Cara Lengkap Budidaya Ubi Jalar atau Ubi Ungu Agar Panen Melimpah

Posted on

bertaniorganik.com – Budidaya Ubi jalar – Ubi jalar (Ipomoea batatas L) atau ubi rambat merupakan jenis umbi-umbian yang hidup menjalar atau merambat pada permukaan tanah. Nama lain ubi jalar adalah ubi ungu, muntul dan mantang. Tanaman ini asalnya dari Amerika Selatan kemudian menyebar ke negaranegara tropis termasuk Indonesia

Ubi jalar biasanya digunakan untuk berbagai olahan makanan seperti dibuat keripik, kolak, digoreng bahkan dibuat es krim. Bahkan di beberapa daerah seperti Papua, ubi jalar dimanfaatkan sebagai bahan makan pokok seperti halnya nasi.

Langkah-langkah Budidaya Ubi Jalar

Tanaman ubi jalar merupakan tanaman yang tidak memerlukan perawatan atau perlakukan khusus. Nah jika anda ingin membudidayakan ubi jalar secara intensif simak langkah-langkahnya berikut ini:

Syarat Tumbuh Ubi Jalar

  • Daerah tropis seperti Indonesia merupakan daerah yang cocok untuk budidaya ubi jalar.
  • Ubi jalar membutuhkan intensitas matahari penuh atau sekitar 10-12 jam sehari dan curah hujan antara 700-1500 mm per tahun.
  • Sedangkan suhu ideal antara 20-28°C.
  • Ubi jalar dapat tumbuh ideal pada dataran rendah maupun tinggi sampi 1000 mdpl. Hanya saja pada dataran tinggi dengan iklim sejuk meskipun ubi jalar dapat tumbuh dengan baik masa panennya menjadi lebih lama.
  • Ubi jalar menyukai kondisi tanah lempung berpasir, gembur, dan kaya akan humus dengan PH ideal 5,5 – 7,0.

Persiapan Bibit Ubi Jalar

Sebelum menanam ubi jalar, sebaiknya persiapkan terlebih dahulu bibitnya. Di masyarakat terdapat beberapa varietas ubi jalar yang populer antara lain cilembu, ibaraki, lampeneng, georgia, borobudur, prambanan, mendut, dan kalasan. Selain itu, guna meningkatkan produktivitas budidaya ubi jalar Pemerintah sejak 1990 hingga 2001 juga telah melepas beberapa varietas unggul tahan terhadap hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis shaceloma batatas .

sumber: http://sulsel.litbang.pertanian.go.id

Untuk membudidayakan ubi jalar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara vegetatif atau stek dan generatif (umbi).

Cara vegetatif atau stek batang, umumnya dilakukan untuk budidaya skala luas. Untuk melakukan budidaya dengan stek batang caranya, pilih tanaman yang sudah berumur 2 bulan untuk dijadikan bibit stek. Potong batang tanaman sepanjang 15-25 cm atau terdapat mininimal 2 ruas batang dalam setiap potongan. Untuk mengurangi penguapan, papas sebagian daun-daunnya. Kemudian batang yang telah dipotong diikat dan biarkan selama satu minggu di tempat teduh. Perbanyakan dengan cara stek sebaiknya dibatasi 4-5 generasi saja. Sebab jika dilakukan secara terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman.

Cara generatif atau umbi. Cara perbanyak secara generatif atau dengan umbi biasanya dilakukan untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas atau untuk mengembalikan sifat-sifat unggul indukan. Cara perbanyak dengan umbi dilakukan dengan cara memilih umbi yang baik dan sehat. Kemudian biarkan umbi ditempat yang lembab dan teduh hingga keluar tunasnya. Setelah tunas keluar dari umbi kemudian tunas dipotong dan siap untuk ditanam.

Untuk menumbuhkan tunas secara cepat dan banyak, ada cara lain yang bisa anda coba. Caranya:

  • Ambil umbi yang bagus dan sehat kemudian potong sebagian.
  • Persiapkan bak atau gelas air mineral yang berisi air
  • Tusuk umbi yang telah dipotong tadi menggunakan bambu yang telah diserut kecil.
  • Rendam setengah dari umbi tadi ke dalam air dan setengah lagi berada di permukaan. Biarkan sampai tunas tumbuh.
  • Setelah muncul tunas, pindahkan ketempat lembab sampai daun tunas terlihat segar dan tumbuh lebih banyak akar.
  • Selanjutnya tunas siap menjadi bibit unggulan.

Pengolahan Lahan dan Pemberian Pupuk Dasar

Setelah kita mendapat bibit ubi jalar, langkah berikutnya adalah melakukan pengolahan lahan.

  • Lakukan pegolahan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul supaya gembur.
  • Kemudian buat bedengan dengan tinggi bedengan sekitar 30 cm, lebar 45-50 cm dan jarak tiap bedengan 50 cm. Sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Taburkan dolomit di atas bedengan jika PH tanah kurang dari 5,5

Ubi jalar merupakan tanaman yang dapat tumbuh pada berbagai kondisi lahan dan tidak rakus terhadap nutrisi atau tidak membutuhkan banyak pupuk. Terutama pada lahan sawah bekas tanaman padi atau lahan bekas tanaman palawija seperti bekas tanaman cabe, tomat, semangka dll. Pemberian pupuk pada kondisi tanah tersebut justru dapat mengurangi produksi ubi jalar, sebab tanaman akan tumbuh terlalu subur dan tidak mampu membentuk umbi. Pemberian pupuk hanya dilakukan jika kondisi lahan kurang subur atau tandus. Dan pupuk yang digunakan hanya berupa pupuk kandang.

Penanaman Ubi Jalar

Tahap berikutnya adalah menanam bibit ubi jalar di atas bedengan. Anda dapat menanam dengan satu atau dua baris di tiap bedengan. Jika menanam satu baris tiap bedengan, bibit ditanam di tengah bedengan dengan jarak 30 cm antar tanaman dan setiap satu lubang satu batang stek. Jika menanam dengan dua baris, tanam bibit pada pinggir bedengan dengan jarak antar baris sekitar 40 cm. Penanaman sebaiknya dilakukan pada saat tanah dalam kondisi basah atau setelah hujan agar tanaman cepat tumbuh dan mengurangi kematian.

Perawatan Tanaman Ubi Jalar

Tanaman ubi jalar merupakan tanaman yang tahan terhadap kekeringan. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus-menerus. Penyiraman hanya dilakukan jika kondisi tanah benar-benar kering atau tidak turun hujan dalam waktu 3 minggu terakhir.

Setelah 2 minggu dari waktu tanam lakukan penyulaman segera jika ditemukan tanaman yang mati atau tumbuh tidak baik.

Setelah 4 minggu dari masa tanam lakukan penertiban akar tanaman. Tujuannya agar tanaman mampu menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas baik. Caranya dengan menarik batang tanaman agar akar yang tumbuh pada ruas-ruas batang tidak mebesar menjadi umbi. Cara ini disebut juga dengan proses membalik tanaman, karena batang yang kita tarik tadi kemudian kita balik atau kita letakkan saja pada pangkal batang.

Lakukan penyiangan di sekitar tanaman agar tidak ada rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman serta mengundang hama dan penyakit.

Pemanenan Ubi Jalar

Pemanenan ubi jalar dilakukan setelah tanaman berumur 3 – 4 bulan dari masa tanam.

Lakukan pemanenan dengan cara mencabut batang tanaman atau mencangkul pada bagian pinggir bedengan dengan hati-hati agar tidak mengenai umbi.

Demikian artikel tentang cara budidaya ubi jalar agar panen berlimpah semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *