Panduan Praktis Cara Menanam Buah Melon

Posted on

Mengenal Tanaman Melon

bertaniorganik.com – Melon (Curcumis melo) merupakan tanaman buah yang berasal dari dataran Persia yang menyebar ke beberapa wilayah seperti Timur Tengah, Amerika, Eropa, Asia, hingga ke Indonesia. Tanaman melon masuk dalam suku timun-timunan dan berkerabat dengan blewah, timun suri, dan semangka.

Pada umumnya buah melon sangat lezat digunakan untuk campuran berbagai jenis olahan kue sebagai perasa, selain itu buah melon juga dimanfaatkan sebagai campuran berbagai minuman segar dan juga dibuat jus. Buah melon jarang sekali dimakan atau dikonsumsi langsung seperti halnya semangka, karena memiliki rasa yang kurang manis dan daging buah agak keras.

Seperti halnya tanaman dari suku timun-timunan yang lain, tanaman buah melon tumbuh merambat namun tidak bisa memanjat. Sehingga tanaman melon harus ditopang dengan ajir agar tidak tumbuh menjalar di atas tanah.

Jenis dan Sentra Melon di Indonesia

Sentra budidaya melon di Indonesia berada di berbagai daerah, seperti Cisarua (Bogor, Jawa Barat), Kalianda (Lampung), Madiun, Ponorogo, Ngawi (Jawa Timur), serta Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Sragen (Jawa Tengah).

Sebenarnya ada banyak jenis buah melon. Namun hanya 3 kultivar saja yang populer dibudidayakan, yaitu:

  • Reticalatus, jenis melon ini merupakan kultivar paling populer. Melon jenis ini memiliki bentuk membulat dengan kulit buah berwarna hijau dan teksturnya berjala seperti terlapisi jaring. Reticalatus memiliki daging buah berwarna hijau muda hingga oranye.
  • Inodorus, melon jenis ini berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit mulus tidak berjala. Warna kulit buah kuning hingga kuning pucat kehijauan. Warna dagingnya ada yang hijau, oranye hingga putih. Daging buah tidak beraroma.
  • Cantalupe, melon jenis Cantalupe memiliki kulit buah yang bergelombang seperti labu. Melon jenis cantalupe juga memilki jaring, namun ada pula yang tidak. Daging buah berwarna kuning atau oranye dengan aroma yang kuat.

Syarat Tumbuh Buah Melon

Tanaman melon dapat tumbuh ideal pada daerah dengan ketinggian 250-700 mdpl. Jika ditanam pada daerah pada ketinggian kurang dari 250 mdpl buah yang dihasilkan cenderung kecil. Sedangkan jika ditanam pada dataran tinggi, tanaman akan susah berkembang.

Tanaman melon menyukai iklim sejuk dan kering antara 24-30 derajat celcius, dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun, dan ph netral 5-7. Kualitas buah melon akan semakin meningkat jika terdapat perbedaan suhu antara siang-malam yang sangat signifikan.

Cara Menanam Melon

Pemilihan Bibit Melon

Umumnya tanaman melon dibudidayakan secara generatif dengan menggunakan biji atau benih. Kebutuhan benih untuk lahan seluas satu hektar sekitar 16.000-20.000 pohon atau setara dengan 500-70 gram benih melon.

Sebelum menanam melon, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemilihan benih apakah benih tersebut baik atau tidak. Caranya, rendam benih ke dalam air atonik atau furadan selama kurang lebih 2 jam.

Selanjutnya, perhatikan apakah ada benih yang mengapung. Jika terdapat benih yang mengapung, artinya benih tersebut kurang bagus dan harus disingkirkan. Ambil saja benih yang tenggelam.

Penyemaian Benih Melon

Setelah benih selesai diseleksi langkah berikutnya adalah penyemaian benih.

  • Rendam benih ke dalam air hangat selama kurang lebih 3 jam. Jika benih belum mendapat perlakuan fungisida, tambahkan fungisida ke dalam rendaman tersebut sesuai dosis.
  • Tiriskan benih kemudian bungkus menggunakan kain basah atau kertas koran yang telah dibasahi. Biarkan benih selama 1-2 hari hingga benih melon berkecambah. Jaga kelembaban kain atau koran tersebut. Bila kain atau koran terlihat kering, percikan air secukupnya.
  • Siapkan polybag kecil atau baki persemaian. Isi polybag atau baki persemaian tersebut dengan media tanam berupa campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.
  • Benamkan biji melon ke polybag dengan kedalaman 1-2 cm.
  • Tata polybag persemaian di tempat yang terbuka. Untuk menghindari terik matahari yang berlebih atau kucuran air hujan langsung, tutup persemaian menggunakan plastik bening atau sungkup.
  • Kontrol secara rutin media persemaian. Jaga kelembaban media semai dengan menyiramnya secara rutin setiap hari sekali menggunakan semprotan.
  • Setelah benih berumur 12 hari atau benih sudah tumbuh daun 3 hingga 5 helai, benih siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam

Sembari menunggu benih dipersemaian tumbuh, lakukan persiapan lahan dengan langkah-langkah berikut :

  • Cangkul atau bajak lahan untuk menggemburkan tanah sekaligus menghilangkan gulma maupun sisa tanaman sebelumnya yang dapat mengganggu tanaman melon.
  • Biarkan lahan selama satu minggu agar lahan yang telah dibajak terkena panas sinar matahari.
  • Setelah satu minggu, buatlah bedengan dengan lebar 120 cm, tinggi 50 cm, serta panjang mengikuti keadaan lahan.
  • Buat jarak antar bedengan dengan ukuran 50cm-70 cm. Jarak antar bedengan ini nanti juga berfungsi sebagai parit atau selokan air.
  • Cek keadaan PH tanah, jika tanah terlalu asam taburkan kapur dolomit di atas bedengan. Jika terlalu basa dapat diberikan belerang.
  • Pasanglah mulsa plastik di atas bedengan. Mulsa plastik biasanya terdiri dari dua lapis warna hitam dan perak. Bagian berwarna hitam dipasang di bagian bawah dan bagian perak berada di atas atau luar.
  • Setelah mulsa selesai dipasang, lubangi mulsa plastik untuk lubang tanam. Untuk membuat lubang dapat menggunakan kaleng susu yang diberi arang panas, kemudian ditempelken ujungnya diatas mulsa.

Penanaman Benih Melon

Setelah lubang tanam siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan benih dari persemaian ke dalam lubang tanam yang ada di bedengan.

Cara menanam melon yang baik adalah dengan menanam benih bersama tanah yang di dalam polybag. Caranya adalah, tekan polybag agar tanah menjadi agak padat dan tidak remuk. Kemudian sobek plastik polybag secara perlahan. Tanam benih melon beserta tanahnya ke dalam lubang.

Pemeliharaan Tanaman Melon

Pemasangan ajir

  • Untuk menghasilkan buah yang bagus, tanaman harus ditopang dengan ajir atau tongkat dari bilah bambu. Ajir selain berfungsi sebagai media untuk merambatkan batang tanaman melon, juga untuk menjaga agar buah yang dihasilkan tidak bersentuhan dengan permukaan tanah. Selain itu agar terjadi penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman.

  • Pemasangan ajir dilakukan sebelum tanaman tumbuh besar. Yaitu saat tanaman berumur 3 hari sejak tanam. Hal ini bertujuan agar ajir yang ditancapkan tidak melukai akar tanaman.
  • Siapkan ajir sepanjang 1,5 meter. Tancapkan ajir tersebut pada lubang tanam secara menyerong, ujung atasnya condong ke arah dalam bedengan. Sehingga ajir-ajir tersebut saling bersilangan, membentuk huruf X. Kemudian siapkan bilah bambu yang lebih panjang dan letakkan secara horisontal diantara silangan ajir-ajir tersebut, ikat dengan tali rafia.

Penyiraman

Penyiraman yang teratur sangat diperlukan dalam budidaya melon. Lakukan penyiraman setiap sore hingga umur tanaman satu minggu. Selanjutnya penyiraman dilakukan setiap dua hari sekali.

Ketika musim hujan drainase harus berfungsi dengan baik. Jangan biarkan lahan tergenang air. Tanaman melon tidak menghendaki tanah yang terlalu basah.

Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman mulai berumur 1 minggu. Pupuk ynag diberikan hendaknya berbentuk cair agar mudah diserap oleh tanaman. Pupuk susulan dapat menggunakan pupuk jenis organik maupun pupuk kimia.

Pupuk susulan diberikan sebanyak 6 kali selama masa tanam dengan dosis pemupukan 200-250 ml/ tanaman. Cara pemberian pupuk susulan adalah dengan melarutkan pupuk ke dalam air kemudian disiramkan pada tanaman. Berikut ini tabel kebutuhan pupuk untuk budidaya melon:

www.alamtani.com

Penyerbukan buatan

Saat musim kemarau penyerbukan bunga melon dilakukan oleh serangga penyerbuk. Namun saat musim hujan biasanya intensitas serangga penyerbuk berkurang. Maka untuk mendapatkan hasil buah melon yang optimal hendaknya penyerbukan dibantu dengan penyerbukan buatan.

Cara melakukan penyerbukan buatan:

  • Lakukan penyerbukan buatan saat pagi hari, sebelum jam 10.00. Karena jika terlalu siang kuncup bunga akan layu atau menutup.
  • Lakukan penyerbukan buatan pada bunga betina, terutama bunga yang terdapat pada cabang ke 9-13. Selanjutnya lakukan seleksi buah, sehingga buah yang dipelihara cukup 1-2 per pohon. Bila ukuran buah besar, cukup 1 buah per pohon.

Pengendalian Hama dan penyakit

Budidaya melon di daerah tropis seperti Indonesia sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit seperti kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips, tungau. Sedangkan penyakit yang menyerang seperti antraknosa, busuk buah, busuk batang dan mosaik.

Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, lakukan kultur teknis seperti rotasi tanaman, pemupukan berimbang dan menjaga sanitasi kebun. Bila hama dan penyakit telah menyerang semprot dengan pestisida yang cocok. Bisa pestisida organik atau pestisida sintetis. Lakukan penyemprotan sesuai dengan dosis anjuran.

Pemanenan Buah Melon

Buah melon dapat dipanen setelah berumur 3 bulan.

Ciri-ciri melon siap panen:

  • Serat jala pada permukaan kulit tampak jelas dan kasar
  • Permukaan kulit sekitar tangkai terlihat retak-retak
  • Warna kulit hijau kekuningan dan sudah mengeluarkan aroma.

Lakukan pemetikan buah melon saat tingkat kematangan 90% atau sekitar 3-7 hari sebelum matang penuh. Hal ini berguna untuk memberikan waktu lebih pada distribusi.

Pemetikan dilakukan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting. Tangkai dipotong seperti huruf T. Bagian tangkai yang dipotong adalah bagian tangkai yang mengarah pada daun bukan pada buah.

Pemanenan buah melon sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 8-11. Pemetikan dilakukan secara bertahap dengan memilih buah yang benar-benar telah siap dipanen.

 

BACA JUGA

[PANDUAN TEKNIS] Cara Menanam Semangka di Pot (Polybag) dengan Sangat Mudah

Cara Sukses Budidaya Strawberry di Daerah Panas (Dataran Rendah)

 

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *