WASPADAI Jenis-jenis Penyakit Berbahaya Yang Sering Menyerang Kelinci

Posted on

bertaniorganik.com WASPADAI Jenis-jenis Penyakit Berbahaya Yang Sering Menyerang Kelinci – Memelihara kelinci itu memang menyenangkan. Selain sebagai binatang peliharaan di rumah yang lucu dan menggemaskan, jika diternak dengan benar juga dapat mendatangkan keuntungan. Baik sebagai usaha bibit kelinci hias maupun sebagai kelinci pedaging.

Namun meskipun menyenangkan, dalam beternak kelinci tetap kita harus selalu waspada. Karena seperti halnya binatang peliharaan lain, kelinci pun tak luput dari serangan penyakit baik ringan maupun yang berbahaya.

Nah jika anda sudah memutuskan untuk memelihara kelinci, baik sebagai binatang hias maupun beternak kelinci pedaging. Anda wajib mencari informasi terkait jenis penyakit yang sering menyerang kelinci serta cara pengobatannya.

Agar kita tahu penyakit apa saja yang sering menyerang kelinci, tahu cara mencegah serta cara mengobatinya.

Penyakit Pada Kelinci dan Cara Pengobatannya

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang pada ternak kelinci, cara mencegah, dan mengobatinya.

1. Penyakit Scabies atau gudik pada kelinci

Penyakit scabies atau gudik merupakan penyakit yang dapat menyerang hampir semua ternak termasuk kelinci. Penyakit ini disebabkan oleh kutu Sarcoptis Scabei, tungau Psoroptes Cuniculi, dan kutu Haemodipsus Ventricosus.

Penyakit Scabies merupakan penyakit yang cukup berbahaya bagi kelinci. Karena selain mengakibatkan turunnya produktivitas dan harga jual kelinci secara drastis, penyakit ini juga mudah menular baik ke sesama kelinci maupun ke hewan lain, bahkan dapat menular ke manusia.

Gejala kelinci terkena scabies

  • Kelinci sering kegatalan
  • Kelinci sering menggaruk-garuk sehingga bulu kelinci rontok
  • Pada kulit kelinci timbul koreng yang tebal bahkan bercampur nanah. Koreng akibat gudik biasanya muncul pada bagian hidung yang kemudian dapat menyebar keseluruh bagian tubuh.

Cara pengobatan

  • Pisahklan kelinci yang terserang gudik agar tidak menular pada kelinci yang lain.
  • Cukur bulu di daerah yang terserang scabies, kemudian dicuci dan dilap sampai kering.
  • Jika sudah bersih oleskan obat kudis seperti Scabicidcream pada daerah yang terkena kudis. Obat itu dapat dibeli di toko hewan dengan kisaran harga 40-50 rb.
  • Lakukan berulang-ulang sampai benar-benar sembuh.
  • Jangan lupa sterilkan kandang bekas kelinci yang terkena scabies dengan menyemprotkan insectisida seperti Pastac dll.

Untuk mencegah serangan scabies, sebaiknya jaga kebersihan kandang secara rutin. Jaga kandang jangan sampai lembab dan buang kotoran secara rutin.

2. Penyakit Pilek

Penyakit pilek menyebabkan kelinci mengalami bersin-bersin. Seperti halnya manusia, penyakit pilek pada kelinci juga disebabkna bakteri dan virus. Penyakit pilek pada kelinci juga perlu diwaspadai karena mudah menyebar dan menular. Apalagi jika kondisi kandang kotor dan kurang mendapat sinar matahari.

Gejala kelinci yang sedang pilek adalah hidung kelinci mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh.

Untuk mengobatinya, semprotkan larutan antiseptik pada hidung kelinci kemudian berikan antibiotik seperti penicilin atau anticoid.

3. Penyakit Kokkidiosis

Penyakit Kokkidiosis disebabkan oleh kuman parasit yang menyerang usus dan hati kelinci, terutama kelinci rumahan yang dipelihara di atas lantai. Kokkidiosis yang menyerang anak kelinci, biasanya dapat menyebabkan kematian.

Gejala yang timbul dari penyakit ini adalah nafsu makan berkurang, berat badan berkurang, badan lemas dan kurus. Dan jika dibiarkan lama-lama kelinci akan mati.

Cara pengobatannya dengan memberikan obat yang mengandung Sulfa untuk menghambat diare.

Untuk mencegahnya adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan jangan terlalu sering menaruh kelinci di atas lantai.

4. Penyakit Radang Mata/ Konjungtivitis

Radang mata dapat menyerang kelinci yang berumur beberapa minggu maupun kelinci dewasa. Radang mata bisa diakibatkan karena infeksi terkena benda tajam, debu, kotoran, asap, gas amonia, terkena bakteri, maupun kekurangan vitamin A.

Ciri-ciri kelinci mengalami radang mata adalah mata berwarna merah, mata sering mengeluarkan cairan, terkadang keluar nanah.

Cara pengobatannya dengan membersihkan mata yang terluka menggunakan kapas. Lalu diberi obat tetes mata yang mengandung antibiotik seperti Chloramphenicol.

Radang mata dapat dihindari dengan menjaga kenyamanan kandang. Pastikan tidak ada benda tajam di dalam kandang yang dapat melukai mata kelinci.

5. Kaki Bengkok/Rachitis

Kelinci juga dapat terserang rachitis atau kaki bengkok. Biasanya terjadi karena kelinci kekurangan vitamin D terutama pada masa pertumbuhan.

Kelinci yang tinggal di kandang sering kali tidak mendapat cahaya matahari yang cukup, sehingga kekurangan vitamin D. Untuk menjaga agar kelinci tidak kekurangan vitaminjD akibat kurang cahaya matahari, berikan asupan vitamin D berupa lemak ikan yang dicampurkan ke dalam pelet. Selain Vitamin D, pelet juga harus mengandung mineral, fosfor, kalsium, dan mangan yang sangat penting bagi pertumbuhan tulang.

6. Kelinci Kanibal

Kelinci yang lucu dan menggemaskan ternyata bisa berubah menjadi liar dan beringas serta kanibal. Kondisi ini biasanya terjadi karena kelinci kekurangan pakan dan air minum. Kelinci yang kanibal bisa memakan daging sesamanya atau memakan bulu hingga akhirnya mati karena ususnya terhambat oleh bulu yang dimakannya.

7. Entritis Kompleks

Entritis Kompleks merupakan penyakit pada pencernaan kelinci dan menjadi penyebab kematian paling banyak pada kelici peterrnakan. Umumnya penyakit ini menyerang kelinci yang masih kecil.

Ciri-ciri kelinci terkena Entritis Kompleks adalah kotoran kelinci keluar tidak normal, kotoran berwarna hijau gelap, bau, berlendir dan menggantung pada dubur kelinci. Kelinci juga tampak kurus dan lesu.

Penyebab Entritis Kompleks

  • Makanan yang diberikan tidak cocok atau sudah terkontaminasi
  • Terlalu banyak makan hijauan basah
  • Kondisi kandang yang kotor
  • Serta penggunaan obat berbahaya yang tidak sesuai dengan dosis untuk kelinci

Cara pengobatannya dengan mengganti pakan hijauan basah dengan hay dan pelet, kemudian berikan air minum yang sudah diberi antibiotik.

8. Penyakit Young Doe Sydrome

Penyakit ini menyerang kelinci betina yang sedang menyusui. Penyakit Young Doe Sydrome disebabkan oleh Septicemia akibat mastitis sehingga terjadi pembengkakan pada puting susu.

Induk kelinci yang terserang penyakit ini tidak dapat menyusui anaknya. Sehingga anak-anak kelinci akan mati karena tidak mendapat susu dari induknya.

Induk yang terkena panyakit ini harus diobati secepatnya. Caranya adalah dengan mengisolasi induk yang terkena penyakit Young Doe Sydrome kemudian menyuntikan Penicilin, Sulfa Strong, Oxylin atau Sulmethonl.

9. Sembelit

Sembelit adalah kondisi dimana kelinci mengalami susah buang air besar dan kencingnya sedikit sekali. Sembelit disebabkan oleh tingkat stress yang tinggi, asupan makanan yang tidak dibarengi dengan air minum yang cukup, serta kekurangan makan hijau atau rumput.

Untuk mencegah terjadinya sembelit, seimbangkan pemberian makan yang berserat kasar dengan pakan hijauan. Serta berikan air minum yang cukup. Selain itu buatlah kandang yang nyaman dan tidak terlalu sempit.

Untuk mengobati kelinci yang terkena sembelit, berilah kelinci air minum yang banyak. Berikan pakan hijauan yang banyak mengandung air, dan lepaskan kelinci di luar kandang agar dapat bergerak bebas dan mendapat udara segar.

10. Radang paru (Pneumonia)

Radang paru (Pneumonia) pada kelinci disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida yang menyebabkan kelinci menjadi susah untuk bernafas. Radang paru sering menyerang induk kelinci menjelang lahiran yang kedua atau ketiga.

Secara umum radang paru pada kelinci sering terjadi karena kondisi kandang yang terbuka dan menyebabkan kelinci sering terkena terpaan angin secara langsung, udara di kandang yang lembap dan komposisi makanan kelinci yang tidak seimbang.

Radang Paru pada kelinci tergolong penyakit yang sulit disembuhkan. Untuk mengobati radang paru pada kelinci harus dilakukan sejak gejala awal sakit. Yaitu dengan menyuntikkan Penicilin, Sulfa Strong atau Oxylin.

11. Kanker Telinga

Kanker telinga pada kelinci disebabkan oleh adanya kutu pada permukaan kulit sebelah dalam telinga. Gejala kelinci terserang kanker telinga adalah kelinci sering menggeleng-gelengkan kepalanya dan menggosokkan daun telinganya sehingga menjadi kemerah-merahan. Hal ini karena adanya rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang.

Penyakit kanker telinga dapat menular dengan mudah. Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengoleskan obat oles pembasmi kutu pada bagian telinga yang terserang.

12. Favus

Favus adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menginfeksi kulit kepala kelinci. Tanda-tanda kelinci terserang penyakit ini adalah kulit kepala kelinci tampak pecah-pecah dan sebagian bulunya rontok.

Cara pengobatan terhadap penyakit ini adalah dengan mencuci bagian kulit kepala yang terkena infeksi dengan air sabun hangat kemudian dioleskan salep belerang atau Scabid Cream.

13. Kelinci Cacingan (Pinworm)

Kelinci cacingan disebabkan adanya cacing kecil berukuran sekitar 2,5 cm yang hidup di usus belakang kelinci. Cacing ini biasanya masuk ke tubuh kelinci karena terbawa makan atau ada telur cacing yang melekat pada pakan kemudian ikut tertelan.

Gejala kelinci cacingan adalah badannya tampak kurus, lemah, pucat, dan nafsu makannya berkurang. Selain itu kelinci suka menggaruk bulu disekitar anus.

Untuk mengobati kelinci cacingan adalah memberi kelinci obat cacing secara teratur. Dan jangan lupa untuk membersihkan kandang secara rutin. Pastikan juga makanan dan minuman kelinci bebas dari telur cacing.

14. Kelinci Makan Bulu

Kelinci yang memakan bulunya sendiri atau bulu temannya disebabkan pakan yang diberikan kurang mengandung protein. Kekurangan protein menyebabkan nafsu makan kelinci menjadi rendah sehingga berat badan merosot. Bulu-bulu yang dimakan bisa mengganggu sistem pencernaan kelinci, karena bulu tidak bisa dicerna.

Cara pencegahannya dengan memberikan pakan kelinci yang mengandung protein dan gizi lainnya. Imbangi pakan hijauan dengan Hay dan pelet.

15. Pasteurellosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman Pasteurella multocida, biasa menyerang kelinci dewasa. Awalnya penyakit ini akan menyerang sistem pencernaan kemudian menjalar menyerang organ lainnya terutama testicles, kelenjar susu dan uterus.

Cara pencegahannya dengan menjaga kebersihan kandang kelinci untuk mengurangi kemungkinan timbulnya penyaki pasteurellosis.

BACA JUGA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *