Cara Mengukur PH Tanah Dengan Sederhana Dan Akurat

bertaniorganik.com – Cara Mengukur PH Tanah – Dalam budidaya tanaman, tanah merupakan salah satu faktor yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh sebab itu sebelum melakukan budidaya tanaman, sebaiknya petani perlu mengetahui kondisi tanah (PH tanah) apakah asam, basa atau netral.

Cara Mengetahui Tingkat Keasaman Tanah

Ukuran PH tanah berkisar 0-14. Jika PH tanah berada diangka 0-7 artinya tanah dalam keadaan asam. Sedangkan jika PH tanah berada diangka 7-14 artinya tanah bersifat basa. Tanaman yang ditanam pada tanah asam atau basa tidak akan tumbuh dengan optimal. Karena unsur hara tidak dapat diserap dengan maksimal. Sebagian besar tanaman akan tumbuh dengan baik jika ditanam pada tanah dengan PH netral yaitu 7. Namun tanaman masih bisa toleransi pada PH minimal 5,5.

Faktor Yang Menyebabkan PH Tanah Rendah

Ada banyak faktor yang menyebabkan PH tanah rendah yaitu:

  • Tercucinya unsur hara tanah yang disebabkan oleh tingginya curah hujan mengakibatkan tanah menjadi asam.
  • Terdapat unsur Al (alumunium), Cu (tembaga), Dan Fe (besi) secara berlebihan.
  • Terjadinya genangan air secara terus menerus akibat drainase yang kurang baik.
  • Keluarnya Kalsium dari dalam tanah akibat terjadinya dekomposisi bahan organik.
  • Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus terutama pupuk Nitrogen
  • Tanah kekurangan unsur Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg).

Baca: Manfaat dan Kegunaan EM4 Untuk Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

Cara Mengukur PH Tanah

Untuk mengetahui kadar ph tanah, ada beberapa metode yang dapat dilakukan. Mulai dari cara mengukur ph tanah secara tradisional (sederhana tanpa alat) seperti mengukur ph tanah dengan kunyit atau memperhatikan tanaman liar yang tumbuh pada lahan tersebut. Maupun mengukur ph tanah menggunakan alat ukur ph seperti kertas lakmus dan ph meter tanah.

1. Cara mengukur ph tanah secara sederhana mnggunakan tanaman

Untuk mengetahui apakah tanah tersebut asam atau tidak dapat kita ukur dengan memperhatikan jenis tanaman liar yang tumbuh pada lahan tersebut. Karena tanaman yang tumbuh secara alami pada tanah asam dan basa berbeda-beda. Nah tanaman yang bisa menjadi tolok ukur adalah tanaman Melastoma malabathricum.

Tanaman ini dalam bahas lokal atau daerah memiliki penyebutan yang berbeda-beda, diantaranya harendong (sunda), senduduk atau sikaduduk (minang), keduduk (melayu) dan senggani atau kemanden (jawa). Jika pada suatu lahan banyak ditumbuhi tanaman tersebut artinya tanah dalam kondisi asam atau ph rendah.

2. Cara mengukur ph tanah dengan kunyit

Mengetahui ph tanah selain dengan memperhatikan tanaman senggani, kamu juga bisa menggunakan cara lain yaitu dengan kunyit. Caranya:

  • Siapkan kunyit seukuran jempol kemudian potong menjadi 2 bagian.
  • Ambil sampel tanah dari 5 titik yang berbeda. 4 titik dari ujung lahan dan 1 titik pada tengah lahan.
  • Campur menjadi satu sampel tersebut. Basahi dengan air secukupnya dan aduk hingga tercampur merata.
  • Ambil 1 bagian kunyit yang sudah dipotong tadi kemudian celupkan ke dalam sampel tanah tersebut.
  • Biarkan selama kurang lebih 30 menit, kemudian angkat kunyit dan perhatikan warnanya.
  • Jika warna kunyit berubah menjadi pudar maka dapat dipastikan lahan tersebut asam atau ph dibawah 7.
  • Sedangkan jika warna kunyit berubah menjadi biru dapat dipastikan lahan dalam keadaan basa atau ph berada di atas 7.

Baca: Cara Mudah Membuat Pupuk Cair NPK Organik Dari Bahan Di Sekitar Rumah

3. Cara mengukur ph tanah menggunakan kertas lakmus

Cara sederhana di atas memang cukup efektif untuk mengetahui kadar keasaman tanah. Terutama jika dana terbatas dan kita tidak memiliki alat khusus untuk mengukur PH tanah. Namun jika kamu memiliki dana cukup, kamu dapat membeli alat khusus untuk mengukur ph tanah.

Dengan menggunakan alat, hasilnya akan lebih akurat. Karena kita jadi tahu berapa angka pastinya ph tanah tersebut. Sehingga kita menjadi lebih mudah dalam perlakuan tanah tersebut.

Misalnya jika tanah diketahui asam namun tidak tahu berapa kadar Ph sebenarnya, kita tidak tahu berapa dosisi kapur yang harus diberikan untuk menaikkan ph tanah tersebut. Nah untuk itu kita bisa menggunakan cara lain untuk mengukurnya yaitu menggunakan kertas lakmus. Caranya:

  • Ambil 5 sampel tanah dari titik yang berbeda. 4 sampel tanah dari masing-masing ujung lahan dan 1 sampel dari tengah lahan.
  • Campur menjadi 1 sampel tersebut, basahidengan air secukupnya dan aduk secara merata.
  • Biarkan selama 15-20 menit sampai tanah mengendap (air dan tanah terpisah).
  • Celupkan kertas lakmus pada air selama kurang lebih 1 menit dan jangan sampai kertas menyentuh tanah.
  • Angkat kertas lakmus dan biarkan sampai warna kertas stabil.
  • Cocokkan warna kertas lakmus dengan bagan warna.
  • Perhatikan warna kertas lakmus, berada pada skala berapa warnanya apakah 0, 1, atau 7.

Baca: Mengenal Refugia, Tanaman Hias Pengendali Alami Hama Tanaman

4. Cara mengukur ph tanah dengan ph meter

Cara mengukur ph tanah yang terakhir, paling mudah, praktris dan akurat adalah menggunaan ph meter. Dengan menggunakan ph meter angka ph tanah dapat langsung kita ketahui. Di pasaran harga ph meter tanah bervariasi mulai dari 120rb sampai 160rb.

Cara menggunakan ph meter adalah dengan menusukkan ujung ph meter pada keempat titik ujung lahan dan 1 titik pada tengah lahan. Dengan menggunakan ph meter kita dapat dengan mudah melakukan perlakuan lahan. Misalnya jika ph tanah menunjukan angka 6 maka kita bisa memberikan 2 ton kapur dolomit per hektar untuk menaikkan ph agar menjadi 7 atau netral.

Atau jika ph tanah mennunjukakn angka 4 maka kita membutuhkan 6 ton dolomit untuk memperoleh ph yang netral.

Demikian ulasan singkat 4 Cara Mengukur PH Tanah Dengan Sederhana Dan Akurat semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya