[LENGKAP] Cara Budidaya Ikan Hias Manfish di Akuarium Untuk Pemula

Posted on

Budidaya ikan manfishIkan manfish atau sering disebut Angel Fish merupakan jenis ikan hias yang berasal dari perairan Amazon, Amerika Selatan yang kemudian menyebar ke berbagai daerah termasuk di Indonesia .Beberapa jenis ikan manfish yang dikenal di Indonesia diantaranya Diamond (berlian), Imperial, Marble, dan Black White.

Ikan manfish tergolong ikan hias yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Selain karena ikan ini sering bertelur, untuk membudidayakannya juga tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas. Ikan manfish dapat dibudidayakan baik di akuarium maupun di kolam terpal, sehingga tidak membutuhkan modal atau investasi yang besar untuk budidaya.

Kendala dalam budidaya ikan manfish biasanya terjadi ketika masih berada pada fase larva. Hal ini umumnya terjadi karena kurangnya kontrol terhadapa kualitas air dan pemberian pakan yang kurang tepat. Sehingga tak jarang membuat larva banyak yang mati.

Nah untuk lebih jelas bagaimana proses budidaya ikan manfish, berikut ini uraiannya secara lengkap.

Cara Budidaya Ikan Manfish

Persiapan Alat dan Tempat Pemijahan

  • Siapkan tempat pemijahan berupa akuarium  dengan ukuran sekitar 100x60x60, busa, aerator, filter kolam, subtrat untuk meletakkan telur ( kaca, keramik lantai, cone, atau potongan pvc).
  • Akuarium sebaiknya lebih dari 1.
  • Bersihkan akuarium menggunakan busa hingga bersih
  • Isi akuarium dengan air setinggi 30 cm.
  • Diamkan air selama 24 jam
  • Setelah itu masukan substrat berupa potongan pralon ke dalam akuarium yang telah dipersiapkan sebelumnya. Bila menggunakan kaca atau keramik lantai, pasang kaca dengan posisi miring pada dinding akuarium.
  • Karena ikan manfish menyukai kondisi gelap dan tenang, anda dapat menempelkan kertas atau plastik berewarna gelap pada dinding akuarium.

Pengelolaan Induk

Induk yang akan dipijahkan haruslah yang sudah berumur 7 bulan dengan ukuran panjang ±7,5 cm untuk jantan, serta 5 cm untuk betina.

Lakukan perawatan induk dengan baik baik dengan memberikan makanan yang baik seperti jentik nyamuk, cacing tubife, atau kutu air.

Sebelum ikan manfish dipijahkan, indukan dipelihara secara massal (jantan dan betina) dalam akuarium besar. Setelah betina siap untuk bertelur yang ditandai dengan perut gendut dan kelamin menonjol keluar, mereka akan senantiasa berpasangan dan memisahkan dengan ikan lain. Induk tersebut dapat diambil untuk dipijahkan.

Selain itu jika sudah diketahui induk jantan dan betina, keduanya dapat dipasangkan secara langsung.

Ciri-ciri induk jantan

  • Ukuran relatif lebih besar dari induk betina
  • Dilihat dari atas perut pipih atau ramping
  • Bentuk kepala agak besar
  • Antara mulut ke sirip punggung berbentuk cembung

Ciri-ciri induk Betina

  • Ukuran relatif lebih kecil dari induk jantan
  • Dilihat dari atas perut besar atau menonjol
  • Kepala lebih kecil
  • Antara mulut ke sirip punggung garis lurus

Proses Pemijahan Ikan Manfish

  • Siapkan tempat pemijahan berupa akuarium lengkap.
  • Jangan lupa untuk memasang subtrat pada dasar akuarium sebagai tempat meletakkan telur ikan manfish.
  • Masukkan sepasang induk jantan dan betina yang siap bertelur ke dalam akuarium.
  • Sepasang ikan manfish yang akan bertelur dia akan berenang mengelilingi tempat pemijahan. Kemudian akan bekerja sama untuk membersihkan permukaan subtrat yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan telurnya.
  • Setelah permukaan paralon bersih induk jantan akan mendampingi betina berenang hingga sampai sang betina bertelur.
  • Induk ikan manfish akan memijah pada malam hari. Induk betina akan meletakkan telurnya pada permukaan subtrat dan diikuti oleh jantan yang akan menyemrotkan spermanya ke seluruh telur hingga telur terbuahi. Jumlah telur yang dihasilkan oleh induk manfish berkisar 500-1000 butir.
  • Selama masa pemijahan induk tetap diberi makan berupa cacing Tubifex, Chironomous atau Daphnia.

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva

  • Setelah induk ikan manfish selesai bertelur, segera pisahkan induk dengan telurnya agar telur-telur tersebut tidak ditelan kembali.
  • Untuk menghindari telur terserang jamur berikan Methylene Blue dengan dosis 1 ppm pada akuarium pemeliharaan larva kemudian isi air 7-10 cm. pemberian MB ini dilakukan sampai benih berumur 14 hari.
  • Telur manfish akan menetas pada hari ke 2-3. Setelah telur menetas larva tidak diberi makan karena masih memiliki cadangan makanan.
  • Larva baru diberi makan setelah berumur4-hari. Pakan yang diberikan berupa artemia (kutu air) atau jentik nyamuk sampai berumur 3 minggu.
  • Setelah larva berumur lebih dari 3 minggu larva diberi makan berupa cacing sutra.

Pendederan

Pendederan ini dilakukan pada saat anakan manfish telah berusia 3 minggu.

Untuk melakukan pendederan siapkan akuarium berukuran sekitar 100x50x40. Akuarium kemudian diisi air setinggi 30 cm, air kemudian didiamkan selama 24 jam.

Pindahkan benih ikan manfish ke kolam pendederan. Jangan lupa untuk mensortir benih agar didapat ukuran yang sragam

Pembesaran

  • Pembesaran dilakukan pada usia 1 bulan
  • Untuk melakukan pembesaran siapkan akuarium dengan ukuran 100x50x40. Akuarium kemudian diisi air setinggi 30 cm.
  • Masukkan benih ke dalam akuarium dengan kapasitas maksimal 250 ekor.
  • Akuarium kemudian diberi aerasi sedang.
  • Berikan pakan alami berupa cacing sutra.
  • Pembesaran dilakukan selama 2 minggu atau sampai berumur 1,5 bulan.
  • Lakukan pergantian air secara rutin setiap 3 hari sekali.
  • Setelah benih berumur lebih dari 1,5 bulan benih dapat dipindah ke akuairum lain.

Manajemen Pemberian Pakan

Manfish diberi makan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari pakan diberikan sekitar pukul 08.00 dan sore hari pukul 16.00. Pakan yang di berikan adalah sebagai berikut:

  • Larva manfish yang berumur 10 hari diberi pakan artemia sebanyak 60 ml/akuarium.
  • Larva manfish yang berumur 2 minggu di beri pakan artemia sebanyak 120 ml/akuarium.
  • Larva manfish yang berumur 1 bulan pakan cacing sutra 6 gram.
  • Induk manfish manfish manfish diberi pakan cacing sutra 10 gram.
  • Pasangan induk manfish yang sedang memijah di beri pakan jentik nyamuk agar cepat matang kelamin.

Pengelolan Kualitas Air

Beberapa hal yang diperhatikan dalam pengelolaan kualitas air untuk keberlangsungan hidup maanvis adalah sebagai berikut :

  • Persiapan air yang sudah diendapkan selama 24 jam di aquarium.
  • Penyiponan kotoran ikan setiap pagi dan sore hari untuk menghindari amoniak yang berlebihan.
  • Pergantian air setiap 3 hari sekali secara rutin.

Berikut adalah data kualitas air yang dari tempat pemeliharaan maanvis:
Contoh Tabel Kualitas Air

TEMPAT

SUHU

PH

DOT (ppt)

Aquarium induk 27,45C 6,25 5,15
Aquarium pemijahan 28,30C 6,36 5,35
Aquarium benih 27,50C 6,40 5,20

 

Penanggulangan Penyakit

Penyakit yang menyerang manfish adalah fin rot. Penyakit ini banyak menyerang ikan-ikan yang mempunyai sirip panjang seperti manfish. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri Flexibacter collumnaris atau virus yang hadir karena media yang kotor.

Serangan penyakit ini akan semakin parah bila kondisi ikan kurang baik, kurang pakan, cuaca buruk karena suhu turun atau naik, kerusakan fisik karena kesalahan dalam kepadatan ikan yang terlalu tinggi. Tanda dari penyakit ini yaitu sirip pecah-pecah, buntung atau geripis, dan bagian tepi sirip menjadi putih.

Pada tingkat lanjut terjadi pendarahan pada sirip. Pengobatan dengan di beri Acrivalvine dengan dosis 0,3 mg/l, perendaman selama 30 menit, tetapi pengobatan yang dilakukan di pusat budidaya perikanan (pusdakan) dengan cara wadah pemaliharan/aquarium di beri garam.

Pemanenan

Pemanenan manfish hanya dilakukan pada saat adanya konsumen yang akan membeli.

Ada beberapa tahap pemanenan yaitu :

  • Mengkondisikan ikan dalam keadaan lapar agar menghindari ikan mabok/kekurangan oksigen.
  • Waktu pamanenan dilakukan pada pagi/sore hari dengan tujuan agar suhu perairan tidak terlalu panas.
  • Siapkan alat-alat pemanenan yaitu ember dan saringan.
  • Serok ikan dengan serokan lalu sortir ikan sesuai kriteria ikan yang layak dijual.
  • Setelah proses penyortiran selesai, masukan ikan dalam ember, lalu bawa ikan ke ruang pengemasan.

Packing/ Pengemasan

Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengemasan meliputi seser, kantung plastik ukuran 80cmx50cm, bak, karet gelang, tabung oksigen, dan selang oksigen.

Tahap pengemasan yaitu :

  • Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses pengemasan
  • Isi kantong plastik dengan air yang sudah diendapkan
  • Masukan ikan yang telah ditangakap ke dalam kantong plastic
  • Masukan selang oksigen kedalam kantong plastik, kemudian putar bagian atas oksigen sampai kantong plastik terisi oksigen.
  • Lepaskan secara perlahan selang oksigen agar udara yang berada di dalam kantong plastik tidak keluar.
  • Ikat kantong plastik dengan karet gelang.

Demikian Cara Budidaya Ikan Hias Manfish di Akuarium Untuk Pemula. Selamat mencoba.

BACA JUGA

Cara Budidaya Ikan Hias Louhan di Akuarium Dengan Mudah

Jenis Jenis Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Proses Pemijahan Ikan Gabus Secara Alami dalam Kolam Terpal?

Cara Termudah Mengkultur (Memperbanyak) Kutu Air Daphnia sp Dengan Susu Bubuk

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *