Teknik dan Cara Inokulasi (suntik) Pohon Gaharu Terbaik Agar Berhasil

bertaniorganik.com – Cara Inokulasi (suntik) pohon gaharu – Apa itu inokulasi gaharu? Inokulasi gaharu adalah proses penyuntikan pohon gaharu agar pohon tersebut dapat mengeluarkan gubal atau resin gaharu. Resin atau gubal gaharu sendiri merupakan produk utama yang dihasilkan dari budidaya pohon gaharu yang memiliki nilai jual tinggi. Harga kayu gaharu yang mengandung resin atau gubal ini dapat mencapai puluhan juta rupiah per kilonya.

Pada pohon gaharu alam (hutan) biasanya resin atau gubal terbentuk secara alami. Sedangkan pohon gaharu yang ditanam atau dibudidayakan, untuk membentuk resin atau gubal perlu diberi perlakuan khusus berupa penyuntikan gubal gaharu atau disebut inokulasi.

Cara Melakukan Inokulasi Pohon Gaharu

Bagi petani gaharu terutama yang pemula, proses penyuntikan ini memang cukup rumit. Agar berhasil, maka proses inokulasi atau penyuntikan harus dilakukan dengan cermat dan sebaiknya dilakukan oleh ahlinya.

Untuk melakukan inokulasi pada pohon gaharu sebaiknya pohon gaharu memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

  • Pohon gaharu yang akan disuntik sebaiknya yang sudah berbuah dan berumur 5-6 tahun.
  • Pohon gaharu tersebut memiliki pertumbuhan pohon pesat, dengan garis tengah batang >10 cm.
  • Pohon memiliki kelembapan yang cukup tinggi, keadaan disekitar pohon yang cukup teduh membuat kelembapan cukup tinggi. Untuk itulah ketika menanam pohon gaharu disarankan juga untuk menanam pohon lain sebagai pelindung.

Cara Penyuntikan Gubal Gaharu

Alat-alat:
1) Bor kayu dengan garis tengah 13 mm.
2) Spidol permanen.
3) Kapas, spatula, dan pinset.
4) Lilin lunak atau gluteks.
5) Meteran.
6) Alkohol 70%.
7) Bibit gubal gaharu.

Langkah-langkah Cara Menyuntik Gubal

Pembuatan Lubang

  • Sebelum membuat lubang mata bor dan lubang bor disterilkan dengan menggunakan alcohol.
  • Buatlah lubang pertama dengan jarak lubang dari permukaan tanah 20 cm.
  • Buat lubang berikutnya dengan jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya 10 cm.
  • Lubang bor dibuat setiap sepertiga lingkaran pohon.
  • Batang yang akan disuntik diukur dan diberi tanda dengan spidol permanen.
  • Setiap menyelesaikan satu lubang, mata bor harus disterilkan.
  • Arah lubang miring, kurang lebih 15-30 derajat ke arah atas dengan tujuan agar air hujan tidak masuk ke dalam lubang.
  • Kedalaman bor sepertiga garis tengah pohon.

Penyuntikan Gubal

  • Bibit gubal baru dimasukkan ke dalam lubang sampai penuh sebelum lubang menjadi kering dengan cara menekan dengan menggunakan spatula yang steril.
  • Lubang yang telah terisi bibit gubal segera ditutup dengan lilin lunak atau gluteks.
  • Penutupan dengan lilin bertujuan agar air tidak masuk ke dalam lubang.
  • Sebulan sekali lubang perlu dikontrol, ada kebocoran atau tidak.
  • Cara lain, lubang yang telah berisi bibit gubal (inokulan) sebaiknya tidak ditutup agar udara bebas masuk ke dalam lubang sehingga inokulan dapat berkembang dengan baik dan banyak jaringan kayu yang terinfeksi.
  • Semakin banyak jaringan yang terinfeksi, produksi gaharu akan semakin tinggi.

Setelah tiga bulan pasca penyuntikan perlu dilakukan semacam evaluasi. Evaluasi setelah tiga bulan penyuntikan perlu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan penyuntikan. Cara evaluasi bisal dilakukan sebagai berikut:

  • Pilih secara acak tiga pohon garahu yang telah disuntik.
  • Tepat diatas atau dibawah tempat penyuntikan dibor kembali.
  • Kayu hasil pengeboran diperiksa warnanya. Bila warna kayu menjadi cokelat dan ketika dibakar berbau wangi, berarti penyuntikan berhasil.
  • Bila hasil pengeboran berwarna putih dan ketika dibakar tidak mengeluarkan bau wangi, berarti penyuntikan tidak berhasil.
  • Bila belum berhasil, pemeriksaan diulang tiga bulan kemudian. Bila belum berhasil, perlu dilakukan penyuntikan ulang.

Cara Penyediaan dan Pengembangan Inokulan

Penyediaan inokulan pembentuk gubal baru memerlukan sarana dan prasarana laboratorium yang steril dan tenga mikrobiologi yang terampil. Oleh karena itu, penyedian inokulan tidak mungkin dilakukan oleh petani. Penyediaan inokulan hanya dapat dilakukan oleh lembaga terkait dan pemerintah daerah tempat gaharu dikembangkan.

Inokulan yang dikembangkan di laboratorium merupakan biakan murni dari produksi inokulan murni hasil pemurnian (isolasi) pohon gaharu di sekitar kawasan budi daya. Jamur pembentuk gubal yang ditumbuhkan pada media khusus dapat menjadi inokulan untuk inokulasi ke dalam pohon atau akar gaharu sebagai pemacu pembentukan gubal baru. Pemakaian bibit gubal dapat menghindari penebangan gaharu yang sia-sia di hutan.

Demikian ulasan singkat Teknik dan Cara Inokulasi (suntik) Pohon Gaharu Agar Berhasilsemoga bermanfaat.

Sumber referensi: www.sakadoci.com

Artikel menarik Lainnya


Tags: