Cara Budidaya Jangkrik Mudah Bagi Pemula

Posted on

Morfologi Jangkrik

bertaniorganik.com – Jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) merupakan serangga yang masih berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan sepasang antena. Di alam bebas, jangkrik terdapat di mana saja, di rerumputan, semak belukar, dan lahan-lahan pertanian, seperti di bawah rumput kering, di bawah bongkahan-bongkahan tanah, atau di bawah mulsa. Bagi petani, jangkrik seperti halnya belalang dianggap hama karena dapat merusak tanaman, terutama tanaman muda yang baru ditanam atau baru tumbuh.

Di habitat aslinya jangkrik merupakan serangga omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan). Namun makanan utamanya adalah daun-daunan muda seperti rerumputan. Sedangkan dalam budidaya, makanan jangkrik biasanya berupa sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti mentimun, daun pepaya, sawi, dan bayam.

Di dunia terdapat lebih dari 900 spesies jangkrik termasuk Gangsir. Sedangkan di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 100 spseies jangkrik yang sudah dikenal meskipun belum semuanya terpetakan secara lengkap. Untuk budidaya jangkrik, spesies yang sering dipelihara adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Varietas jangkrik Gryllus Mitratus biasa dimanfaatkan sebagai pakan ikan sedangkan varietas Gryllus Testaclus sebagai pakan burung peliharaan. Kedua jenis jangkrik ini dapat dengan mudah dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek. Disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

Peluang Usaha Budidaya Jangkrik

Jangkrik merupakan jenis serangga yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan burung. Saat ini permintaan akan jangkrik semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap kedua jenis hewan peliharaan tersebut.

Usaha budidaya jangkrik merupakan suatu peluang usaha yang menjanjikan keuntungan besar. Sebab selain cara budidayanya yang mudah dilakukan, modal yang dibutuhkan juga sedikit.

Sebagai gambaran, harga jual jangkrik dari peternak dapat mencapai Rp.50.000-60.000 per kilogramnya. Sedangkan harga telur jangkrik lebih mahal lagi, yaitu untuk telur jangkrik varietas kalung dihargai Rp. 330.000 per kilo gram dan harga jual telur jangkrik alam harganya mencapai Rp. 350.000 – Rp. 400.000 per kilogram.

Persiapan Budidaya Jangkrik

Meskipun budidaya jangkrik tergolong mudah, namun tidak ada salahnya sebelum melakukan budidaya diawali dengan mempelajari seluk beluk jangkrik serta langkah-langkah budidayanya secara benar sehingga usaha kita nantinya tidak berhenti ditengah jalan.

Secara teknis langkah-langkah budidaya jangkrik adalah :

Persiapan Kandang Jangkrik

Jika ternak jangkrik dimaksudkan untuk pakan sendiri, kandang jangkrik dapat dibuat secara sederhana menggunakan kotak kardus. Namun jika dimaksudkan sebagai usaha, sebaiknya kandang dibuat secara permanen sehingga lebih kokoh dan dapat digunakan berulang kali.

Kandang jangkrik untuk budidaya dapat dibuat dari kayu dan kasa. Untuk ukurannya dapat disesuaikan dengan tempat budidaya dan populasi jangkrik yang dibudidayakan. Sebagai contoh, untuk menampung sekitar 4000 ekor jangkrik membutuhkan kandang berukuran 100 cm x 60 cm x 30 cm.

  • Bahan-bahan membuat kandang jangkrik:
  1. Lakban licin 4 buah (warna coklat atau bening)
  2. Lem kayu atau lem kertas 4 buah
  3. Serbuk gergaji secukupnya
  4. Lis kayu atau bambu
  • Cara Membuat Kandang Jangkrik
  1. Buat kerangka kandang mengguakan reng kayu dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 50 cm.
  2. Pasanglah teriplek pada setiap sisi kandang. Tinggi triplek dari permukaan tanah sekitar 10 cm.
  3. Pada sisi muka dan belakang kandang dibuat lubang ventilasi dengan ukuran 50×7 cm, posisi lubang ventilasi sekitar 10 cm dari atas. Lubang ventilasi kemudian ditutup menggunakan kawat kasa agar jangkrik kecil tidak kabur.
  4. Berilah lem kayu pada setiap sambungan dan sudut peti. Gunanya agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah-celah sambungan. Sebab ukuran jangkrik yang baru menetas sangat kecil.
  5. Pada bagian atas dibuat penutup yang diberi engsel pada pinggirnya untuk buka tutup.
  6. Buatlah pegangan pada sisi pinggir kandang untuk memudahkan mengangkat atau menggeser peti.
  7. Pada sekeliling sisi bagian dalam, kira-kira 10 cm dari atas, berikan isolasi plastik. Gunanya agar jangkrik tidak merayap ke atas.
  8. Sebelum kandang digunakan, beri mangkuk yang diisi air pada setiap kaki kandang. Gunanya untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang.
  9. Kandang jangkrik juga bisa dibuat bersusun, misalnya tiga susun untuk menghemat tempat dan efisiensi budidaya.
  10. Kandang jangkrik sebaiknya diletakkan di dalam ruangan yang gelap, tidak terkena sinar matahari langsung, namun memiliki sirkulasi udara yang cukup, dan jauh dari hiruk-pikuk serta lalu lalang pergerakan manusia.

Pendukung Pertumbuhan Jangkrik

Pendukung pertumbuhan jangkrik atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan tangkringan jangkrik, yaitu berupa empat lengkungan besar dan delapan lengkungan kecil yang dibentuk menyerupai kerangka besi pada payung. Rumah jangkrik juga dapat menggunakan beberapa papan telur bekas yang diletakkan didalam kandang jangkrik.

Lokasi Yang Tepat dan Baik Untuk Berternak Jangkrik

Lokasi atau tempat peternakan jangkrik bisa dimana saja, baik itu di dalam rumah, di pekarangan atau di kebun. Namun lokasi tersebut harus memenuhi syarat tertentu, tujuannya agar suasananya dapat sesuai dengan habitat asli serangga jangkrik di alam. Agar sukses dan memperoleh keuntungan dalam usaha peternakan jangkrik sebaiknya pilihlah lokasi dengan kriteria seperti dibawah ini ;

  1. Lokasi untuk usaha budidaya ternak jangkrik harus tenang,
  2. Lokasi dan kandang harus teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung,
  3. Lokasi dan area kandang peternakan jangkrik memiliki sirkulasi udara yang baik,
  4. Lokasi budidaya ternak jangkrik harus jauh dari hiruk-pikuk dan keramaian, seperti pasar, pabrik, gedung sekolah atau jalan raya.
  5. Lokasi harus aman dari hama pengganggu, seperti ayam, laba-laba, semut, cicak dan lain-lain yang dapat memangsa jangkrik.
  6. Lokasi dan penempatan kandang mudah dimonitor setiap hari.

Persiapan Bibit Jangkrik

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, jenis jangkrik yang biasa diternakan adalah jenis G. miratus dan G. testaclus. Bibit jangkrik dapat kita beli dari toko burung atau toko pakan yang menyediakan pakan hidup.

Bibit atau indukan jangkrik yang paling bagus adalah yang didapat dari alam. Atau minimal bibit jantannya didapat dari alam. Hal ini karena biasanya jangkrik jantan yang berasal dari alam lebih agresif.

Ciri-ciri Calon Indukan Jangkrik:

  • Sungut atau antena masih panjang, seluruh anggota badan masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.
  • Jangan pilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  • Induk betina ada ovipositor pada bagian ekornya, ekornya ada tiga bagian tengah merupakan ovipositor. Ukurannya besar.
  • Cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor sedangkan betina terlihat memiliki 3 helai ekor. Sebenarnya ekor bagian tengah adalah ovipositor.

Langkah-langkah Ternak Jangkrik

Kondisi kandang untuk ternak jangkrik harus memperhatikan tingkat kelembaban dan binatang pengganggu. Kelembaban harus terus dikontrol, terutama saat musim kemarau, Untuk menjaga kelembaban bisa dilakukan dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Musuh atau hama ternak jangkrik lumayan banyak, diantaranya tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Selain itu, jangkrik bisa menjadi kanibal bila ketersediaan makanan dalam kandang tidak mencukupi.

  • Mengawinkan jangkrik

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat aga mirip dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu.

Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Bila indukan jantan dan betina berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2.

Dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus. Jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup. Contoh pakannya kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang.

Beberapa peternak ada yang memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya, bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan beberapa vitamin. Katanya agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan berkualitas. Apakah hal tersebut efektif? belum ada ujinya hanya berdasarkan dari pengalaman beberapa peternak saja.

  • Menetaskan telur

Telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.

Pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas.

Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

  • Pemberian Pakan

Setelah telur menetas, langkah selanjutnya adalah memberikan pakan. Jangkrik yang baru menetas, berumur 1-10 hari diberikan pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.

Setelah lewat 10 hari, anakan jangkring bisa dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.

  • Pemeliharaan Kandang

Penting untuk menjaga kandang tetap higienis dan bersih, serta terhindar dari gangguan hama. Hal lain yang perlu dijaga adalah kondisi kandang agar tetap lembab dan gelap. Selain itu tetap jaga agar makanan cukup tersedia, karena bila kurang jangkrik akan kanibal, saling emmangsa di antara mereka.

Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai membusuk di dalam kandang. Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinil bila terbuat dari tripleks. Caranya, lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering.

Periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan sudah sedikit. Cairan yang digunakan bisa air, minyak tanah, atau jenis cairan lain yang bisa mencegah hama masuk ke dalam kandang.

  • Pemanenan

Ada dua output yang bisa dipanen dari ternak jangkrik, yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik biasanya dijual lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Telur biasanya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

Ternak jangkrik sudah bisa dipanen setelah mencapai umur kurang lebih 30 hari. Terhitung sejak telur mulai menetas.

BACA JUGA

Budidaya Semut Rangrang dan 11 Masalah Umum Yang Sering Dihadapi Peternak

3 Masalah Utama Yang Harus Diwaspadai Dalam Budidaya Kroto

Cara Lengkap BUDIDAYA IKAN GABUS di Kolam Terpal

Mengenal Jenis jenis Kelinci Yang Sering Dibudidayakan di Indonesia

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *