Panduan Lengkap Budidaya Ikan Sidat, Komoditas Ekspor Berharga Fantastis

Posted on

Potensi Bisnis Budidaya Ikan Sidat

bertaniorganik.com – Budidaya Sidat – Sahabat bertaniorganik, pada artikel kali kita akan mengulas tentang budidaya sidat. Sidat atau ikan sidat (Anguilla spp) merupakan salah satu jenis hewan air yang masih berkeluarga dengan belut. Bedanya, sidat hidup di air bukan di lumpur. Selain itu, sidat memiliki sirip di dekat kepalanya. Sehingga jika dilihat sekilas sidat seperti memiliki sepasang telinga di kepalanya.

Di beberapa daerah, sidat memiliki nama yang berbeda-beda seperti pelus (Jawa), lumbon, mosa, larak, lobang, denong, mengaling, lara, gatedeng, luncah dan sigili.

Budidaya sidat saat ini merupakan primadona baru dalam dunia perikanan. Karena harganya yang fantastis dan merupakan komoditi ekspor. Beberapa negara yang banyak mengimpor sidat adalah Amerika, Kanada, Jerman dan yang terbesar Jepang.

Menurut Donny Nobri Dwiyanto, peternak ikan di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung yang dikutip dari detik.com, Jepang merupakan pangsa ekspor terbesar ikan sidat. Menurutnya, permintaan Jepang saja mencapai 500 kg perminggu dan itupun belum bisa terpenuhi. Belum permintaan dari Negara-negara lain.

Perhatikan Hal Berikut Ini Sebelum Budidaya Ikan Sidat

Budidaya ikan sidat pada dasarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan budidaya ikan jenis lain. Hanya saja, ikan sidat merupakan jenis ikan yang kurang menyukai banyak cahaya. Sidat akan berenang bersembunyi  ke dasar kolam saat matahari sedang terik. Nah, sebelum anda memutuskan untuk melakukan budidaya sidat ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut ini agar sidat yang anda budidayakan dapat berkembang dengan baik dan mencapai harapan yang diinginkan.

  • Suhu Pada Kolam

Kondisi suhu kolam perlu menjadi perhatian peternak, karena berpengaruh terhadap tingkat kematian sidat. Keadaan suhu yang tidak stabil akan membuat sidat kehilangan nafsu makan dan mudah untuk terserang penyakit. Salah satu ciri dari suhu kolam yang tidak stabil adalah ikan sidat bergerombol pada salah satu sisi kolam. Suhu yang ideal untuk budidaya sidat adalah antara 28°C-30°C.

Untuk menjaga kestabilan suhu kolam, anda dapat memilih lokasi budidaya yang sedikit teduh. Selain itu, anda dapat memberikan eceng gondok pada kolam dan memberikan sekam padi sebagai alas kolam. Eceng gondok berperan dalam menetralkan suhu kolam saat panas menyengat. Sedangkan sekam padi berperan sebagai isolator saat suhu sedang dingin.

  • Tingkat PH Pada Air

Selain suhu, hal berikutnya yang perlu menjadi perhatian adalah PH air. PH air yang ideal untuk budidaya ikan sidat antara 7°C-8°C. Untuk mengukur PH air anda dapat menggunakan kertas lakmus. Caranya masukkan kertas lakmus kemudian diamkan beberapa saat hingga kertas lakmus berubah warna. Jika kertas berubah menjadi merah artinya kadar PH air terlalu asam (acid). Jika kertas berubah menjadi hijau artinya kadar Ph air terlalu basa (alkali). Sedangkan jika kertas menunjukkan warna kuning artinya kadar PH air dalam kondisi netral dan baik untuk pertumbuhan ikan sidat.

  • Kandungan Oksigen

Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan sidat adalah kandungan oksigen dalam air. Dalam budidaya ikan sidat kebutuhan oksigen dberkisar 1-2,5 ppm.

Kandungan oksigen dalam air sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ikan sidat. Kekurangan kandungan oksigen dalam air akan menyebabkan kolam mengeluarkan bau yang tak sedap. Selain itu, kandungan aoksigen yang kurang akan mengganggu proses penyerapan makanan oleh ikan sidat. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kandungan oksigen dalam air diantaranya suhu, tekanan air, dan kemurnian air.

Untuk menjaga kandungan oksigen, maka kolam budidaya harus dilengkapi dengan aerator.

  • Kebutuhan Nutrisi

Dalam budidaya ikan sidat, kebutuhan akan nutrisi menempati porsi yang paling besar antara 50-70%. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal, kebutuhan akan nutrisi harus benar-benar diperhatikan. Kebutuhan nutrisi untuk ikan sidat meliputi lemak, karbohidrat, protein, mineral, dan juga vitamin.

Cara Budidaya Ikan Sidat

Budidaya sidat pada dasarnya tidak terlalu sulit. Ada 3 tahapan dalam budiaya sidat yang meliputi tahap pendederan 1, tahap pendederan 2, dan tahap pembesaran. Pembagian tahapan tahapan tersebut dimaksudkan untuk memudahkan anda dalam mempercepat pertumbuhan ikan sidat yang anda budidayakan.

Tahap Pendederan 1 atau Penebaran Benih

Tahap pendederan 1 merupakan tahap penebaran benih atau sering disebut juga dengan tahap pengenalan. Pada tahap ini benih sidat (glass ell) dikenalkan dengan lingkungan yang baru sehingga mudah beradaptasi pada kolam baru serta dapat mengonsumsi pakan buatan atau pakan yang homogen. Selain itu, pada tahap pendederan 1 bertujuan agar benih atau glass ell dapat dibesarkan sampai berukuran elver atau siap dipindahkan ke tahap pendederan ke 2.

Dalam budidaya sidat ada dua jenis benih sidat yang dapat anda budidayakan yaitu jenis A.bicolor yang dapat anda temukan pada pantai selatan pulau Jawa dan jenis A.marmorata yang dapat anda temukan pada daerah Poso, Sulawesi Tengah dan daerah Tatelu, Sulawesi Utara.

Ukuran glass ell yang dapat anda tebar adalah yang berukuran 0,17 gram dengan volume 6 ekor untuk setiap liter air.

Untuk menekan tingkat stress benih sidat akibat tranportasi sebaiknya anda memindahkan ikan sidat dengan cepat setelah benih sampai pada lokasi pemeliharaan. Namun, sebelum anda melepaskan benih ke kolam sebaiknya anda melakukan proses adapatasi terlebih dahulu. Tujuannya agar benih sidat tidak stress dengan lingkungan yang baru

  • Siapkan kolam khusus yang berisi air payau. Air payau dapat anda buat sendiri dengan mengisi kolam dengan air tawar yang diberi garam tanpa yodium.
  • Letakkan plastik berisi benih ikan sidat agar mengapung di atas kolam selama beberapa menit. Setelah proses tersebut selesai anda bisa membuka plastik dan menebar benihnya.

Proses adapatasi glass ell terhadap lingkungan barunya biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Selama proses adaptasi anda dapat memberinya makan berupa cacing sutera.

Tahap pendederan 2

Setelah benih ikan sidat selesai beradaptasi terhadap lingkungan barunya, kini saatnya memasuki tahap pendederan 2, yaitu memindahkan benih ikan sidat ke kolam air tawar. Pada tahap ini benih sidat di pelihara hingga sidat berukuran fingerling atau sekitar 10 gram per ekor.

Tahap Pembesaran

Setelah benih sidat terbiasa hidup di air tawar dan sudah mencapai ukuran sekitar 10 gram per ekor selanjutnya sidat dipindah ke kolam pembesaran. Pada tahap pembesaran ini sidat dibudidayakan hingga mencapai ukuran sekitar 20 kali lipat dari ukuran fingerling atau sekitar 200 gram per ekor atau lebih.

Selama proses pembesaran, agar sidat cepat tumbuh besar anda dapat memberi pakan berupa pelet dan pakan campuran ditambah vitamin C dan CMC. Pakan campuran dapat berupa tepung udang atau ikan, psp, dan indofeed dengan perbandingan 10 % : 45 % : 45 %. Selain itu, selama proses pembesaran volume pergantian air juga harus anda perhatikan. Lakukan pergantian air minimal  300% per hari.

Pakan sebaiknya diberikan pada pukul 10.00 pagi sebanyak 40 % dan malam hari sekitar pukul 20.00 sebanyak 60 %.

Panen Ikan Sidat

Ikan sidat siap dipanen jika sudah mencapai ukuran minimal 200 gram per ekor atau membutuhkan waktu budidaya sekitar 8-1,5 tahun.

Untuk memudahkan memanen ikan sidat, sehari sebelum dipanen sebaiknya ikan sidat dipuasakan. Ikan sidat baru diberi makan saat hendak dipanen. Saat sidat berebut makanan, anda dapat dengan mudah menagkapnya dengan jaring.

Demikian ulasan singkat Cara Budidaya Ikan Sidat semoga bermanfaat.

**Artikel dan Gambar diolah dari berbagai sumber dengan pengubahan seperlunya.

Baca Juga

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *