Cara Lengkap Budidaya Buncis Yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat

Posted on

bertaniorganik.com – cara budidaya buncis – Buncis atau kacang buncis (Phaseolus vulgaris) merupakan tanaman sayuran buah semusim dari golongan polong-polongan atau leguminosa yang dimanfaatkan buah, biji dan daunnya sebagai bahan sayuran.

Di Indonesia ada 2 tipe buncis, yaitu tipe merambat dan tipe tegak. Tanaman buncis tipe tegak memiliki batang pendek mirip kacang hijau atau kacang kedelai dengan tinggi hanya berkisar 60-70 cm dan tidak memerlukan lanjaran. Sementara kacang buncis tipe merambat, batangnya dapat mencapai panjang hingga 3 m dan memerlukan ajir atau lanjaran sebagai tempat merambat batang tanaman.

Baca: Cara Budidaya Kacang Tanah Agar Berbuah Banyak

Syarat Tumbuh Tanaman Buncis

  • Tanaman buncis dapat tumbuh hampir di semua dataran, baik dataran rendah, menengah maupun tinggi sesuai jenis varietasnya.
  • Buncis juga dapat tumbuh subur pada semua jenis tanah, baik tanah lempung, tanah liat berpasir, maupun jenis tanah lainnya dengan syarat tanah banyak mengandung unsur hara.
  • Kacang buncis membutuhkan pecahayaan matahari penuh sepanjang hari dengan suhu optimal antara 20-25ºC
  • Kacang buncis dapat ditanam pada musim kering dan musim hujan, dengan pengairan cukup namun kurang menyukai tanah yang terlalu becek.
  • PH ideal tanah untuk kacang buncis antara 5,0-6,5

Baca: TIPS Cara Menanam Kacang Panjang Agar Hasil Panen Maksimal

Langkah-langkah Penanaman Buncis

Persiapan Lahan

  • Lakukan pengolahan lahan dengan cara dicangkul atau dibajak.
  • Selanjutnya buat bedengan dengan ukuran lebar 80-100 cm, tinggi sekitar 10-30 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan.
  • Untuk menjaga PH tanah, taburkan dolomit atau kapur petanian di atas bedengan
  • Setelah pengolahan lahan selesai dilakukan, selanjutnya lakukan pemberian pupuk dasar agar tanaman dapat tumbuh subur.
  • Pupuk dasar berupa pupuk kandang, ditambah pupuk TSP, KCL, dan ZA dengan dosis:
    • Pupuk kandang: 15-25 karung / 1000 lubang tanam
    • TSP: 20 kg
    • KCL: 10 kg
    • ZA: 10 kg
  • Taburkan pupuk secara merata diatas bedengan kemudian aduk-aduk hingga rata

Baca: Cara Menanam Kacang Hijau Dengan Mudah

Seleksi Benih

Buncis merupakan tanaman sayuran semusim yang perbanykannya dilakukan menggunakan biji. Agar mendapat biji buncis yang berkualitas, sebaiknya anda menggunakan biji yang siap tanam yang dapat anda beli di toko pertanian.

Namun, anda juga dapat membuat biji sendiri yang diperoleh dari penananaman sebelumnya.

  • Pilihlah biji yang sehat dari buah paling lebat diantara tanaman lainnya
  • Biarkan buncis sampai tua dan mengering dipohon
  • Calon benih kemudian dipetik dan dijemur hingga kering
  • Lakukan seleksi benih dengan membuang benih yang kurang baik, kecil, kempes atau kopong

Jika anda menggunakan benih siap tanam yang dibeli di toko, berikut ini contoh benih berkualitas tergantung jenis buncis: benih buncis tipe tegak/perdu (Gipsy, Rancak, dll), benih buncis tipe merambat (Lebat-3, Perkasa, Inti-2, Utama, dll).

Pemasangan Ajir

  • Pemasangan ajir atau lanjaran dilakukan jika anda menanam buncis jenis merambat.
  • Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan sebelum penanaman , sebab buncis merupakan tanaman sayuran semusim yang memiliki pertumbuhan cepat
  • Lanjaran dapat dibuat dari bambu atau kayu
  • Pasang lanjaran 1 lubang dengan 1 lanjaran

Baca: [Tips Praktis] Cara Menanam Kangkung Darat 25 hari Panen

Penanaman Buncis

  • Sebelum benih ditanam, sebaiknya benih diberi perlakuan insektisida terlebih dahulu untuk mencegah serangan hama yang dapat merusak benih yang ada di dalam tanah.
  • Campur benih dengan insektisida secukupnya, misal lannate atau metindo.
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman kira-kira 2 cm dengan cara ditugal dengan jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 60 cm (jika ditanam pada musim kemarau) dan 60×70 atau 70×70 jika ditanam pada musim hujan.
  • Isi setiap lubang tanam dengan 2 biji benih kemudian jika telah selesai, tutup biji pada lubang dengan tanah tipis
  • Jika lahan dalam kondisi kering, lakukan penyiraman setelah benih ditanam. Pada hari ke 3-5 benih akan mulai berkecambah.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Buncis

Penyulaman

  • Setelah 7 hari penanaman, biasanya benih sudah mulai tumbuh serempak.
  • Lakukan penyulaman atau penggantian tanaman segera jika ditemukan benih yang tumbuh tidak sempurna, kerdil, atau mati.
  • Penyulaman dilakukan maksimal sampai pada hari ke 15 dari waktu tanam

Penyiraman

  • Penyiraman buncis dilakukan sesuai kondisi dan cuaca
  • Lakukan penyiraman jika lahan dalam keadaan kering, namun penaman dalam musim hujan penyiraman tidak perlu dilakukan

Pemupukan Susulan

  • Pemupukan susulan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berbuah lebat.
  • Pemupukan dilakukan pada usia 2-3 minggu dari masa tanam.
  • Pupuk yang diberikan berupa NPK 16 atau kombinasi dari TSP, KCL dan ZA
  • Pemupukan dilakukan dengan dikocor atau ditabur di sekeliling batang dengan jarak 15cm dari pangkal batang.
  • Pemberian pupuk susulan juga dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat kesuburan tanaman. Jika daun tanaman terlihat hijau dan subur, sebaiknya kurangi dosis pupuk Nitrogen (N)
  • Saat tanaman memasuki msa generatif atau mulai muncul bunga, pupuk yang digunakan adalah yang pupuk yang tinggi kandungan P dan K

Baca: Tutorial Lengkap Cara Menanam Tomat Yang Baik Agar Cepat Berbuah

Pemangkasan Daun Buncis

Pemangkasan dilakukan jika tanaman buncis tumbuh terlalu subur dan lebat. Tujuannya agar nutrisi dapat diserap secara maksimal dalam pembentukan bunga dan buah, sehingga buncis dapat berbuah dengan lebat.
Pangkas tunas bagian bawah, danu bawah, daun-daun tua dan daun yang terserang penyakit.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering ditemui pada tanaman buncis antara lain ; ulat grayak, ulat daun, ulat buah, ulat bunga, kumbang perusak daun, lalat kacang, penggerek polong, kutu daun dan lalat buah. Pengendaliannya bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang sesuai secara rutin.

Penyakit yang sering ditemui pada tanaman buncis antara lain embun tepung, penyakit mosaik, penyakit layu bakteri dan penyakit layu fusarium. Penyakit tersebut bisa disebabkan oleh cendawan/jamur, bakteri atau virus. Pengendalian bisa dilakukan secara teknis dan penyemprotan fungisida atau bakterisida yang sesuai.

Pengendalian dengan kultur teknis yaitu mencabut dan memusnahkan tanaman buncis yang terserang penyakit.

Panen Buncis

  • Pada usia 25 – 30 hari setelah tanam, tanaman buncis sudah mulai berbunga.
  • Dan kacang buncis sudah bisa dipanen pada usia 45 atau 50 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan.
  • Buah buncis siap panen adalah buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlelu tua.
  • Pemanenan buncis bisa dilakukan setiap 2 hari sekali, dan bisa dipanen setiap hari jika budidaya dilakukan dalam skala besar. Apalagi jika budidaya dimusim penghujan, buah buncis lebih cepat besar. Dalam satu musim tanam, buncis bisa dipanen 20 hingga 25 kali, tergantung kondisi tanaman dan teknik perawatannya. Budidaya buncis pada musim kemarau biasanya tanaman lebih cepat menua dan masa panen lebih pendek.

Demikian Cara Lengkap Budidaya Buncis Yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *