Cara Budidaya Kacang Tanah Agar Berbuah Banyak

Posted on

Cara Menanam Kacang Tanah

bertaniorganik.com Dalam satu obrolan ringan beberapa waktu lalu di sawah bersama beberapa petani, tanpa sengaja kami membicarakan tanaman kacang tanah. Kebetulan salah satu sawah di sekitar tempat kami ngobrol sedang ditanami kacang tanah. Menurut kami sih hasilnya lumayan, isinya padat dan banyak. Namun sayang tanamannya tidak luas, seandainya menanam kacang tanah dalam jumlah yang luas pasti hasilnya lumayan karena harga jual kacang tanah relatif tinggi dan stabil.

Dari situlah kemudian terbersit dipikiran saya, alangkah baiknya jika saya bisa berbagi pengetahuan kepada para petani tentang teknologi budidaya kacang tanah.

Meskipun di Indonesia kacang tanah termasuk jenis tanaman yang paling banyak ditanam setelah padi, jagung, dan kedelai, namun pada umumnya tanaman kacang tanah masih ditanam sebagai tanaman sela atau tanaman tumpang sari.

Kacang tanah (Arachis Hypogaea L) merupakan tanaman yang berasal dari benua Amerika dan termasuk ke dalam keluarga polong-polongan dari suku Fabaceae. Kacang tanah sangat bagus dibudidayakan pada tempat dengan ketinggian 50-500 mdpl, namun masih dapat beradaptasi baik pada ketinggian 1500 mdpl dengan curah hujan sedang.

Jika anda sudah berniat untuk membudidayakan kacang tanah, berikut ini syarat menanam kacang tanah

Syarat Tumbuh Kacang Tanah

  • Kacang tanah sangat ideal ditanam pada lahan dengan ketinggian 50-500 mdpl. Namun masih dapat beradaptasi dengan baik pada lahan dengan ketinggian 1500 mdpl.
  • Kacang tanah sangat cocok ditanam pada daerah yang memilki curah hujan sedang. Jika intensitas hujan terlalu tinggi akan menyebabkan bunga sulit melakukan penyerbukan dan berpengaruh terhadap kondisi perakaran karena akar terlalu lembab.
  • Selain itu curah hujan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan penyakit yang menyerang tanaman.
  • Kelembaban udara ideal antara 65%-75% serta lahan bisa memperoleh akses sinar matahari secara penuh. Karena untuk mendapatkan hasil kacang yang maksimal, bunga dan buah kacang tanah memerlukan supply sinar matahari secara maksimal.
  • Selain itu budidaya kacang tanah sangat efektif dilakukan pada tanah gembur dengan kandungan unsur hara Kalsium (Ca), Nitrogen (N), Kalium (K) dan Phospat (P) yang cukup.
  • Kadar keasaman tanah yang ideal memiliki PH sekitar 5 – 6,5.
  • Sebelum menanam kacang tanah, lahan sebaiknya diberi kapur pertanian atau dolomit. Dalam budidaya kacang tanah organik, dolomit selain berfungsi untuk menetralkan keasaman tanah juga berperan menyuplai kebutuhan unsur Kalsium (Ca). Suplay unsur Ca diperlukan guna membentuk produktivitas kacang dalam memproduksi buah, sehingga kacang tanah dapat menghasilkan buah yang maksimal.
  • Pada masa awal tanam, kacang tanah memerlukan banyak unsur N (Urea). Selanjutnya bakteri Rhizobium yang terdapat pada bintil akar kacang tanah akan memproduksi sendiri unsur N sehingga bisa memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur ini hingga 85%.

Langkah-langkah Budidaya Kacang Tanah Secara Organik

Memilih Bibit Kacang Tanah

Sebelum menanam kacang tanah, hal yang perlu dilakukan adalah pemilihan benih. Sebab penggunaan benih yang bermutu dapat berpengaruh terhadap hasil. Berikut cara memilih bibit kacang tanah:

  • Pilih bibit yang berkualitas baik dan tua, kira-kira berumur sekitar 100 hari.
  • Bibit yang baik warnanya mulai kehitaman dan ketika dibuka bagian isinya sudah tidak perawan alias sudah tidak memilki selaput dara.
  • Setelah mendapatkan benih, jemur kacang selama 4-5 hari.
  • Untuk menjaga kualitas, benih kemudian disimpan selama 3-6 bulan.
  • Jangan membuka cangkang kacang selama masa penyimpanan. Cangkang boleh dibuka hanya apabila benih akan digunakan.

Pengolahan Tanah

  • Lakukan penggemburan tanah sebelum penanaman. Penggemburan dapat dilakukan menggunakan cangkul atau bajak.
  • Taburkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2 ton perhektar. Campurkan dengan lahan secara merata dan diamkan selama 2 hari.
  • Berikan pupuk dasar menggunakan pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
  • Jika kondisi lahan mudah tergenang buatlah bedengan, agar drainase lancar. Kondisi drainase yang baik akan membuat tanaman dapat berkembang dengan maksimal. Untuk bedengan anda dapat membuat dengan ukuran lebar 80cm dengan ketinggian 20-30 cm.

Penanaman Kacang Tanah

  • Jika penanaman dilakukan dengan penugalan buatlah jarak tanam 25×25 cm, 30×20 cm, atau 40×15 cm.
  • Isi 1 lubang tanam dengan 1 benih.
  • Dengan asumsi 1 lubang 1 benih, maka dalam 1 hektar diperlukan benih sekitar 50 kg.

Perawatan Kacang Tanah

  • Kacang tanah akan mulai tumbuh 4-7 hari setelah tanam.
  • Jika penanaman dilakukan pada musim kemarau, lakukan penyiraman pagi dan sore setelah benih ditanam agar benih cepat tumbuh seragam.
  • Setelah 7 hari benih akan mulai tumbuh serempak.
  • Kacang tanah akan mulai berbunga pada umur 20 hari setelah tanam dan berlanjut hingga umur 75 hari.
  • Namun biasanya bunga yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjadi polong.
  • Setelah terjadi proses penyerbukan dan pembuahan, akan tumbuh ginifor atau muncul bakal buah pada hari ke 3-4. Ginifor akan menembus tanah dan menjadi polong kacang tanah.
  • Pada masa pembuahan tanaman kacang tanah memerlukan pupuk tamabahan yang banyak mengandung Phospor (P).
  • Untuk meningkatkan hasil kacang tanah yang bagus dan banyak, lakukan penyiangan dan pembubunan tanah pada bagian bawah tanaman.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman kacang tanah biasanya adalah uret (pemakan akar), ulat penggulung daun, ulat grayak dan ulat jengkal.

Cara penanggulangan:

  • Lakukan pengolahan tanah dengan baik.
  • Gunakan pupuk kandang yang telah matang.
  • Lakukan penanaman secara serempak.
  • Lakukan pergiliran tanaman.
  • Lakukan penyiangan yang intensif dan bersihkan gulma secara rutin.
  • Jika terjadi serangan dapat dilakukan penyemrotan pestisida yang sesuai.

Sedangkan beberapa penyakit yang sering menyerang kacang tanah seperti penyakit layu, sapu setan, bercak daun, gapong, sklerotium, dan penyakit karat.

Cara penanggulangan:

  • Cabut dan musnahkan tanaman yang terserang penyakit.
  • Jaga sanitasi lahan agar tanaman tahan terhadap penyakit.
  • Gunakan varietas benih yang tahan terhadap penyakit.
  • Jika terjadi serangan dapat dilakukan penyemprotan pestisida yang sesuai.

Pemanenan Kacang Tanah

Kacang tanah bisa dipanen pada umur 90 hari.

Ciri tanaman yang sudah siap dipanen:

  • Batang mulai mengeras.
  • Daun mulai menguning dan berguguran.
  • Anda juga bisa memeriksa secara langsung dengan cara mencabut salah satu tanaman dan lihat apakah sudah terisi secara penuh atau belum.
  • Lakukan pemanenan dengan cara mencabut tanaman dan biarkan polong menggantung pada tanaman kacangnya.
  • Lakukan pemanenan secara serempak

Demikian Cara Budidaya Kacang Tanah Agar Berbuah Banyak. Silakan dicoba semoga hasil melimpah.

 

BACA JUGA

Panduan Praktis Cara Menanam Buah Melon

Cara Menanam Jahe Merah Dengan Metode Vertikultur di Polybag atau Karung

Kiat Sukses Budidaya Timun Hibrida Berbuah Lebat [35 Hari Panen]

Cara Tepat Budidaya Srikaya Dengan Teknik Sambung Pucuk

Cara Lengkap Menanam Lada atau Merica Dengan Stek Agar Hasil Panen Maksimal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *