Panduan Lengkap Cara Menanam Gambas (Oyong) Agar Berbuah Lebat

Posted on

bertaniorganik.com – cara menanam gambas – Gambas (Luffa acutangula) atau sering disebut Oyong atau Potulo/Petulo merupakan tanaman sayuran buah dari keluarga Cucurbitaceae atau suku labu-labuan. Tanaman gambas merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang memiliki prospek cerah untuk dibudidayakan. Di pasaran, gambas memiliki nilai jual cukup tinggi dan relatif stabil, sehingga dapat menjadi salah satu komoditi pertanian yang patut untuk dikembangkan bagi para petani.

Panduan Lengkap Cara Menanam Gambas (Oyong) Agar Berbuah Lebat

Klasifikasi Ilmiah Gambas

Kerajaan : Plantae
Divisi       : Magnoliophyta
Kelas        : Magnoliopsida
Ordo         : Cucurbitales
Famili       : Cucurbitaceae
Genus       : Luffa
Spesies     : L. acutangula
Nama binomial : Luffa acutangula

Syarat Tumbuh Tanaman Gambas

Tanaman gambas atau oyong merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang mudah tumbuh pada berbagai macam jenis tanah dan lingkungan. Berikut ini lingkungan yang ideal untuk tanaman gambas :

  • Tanaman gambas merupakan tanaman yang membutuhkan sinar matahari secara penuh.
  • Tanaman gambas dapat tumbuh dengan optimal pada suhu rata-rata 18-24°C
  • Tanaman gambas membutuhkan pasokan air yang cukup karena tanaman ini sangat rentan terhadap kondisi kekeringan. Jika tanaman gambas mengalami kekurangan air maka dapat menyebabkan pertumbuhannya menjadi tidak normal atau kerdil, berbatang kecil, bunga dan buah akan rontok serta produksi tidak maksimal.
  • Tanaman gambas akan dapat tumbuh dan berproduksi secara maksimal pada tanah yang subur, gembur dan memiliki drainase yang baik.
  • PH ideal untuk tanaman gambas adalah 5,5 – 6,8 (netral) dengan kelembaban rata-rata antara 50 – 60%.
  • Tanaman gambas tergolong tanaman yang tidak mengenal musim karena dapat dibudidayakan kapan saja baik musim hujan maupun musim kemarau.

Langkah-langkah Budidaya Gambas

Untuk membudidayakan tanaman gambas agar dapat tumbuh dengan optimal, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan

Persiapan Lahan Budidaya Gambas

  • Bersihkan lahan yang dari gulma.
  • Gemburkan tanah dengan dicangkul atau dibajak.
  • Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-100 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan.
  • Jika budidaya dilakukan pada lahan sawah terutama pada musim hujan sebaiknya bedengan dibuat agak tinggi agar saat hujan tidak terjadi genangan yang dapat merendam akar tanaman.
  • Buat jarak antar bedengan dengan ukuran sekitar 2-2,5 cm.
  • Taburkan dolomit untuk menjaga PH tanah.
  • Taburkan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang di atas bedengan. Selain memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang anda juga dapat menambahkan pupuk kimia berupa TSP, KCL dan ZA dengan perbandingan 2:1:1.
  • Kemudian diamkan selama 7-10 hari sebelum dipasang mulsa (opsional).
  • Dalam budidaya gambas sebaiknya gunakan benih unggul yang dapat anda beli di toko pertanian. Beberapa benih gambas yang recomended antara lain Esenza F1, Prima F1, Sasi F1, Miriam F1 atau Hanoman F1.

Cara Menanam Gambas

  • Setelah lahan tanam siap, tahap selanjutnya adalah penanaman gambas. Bibit gambas dapat ditanam langsung ke lahan atau disemai.
  • Sebelum benih ditanam sebaiknya benih dikecambahkan terlebih dahulu agar benih dapat tumbuh serempak.
  • Untuk mengecambahkan benih gambas, pecah atau retakkan cangkang/kulit biji gambas terlebih dahulu menggunakan gunting kuku pada bagian yang menjadi tempat tumbuh tunas. Kulit cukup dibuat retak, jangan sampai keping bijinya menjadi pecah.
  • Rendam biji menggunkan air hangat kuku selama kurang lebih 10 jam, anda juga dapat menambahkan ZPT (zat perangsang tumbuh).
  • Tiriskan benih kemudian bungkus menggunakan kain atau kertas yang sudah dibasahi.
  • Jika benih sudah berkecambah benih dapat langsung ditanam ke lahan. Cukup satu benih dalam 1 lubang.
  • Tanam benih dengan posisi tunas atau calon akar menghadap ke bawah kemudian tutup dengan menggunakan tanah tipis.
  • Untuk mencegah hama, anda dapat menaburkan nematisida di sekitar benih.

Pemasangan Para-para Atau Ajir

Gambas merupakan tanaman merambat yang memiliki banyak cabang dan tunas. Panjang batang gambas dapat mencapai 3-4 meter. Oleh karena tanaman gambas perlu diberi ajir atau lanjaran sebagai tempat merambat bagi tanaman gambas.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Gambas / Oyong

Setelah penanaman selesai, kegiatan budidaya selanjutnya adalah memelihara dan merawat tanaman gambas. Beberapa perawatan penting pada tanaman gambas antara lain penyulaman, penyiraman dan penyiangan.

  • Lakukan pengontrolan satu minggu setelah tanam, segera sulam tanaman gambas jika ada yang tidak tumbuh atau dimakan hama.
  • Tanaman gambas akan tumbuh dengan baik jika ketersediaan air cukup. Lakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai tanaman kekurangan air atau kekeringan. Tanaman gambas sangat membutuhkan air pada masa pertumbuhan vegetatif hingga masa pertumbuhan generatif. Jika kekurangan air, bunga dan buah gambas bisa rontok serta bentuk buah tidak normal.
  • Selanjutnya adalah penyiangan, yaitu pengendalian gulma atau rumput yang mengganggu tanaman. Penyiangan terutama dilakukan pada awal pertumbuhan, jika tanaman gambas sudah memenuhi para-para dan rimbun rumput tidak akan tumbuh lagi dan tidak perlu dilakukan penyiangan.

Pemupukan Susulan Tanaman Gambas

Pemupukan susulan tanaman gambas pertama kali dilakukan pada usia 10 setelah tanam. Pemupukan susulan selanjutnya dilakukan setiap 1 minggu sekali.

Pemupukan awal saya menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dengan cara dikocor. Sebelum pemberian pupuk susulan sebaiknya tanah dipastikan dalam keadaan basah agar pupuk mudah diserap oleh tanaman. Berikut ini dosis dan interval pemupukan susulan untuk 1000 tanaman gambas :

1. Pupuk susulan l (usia 10 HST) : Dosisnya 2 kg NPK dilarutkan dengan 250 liter air, kemudian dikocorkan 250 ml setiap tanaman.
2. Pupuk susulan II (usia 17 HST) : Dosisnya 3 kg NPK dilarutkan dengan 300 liter air, kemudian dikocorkan 300 ml setiap tanaman.
3. Pupuk susulan III (usia 24 HST) : Dosisnya 5 kg NPK dilarutkan dengan 500 liter air, kemudian dikocorkan 500 ml setiap tanaman.
4. Pupuk susulan IV (usia 31 HST) : Dosisnya 4 kg TSP + 4 kg KCL dan 2 kg ZA, ditaburkan atau ditugal disekeliling tanaman dengan jarak 30 cm dari pangkal batang.
5. Pupuk susulan V (usia 38 HST) : Dosisnya 9 kg TSP + 8 kg KCL dan 4 kg ZA, ditaburkan merata pada bedengan
6. Pupuk susulan VI dan VII dilakukan pada usia 50 dan 60 HST dengan dosis sama dengan pupuk susulan V.
7. Jika pada usia 75 HST tanaman gambas masih terlihat sehat pemupukan susulan bisa dilanjutkan kembali.

Dosis dan jenis pupuk yang digunakan bisa saja berbeda disetiap wilayah, tergantung pada kondisi tanah, tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman.

Hama dan Penyakit Tanaman Gambas

Tanaman gambas juga tidak luput dari gangguan OPT (organisme pengganggu tanaman). Beberapa jenis hama yang banyak dijumpai pada tanaman gambas antara lain oteng-oteng, penggorok daun, ulat grayak, ulat tanah, bekicot, jangkrik dan lalat buah. Pengendalian bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang sesuai dengan jenis hama sasaran.Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman gambas antara lain bercak daun, layu fusarium, dan antraknosa. Pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti score, cozeb, dithane atau bionM.

Pemanenan Gambas atau Oyong

Buah gambas atau oyong bisa dipanen pada usia 40 – 45 HST (hari setelah tanam). Buah dipanen ketika masih muda, yaitu ketika kulit buah masih berwarna hijau segar, kulit tidak mengkilat, kulit buah masih lunak, mudah dipatahkan dan belum berserat.

Pemanenan gambas dilakukan setiap 2 hari sekali, dan dalam satu musim tanam pemanenan bisa dilakukan hingga 25 – 30 kali tergantung varietas yang digunakan, perawatan serta kondisi tanah.

Artikel Menarik Lainnya

Budidaya Pare Hibrida, Peluang Bisnisnya Tak Sepahit Rasanya

Kiat Sukses Budidaya Timun Hibrida Berbuah Lebat [35 Hari Panen]

Panduan Lengkap Cara Menanam Semangka Cocok Untuk Pemula

Cara Menanam Labu Kuning (Waluh) Dengan Mudah Agar Cepat Berbuah Lebat

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *