Cara Membasmi Hama Lalat Buah Pada Tanaman Jeruk

bertaniorganik.com – cara membasmi lalat buah pada tanaman jeruk – Upaya membasmi lalat buah pada tanaman jeruk perlu dilakukan sejak dini serta dilakukan dengan sistem terpadu. Sebab lalat buah merupakan salah satu hama utama yang sangat merugikan bagi petani jeruk karena memiliki perkembangan yang sangat cepat sehingga cukup sulit dikendalikan.

Kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan hama ini menyebabkan buah menjadi gugur sebelum mencapai kematangan yang dinginkan. Hal ini tentu saja sangat merugikan petani karena buah yang berguguran sebelum matang menjadi tidak bisa dikonsumsi apalagi dijual.

Lalat Buah Pada Tanaman Jeruk dan Gejala Serangannya

Menurut web litbang.pertanian.go.id, lalat buah paling banyak menyerang jenis jeruk pamelo (citrus grandis) dan sedikit yang menyerang jeruk manis (citrus casinis) dan jenis jeruk lain. Dengan tingkat kerusakan dan kerugian mencapai 60%. Dan biasanya serangan lalat buah diikuti pula dengan serangan hama penggerek buah (Citripestis segittiferella). Meskipun pada kenyataannya hampir semua jenis jeruk dapat terserang hama lalat buah. Sehingga sangat merepotkan dan merugikan para petani jeruk manis.

Buah yang terserang lalat buah sangat mudah dikenali dari ciri-cirinya yaitu adanya perubahan warna kulit yang menguning pada sekitar tanda sengatan. Kemudian lama-lama seluruh permukaan kulit akan berubah warna menjadi kuning. Jika diperhatikan dengan seksama, terdapat lubang kecil pada bagian kulit jeruk bekas sengatan lalat buah.

Buah jeruk yang terserang lalat buah akan mengalami pembusukan dengan cepat dan berair kemudian gugur ke tanah. Dan jika buahnya dibelah, didalamnya terdapat ulat-ulat kecil/belatung berwarna putih. Setelah buah jatuh ke tanah larva lalat buah akan keluar dan bersembunyi di dalam tanah dan menjadi lalat buah dewasa dalam beberapa hari.

Di Indonesia terdapat 4 jenis lalat buah yang menyerang tanaman jeruk yaitu Bactrocera Carambolae, Bactrocera Papaye, Bactrocera Dorsalis dan Bactrocera Cucurbitae.

Pada kondisi lingkungan yang optimal lalat buah akan cepat berkembang biak dan menghasilkan populasi yang tinggi. Pada kelembaban relatif 70% dengan suhu -/+ 26 C merupakan kondisi yang optimal bagi perkembang biakan lalat buah. Cahaya juga berpengaruh terhadap perkembangbiakan lalat buah, dimana lalat buah betina lebih cepat meletakkan telur pada kondisi terang, tetapi pupanya tidak dapat menjadi dewasa jika terkena sinar. Oleh sebab itu tindakan pengendalian yang efektif adalah dengan mengatur kondisi kebun sedemikian rupa sehingga lingkungan kebun tidak mendukung untuk perkembangbiakan lalat buah.

Pengendalian Lalat Buah Pada Jeruk

Upaya mengendalikan lalat buah pada tanaman jeruk perlu dilakukan sejak dini serta dengan sistem pengendalian terpadu. Yakni dengan mengkombinasikan berbagai cara atau teknik pengendalian yang sesuai.

Tindakan pengendalian lalat buah yang dilakukan setelah terjadi serangan merupakan tindakan yang kurang tepat, sebab lalat buah dapat berkembang biak dengan cepat sehingga akan lebih sulit dikendalikan. Berikut ini beberapa cara untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanaman jeruk.

1. Pengendalian fisik

Pengendalian fisik dilakukan dengan cara membungkus buah jeruk menggunakan kantong plastik sejak mulai terbentuknya buah. Dengan tujuan mencegah lalat betina meletakkan telurnya pada buah jeruk.

2. Memasang perangkap lalat buah jantan

Selain dengan pengendalian fisik, pengendalian lalat buah juga dilakukan dengan menggunakan perangkap lalat buah yang diberi cairan Methil eugenol. Cara ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengendalikan lalat buah dengan sasaran utama lalat buah jantan. Lalat buah jantan yang tertarik dengan aroma metil eugenol akan mendekat dan terperangkap. Sehingga lalat buah jantan tidak dapat membuahi lalat membuahi lalat betina.

3. Memasang lem perangkap

Selain menggunakan metil eugenol, petani juga dapat menambahkan perangkap berupa lem khusus yang dioleskan pada botol bekas. Lem perangkap berwarna kuning dan sangat menarik perhatian lalat buah untuk mendekat terutama lalat buah jantan. Selain untuk menangkap lalat jantan, lem perngkap juga dapat mengkap lalat betina dan serangga lain.

4. Sanitasi kebun

Sanitasi kebun dilakukan dngan cara memusnahkan buah yang terserang lalat buah. Baik yang sudah gugur maupun yag masih berada dipohon. Buah-buah tersebut kemudian dikubur atau dibakar untuk memusnahkan larvanya.

5. Mengatur jarak tanaman

Pengaturan jarak tanaman sangat penting dilakukan untuk menekan angka populasi lalat buah. Jarak tanaman yang tidak terlalu rapat menjadikan cahaya matahari dapat menyinari seluruh area tanaman hingga tajuk tanaman. Pada kondisi yang terang, pupa lalat buah tidak dapat menjadi dewasa sehingga populasi bisa berkurang.

6. Mengusir lalat buah dengan pengasapan

Pengasapan merupakan cara tradisional yang dilakukan untuk mencegah lalat buah mendekati kebun jeruk. Pengasapan dapat dilakukan secara berkala terutama pada pagi dan sore hari untuk mencegah dan mengusir lalat buah dari area kebun,

7. Pengendalian Lalat Buah Secara Kimiawi

Pengendalian lalat buah secara kimiawi adalah pengendalian yang dilakukan dengan penyemprotan insektisida. Beberapa jenis insektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan lalat buah antara lain insektisida yang berbahan aktif asefat, metomil, dimetoat atau profenofos.

8. Pengendalian Lalat Buah Secara Biologis

Pengendalian biologis yaitu menekan populasi lalat buah dengan memanfaatkan musuh alami atau predator pemangsa lalat buah, seperti semut, laba-laba, Biosterse sp., dan Opius sp.

9. Pengendalian dengan Pelepasan Serangga Mandul

Cara lain yang juga efektif untuk menekan populasi lalat buah adalah dengan pelepasan serangga mandul yang dihasilkan dengan teknik radiasi. Tetapi pengendalian dengan cara ini masih jarang dilakukan karena memerlukan biaya yang mahal.

Demikian beberapa teknik pengendalian terpadu untuk membasmi hama lalat buah pada tanaman jeruk. Semoga bermanfaat.