kematian pada larva.

Saat larva berumur 0-2 hari larva tidak perlu diberi makan, karena pada usia ini larva masih membawa persedian makanan bagi dirinya sendiri berupa kandungan kuning telur yang berada di sekitarnya. Setelah 2 hari atau persediaan makanannya telah habis larva baru diberi makan.

Beri makan larva setiap pagi dan sore berupa telur rebus yang diambil kuningnya. Caranya ambil kuning telurnya kemudian lumatkan atau diblender dan dicampur dengan 1 liter air bersih. 1 butir kuning telur cukup untuk memberi makan sekitar 5000 ekor larva.

Setelah larva berumur 7 hari larva diberi makan berupa cacing sutera (tubifex sp). Pemberian pakan berupa cacing sutera dilakukan sampai larva berumur 3 minggu atau berukuran 1-2 cm. Setelah itu larva diberi pakan berupa pelet yang berbentuk tepung.

Pendederan Benih

Pendederan benih merupakan suatu tahapam untuk melepas benih ke tempat pembesaran sementara. Untuk mendederkan benih berikut ini tahapannya.

  • Menyiapkan kolam pendederan

Kolam pendederan dapat berupa kolam semen maupun kolam terpal. Untuk ukuran kolamnya sendiri bervariasi bisa berukuran 2 x 3, 3 x 4 atau lebih dengan kedalaman kolam 0,75 – 1 meter.

Sebelum kolam digunakan sebaiknya kolam dibersihkan dan dikeringkan. kemudian isi dengan air bersih dengan ketinggian 20 – 30 cm. Hal ini karena benih masih berukuran sangat kecil, sehingga apabila air terlalu tinggi benih akan kesulitan untuk berenang ke atas untuk mengambil oksigen.

  • Pelepasan benih

Setelah kolam pendederan selesai disiapkan selanjutnya benih bisa dipindahkan ke kolam pendederan. Benih bisa dipindahkan bila sudah berumur 3 minggu sejak penetasan . Kepadatan tebar benih berkisar antara 300 – 600/m2.

Benih ikan yang masih kecil sangat sensitif terhadapat perubahan lingkungan yang ektrim. Oleh karena pemindahan benih ke kolam pendederan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Untuk memindahkannya caranya gunakan wadah atau ember yang diisi air kolam dari pemeliharaan larva. Kemudian ambil benih ikan dengan menggunakan jaring dan masukkan ke ember tadi.

Setelah ember penuh kemudian bibit ikan siap untuk dilepas ke kolam pendederan. Cara melepasnya, miringkan ember secara perlahan hingga air dalam ember menyatu dengan air kolam pendederan. Diamkan beberapa saat hingga benih ikan berenang dengan sendirinya ke kolam.

  • Pemberian Pakan Benih Lele

Pada tahap awal pendederan ini benih lele sangat membutuhkan pakan berprotein tinggi >40% untuk perkembangannya. Jenis pakan yang diberikan adalah pakan berbentuk tepung yang mengapung seperti PSC atau pakan udang DO-A.

Setelah benih berukuran 2-3 cm pakan yang diberikan berupa F999 atau PF1000 atau jenis pelet berbentuk butiran kecil. Pakan ini diberikan sampai benih berukuran 4-6 cm.

Frekuensi pemberian pakan bisa 4-5 kali sehari. Karena lele termasuk binatang nokturnal maka porsi pemberian pakan untuk malam sebaiknya lebih besar.

Proses pendederan berlangsung selama 5-6 minggu atau lele berukuran 5-7 cm.

Baca: 5 Pakan Lele Alternatif Ini Mampu Mengurangi Biaya Pakan Pelet Lho

  • Grading

Selama proses pendederan benih perlu digrading atau dilakukan seleksi penyeragaman ukuran, dengan tujuan :

    • Mengurangi kanibal
    • Memberi kesempatan ikan yang kalah dalam bersaing mencari pakan
    • Meningkatkan SR (kelangsungan hidup)
    • Grading pertama dilakukan pada umur 14-16 hari, setelah itu dilakukan dengan selang waktu 10 hari
    • Pada saat grading, kondisi ikan dalam keadaan sehat

Panen Benih Lele

Setelah benih berukuran 8-9 minggu sejak penetasan atau benih berukuran 5-7 cm benih siap untuk dipanen. Cara pemanenan dilakukan dengan mengeringkan air kolam pelan-pelan hingga ikan berkumpul pada titik yang dalam atau saluran kemalir.

Kemudian benih ikan diambil menggunakan jaring halus atau seser. Masukkan benih ke wadah yang sebelumnya telah diisi dengan air kolam. Untuk selanjutnya benih siap untuk dipelihara pada kolam pembesaran.

Demikian ulasan cara pemijahan lele yang baik dan benar semoga dapat bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya

[PANDUAN LENGKAP] Cara Budidaya Lele Sistem Bioflok, Hasilnya 10 Kali Lipat Dari Budidaya Biasa

Pengertian Budidaya Lele Sistem Bioflok, Keuntungan dan Kelemahannya

Jenis Jenis Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele dan Cara Mengatasinya

Keunggulan Budidaya LELE MUTIARA, Varietas Unggul 50 hari Panen Tanpa Seleksi

[AMPUH] Begini Cara Mengatasi Bau Amis Busuk Pada Kolam Lele Terpal Menggunakan Formula Bakteri Probiotik