Ingin Budidaya Bawang Merah Dimusim Hujan? Ini Dia Langkah-langkahnya

Posted on

Cara Menanam Bawang Merah Dimusim Hujan

bertaniorganik.com – budidaya bawang merah dimusim hujan – Bawang merah merupakan komoditas pertanian yang dapat ditanam di segala musim, baik di musim kemarau maupun di musim hujan. Hanya saja usaha budidaya bawang merah pada setiap musim memiliki tantangan dan resiko yang berbeda.

Budidaya bawang merah memang sangat ideal ditanam pada musim kemarau, namun biasanya petani akan terkendala dengan harga jual. Karena pada musim kemarau biasanya petani banyak yang menanam bawang merah sehingga stok melimpah. Sedangkan budidaya bawang merah pada musim hujan memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu serangan hama dan penyakit yang lebih intensif. Oleh karena itu untuk menanam bawang merah di musim hujan diperlukan teknik budidaya dan perlakuan yang berbeda.

Keberhasilan dalam budidaya bawang merah pada musim hujan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penggunaan varietas yang sesuai, ketepatan dalam memilih lahan yang sesuai, pengolahan lahan yang baik dan benar, faktor pemupukan yang tepat dan efisien, serta yang paling menentukan adalah kemampuan petani dalam mendiagnosa dan mengendalikan penyakit secara cepat dan tepat.

Varietas Bawang Merah Yang Cocok Untuk Musim Hujan

Pemilihan varietas yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha budidaya bawang merah pada musim hujan. Varietas yang dipilih haruslah yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan curah hujan tinggi serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Berikut ini beberapa varietas yang direkomendasikan untuk ditanam di musim hujan:

  • Varietas Sembrani, adaptif terhadap musim hujan, umbi besar, cocok di lahan kering atau tadah hujan dengan potensi hasil mencapai 24,4 ton/ha.
  • Varietas Maja, adaptif di dataran tinggi dan tahan curah hujan tinggi.
  • Viarietas Trisula, adaptif terhadap musim hujan, umur panen normal 55 hari dengan potensi hasil mencapai 23,21 ton/ha.

Baca: Menanam Bawang Merah Dimusim Hujan, Petani Purbalingga Sukses Terapkan Metode Ini

Memilih Jenis Tanah dan Lokasi Lahan Untuk Budidaya Bawang Merah Dimusim Hujan

Untuk melakukan budidaya bawang merah dimusim hujan, jenis tanah dan lokasi lahan yang ideal adalah:

  • Tanah yang ideal adalah tanah yang memiliki tekstur sedang sampai liat.
  • Jenis tanah yang ideal adalah tanah latosol coklat, andosol, dan asosiasi latosol-andosol.
  • Jenis lahan yang ideal seperti lahan kering, tegalan, atau sawah tadah hujan.
  • Lahan haruslah yang berdrainase baik.
  • Lokasi penanaman usahakan terbuka atau tidak terlindung dari pepohonan.
  • Lokasi budidaya harus mendapat pencahayaan matahari penuh.

Langkah-langkah Budidaya Bawang Merah

Setelah menentukan varietas bawang merah yang akan ditanam serta menentukan lahan yang akan dijadikan lokasi budidaya, tahap selanjutnya adalah melakukan proses penanaman. Berikut ini langkah-langkahnya:

Persiapan Lahan

  • Gemburkan lahan dengan cara di cangkul atau dibajak.
  • Buat bedengan dengan tinggi 60 cm, lebar 120 cm dan jarak antar bedengan sekitar 20-30 cm. Sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau pupuk di atas bedengan dan ratakan menggunakan cangkul. Berikut ini dosisi penggunaan pupuk dasar pada bawang merah:
    • Jika menggunakan kotoran sapi dibutuhkan 15 – 20 ton per hektar.
    • Jika menggunakan kotoran ayam/unggas, dosis perhektar 5-6 ton.
    • Jika menggunakan pupuk kompos, dosis 2-3 ton perhektar.
  • Jika PH tanah kurang 5,5 taburkan kapur dolomit secara merata di atas bedengan. Dosis pemberian dolomit adalah sekitar 1,5 ton per hektar.
  • Selanjutnya bedengan dapat ditutup menggunakan mulsa (opsional).
  • Buat lubang tanam dengan memperhatikan kondisi umbi. Jika umbi bibit berukuran kecil dengan berat kurang dari 4 gram per umbi jarak tanam adalah 15 x 15 cm. Sedangkan jika ukuran umbi agak besar atau lebih dari 4 gram per umbi jarak tanam 15 x 20 cm.

 

Persiapan Bibit Bawang Merah

Seleksi Bibit Bawang Merah

Setelah pengolahan lahan selesai, tahap selanjutnya adalah melakukan persiapan bibit bawang merah. Berikut ini langkah-langkah persiapan bibit bawang merah:

  • Pilih bibit dari varietas unggul yang cocok untuk dibudidayakan pada musim hujan.
  • Lakukan penyeleksian umbi yang akan dijadikan bibit sesuai dengan ukurannnya agar petumbuhan bisa serempak.
  • Potong 1/3 bagian pada ujung umbi.
  • Beberapa jam sebelum ditanam, rendam bibit dalam larutan fungisida.

Ciri-ciri Umbi Bawang Merah Yang Bagus Untuk Dijadikan Bibit

  • Bibit berasal dari varietas unggul yang adaptif terhadap musim hujan.
  • Bibit yang bagus adalah umbi yang telah disimpan selama kurang lebih 3-4 bulan.
  • Umbi bawang merah masih dalam kondisi segar dan memiliki tampilan yang kekar/padat.
  • Umbi memiliki daya pertumbuhan mencapai 80%.
  • Umbi dalam keadaan sehat, tidak caat dan bebas dari hama dan penyakit.

Cara Menanam Bawang Merah

Setelah tahap persiapan lahan, pemberian pupuk dasar dan pemilihan bibit selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah menanam umbi bawang merah.

  • Masukkan umbi bawang merah dengan posisi tegak ke dalam lubang tanam dengan jumlah 1 umbi per lubang.
  • Benamkan umbi hingga rata dengan permukaan tanah.
  • Umbi akan mulai tumbuh pada hari ke 7 sampai hari ke 10 setelah tanam.

Perawatan Tanaman Bawang Merah

Pemupukan

Pemupukan bawang merah diberikan 3 kali selama masa penanaman

  • Pupuk susulan I, diberikan ketika tanaman bawang merah berumur 15 hari setelah tanam. Jenis pupuk susulan pertama untuk tanaman bawang merah adalah Urea 100 kg/ha + Za 200 kg/ha + KCl 150 kg/ha.
  • Pupuk susulan II, diberikan ketika tanaman bawang merah berumur 3 minggu setelah tanam, jenis pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK 16-16-16 atau NPK 15-15-15 sebanyak 30 kg/ha.
  • Pupuk susulan III, diberikan ketika tanaman bawang merah berumur 4 – 5 minggu setelah tanam. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah Urea 150 kg/ha + Za 300 kg/ha + KCl 200 kg/ha.
  • Untuk memenuhi unsur hara mikro, lakukan penyemprotan pupuk daun dengan interval 10 hari sekali.

Pengairan Tanaman Bawang Merah

Karena budidaya bawang merah dilakukan pada musim hujan, pengairan  cukup mengandalkan siraman air hujan. Namun jika dalam waktu lama tidak turun hujan dan tanah dalam kondisi kering, lakukan penyiraman secukupnya.

Penyiangan

  • Jika budidaya bawang merah tidak menggunakan mulsa, penyiangan dilakukan 2-3 kali dalam satu masa tanam, tergantung kondisi pertumbuhan gulma.
  • Penyiangan dilakukan sebelum pemberian pupuk susulan agar tidak terjadi rebutan nutrisi antara tanaman bawang merah dan gulma.
  • Melakukan penyiangan rutin juga bermanfaat untuk meminimalisir terhadap serangan hama dan penyakit.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Merah

  • Serangan hama dan penyakit pada budidaya bawang merah yang dilakukan pada musim hujan biasanya lebih intens dibanding pada budidaya yang dilakukan pada musim kemarau.
  • Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah biasanya berupa ulat bawang, ulat grayak, penggerek daun, thrips, bercak ungu/trotol, layu fusarium, antraknosa, busuk daun.
  • Lakukan pemantauan dan pengendalian segera jika ditemukan gejala serangan hama dan penyakit.
  • Jika terjadi hujan pada malam hari, lakukan penyemprotan air pada pagi hari sebelum matahari terbit atau minimal sebelum embun kering. Tujuannya untuk membersihkan daun bawang merah dari percikan tanah dan embun tepung yang menempel akibat hujan pada malam hari. Selain itu, penyemprotan air berfungsi untuk mengurangi serangan penyakit seperti Altenaria porii L., fusarium dan penyakit ulat tanah.

Panen Bawang Merah

Panen bawang merah dapat dilakukan setelah tanaman berumur 55-90 hari tergantung varietas yang ditanam.

Bawang merah yang siap dipanen ditandai dengan ciri-ciri fisik sebagai berikut:

  • Umbi bawang merah sudah terbentuk dengan penuh dan kompak.
  • Sebagian besar umbi tampak menyembul di atas permukaan tanah.
  • 70 – 80% daun berwarna kuning pucat kering dan rebah.
  • Jika dipegang, pangkal daun sudah lemas.

Cara memanen bawang merah adalah dengan mencabutnya dan diikat pada bagian daunnya.

Penanganan Pasca Panen

  • Bawang merah yang telah dipanen kemudian dijemur di bawah terik matahari selama 7-15 hari tergantung kondisi cuaca.
  • Agar cepat kering lakukan penjemuran dengan cara digantung.
  • Setiap 2-3 hari sekali lakukan pembalikan agar bawang merah dapat kering secara merata.
  • Setelah benar-benar kering, bawang merah dibersihkan daunnya dan dikemas ke dalam karung goni dan siap untuk dipasarkan.

Jika bawang merah hendak dijadikan bibit sebaiknya panen dilakukan ketika bawang merah sudah benar-benar tua.Bawangmerah kemudian diikat dan daigantung dalam ruangan penyimpaan dan gudang. Suhu yang deal untuk penyimpanan bibit adalah 30-30°C dan kelembaban sekitar 65-75%.

Demikian ulasan singkat Cara Menanam Bawang Merah Dimusim Hujan semoga dapat bermanfaat.

#artikel dari berbagai sumber

Artikel Menarik Lainnya

Cara Menanam Bawang Merah Dalam Polybag Secara Tepat. Meningkatkan Hasil Berlipat

CARA MENANAM DAUN BAWANG Dengan Benar dan Mudah Bagi Pemula

[BENAR BENAR AMPUH] Cara Membuat Pestisida Organik Dari Bawang Putih

 

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *