Cara Semai Cabe Agar Cepat Tumbuh Subur dan Serempak

bertaniorganik.com – cara semai cabe – Sahabat bertaniorganik, sebelum kita menanam cabai salah satu langkah yang harus kita lakukan adalah melakukan persemaian benih cabai.

Mengenai semai cabe, banyak yang bertanya gimana sih cara menyemai cabe yang benar, biar tumbuh subur dan serempak?

Nah berikut ini ada beberapa langkah cara menyemai benih cabai yang efektif agar memiliki pertumbuhan bagus dan serempak.

6 Langkah Menyemai Benih Cabai Agar Tumbuh Subur

Berikut ini beberapa cara menyemai cabe yang kami rangkum dari berbagai sumber. Kamu bisa memilih salah satu yang menurut kamu paling mudah.

1. Menyemai Benih Cabai Dengan Tissue

Alat dan bahan

  • Kertas tissue
  • Sprayer
  • Nampan atau wadah tempat semai.
  • Benih cabai berkualitas (unggul)

Cara menyemai

sumber: belajarbertani.com
  • Ambil beberapa lembar kertas tissue dan tata rapi pada nampan. Buat 2-3 susun.
  • Semprot tissu yang sudah disusun dengan air menggunakan sprayer. Cukup lembab saja jangan sampai menggenang agar biji tidak berjamur dan busuk.
  • Ambil benih cabai dan tata dengan rapi di atas tissue.
  • Tutup benih dengan tissue kemudian semprot lagi dengan sprayer.
  • Tutup rapat persemaian dengan menggunakan plastik dan letakan pada tempat yang teduh.
  • Biarkan benih sampai berecambah dan bisa dipindah ke media tanam.

Baca:Cara Menanam Cabe Rawit Di Polybag atau Pot Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah Lebat

2. Cara Meyemai Benih Cabai Dengan Polybag

  • Siapkan media semai berupa tanah, arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:2:1. Aduk aduk ketiganya agar tercampur rata.
  • Siapkan polybag semai berukuran 6×8 kemudian buat lubang pada bagian bawah polybag sebagai saluran drainase.
  • Masukan media semai ke dalam polybag kemudian susun dengan rapi lalu disiram dengan air.
  • Rendam benih dengan air hangat kuku selama 3-4 jam kemudian tiriskan. Kamu juga dapat menambahkan ZPT secukupnya atau larutan bawang merah ke dalam air untuk mempercepat proses perkecambahan.
  • Buat lubang tanam pada media semai dengan menggunakan lidi.
  • Masukkan benih yang telah ditiriskan satu persatu ke dalam polybag (1 polybag 1 benih).
  • Kemudian lubang ditutup kembali.
  • Lakukan penyemprotan pestisida untuk mencegah serangan semut dan serangga lainnya.
  • Tutup persemaian dengan plastik selama kurang lebih 7 hari atau sampai benih berkecambah.
  • Cek kondisi media semai, jika kering lakukan penyemprotan menggunakan air.
  • Setelah benih berkecambah buka plastik penutup. Kemudian buat sungkup plastik untuk melindungi dari terpaan hujan secara langsung. Usahakan sungkup bisa di buka tutup saat siang hari agar benih bisa mendapat sinar matahari.
  • Benih dapat dipindah ke lahan tanam setelah berumur 25-30 hari dari masa semai.

Baca:Rahasia Sukses BUDIDAYA CABE RAWIT Di Lahan Kering, Buah Lebat, Tidak Keriting

3. Cara Semai Cabai Menggunakan Pot Tray

  • Pot try merupakan wadah persemaian pengganti polybag. Cara menggunakan pottray juga sangat mudah.
  • Kamu cukup siapkan media semai berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kandang.
  • Kemudian masukkan media semai tersebut ke dalam pot try. Tahap selanjutnya sama dengan menyemai benih cabai dengan polybag.

4. Cara Semai Benih Cabai di Bedengan

  • Bersihkan lahan yang akan digunakan sebagai tempat menyemai bibit cabai.
  • Buat bedengen dengan ukuran disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Taburkan pupuk kandang di atas bedengan kemudian aduk-aduk agar tercampur merata.
  • Siram bedengan dengan air sampai lembab.
  • Buat larikan pada bedengan dengan jarak antar larikan 3 cm agar benih tidak saling berhimpitan.
  • Rendam benih dengan air hangat kuku yang sudah diberi larutan ZPT selama 3-4 jam kemudian tiriskan. Kemudian letakkan benih yang sudah ditiriskan pada larikan.
  • Semprot persemaian dengan pestisida untuk mencegah serangan semut dan hama lainnya.
  • Tutup persemaian dengan plastik agar suhu pada persemaian menjadi hangat. Biarkan hingga 7 hari atau sampai benih berkecambah.
  • Setelah 7 hari plastik penutup dibuka dan diganti dengan membuat sungkup plastik yang bisa dibuka tutup.
  • Benih siap dipindah setelah berumur 25-30 hari setelah semai.

5. Menyemai Benih Cabai Dengan Rockwoll

Alat dan bahan

  • Rockwoll
  • Nampan
  • Cutter
  • Sprayer air
  • ZPT atau larutan bawang merah

Cara menyemai

  • Rendam benih cabai pada air hangat kuku yang sudah diberi larutan ZPT.
  • Potong-potong rockwoll membentuk dadu.
  • Susun potongan-potongan rockwoll pada nampan.
  • Buat lubang pada bagian tengah rockwoll sebagai tempat meletakkan benih cabai.
  • Siram rockwoll sampai basah namun jangan sampai tergenang.
  • Masukkan benih cabai pada rockwoll dengan 1 potongan rockwoll satu biji cabai.
  • Letakkan persemaian pada tempat yang teduh sampai benih tumbuh.
  • Setelah benih tumbuh selanjutnya bisa dipindah ke tempat yang terkena cahaya matahari sampai bibit siap dipindah ke lahan tanam.

6. Menyemai Benih Cabai Dengan Tanah Cetakkan

  • Bersihkan lahan yang akan dijadikan tempat persemaian.
  • Siapkan tanah halus dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1 kemudian aduk-aduk agar tercampur rata.
  • Siram campuran tanah dan pupuk kandang tersebut dengan air sampai basah kemudian aduk-aduk sampai membentuk adonan.
  • Semprot lahan yang akan digunakan untuk menyemai dengan pestisida.
  • Alasi tempat semai dengan daun pisang atau sekam padi.
  • Buat pagar pembatas setinggi kira-kira 5 cm pada setiap sisi persemaian.
  • Masukkan tanah adonan kemudian ratakan dan iris-iris membentuk dadu.
  • Buat lubang tanam pada setiap potongan kemudian masukkan benih (satu potongan 1 benih).
  • Tutup persemaian dengan plastik gelap agar suhu menjadi hangat.
  • 7 hari kemudian atau benih sudah berkecambah buka plastik penutup dan ganti dengan plastik sungkup.
  • Benih siap dipindahkan ke lahan tanam setelah berumur 25-30 hari setelah semai.

Demikian 6 Cara Semai Cabe Agar Cepat Tumbuh Subur dan Serempak semoga dapat bermanfaat.

Artikel Terkait