Cara Budidaya Ikan Hias Louhan di Akuarium Dengan Mudah

Posted on

bertaniorganik.com Cara Budidaya Ikan Hias Louhan di Akuarium Dengan Mudah – Ikan Louhan ( Flowerhorn ) merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak dipelihara di dalam akuarium. Ikan louhan banyak disukai masyarakat karena memiliki ciri-ciri yang unik yaitu sisiknya yang berwarna-warni seperti bunga dan dahi yang menonjol atau jenong atau nonong. Selain itu pada tubuh ikan louhan juga sering muncul tanda atau marking berupa tulisan mandarin, latin atau arab.

Ikan louhan sebenarnya jenis ikan yang berasal dari Malaysia dan Thailand meskipun asal-usul pastinya masih belum diketahui dengan jelas. Seperti asal namanya “hua louhan” yang berarti dewi pelindung, ikan louhan di sebagian masyarakat sering dipercaya sebagai ikan pembawa keberuntungan atau hoki bagi yang memeliharanya. Semakin unik tulisan pada tubuh ikan maka diyakini semakin membawa hoki dan harganya juga semakin mahal.

Jenis-jenis Ikan Hias Louhan

Sebenarnya ada banyak jenis ikan louhan saat ini, namun secara garis besar terdapat 6 jenis yang perlu sobat ketahui:

  • Chinwa
  • Cencu
  • Fly Marking
  • Golden Best
  • Classic
  • Free Head

Jenis-jenis louhan tersebut akan kita bahas lebih lanjut pada kesempatan berikutnya.

Pada artikel ini kita akan bahas secara lengkap cara budidaya louhan dalam akuarium.

Budidaya Ikan Hias Louhan di Akuarium

Nah untuk melakukan budidaya ikan hias louhan di dalam akuarium, berikut ini langkah-langkahnya:

Wadah Budidaya

Karena kita akan membudidayakan louhan di akuarium tentu saja wadah yang kita perlukan adalah akuarium. Akuarium biasanya berbentuk kotak persegi panjang. Ukuran akuarium yang baik untuk budidaya louhan adalah 4 kali panjang tubuh louhan, tujuannya agar louhan dapat bergerak lebih leluasa sehingga dapat memacu pertumbuhan louhan. Berikut ukuran akuarium berdasar ukuran tubuh louhan

  • Ikan Louhan berukuran 5 – 7,5 cm , sobat bisa menggunakan akuarium sebesar akuarium ikan cupang atau berukuran sekitar 20 x 30 cm².
  • Ikan louhan berukuran 10 – 15 cm, sobat bisa menggunakan akuarium yang lebih besar berukuran sekitar 60 x 120 cm².
  • Ikan Louhan yang berukuran di atas 25 cm, sobat bisa menggunakan akuarium berukuran sekitar 60 x 120 cm².
  • Ikan berukuran 40 cm, sobat dapat menggunakan akuarium berukuran sekitar 80×166-180 cm².

Seleksi Induk

Louhan yang bagus untuk indukan :

  • Calon indukan dipelihara sejak kecil. Biasanya pada usia 6-7 bulan atau panjang 15 cm dan lebar 10 cm tanda kecantikannya muali terlihat. Nah kita bisa memilihnya sebagai bibit.
  • Louhan sudah siap dipijahkan pada usia lebih dari 8 bulan sedang untuk mendapat telur yang berkualitas sangat bagus louhan sebaiknya dipijahkan pada usia 1 tahun.
  • Louhan memiliki bentuk badan yang simetris, tidak cacat, mata cerah, gerakannya lincah dan gesit.
  • Louhan jantan badannya berwarna terang dan bercahaya, bintik mutiara terlihat mengkilat bila terkena cahaya.
  • Pada louhan betina badannya berwarna cemerlang, sirip punggungnya yang menghitam tampak sehat, memiliki gerakan yang gesit dan lincah serta memiliki nafsu makan yang tinggi.
  • Louhan jantan kelaminnya melancip dan berwarna merah segar, sedangkan pada betina kelaminnya membulat dan berwarna merah segar.
  • Susunan sisik louhan tampak teratur dan cemerlang
  • Kualitas genetik juga sangat berpengaruh terhadap kualitas anakan

Selain itu untuk menyeleksi indukan perhatikan hal-hal berikut:

  • Sirip ekor merekah lebar dan utuh
  • Corak atau bintik hitam tampak jelas memanjang berjajar dari ujung pangkal ekor sampai insang
  • Kepala nonong proporsional
  • Mata merah satu lingkaran penuh
  • Warna dasar tubuh merah cerah atau kuning cerah
  • Letak dan bentuk mulut proporsional dengan kepala dan badan
  • Bintik mutiara tampak hampir di seluruh badan

Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina

  • Sirip pada induk jantan lebih lebar atau lebih besar
  • Induk jantan memiliki warna yang lebih terang terutama pada bagian sirip
  • Untuk memastikan jenis kelaminnya anda dapat memencet sedikit pada bagian kelamin. Jika terlihat meruncing dan agak panjang berarti jantan. Sedangkan jika terlihat membulat dan pendek berarti betina.
  • Louhan jantan akan mengeluarkan cairan seperti susu jika kelaminnya dipencet. Sedangkan louhan betina tidak akan mengeluarkan apa-apa.
  • Louhan jantan memiliki dahi yang menonjol keluar (nonong) sedangkan dahi betinanya lebih rata
  • Sirip punggung pada louhan jantan lebih didominasi warna terang, sedangkan pada betina lebih didominasi warna hitam kotor dan gelap.

Pengisian dan Pengelolaan Kualitas Air

  • Sebelum melakukan budidaya, lakukan pengisian air pada akuarium yang dilanjutkan dengan pengontrolan air secara rutin meliputi pengontrolan suhu air, PH air, dan kebersihan air. Untuk mengetahui kondisi air anda dapat menggunakan alat bernama Multiparameter.
  • Budidaya louhan dalam akuarium membutuhkan air dengan PH normal 6-8,5. Jika PH air terlalu tinggi akan menyebabkan louhan kehilangan nafsu makan. Jika PH air terlalu rendah louhan akan mudah terserang penyakit.
  • Sedangkan untuk suhu air yang ideal adalah 26-30ºC. Jika suhu air terlalu dingin louhan akan kehilangan nafsu makan sehingga menyebabkan pertumbuhan terganggu.
  • Untuk menjaga kualitas air lakukan penggantian air akuarium secara rutin 1 atau 2 minggu sekali.
  • Untuk pengisian dan penggantian air akuarium, jika menggunakan air sumur sebaiknya didiamkan selama 48 jam sebelum digunakan. Jika menggunakan air dari PAM sebaiknya Klorin dan PH air dinetralkan terlebih dahulu dengan melarutkan trisulfat 5 ppm.

Pemijahan Ikan Louhan

Ciri-ciri Induk Siap Memijah:

  • Induk jantan yang siap memijah ditandai dengan kedua belah rusuk dibagian perut membentuk sudut tumpul. Sedangkan pada induk louhan betina, pada bagian perut belakang sirip dada terlihat membuncit karena sudah matang gonad.
  • Pada louhan jantan, tingkah lakunya menjadi lebih agresif dan selalu ingin berdekatan dengan betina yang ditaksirnya.
  • Bila dipelihara di dua akuarium yang bersekat kaca, induk betina dan jantan akan saling bercengkerama, memandang dan selalu ingin dekat.

Persiapan Alat dan Bahan Untuk Pemijahan

Untuk melakukan pemijahan louhan di akuarium persiapkan alat dan bahan berupa:

  • air
  • akuarium atau pun kolam khusus yang sudah disterilisasikan
  • bak dan alat penampungan air
  • aerator
  • filter air
  • lampu UV
  • dan ornamen seperti bebatuan alami

Setelah alat dan bahan tersedia, selanjutnya kita memasuki tahap pemijahan louhan:

  • Pilih induk Louhan betina yang memiliki ukuran tubuh lebih 10 cm, berwarna terang dan sehat secara fisik lainnya.
  • Sedangkan untuk induk louhan jantan pilih yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari betina.
  • Setelah mendapat indukan yang akan dipijahkan, kedua indukan jangan langsung dicampur. Tapi letakkan kedua indukan pada satu akuarium yang diberi sekat kaca agar terjadi proses pendekatan dan pengenalan. Jika induk betina sudah menunjukkan tanda akan bertelur (louhan terlihat sangat gelisah), lepaskan sekat pemisah akuarium.
  • Setelah kedua indukan bercampur, amati perilaku keduanya. Jika mereka berkelahi, segera pisahkan. Untuk menyatukannya kembali dapat dilakukan beberapa minggu kemudian atau bisa dicari pasangan lain sebagai pengganti.
  • Untuk merangsang louhan betina agar cepat bertelur, siapkan tempat telur di dasar akuarium. Tempat telur ini bisa berupa keramik inkubator atau piring.
  • Setelah pemijahan berhasil, keluarkan indukan jantan dari akuarium. Tujuannya agar induk jantan tidak memakan telurnya jika terjadi kelaparan.

Pemeliharaan Larva

  • Setelah induk Louhan bertelur, 48-50 jam atau 2 hari kemudian telur akan menetas. Jagalah kestabilan suhu dan PH air.
  • Suhu air yang ideal berada dikisaran 28-35ºC dan PH air 6-8,5.
  • Telur louhan yang sudah menetas akan berkumpul di dasar akuarium. Matikan filter sementara waktu agar larva atau benih tidak tersedot ke dalam pipa atau pompa air.
  • Pada hari ke 2-3 larva atau burayak masih memiliki cadangan makanan di dalam kantung telur (yolk salk), sehingga larva tidak perlu diberi makan.
  • Pada hari ke 4 setelah menetas larva baru diberi makan berupa kutu air putih, Rotifera (Branchionus plicatilis), atau kutu air merah (Moina sp) yang telah disaring terlebih dahulu.
  • Pada hari ke 4 atau larva sudah diberi pakan, filter sudah dapat dihidupkan kembali untuk menjaga kebersihan air. Namun pipa penyedotnya harus dipasang sampai ke dasar akuarium dan ditutup dengan kain kasa agar larva tidak ikut tersedot mesin penyedot air.

Ciri-ciri Anakan Louhan Yang Baik

  • Memiliki bentuk tubuh sempurna (bisa persegi, bundar atau memanjang) tidak bengkok atau cacat
  • Terdapat bintik hitam pada pangkal ekor sampai tutup insang.
  • Terdapat lingkaran berwarna perak keemasan yang mengelilingi bintik-bintik hitam.
  • Jika disorot dengan senter akan terlihat bintik-bintik mutiara walaupun masih samar-samar.
  • Sudah memiliki warna semu kemerahan sampai merah matang pada bagian badannya.
  • Kondisi sirip dan ekor utuh
  • Nonong di dahinya sudah mulai nampak..

Pemberian Pakan Anakan Louhan

Untuk mendukung pertumbuhan ikan louhan agar dapat berkembang dengan baik, makanannya perlu diperhatikan. Kita dapat memberikan makanan louhan berupa makanan alami seperti cacing sutra, cacing tanah, cacing darah, kutu air, artemia, jentik nyamuk, dan udang. Bisa juga menggunakan makanan buatan seperti pelet khusus untuk louhan. Atau bisa juga kombinasi keduanya.

Untuk pemberian pelet sebaiknya mulai dibiasakan sejak ikan louhan masih kecil.

Panen

  • Siapkan alat-alat untuk memanen ikan berupa ember dan saringan.
  • Ikan yang akan dipanen sebaiknya dipuasakan terlebih dahulu. Tujuannya agar ikan tidak mengalami mabuk atau kekurangan oksigen ketika melakukan pengiriman
  • Lakukan pemanenan pada pagi/sore hari agar suhu perairan tidak terlalu panas.
  • Mengkondisikan ikan dalam keadaan lapar gunanya untuk menghindari ikan mabok/kekurangan oksigen ketika melakukan pengiriman.
  • Serok ikan louhan menggunakan saringan kemudian sortir ikan sesuai grade atau kriteria ikan layak jual.
  • Setelah ikan disortir masukkan ikan ke dalam ember dan bawa keruang pengemasan.

Packing/Pengemasan

  • Siapkan kantong plastik, karet gelang, dan tabung oksigen.
  • Isi kantong plastik dengan air yang sebelumnya sudah diendapkan selama 1 hari.
  • Masukkan ikan louhan ke dalam kantong plastik.
  • Masukkan selang oksigen ke dalam plastik, kemudian putar bagian atas plastik sampai kantong plastik menggelembung terisi oksigen.
  • Lepaskan perlahan-lahan selang oksigen agar udara yang berada di dalam kantong plastik tidak keluar. Dan ikat segera menggunakan karet gelang.

BACA JUGA

Cara Lengkap BUDIDAYA IKAN GABUS di Kolam Terpal

Bagaimana Proses Pemijahan Ikan Gabus Secara Alami dalam Kolam Terpal?

Cara Budidaya KUTU AIR Untuk Pakan Ikan Tanpa Bibit Menggunakan Kol

Cara Termudah Mengkultur (Memperbanyak) Kutu Air Daphnia sp Dengan Susu Bubuk

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *