Cara Mencangkok Tanaman Buah Dengan Benar Dan Singkat

bertaniorganik.com – cara mencangkok– Sahabat bertani, mungkin sahabat semua sudah tidak asing dengan istilah mencangkok. Karena pelajaran mencangkok pernah dipelajari di mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar atau Biologi di SMA.

Atau mungkin ingin mencoba mencangkok tanaman tapi lupa cara-caranya. Baiklah saya akan ulas kembali apa itu mencangkok beserta teknik tanaman dengan singkat. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini

Pengertian Mencangkok

Mencangkok merupakan salah satu teknik atau metode pengembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan dengan tujuan untuk mendapatkan bibit tanaman yang memiliki sifat sama persis seperti induknya serta lebih cepat menghasilkan/berbuah.

Mencangkok disebut dengan pengembangbiakan vegetatif buatan karena proses pengembangbiakan tanaman tidak terjadi secara alami. Dimana biasanya tanaman berasal dari biji, kemudian tumbuh tunas, hingga menjadi pohon sempurna. Sedangkan pada teknik cangkok dilakukan dengan menumbuhkan akar pada batang tanaman. Setelah akar tumbuh, batang kemudian dipotong untuk selanjutnya ditanam.

Baca: Cara Tepat Budidaya Srikaya Dengan Teknik Sambung Pucuk

Metode mencangkok biasanya banyak diterapkan pada tanaman buah seperti tanaman mangga, pohon jambu, dll. Bahkan dengan kreatifitas para petani, teknik mencangkok dapat pula diterapkan pada pohon pepaya.

Kelebihan dan kekurangan mencangkok

Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya. Begitupun dengan mencangkok tanaman

Kelebihan teknik mencangkok

  • Tanaman menjadi lebih cepat berbuah

Tanaman dari hasil cangkok akan menghasilkan buah lebih cepat dibanding tanaman yang berasal dari biji.

  • Tanaman memiliki sifat yang sama persis dengan induknya

Tanaman hasil dari cangkok dia akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya. Jika kamu memiliki pohon mangga yang rasanya asam, kemudian pohon tersebut kamu cangkok maka tanaman hasil cangkok tersebut akan menghasilkan buah yang asam pula.

  • Ukuran pohon dapat diatur sehingga lebih pendek

Pohon yang dihasilkan dari cangkok dia akan lebih cepat berbuah meskipun batangnya masih pendek. Berbeda dengan pohon dari biji, meskipun batangnya menjulang tinggi belum tentu dia akan berbuah.

  • Dapat digunakan sebagai tanaman hias

Karena pohon hasil cangkok sudah bisa berbuah meskipun batangnya masih pendek, kamu dapat menanamnya dalam pot atau dikenal dengan tabulampot. Tanaman tabulampot dapat kamu letakkan di halaman rumah sebagai tanaman hias.

Kekurangan Teknik Mencangkok

  • Tanaman kurang tahan terhadap kekeringan

Meskipun tanaman hasil cangkok memiliki banyak kelebihan namun dia juga tak luput dari kekurangan. Salah satunya adalah tidak tahan terhadap kekeringan. Hal ini karena tanaman cangkok akarnya lebih pendek dari pada tanaman dari biji, sehingga daya serapnya untuk mengambil air di bawah tanah terbatas. Oleh karena itu saat musim kemarau kamu harus rajin-rajin untuk menyiramnya agar tidak mati.

  • Tanaman tidak memiliki perakaran yang kuat

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa akar tanaman hasil cangkok tidak sekuat tanaman dari biji. Oleh karena itu bila ada angin kencang tanaman menjadi lebih rawan roboh.

  • Tajuk pada pohon induk cenderung mudah rusak

Tanaman yang dicangkok terlalu banyak dan terlalu sering dapat menyebabkan tanaman induk menjadi rusak dan mati. Oleh karena itu dalam mencangkok sebaiknya tidak terlalu banyak dan aturlah waktunya agar tidak merusak pohon induk.

  • Terbatasnya jumlah cangkokan pada tanaman induk

Dalam satu batang induk kita hanya dapat mencangkok beberapa batang saja tergantung dari besarnya pohon indukan. Oleh karena teknik mencangkok tidak bisa diterapkan dalam pembibitan skala besar

Baca: Cara Mudah Pembibitan Lada Perdu Dengan Stek Cabang

Syarat tanaman yang siap dicangkok

Meskipun mencangkok bertujuan untuk menghasilkan bibit tanaman yang sama persis dengan induknya namun tidak semua jenis tanaman dapat dicangkok. Nah sebelum mencangkok tanaman, sebaiknya perhatikan syarat tanaman yang siap untuk dicangkok

  • Tanaman memiliki kambium

Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium ditemukan pada batang dan akar. Berdasarkan jaringan tetap yang dibentuknya, dikenal dua kelompok kambium, yaitu kambium gabus (felogen, phellogen) dan kambium pembuluh (vascular cambium).

Semua tanaman yang memiliki kambium baik tanaman tersebut dapat menghasilkan buah atau tidak semuanya dapat dicangkok. Ciri-ciri tanaman yang memiliki kambium adalah berbatang keras dan dapat dikelupas kulitnya.

  • Pohon induk harus sudah cukup umur

Agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus maka pohon yang akan dijadikan induk harus sudah berumur minimal 2 tahun serta memiliki percabangan yang banyak.

  • Pohon sudah pernah berbuah

Dalam mencangkok sebaiknya pilihlah pohon induk yang sudah pernah berbuah.

  • Kualitas induk harus bagus

Karena bibit yang dihasilkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya, maka pohon induk yang akan kita cangkok haruslah berkualitas atau unggul.

Alat dan bahan mencangkok

  • Tanaman induk
  • Pisau tajam (pisau cangkok kalau ada)
  • Media cangkok (campuran antara pupuk kandang, tanah subur, dan kompos)
  • Tali rafia untuk mengikat media cangkok
  • Plastik bening ukuran 1/4kg untuk membungkus media cangkok
  • Zat pengatur tumbuh (ZPT)
  • Tangga (jika batang yang akan dicangkok tinggi)

Baca: Melirik Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Durian Bawor

Cara Mencangkok Tanaman Buah Dengan Singkat dan Mudah

  • Piilih batang atau cabang yang sehat dan berukuran sedang (tidak terlalu besar atau kecil). Pastikan cabang yang kamu pilih merupakan cabang yang memiliki kualitas baik karena nantinya akan mempengaruhi kualitas anakan yang dihasilkan.
  • Buat sayatan pada kulit batang secara melingkar dengan posisi kira-kira 10cm dari pangkal batang. Panjang sayatan kira kira 3-5 cm tergantung diameter batang yang dicangkok. Ketika membuat sayatan jangan sampai melukai bagian dalam cabang.
  • Lepaskan kulit kayu hasil sayatan tadi secara hati-hati agar jangan sampai melukai batang kayu yang dicangkok. Karena apabila jaringan kayu terluka dapat mengakibatkan kegagalan dalam mencangkok.
  • Selanjutnya kerik kambium dengan hati-hati sampai bersih.
  • Larutkan ZPT (auksin aatu sitokinin) dengan air kemudian oleskan pada keratan bagian atas yang akan menjadi tempat tumbuhnya akar tanaman. Lalu basahi bekas keratan dengan air agar lebih lembab.
  • Masukkan media cangkokan ke dalam plastik kemudian robek pada bgian tengahnya.
  • Tutupkan media cangkokan pada batang yang telah dikerat. Pastikan bidang cangkokan tertutup sempurna oleh media cangkokan .
  • Biasanya cangkokan akan mengeluarkan akar dalam waktu 2-3 bulan tergantung jenis tanaman yang dicangkok.
  • Bila cangkokan sudah mengeluarkan akar artinya cangkokan berhasil. Potong batang cangkokan dengan hati-hati kemudian bibit telah siap ditanam.

Demikian uraian cara mencangkok tanaman dengan singkat dan mudah. Semoga dapat bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya