Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang

Posted on

bertaniorganik.com Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang Penyakit Layu Fusarium merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat menyerang hampir semua jenis tanaman. Baik tanaman liar, tanaman sayuran, perkebunan, tanaman hias maupun tanaman buah.

sumber: mitalom.com

Penyakit Layu Fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxyphorum yang memiliki banyak sekali tanaman inang sementara seperti rumput teki, bayam-bayaman (Amaranthus spp), rumput paspalum fasciculatum (rumput pahit), Panicum purpurascens (lambuyangan), Ixophorus unisetus, dan Commelia diffusa (tali said/kandang).

Penyakit layu fusarium merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi tanaman pisang. Sebab jika tanaman pisang sudah terinfeksi pengendaliannya sangat sulit. Layu fusarium mudah berpindah dan menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain dengan sangat cepat. Serta mampu bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga dalam waktu singkat dapat menghabiskan seluruh tanaman dalam satu areal lahan.

Baca: Mengenal Jamur Trichoderma dan Perannya Dalam Dunia Pertanian

Penyebaran jamur fusarium dapat melalui air, manusia dan melalui bagian tanaman yang terinfeksi.

Gejala Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang

  • Daun

Tanaman pisang yang terinfeksi layu fusarium, pada daun tuanya akan muncul wana kuning kehijauan, yang dimulai dari pinggir daun. Penguniangan kemudian akan berlanjut pada daun yang lebih muda. dan yang terakhir adalah daun muda yang baru membuka.

  • Batang semu

Batang semu akan terlihat pecah membujur beberapa cm di atas tanah. Jika layu fusarium menginfeksi tanaman muda atau anakan, maka anakan menjadi kerdil, daun menyempit, batang semu pecah dan mengembang ke atas

  • Tangkai daun dan bagian dalam batang semu

Tanaman pisang yang terinfeksi, pada tangkai daun dan batang semu jika dipotong pada bagian tersebut akan terlihat jaringan atau benang berupa garis berwarna coklat/hitam/ungu/ kekuningan.

  • Bonggol

Jika bonggolnya dipotong akan terlihat pada bagian tengah berwarna hitam coklat atau ungu.

  • Buah

Buah dari tanaman yang terinfeksi biasanya tidak akan bertahan sampai masa panen. Bila dapat bertahan sampai panen maka ukuran buahnya kecil, layu dan matang sebelum waktunya.

Baca: Cara Membuat Bibit Jamur Trichoderma sp Sendiri Dengan Media Nasi

  • Jantung

Jantung pisang awalnya normal kemudian tumbuh kerdil dan layu. Jika dipotong seperti tidak ada perbedaan dengan jantung pisang yang sehat.

Penanggulangan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang

Penyakit layu fusarium merupakan penyakit yang sampai saat ini belum dapat diobati. Sehingga penyakit ini tergolong penyakit yang sangat berbahaya. Maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan.

  • Gunakan bibit yang sehat (tidak terinfeksi layu fusarium) dan diambil dari lahan yang terbebas dari penyakit layu fusarium. Bibit pisang yang berasal dari kultur jaringan merupakan salah satu bibit yang terbebas dari penyakit ini. Namun bibit dari kultur jaringan dapat terinfeksi jika lahan tanam terdapat bibit layu fusarium.
  • Lakukan pergiliran tanaman, yaitu tidak menanam pisang secara terus menerus dalam satu lahan.
  • Lakukan sanitasi lahan dengan membersihkan rumput teki dan bayam-bayaman, karena gulma tersebutmerupakan inang sementara bagi bibit penyakit layu fusarium.
  • Lakukan sanitasi bibit sebelum ditanam untuk mencegah adanya bibit layu fusarium
  • Lakukan pengamatan bibit layu fusarium pada lahan yang akan ditanami pisang. Caranya:
    • Ambil tanah dari lahan kemudian masukkan ke dalam kantong atau ember plastik setinggi 25 cm.
    • Campurkan tanah dengan pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 2 bagian kotoran ayam dan 8 bagian tanah.
    • Biarkan 15 hari, lalu tanamkan tunas atau anakan rebung pisang yang tidak tahan terhadap FOC (ambon kuning).
    • Amati pisang yang ditanam apakah memperlihatkan gejala penyakit layu fusarium.
  • Tanamlah jenis pisang yang tahan terhadap layu fusarium seperti Janten/Ketan, Muli, Taduk, Raja Kinalun/Pisang Prancis, FHIA-25 dan FHIA-17.
  • Gunakan agens ahayati seperti trichoderma sp untuk pencegahan.

Baca: Langkah-langkah Pengembang Biakkan/Memperbanyak Jamur Trichoderma sp Dan Contoh Pengaplikasiannya Pada Lahan Pertanian

  • Lakukan eradikasi atau pemusnahan dengan membasmi sumber bibit penyakit (tanaman sakit) dengan membongkar dan membakar atau penyuntikan menggunakan :
    • Herbisida dengan dosis 12 cc untuk tanaman induk, 2,5 cc untuk anakan berumur 4-6 bulan (tinggi 50 – 100 cm), dan 1 cc untuk anakan berumur kurang dari 4 bulan ( tinggi< 50 cm).
    • Menggunakan minyak tanah dengan takaran 5 sendok makan untuk tanaman induk, 3 sendok makan untuk tanaman berumur 4-6 bulan dan 1-2 sendok makan untuk tanaman berumur kurang dari 4 bulan.
  • Lakukan steerilisasi alat penanaman seperti golok menggunakan desinfektan misalnya menggunakan bayclean atau alkohol. Alat pertanian lainnya seperti cangkul, sekop dan lain-lain, disarankan untuk dicuci dengan sabun dan disterilkan, terutama ketika alat tersebut digunkan secara berpindah-pindah antar kebun.

Artikel terkait:

Beberapa Hama dan Penyakit Pada Tanaman Pisang dan Cara Mengatasinya

PANDUAN LENGKAP Budidaya Pisang Agar Cepat Berbuah Maksimal

Cara Unik MENANAM PISANG Agar Memiliki Buah yang Beraneka Rasa (Coklat, Strawberry, dll)

Mengenal JENIS JENIS PISANG Untuk Membuat Keripik, Lengkap Dengan Gambar dan Ciri-cirinya

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *