Panduan Lengkap Menanam Terong Dengan Benar Agar Berbuah Lebat

Tanaman Terong

bertaniorganik.com Budidaya terong merupakan salah satu jenis budidaya tanaman sayuran yang memiliki prospek cerah. Selain harganya yang cenderung stabil, produktifitasnya juga cukup tinggi, karena terong mampu berproduksi hingga 2 tahun.

Ada beberapa jenis terong yang sering dibudidayakan di Indonesia seperti terong manggis, terong lalap, terong hijau, terong pondoh, terong ungu dan lain-lain. Dilihat dari bentuknya juga beragam ada yang berbentuk bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan ujung lancip.

Terong merupakan jenis sayuran yang masih berkerabat dengan cabe, tomat, kentang dan cepokak. Sehingga dalam budidaya, hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman-tanaman tersebut juga dapat menyerang tanaman terong. Oleh karena itu, dalam melakukan rotasi atau pergantian tanaman, hindarilah dengan melakukan rotasi dengan tanaman-tanaman tersebut.

Baca: Cara Menanam Cabe Rawit Di Polybag atau Pot Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah Lebat

Cara Budidaya Terong

Untuk melakukan budidaya terong agar dapat tumbuh maksimal dan berbuah lebat perhatikan langkah-langkah berikut:

Penyemaian Benih terong

  • Sebelum terong ditanam dilahan, benih terong harus disemaikan terlebih dahulu. Penyemaian dapat dilakukan dengan menaburkan biji terong di atas bedengan semai. Bisa juga disemai menggunakan polybag atau menggunakan pot tray semai.
  • Rendam benih terlebih dahulu sebelum disemai menggunakan air hangat kuku selama ± 5-6 jam. Kemudian benih ditiriskan dan disemai.
  • Untuk menghindarkan sengatan matahari atau air hujan langsung, buat sungkup yang dapat dibuka tutup di atas semaian.

  • Jangan lupa untuk melakukan penyiraman benih secara rutin.

Baca: Cara Menanam Kentang Agar Berumbi Besar dan Banyak

Persiapan Lahan Budidaya Terong

  • Bersihkan lahan dari gulma, kemudian lahan dibajak agar gembur.
  • Buat bedengan pada lahan dengan ukuran lebar 90-100 cm, dan tinggi 20-25 cm dan jarak antar bedengan 40 cm. Sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Untuk menjaga PH tanah, taburkan pupuk dolomit di atas bedengan dengan dosis 1-2 ton/H. Kemudian diamkan selama 10 hari.
  • Selanjutnya taburkan pupuk kompos atau pupuk kandang di atas bedengan dengan dosis 15 ton/H. Anda juga dapat menambahkan pupuk majemuk NPK atau pupuk campuran berupa TSP, KCL, dan ZA dengan perbandingan 2:1:1 dengan dosis 0,5 ons per tanaman.
  • Setelah pemberian pupuk dasar, selanjutnya melakukan pemasangan mulsa plastik hitam perak. Pasang mulsa dengan posisi warna perak berada di atas.

  • Buat lubang tanam menggunakan kaleng susu yang dipanaskan. Buat lubang tanam dengan jarak 70 x 60 cm jika tanam pada musim kemarau dan 80 x 60 cm jika tanam pada musim hujan.

Baca: TIPS Cara Menanam Kacang Panjang Agar Hasil Panen Maksimal

Cara Menanam Bibit Terung

  • Bibit terong sudah dapat ditanam pada usia 25-30 hari setelah semai.
  • Lakukan penanaman pada sore hari agar bibit tidak layu terkena terik matahari.
  • Pilihlah bibit terong yang sehat dan bagus dengan ciri memiliki batang yang kuat dan daun berwarna hijau segar.
  • Sebelum bibit ditanam, kepal-kepal plastik polybag agar tanah dalam polybag menjadi agak padat sehingga ketika plastik polybag dibuka tanah tidak rusak.
  • Buka plastik polybag perlahan-lahan kemudian tanam bibit pada lubang yang sudah disiapkan, satu lubang satu bibit.

Pemeliharaan Tanaman Terong

  • Lakukan penyulaman segera jika ditemukan tanaman yang mati, kerdil, atau dimakan hama. Penyulaman dilakukan hingga tanaman mencapai usia 15 HST (hari setelah tanam).
  • Penyiangan juga perlu dilakukan jika terdapat gulma atau rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga tanaman agar tidak kekeringan (tergantung cuaca).
  • Untuk menjaga agar tanaman terong tidak roboh lakukan pemasangan ajir. Ajir dipasang setelah penanaman selesai dengan jarak ±5cm dari pangkal batang agar tidak merusak perakaran. Kemudian tanaman diikat pada ajir menggunakan tali rafia.
  • Lakukan pemupukan susulan agar tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat. Pemupukan dapat ditaburkan atau dikocorkan jika menanam terong menggunakan mulsa.
  • Pemupukan susulan pertama dilakukan pada usia 10 HST (hari setelah tanam). Selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 1 minggu sekali. Pemupukan susulan menggunakan NPK, TSP, KCL, ZA atau KNO3 disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Hama dan Penyakit Tanaman Terong

Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman terong diantaranya:

  • Bekicot, hama ini sering memakan batang sampai daun tanaman muda yang baru ditanam.
  • Ulat grayak, hama ini biasanya bergerombol dan menyerang daun hingga tangkai muda.
  • Penggerek daun/oteng-oteng/kepik, biasanya memakan daun muda hingga menyebabkan daun berlubang-lubang.
  • Lalat buah, lalat ini akan bertelur pada buah terong dan akan menetas hingga menjadi larva. Larva tersebut kemudian akan memakan buah terong yang menyebabkan buah terong menjadi berlubang dan busuk.
  • Ulat tanah, ulat ini menyerang daun, batang, hingga buah tanaman pada malam hari
  • Kutu kebul, hama ini berwarna putih dan sering bersembunyi dibalik daun. kutu kebul menyebabkan daun mengkerut dan kerdil.
  • Kutu daun (Aphids), hama ini menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun muda hingga menyebabkan daun menjadi keriting.
  • Busuk buah. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytoptora sp. Serangan penyakit ini ditandai dengan daging buah yang membusuk dan terlepas pada kelopak buah.
  • Layu Fusarium, merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum yang menyebabkan tanaman menjadi layu kemudian kering dan mati. Penyakit ini tergolong penyakit yang sulit dikendalikan dan dapat menyerang hampir segala jenis tanaman.
  • Layu bakteri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Tanaman yang terserang penyakit ini tiba-tiba layu dan mati.
  • Antraksona. penyakit ini disebabkan oleh virus Gloeosporium melongena Ell. Tanaman yang terserang penyakit ini ditandai dengan adanya bercak berwara coklat pada buah yang menyebabkan buah menjadi rontok.
  • Bercak daun. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Cercospora sp, Altenaria solani dan Botrytis cinerea.
  • Busuk Pangkal Batang / Leher Akar. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii.
  • Busuk Daun / Lodoh. Penyakit ini diakibatkan oleh Pseudoperonospora cubensis berk yang menyebabkan daun berwarna hitam dan membusuk.

Panen Buah Terong

  • Terong dapat dipanen pada usia 70-80 HST.
  • Pemanenan dilakukan setiap 3 hari sekali dengan memilih buah yang cukup umur, tidak terlalu tua atau terlalu muda.
  • Petik buah beserta tangkainya dengan menggunakan pisau atau gunting.

Demikian Panduan Lengkap Menanam Terong Agar Sukses Berbuah Lebat semoga bermanfaat. Jangan lupa dishare untuk kemajuan pertanian Indonesia.

Artikel Menarik Lain: