Cara Lengkap Mengatasi Kambing Kembung Atau Masuk Angin
PERTANIAN Budidaya Tanaman Pupuk dan Teknologi Pertanian Hama dan Penyakit HIDROPONIK
Budidaya Tanaman
Pupuk dan Teknologi Pertanian
Hama dan Penyakit
HIDROPONIK
PETERNAKAN
PERIKANAN
TANAMAN HIAS
RAGAM MANFAAT
Home
Cara Lengkap Mengatasi Kambing Kembung Atau Masuk Angin
bertaniorganik.com – Gangguan perut kembung pada kambing merupakan masalah serius yang sering dihadapai oleh para peternak. Karena perut kembung pada kambing dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan benar dan cepat. Hanya dalam waktu 1-2 jam setelah kambing mengalami perut kembung, kambing dapat mengalami kematian.
Kambing kembung merupakan kondisi dimana perut kambing banyak berisi gas akibat terjadinya proses fermentasi yang berjalan cepat dan tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk kentut. Tingginya akumulasi gas dalam perut dapat menekan organ lain dalam tubuh sehingga kambing merasa sangat kesakitan, frekuensi pernapasan meningkat, dan sering buang air besar.
Kambing kambung dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:
Ternak sering dibiarkan berkeliaran dan kehujanan.
Udara yang dingin dan hembusan angin yang mengandung air atau embun.
Letak janin dan rumen yang mengalami pergeseran dan penyempitan pada kambing yang baru hamil.
Ternak yang mengeluarkan liur berlebihan dan keasaman tinggi.
Kontruksi dan letak kandang yang tidak layak.
Kambing diumbar atau diberi pakan rumput yang masih berembun.
Kambing terlalu banyak mengkonsumsi hijauan terlalu muda.
Kambing diberi pakan dedaunan yang masih memiliki kandungan asam tinggi seperti daun singkong
Pergerakan kambing lambat,lemas dan nafsu makan menurun
Kambing merasa gelisah, sakit dan sulit bernapas
Perut kambing pada bagian kiri mengalami pembesaran yang bila di tepuk akan berbunyi seperti bedug/gendang.
Punggung kambing terlihat membungkuk, denyut jantung melemah, selaput lendir mulut kebiruan
Kambing akan mengeluarkan cairan berwarna kuning pada bagian hidung
Kambing akan mengeluarkan suaranya selalu
Pada saat istirahat kambing akan mengulurkan lehernya, berupaya untuk mengeluarkan angin yang ada di dalam tubuhnya
Dalam kondisi kritis kambing akan jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak akan mati mendadak.
Ternak sebaiknya dikandang atau tidak dibiarkan lepas begitu saja tanpa pengontrolan.
Jika harus diangon sebaiknya ternak diikat dan segera dimasukkan ke kandang jika cuaca mendung atau akan turun hujan agar ternak tidak kedinginan dan masuk angin.
Dinding kandang sebaiknya dibuat rapat agar ternak tetap hangat saat udara dingin dimalam hari atau saat turun hujan.
Pilih lokasi untuk menempatkan kandang pada tempat yang kering dan tidak lembab.
Ternak ditempatkan pada kandang yang terlindung dan diberi tempat pembakaran untuk memanasi lingkungan dan mengusir nyamuk, serta diberi pakan sedikit demi sedikit agar aktivitas mikrobia rumen tidak tinggi.
Hindari melepas ternak pada pagi hari sebelum embun kering dan hindari memberi pakan yang masih basah karena embun.
Hindari memberi pakan dari hijauan kacang-kacangan secara berlebihan.
Pilihlah ternak yang sehat, licah dan tidak mengeluarkan air liur yang berlebihan.
Jangan memberi pakan berupa daun singkong yang masih segar. Jika hendak diberikan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu atau difermentasi.
Ternak dibawa ketempat yang hangat atau dibawah sinar matahari
Usahakan ternak kambing dalam posisi berdiri dengan kaki depan lebih tinggi
Bagian perut sebelah kiri ternak diolesi minyak angin / balsem sambil diurut dan ditekan agar gas didalam perut dapat keluar
Ternak diberi minum air hangat 1 gelas dan 10 tetes minyak angin atau air hangat yang diberi garam
Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai atau minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar ½ – 1 gelas) dengan cara di cekokkan (minum dengan paksa) ke mulut kambing.
Kambing dicekok (minum dengan paksa) dengan 200 cc sprite/soda lalu perut kembung sebelah kiri di balur dengan bawang merah halus dan sudah di campur dengan minyak angin. Bila angin sudah keluar melalui anus, kedua kaki depan diangkat ke atas sambil sisi perut di jepit dengan kaki kita. Mulut kambing harus selalu terbuka dan posisi kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas dalam perut akan keluar.
Bagian anus kambing di tusuk dengan tangkai daun pepaya yang ujungnya sudah di olesi minyak goreng agar tidak melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing di jepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun pepaya.
Perut kembung pada kambing merupakan masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Kambing yang mengalami perut kembung dapat merugikan peternak. Karena kambing dapat mati mendadak hanya dalam tempo 1-2 jam. Oleh karena itu lebih baik mencegah dari pada mengobati.
Demikian Cara Lengkap Mengatasi Kambing Kembung Atau Masuk Angin semoga bermanfaat.
BACA JUGA
Kenali Jenis-jenis Penyakit Pada Kambing dan Pengobatannya
Penyebab Bulu Kambing Rontok, Cara Pencegahan dan Pengobatannya
Membuat Pakan Fermentasi Jerami Untuk Ternak Kambing Dengan SO C
Langkah langkah Membuat Pakan Kambing Fermentasi Komplit Bernutrisi Tinggi
Cara Mengobati Penyakit Cacingan Pada Kambing
AMPUH Cara Mengobati Penyakit Gudik (Kudis) Pada Kambing Menggunakan Ekstrak Daun Gamal
DISCLAIMER
KONTAK KAMI
PRIVACY POLICE
TOS
Copyright© 2019 - bertaniorganik.com