Kenali Jenis-jenis Penyakit Pada Kambing dan Pengobatannya

Posted on

Beberapa Penyakit yang Sering Menyerang Kambing dan Domba

bertaniorganik.com – Dalam beternak kambing atau domba tidak selamanya akan berjalan indah seperti bayangan kita. Adakalanya kita akan mengalami suatu permasalahan, seperti kambing kurang sehat, terserang penyakit baik ringan maupun berat. Oleh karena itu, ketika anda memutuskan untuk beternak kambing atau domba, ada baiknya anda mengetahui beberapa penyakit yang sering menyerang kambing atau domba, serta cara penanganannya secara efektif. Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang kambing dan domba.

1. Kambing Kembung

Bagi anda yang sudah lama beternak kambing, pasti anda sering menjumpai kambing yang mengalami perut kembung. Perut kembung atau sering disebut bloat adalah kondisi dimana perut kambing banyak berisi gas akibat dari proses fermentasi yang berjalan cepat dan tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk kentut. Tingginya akumulasi gas dalam perut menyebabkan organ lain dalam tubuh tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Sehingga kambing pun melakukan pernapasan dengan mulut terbuka akibat dari frekuensi pernapasan yang tinggi.

Tanda-tanda yang mudah kita ketahui adalah, perut kambing membesar atau membengkak akibat penumpukan gas dalam rumen. Akibat rasa sakit yang ditimbulkan, kambing terlihat mendengus-dengus, dan biasanya akan menendang-nendang ke sisi kiri. Punggung kambing juga terlihat membungkuk serta saat berbaring kambing akan kesulitan untuk bangun kembali.

Jika kondisi ini tidak segera diatasi, lama kelamaan akan semakin parah dan dapat menyebabkan kematian. Dan ini yang sering terjadi.

Kambing mengalami kembung biasanya akibat terlalu banyak memakan legume, hijauan terlalu muda, atau mengkonsumsi rumput yang masih berembun saat dilepas dari kandang. Maka sangat penting bagi peternak untuk berhati-hati dalam memberikan makanan hijauan.

Sebelum memberikan pakan hijauan hendaknya dilayukan terlebih dahulu, terutama daun singkong. Jangan melepas kambing saat pagi hari, serta jangan memberi makan pada waktu menjelang magrib.

Jika kambing mengalami kembung, untuk mengatasinya bisa dengan memberi obat masuk angin yang dapat dibeli di apotik atau warung. Cara lain, dengan meminumkan minyak nabati, atau dengan mencekoki kambing dengan soda. Bisa juga dengan menusuk anus kambing dengan tangkai daun pepaya yang sudah diolesi minyak, kemudian menekan dan memijit perutnya agar dapat mengeluarkan gas. Cara-cara tersebut bertujuan agar kambing dapat mengeluarkan gas berlebih dalam perutnya baik melalui kentut maupun sendawa.

2. Kambing Cacingan

Beberapa jenis cacing yang sering menyerang kambing atau domba diantaranya Haemonchus Cocortus, Trichus sp, dan Oestophagostomum sp. Cacing-cacing tersebut kemungkinan besar terdapat pada pakan hijauan terutama yang diambil dari aktivitas mengarit. Ketika cacing-cacing tersebut ikut kemakan, ia akan hidup sebagai parasit di saluran pencernaan, melekat di selaput usus dan menghisap sari makanan, cairan tubuh dan darah, dan mengeluarkan racun.

Kambing yang terserang cacingan, tubuhnya akan menjadi lemah, lesu, dan tidak bisa gemuk walaupun diberi makan banyak. Dalam beberapa kasus, kambing muda usia3-4 bulan yang terkena cacingan tubuhnya akan kurus dan dan mati.

Beberapa tanda yang bisa kita lihat dari kambing yang terkena cacingan:

  • Nafsu makan berkurang
  • Tubuh terlihat lemah, lesu, dan kurus
  • Perut buncit, bulu terasa kasar, kusam dan rontok
  • Kambing juga mengalami diare atau mencret

Untuk mengatasi kambing terkena cacingan, berikan obat cacing seperti Cetarin concuat, Pheno plus, dan Wormex powder. Untuk pencegahan sebaiknya lakukan kebersihan kandang secara rutin dan berikan obat cacing secara teratur setiap 3 bulan sekali atau sekurang-kurangnya 6 bulan sekali. Selain menggunakan obat medis, penyakit cacingan pada kambing juga dapat diatasi dengan membuat ramuan herbal berupa 2 buah pinang tua, 2 sendok makan gula jawa, 5 lembar daun tembakau dan 1 sendok makan serbuk getah pepaya muda. Semua bahan dicampur rata dan dihaluskan dan diberikan setiap 5 hari sekali.

3. Kambing Terkena Penyakit Scabies

Scabies atau sering disebut kudis, kurap, gudik merupakan serangan penyakit pada kambing yang disebabkan oleh ektoparasit atau tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes communis varovis, dan Chorioptes ovis. Penyakit scabies sering menyerang area di sekitar telinga, kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh.

Tanda-tanda Kambing yang terserang scabies adalah timbulnya bercak-bercak merah yang membentuk bisul pada kulit kambing. Bercak tersebut kemudian akan menebal, mengeras dan bersisik serta gatal. Karena rasa gatal yang luar biasa, kambing akan menggosok-gosokkan tubuhnya pada dinding kandang yang akan menyebabkan bulunya menjadi rontok.

Penyakit scabies jika dibiarkan sangat merugikan peternak. Karena mudah menyebar keseluruh bagian tubuh, kambing akan mulai terlihat makin kurus karena nafsu makan berkurang, kambing akan kekurangan darah, produksi susu menurun, serta harga jualnya akan merosot. Jika terdapat kambing yang terserang scabies sebaiknya segera dikarantina. Karena tungau penyebab scabies sangat mudah menyebar ke ternak yang lain.

Untuk mengobati scabies atau gudik, kita dapat memberikan obat anti parasit sperti Ivomec. Namun sebelum diberikan obat, sebaiknya kambing dimandikan terlebih dahulu dan disikat menggunakan sabun antiseptik atau deterjen. Kemudian bulu tebal diarea yang terluka dipotong pendek.

 

 

Selain itu, bisa juga diberikan racikan tradisional yang terdiri dari oli bekas, minyak kelapa, minyak tanah, garam, kapur barus, kapur ajaib, bawang merah, bawang putih, kunyit, dan serbuk belerang. Bahan-bahan tersebut dicampur rata kemudian dioleskan pada bagian yang terluka 2-3 hari sekali.

4. Penyakit Orf

Penyakit Orf atau sering disebut dakangan atau Ecthyma Contagiosa merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Parapoxvyrus yang bersifat zoonis dan dapat menular ke manusia. Penyakit ini biasanya menyerang kambing saat makan rumput yang berbulu dan debu dari konsentrat.

Tanda-tanda kambing terkena Orf adalah terdapat luka di sekitar mulut yang berupa keropeng hitam dan terdapat juga benjolan. Lama-lama keropeng akan menyebar ke sela-sela kuku. Akibatnya kambing akan kehilangan selera makan yang menyebabkan tubuhnya menjadi kurus. Biasanya penyakit orf akan sembuh setelah satu bulan. Namun dalam beberapa kasus, jika terjadi infeksi sekunder dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan penyakit Orf atau keropeng dapat menggunakan Preparat Iodium dan suntikan antibiotik. Atau bisa juga menggunakan ramuan sendiri berupa biji pinang, kapur sirih, dan kunyit yang sudah dibersihkan kemudian dihaluskan. Cara pemberiannya dengan mengoleskan saja tanpa mengelupaskan keropeng pada mulut.

5. Pink Eye

Pink eye atau mata belekan merupakan penyakit yang menyerang bagian mata kambing. Biasanya disebabkan iritasi akibat tertusuk benda seperti duri, kayu, ujung rambut, bahkan debu dari konsentrat. Selain itu, Pink Eye juga dapat disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit.

Gejala serangan Pink Eye pada kambing:

  • Mata kambing sering berkedip
  • Mata berwarna kemerah-merahan dan mengeluarkan air
  • Selanjutnya mata akan keruh dan timbul borok hingga mengalami pembengkakan. Jika tidak ditangani secara langsung dan berkala bisa bertambah parah bahkan mengakibatan kebutaan permanen.

Cara mengobatinya:

  • Pertama, cuci matanya menggunakan air hangat
  • Oleskan salep yang mengandung antibiotik untuk meredakan infeksi
  • Selain itu dapat menggunakan ramuan alami dengan menyemprotkan campuran teh basi, daun sirih dan garam setiap hari sampai sembuh.

6. Penyakit Antraks

Penyakit Antraks disebabkan oleh virus Bacillus Anthracis yang penularannya melalui kontak langsung, makanan, minuman dan pernafasan.

Tanda-tandanya:

  • Kambing mengalami demam yang tinggi hingga tubuh gemetar
  • Badan lemas, terjadi gangguan pernafasan, pembengkakakan kelenjar dada, badan penuh bisul
  • Kambing mengalami gangguan pencernaan, mengeluarkan darah dari telinga, mulut, dan anus.

Sampai saat ini penyakit Antraks belum ditemukan obatnya. Jika terdapat kambing yang terserang antraks, untuk mencegah penularan yang semakin meluas, maka kambing yang terserang penyakit harus dikuburkan.

7. Penyakit Kuku dan Mulut (PMK)

Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada kambing disebabkan oleh virus dari famili Picornaviridae yang terdapat pada air kencing, susu, dan air liur. Dengan daya tular yang sangat tinggi.

Gejalanya:

  • Nafsu makan berkurang
  • Kambing mengalami Demam
  • Keluar air liur yang berlebihan
  • Rongga mulut, lidah dan kaki melepuh serta terdapat benjolan berisi cairan bening.

Kambing yang terjangkit dipisahkan dan diobati sesuai petunjuk dokter hewan. Untuk mencegahnya, jagalah kebersihan kandang dan berikan vaksinasi.

8. Penyakit Enterotoxemia

Penyakit Enterotoxemia disebabkan bakteri Clostridium Perfringens. Penyakit ini biasanya terjadi karena kambing memakan biji-bijian secara berlebihan. Sehingga bakteri Clostridium Perfringens pada rumen menjadi lebih produktif dikarenakan tingkat keasamannya. Bakteri tersebut kemudian menghasilkan racun yang merugikan si kambing.

Gejala serangan penyakit Enterotoxemia: Kambing berkedut, demam hingga giginya bergemeretak dan perut bengkak.

Untuk mencegah penyakit ini, lakukan vaksinasi tahunan terutama kambing yang menyusui serta jangan terlalu banyak pemberian biji-bijian dalam pakannya. Untuk pengobatannya sebaiknya melakukan konsultasi pada dokter hewan setempat.

9. Penyakit Miasis

Penyakit Miasis adalah kondisi dimana kambing mengalami korengan atau belatungan. Penyakit Miasis sering juga disebut penyakit Seten. Penyakit ini sering menyerang pada bagian paha kambing betina yang setelah melahirkan sisa darahnya tidak dibersihkan. Bisa juga terjadi pada anak kambing yang baru lahir karena tidak diberikan antiseptik atau anti lalat pada pusarnya. Dalam beberapa kasus juga dapat disebabkan oleh luka karena kondisi kandang yang tidak nyaman.

Cara pengobatan:

  • Bersihkan koreng dengan air
  • Kemudian siram dengan minyak kayu putih lalu beri tembakau yang sudah dibasahi dan tutup dengan perban.
  • Gantilah perban setiap hari sampai keluar belatungnya dan koreng mengering.

10. Diare atau Mencret

Kambing yang mengalami diare atau mencret biasanya terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan. Diare atau mencret bisa disebabkan oleh bakteri, makanan yang rusak, serta lingkungan atau udara dingin.

Gejala kambing diare:

  • Kambing tampak lesu, lemah dan juga pucat.
  • Kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman.

Untuk mengatasi kambing yang mengalami diare sebaiknya cari tahu dulu penyebabnya. Jika diare disebabkan karena makanan, maka hindari pemberian daun kacang-kacangan dan daun muda. Jika diare terjadi karena penyakit, untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan memberi jamu dari campuran daun jambu biji, garam dapur dan 1 gelas air kelapa, lalu berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.

11. Kambing Keracunan

Keracunan biasanya terjadi ketika kambing mengonsumsi pakan hijauan yang mengandung racun atau keracunan insektisida.

Tanda- tanda kambing mengalami keracunan

  • Kambing mengalami kejang-kejang
  • Mulut kambing berbusa
  • Selaput lendir mata berwarna kebiru-biruan
  • Kambing mengeluarkan kotoran yang bercampur darah.
  • Dalam beberapa kasus, bila kondisinya parah dapat menyebabkan kematian yang mendadak.

Penanganan kambing keracunan

Berikan tablet norit atau air kelapa muda. Ada juga yang memberi larutan campuran minyak kelapa, air kelapa muda, garam dan asam jawa. Jika keracunan karena insektisida, minumkan 1 gelas santan hangat.

12. Penyakit Mastitis

Penyakit Mastitis sering dijumpai pada kambing perah karena penyakit ini menyerang bagian puting kambing. Penyakit Mastitis disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus yang menyerang puting susu karena proses pemerahan yang kurang sempurna, sehingga susu belum habis diperah sepenuhnya. Serangan Penyakit Mastitis dapat mengakibakant penurunan jumlah produksi susu dan kualitas dari susu itu sendiri.

Cara pengobatannya dengan memberi antibiotik intra-mammary dan memperbaiki proses dari pemerahan susu.

13. Penyakit Kuku Busuk

Penyakit kuku busuk disebabkan oleh kondisi kandang yang basah dan kotor, sehingga kambing sering menginjak air yang akhirnya terjadi pembusukkan.

Tanda-tandanya:

  • Celah kuku membengkak dan megeluarkan cairan putih keruh.
  • Kemudian kulit kuku mengelupas dan timbul benjolan yang menyakitkan hingga si kambing berjalan pincang
  • Jika dibiarkan kambing akan mengalami kelumpuhan.

Cara mengobatinya:

  • Bersihkan dan potong kukunya
  • Siramkan alkohol lalu perban kaki kambing
  • Kemudian hindarkan dari tempat kotor yang tergenang air.

14. Penyakit Pneumonia

Penyakit Pneumonia biasanya disebabkan oleh kondisi udara yang lembap, dingin dan kotor serta kambing yang tidak terpelihara dengan baik.

Gejala kambing terkena Pneumonia

  • Kambing sulit bernafas
  • Nafsu makan hilang, sering batuk dan juga demam.

Untuk mencegahnya dengan menjaga kandang agar tidak lembap, selalu bersih, tidak tergenang air, menutup kandang jika angin kencang dan lakukan karantina jika terdapat kambing sakit. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan preparat antibiotik atau dengan rekomendasi dokter hewan setempat.

15. Penyakit Konstipasi atau Sembelit

Sembelit pada kambing biasanya hanya dialami oleh anak kambing yang baru lahir. Sembelit terjadi karena kotoran pertamanya berwarna hitam kental dan keras sehingga sulit keluar. Anak kambing yang terkena konstipasi atau sembelit, selain susah buang kotoran, dia juga akan berguling-guling dan sering mengembik.

Maka untuk melancarkan buang air besarnya bisa diberikan 1 sendok makan minyak sayur.

Demikian Jenis-jenis Penyakit Pada Kambing dan Pengobatannya semoga dapat menambah wawasan.

 

BACA JUGA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *