13 Jenis Kambing Pedaging Unggul Yang Banyak Dibudidayakan di Indonesia

Posted on

bertaniorganik.com – jenis-jenis kambing pedaging – Selain sapi, kambing merupakan salah satu hewan yang banyak diternakkan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Beternak kambing memiliki berbagi tujuan tergantung kehendak dari si peternaknya. Ada yang beternak kambing dengan tujuan untuk diambil susunya, ada yang untuk diambil bulunya, dan yang paling banyak tentunya untuk diambil dagingnya.

Kambing yang dipelihara untuk diambil susunya biasa disebut dengan kambing perah. Sedangkan jenis kambing yang diambil dagingnya disebut dengan kambing pedaging atau kambing potong. Nah apa saja jenis kambing yang masuk dalam kategori kambing pedaging atau kambing potong? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Jenis-jenis Kambing Pedaging

Kambing tipe pedaging atau kambing potong sebenarnya ada banyak jenisnya. Namun pada artikel ini hanya beberapa jenis yang populer saja yang kami sebutkan, yaitu:

1. Kambing Kacang

Kambing kacang adalah jenis kambing unggul lokal atau asli Indonesia. Kambing kacang biasanya disebut dengan kambing jawa.

Kambing jawa atau kambing kacang memiliki ciri-ciri:

  • Perawakannya kecil dengan tinggi sekitar 60-65 cm untuk jantan. dan 56-60cm untuk yang betina.
  • Bobot kambing jantan bisa mencapai 25 kg dan betina bisa mencapai 20 kg.
  • Memiliki dua tanduk pendek, bertelinga tegak, dan berbulu halus dan pendek.
  • Umumnya kambing kacang memiliki bulu tunggal seperti putih, hitam, coklat atau kombinasi ketiganya.

Keunggulan Kambing Kacang

Meskipun kambing kacang memiliki perawakan kecil, namun kambing ini memiliki beberapa keunggulan, seperti:

  • Kambing kacang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca.
  • Kambing kacang lebih tahan terhadap penyakit.
  • Pakan kambing kacang tidak terlalu susah dan dapat diberi pakan dengan kualitas rendah sekalipun.

Baca: Ingin Sukses Ternak Kambing Jawa Modern? Ini Dia Langkah-langkahnya

2. Kambing Etawa (Kambing Jamnapari)

Kambing etawa disebut juga dengan kambing jamnapari atau populer disebut dengan kambing PE (Peranakan Etawa). Kambing ini selain dimanfaatkan sebagai kambing pedaging juga dimanfaatkan sebagai penghasil susu.

Ciri-ciri kambing etawa:

  • Kambing etawa memiliki ciri hidung melengkung dan rahang bawah lebih menonjol.
  • Memiliki daun telinga panjang dan terkulai ke bawah.
  • Memiliki perawakan tinggi besar. Etawa jantan bisa mencapai tinggi gumba antara 90-127 cm dan betina bisa mencapai tinggi hingga 92 cm.
  • Bobot kambing etawa jantan bisa mencapi 92 kg dan yang betina mencapai bobot 63 kg.
  • Kambing etawa memiliki tanduk yang mengarah ke belakang dan ke samping

3. Kambing Jawarandu

Kambing jawarandu merupakan kambing hasil persilangan dari kambing etawa dengan kambing kacang. Kambing ini memiliki nama lain seperti kambing bligon, gumbolo, koploh, dan kacukan.

Ciri-ciri kambing jawarandu:

  • Memiliki postur yang lebih kecil dari etawa.
  • Bobot kambing betina bisa mencapai maksimal 40 kg sedangkan yang jantan mencapai lebih dari 40 kg.
  • Kambing ini juga memiliki tanduk baik jantan maupun betina.
  • Kambing jawarandu memiliki telinga lebar, terbuka, panjang dan terkulai

Baca: Contoh Gambar dan Desain Kandang Kambing Modern dan Sehat

4. Kambing Boer

Kambing Boer adalah kambing yang asalnya berasal dari Afrika Selatan. Kambing boer memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga sangat tepat untuk dikembangkan sebagai kambing pedaging

Kambing boer memiliki daya tahan yang bagus terhadap perubahan lingkungan sehingga tidak mudah terserang penyakit. Kambing ini dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung berbatu atau padang rumput. Tanaman semak dan daun-daunan lebih disukai kambing ini dibanding rumput.

Ciri-ciri kambing boer

  • Kambing boer jantan memiliki postur tubuh yang kuat dan kokoh dengan pundak yang luas serta memiliki pantat yang terlihat berotot.
  • Kambing boer betina memiliki bentuk kepala dan leher yang ramping.
  • Sifat kambing betina lebih jinak dan cenderung tidak banyak berulah.
  • Kambing boer memiliki masa kehamilan 5 bulan dan mampu melahirkan hingga 3 kali selama 2 tahun.
  • Makanan yang paling disukai kambing boer adalah dedaunan
  • Kambing boer jantan dapat mencapai bobot hingga 150 kg.
  • Tingkat pertumbuhan kambing boer cukup cepat dengan kisaran 0,02-0,04 kg per hari.
  • Memiliki prosentase karkas yang cukup tinggi yaitu bisa mencapai 48-50%
  • Memiliki daya tahan terhadap penyakit dan kondisi ekstrem

5. Kambing Saanen

Kambing saanen adalah jenis kambing yang berasal dari lembah Saanen, Swiss. Kambing ini selain sebagai kambing pedaging juga dikenal sebagai penghasil susu yang baik.

Kambing saanen asli memiliki kepekaan terhadap matahari sehingga sulit berkembang di wilayah tropis seperti Indonesia. Untuk mensiasatinya kambing saanen kemudian disilangkan dengan jenis kambing lain yang memiliki ketahanan terhadap lingkungan tropis seperti kambing etawa. Namun kambing hasil persilangan tersebut tetap diberi nama kambing saanen.

Ciri-ciri kambing saanen

  • Memiliki bulu yang pendek berwarna putih atau krem dan ada titik hitam pada bagian hidung, telinga, dan di kelenjar susu.
  • Memiliki ekor yang tipis dan pendek.
  • Memiliki hidung yang lurus dan muka berupa segitiga serta memiliki telinga sederhana dan tegak ke sebelah dan ke depan.
  • Baik jantan maupun betina sama-sama memiliki tanduk.
  • Kambing saanen jantan memiliki tinggi hingga 81 cm dengan berat mencapai 68-91 kg. Sedangakan yang betina dapat mencapai bobot hingga 36-63 kg.

6. Kambing Marica

Kambing marica termasuk jenis kambing kacang yang hidup di Provinsi Sulawesi Selatan seperti di daerah Kabupaten Maros, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sopeng dan daerah Makassar. Kambing jenis ini menurut FAO tergolong sebagai kambing yang sudah langka dan hampir punah.

Ciri-ciri kambing marica

  • Kambing marica merupakan jenis kambing yang lincah dan agressif.
  • Kambing marica memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap kondisi kekeringan. Kambing ini dapat bertahan hidup pada musim kemarau dengan hanya makan rumput-rumput kering dari daerah tanah berbatu.
  • Dibanding jenis kambing kacang lain, kambing marica memiliki ukuran telinga yang lebih kecil dan berbentuk tegak.
  • Tanduk kambing merica juga berukuran kecil dan pendek.

7. Kambing Samosir

Kambing samosir adalah kambing yang dipelihara secara turun-temurun oleh penduduk di Daerah Pulau Samosir, Sumatera utara sehingga kambing ini disebut juga kambing batak.

Pada awalnya kambing ini digunakan untuk persembahan pada upacara keagamaan oleh penduduk setempat yang masih menganut kepercayaan animisme.

Ciri-ciri kambing samosir

  • Sepintas kambing samosir memiliki kemiripan dengan kambing kacang yang ada di Sumatera Utara. Bedanya adalah kambing samosir lebih dominan warna putih dan ada pula yang berwarna belang putih hitam.

8. Kambing Muara

Kambing muara adalah kambing yang dapat ditemukan di daerah Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kambing muara memiliki warna bulu yang bervariasi antara coklat kemerahan, putih dan ada juga yang memiliki bulu berwarna hitam.

Kambing muara memiliki keunggulan mampu melahirkan anak 2-4 ekor dalam satu kali persalinan. Dan semuanya dapat hidup sampai besar meski tanpa susu tambahan dan pakan tambahan.

9. Kambing Kosta

Kambing kosta menurut beberapa sumber merupakan kambing hasil persilangan antara kambing kacang dengan kambing Khasmir (kambing impor). Kambing kosta banyak ditemukan di daerah Serang, dan Pandeglang, dan populasi kecil di wilayah Tangerang dan DKI Jakarta.

Ciri-ciri kambing kosta

  • Terdapat motif garis yang sejajar pada bagian kiri dan kanan muka
  • Terdapat bulu rewos pada bagian kaki belakang yamg mirip bulu rewos pada kambing PE
  • Kambing kosta sangat tepat dijadikan kambing pedaging karena tubuhnya berbentuk besar ke bagian belakang

10. Kambing Gembrong

Kambing gembrong sekilas merip dengan leak dari Bali. Dan memang kambing ini asalnya dari kawasan timur pulau Bali terutama di daerah Kabupaten Karangasem.

Mengenai asal-usul kambing ini belum bisa dipastikan. Namun diduga kambing gembrong merupakan kambing hasil persilangan antar kambing kashmir dengan kambing turki. Karena adanya kemiripan fisik kambing gembrong dengan kedua kambing tersebut.

Ciri ciri kambing gembrong

Kambing gembrong memiliki bulu panjang hingga mencapai 15-25 cm. Bahkan bulu pada bagian kepalanya bisa menutupi bagian telinga dan mukanya. sedangkan kambing Gembrong betina berbulu pendek berkisar 2-3 cm.

11. Kambing Boerawa

Kambing boerawa adalah kambing hasil persilangan antara kambing boer dengan kambing etawa. Sehingga kemudian diberi nama boerawa yaitu boer dan etawa.

Kambing boerawa banyak dikembangkan di daerah Lampung. Selain itu daerah lain yang juga mengembangkan kambing boerawa seperti Sumatera Utara dan Sulawesi selatan

Keunggulan kambing Boerawa:

  • Kambing boerawa selain sebagai kambing potong juga dapat menghasilkan
  • Ukuran tubuh kambing boerawa lebih besar dibanding kambing pedagibg lain.
  • Kambing boerawa dapat mencapai tinggi badan sampai 66cm dan panjang tubuhnya dapat mencapai 59cm
  • Prosentase karkas kambing boerawa cukup tinggi yaitu mencapai 45-48 % dari bobot tubuh kambing.
  • Kambing boerawa memiliki pertumbuhan yang cukup cepat sekitar 0,17 kg perhari

Baca: Contoh Gambar dan Desain Kandang Kambing Modern dan Sehat

12. Kambing Boerka

Kambing boerka adalah kambing hasil persilangan antara kambing boer dan kambing kacang. Tujuan dari persilangan kambing boer dan kambing kacang adalah untuk menghasilkan kambing pedaging yang mampu beradaptasi dengan iklim dan kondisi pakan di Indonesia.

Kelebihan Kambing Boerka

  • Kambing boerka memiliki bobot lebih tinggi hingga 42% dibanding kambing kacang.
  • Pada usia 12-18 bulan bobot kambing boerka dapat mencapai 26-36 Kg.
  • Kambing boerka memiliki daya tahan terhadap penyakit dan kualitas pakan yang rendah.
  • Karkas kambing boerka lebih tinggi dibanding kambing kacang.
  • Memiliki kualitas daging yang baik yakni daging agak lembab, bertekstur lembut dan kompak, dan memiliki lemak panggul yang tebal

13. Kambing Gibas

Kambing gibas adalah jenis kambing berikutnya yang masuk sebagai kambing potong. Kambing gibas memiliki keunggulan yaitu dagingnya lebih banyak dan harganya lebih murah. Sehingga kambing ini banyak diburu oleh para konsumen terutama saat musim qurban.

Ciri-ciri Kambing Gibas

  • Kambing gibas memiliki perawakan kecil dan pendek.
  • Warna bulunya beragam, ada yang hitam, putih, coklat dan polos putih atau polos hitam.
  • Bobot kambing gibas jantan dapat mencapai 30-40 kg. Sedangkan gibas betina dapat mencapai bobot 20-25 kg.
  • Kambing gibas memiliki ekor yang pendek dan tipis.

Demikian ulasan singkat tentang Jenis-jenis Kambing Pedaging Unggul Yang Banyak Dibudidayakan di Indonesia semoga dapat bermanfaat.

 

Artikel Menarik Lainnya

Usaha Penggemukan Kambing 3 bulan Langsung Panen!!! Ini Dia Syaratnya

Cara Lengkap Mengatasi Kambing Kembung Atau Masuk Angin

Kenali Jenis-jenis Penyakit Pada Kambing dan Pengobatannya

Penyebab Bulu Kambing Rontok, Cara Pencegahan dan Pengobatannya

Membuat Pakan Fermentasi Jerami Untuk Ternak Kambing Dengan SOC

Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Kambing

Langkah langkah Membuat Pakan Kambing Fermentasi Komplit Bernutrisi Tinggi

AMPUH Cara Mengobati Penyakit Gudik (Kudis) Pada Kambing Menggunakan Ekstrak Daun Gamal

Begini Cara Membuat Pupuk Organik Cair (Pupuk POC) Dari Urine Sapi/Kelinci/Kambing Tinggi Nutrisi

Cara Termudah Budidaya Azolla Microphylla Untuk Pakan Ternak dan Ikan Kaya Nutrisi

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *