Cara Menanam Kentang Agar Berumbi Besar dan Banyak

Posted on

Cara Budidaya Kentang

bertaniorganik.com Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sayuran perdu dari keluarga Solanaceae atau umbi umbian. Tanaman ini merupakan jenis tanaman semusim yang berkembang biak secara vegetatif dengan umbi.

Tanaman kentang merupakan tanaman yang sangat ideal ditanam pada dataran tinggi dengan iklim dingin. Jika ditanam di dataran rendah dengan suhu udara tinggi, besar kemungkinan kentang tidak dapat membentuk umbi dengan normal.

Syarat Tumbuh Tanaman Kentang

  • Kentang sangat ideal ditanam pada dataran tinggi dengan ketinggian 1000-2000 mdpl.
  • Tanaman kentang membutuhkan kelembaban udara tinggi antara 80%-90%. DanĀ  curah hujan antara 1000-1500 mm pertahun.
  • Kondisi tanah yang disukai tanaman kentang adalah jenis tanah vulkanis dengan sedikit pasir, gembur dan kaya akan unsur hara.
  • PH tanah normal 5-6,5.
  • Dan suhu tanah antara 15-20C

Pengolahan Lahan Tanam Kentang

  • Lakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul dan diamkan selama 2-3 hari.
  • Setelah itu tanah digaru agar tanah menjadi gembur dan halus kemudian diamkan selama 7 hari.
  • Buat bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm, lebar 70 cm dan panjang bedengan menyesuaikan dengan kondisi lahan.

  • Usahan bedengan dibuat dengan menghadap timur-barat agar nantinya tanaman dapat mendapat pasokan sinar matahari yang optimal.
  • Buat jarak antar bedengan sekitar 40 cm. Jarak antar bedengan nanti juga berfungsi sebagai saluran irigasi agar tidak terjadi genangan air saat terjadi hujan. Karena kentang termasuk tanaman yang sensitif, tidak tahan terhadap kondisi tanah yang terlalu basah maupun terlalu kering.
  • Selanjutnya taburkan pupuk dasar di atas bedengan berupa pupuk kompos atau pupuk kandang dengan dosis 20-30 ton per hektar. Bisa juga ditambahkan pupuk NPK 300-350 kg per hektar.
  • Aduk-aduk dengan cangkul agar pupuk dapat meresap di dalam tanah.

Persiapan Bibit Kentang

Agar mendapatkan hasil panen yang maksimal bibit kentang yang digunakan haruslah bibit unggul. Bibit kentang tidak berbentuk biji namun berbentuk umbi.

Berikut ini syarat memilih bibit kentang yang bagus:

  • Umbi kentang harus sehat, bebas penyakit dan dipanen pada usia yang cukup.
  • Umbi yang bagus memiliki berat antara 30-50 gram per buah.
  • Umbi yang dijadikan bibit telah disimpan selama kurang lebih 3 bulan. Tujuan dari penyimpanan ini adalah untuk mengetahui apakan umbi dapat bertunas atau tidak.
  • Bibit yang akan ditanam adalah bibit yang telah tumbuh tunas dengan panjang tunas kurang lebih 2 cm dan jumlah tunas 3-5 tunas per umbi.

  • Jika terdapat tunas yang panjangnya lebih dari 2 cm lakukan pemangkasan karena tunas yang terlalu panjang kurang bagus jika ditanam.
  • Setelah bibit kentang didapatkan segera lakukan penanaman pada lahan dengan cara membuat lubang tanam dengan jarak antar lubang antar 20-25 cm.

Pemeliharaan Tanaman Kentang

Agar tanaman kentang dapat tumbuh dengan maksimal maka perawatan tanamanĀ  harus dilakukan secara intenif. Perawatan tanaman kentang meliputi:

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi tanah dan cuaca. Lakukan penyiraman apabila keadaan tanah sudah terlalu kering dan usahakan penyiraman jangan sampai terlalu basah apalagi sampai tergenang.

  • Penyiangan

Setelah kentang berusia 1 bulan lakukan penyiangan kentang bersamaan dengan perbaikan guludan.

Penyiangan dan perbaikan guludan dilakukan kembali setelah tanaman berusia 2 bulan. Setelah tanaman kentang rimbun, sudah tidak perlu dilakukan penyiangan.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam budidaya tanaman apapun pengendalian hama dan penyakit merupakan hal mutlak yang harus dilakukan, tidak terkecuali tanaman kentang. Karena kondisi kesehatan tanaman sangat berpengaruh terhadap produktifitas tanaman kentang.

Lakukan penyemprotan fungisida dan insektisida sejak tanaman berumur 10 hari. Dengan interval penyemprotan 2 kali seminggu tergantung pada gejala kerusakan yang timbul.

Beberapa hma dan penyakit yang sering menyerang tanaman kentang diantaranya

  • Busuk daun (Phytophthora infestans)
  • Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)
  • Bercak lunak (Altenaria Solani)
  • Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)
  • Virus gulung daun (PLRV)
  • Root knot nematodes (Meloidogyne Spp.)
  • Ulat gulung (Phthorimae Operculella)
  • Pekung (Rhizoctonia Solani)
  • Virus (Virus X, Virus Y, Virus S)
  • Oteng-oteng (Epilachna Puntata)
  • Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)
  • Kutu daun hijau (Myzus Persicae dan Aphis Nasturtii)
  • Orong-orong (Cryllotalpa Sp.)

Baca: Panduan Lengkap BUDIDAYA WORTEL Yang Benar bagi Pemula

Pemanenan Kentang

  • Pemanenan kentang biasanya dilakukan pada usia 80-120 hari tergantung dari jenis varietas, tinggi lahan dan musim.
  • Lakukan pemanenan pada usia yang tepat yaitu tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
  • Jika pemanenan dilakukan saat umbi belum cukup umur, dapat menyebabkan kualitas umbi yang rendah karena pembentukan karbohidrat dalam umbi belum maksimal. Sedangkan jika terlalu tua dapat beresiko kerusakan umbi tinggi sehingga menurunkan kualitas umbi.
  • Untuk mengecek apakah umbi kentang siap panen, umbi dapat digali secara acak untuk meilhat tingkat kematangannya. Atau dapat dilakukan dengan memperhatikan bentuk dan warna daun. Tanaman kentang yang siap panen warna hijau daunnya mulai pudar dan terlihat kering.
  • Lakukan pemanenan menggunakan garpu dengan hati hati agar tidak melukai umbi. Jika tanah gembur pemanenan dapat dilakukan dengan mengeruk menggunakan tangan.

  • Setelah pemanenan selesai dilakukan, biarkan sesaat agar tanah yang menempel pada umbi kering dan mudah dibersihkan.
  • Setelah lapisan tanah dibersihkan masukkan kentang ke dalam karung untuk memudahkan pengangkutan.

Demikian Cara Menanam Kentang Agar Berumbi Besar dan Banyak semoga dapat bermanfaat. Silakan di share.

Artikel Menarik Lain

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *