Cara Sukses Budidaya Strawberry di Daerah Panas (Dataran Rendah)

Habitat Tanaman Strawberry

bertaniorganik.comCara Sukses Budidaya Strawberry di Daerah Panas (Dataran Rendah) – Strawberry merupakan jenis tanaman buah yang berasal dari daerah subtropis. Tanaman strawberry saat ini sudah banyak dikembangkan di Indonesia terutama di daerah dataran tinggi dengan suhu udara yang dingin dan sejuk.

Banyak orang berpikir apakah mungkin strawberry bisa ditanam pada dataran rendah dengan kondisi udara yang cenderung panas?

Tanaman strawberry meskipun jenis tanaman untuk dataran tinggi namun pada dasarnya dapat kita tanam pada dataran rendah dan bisa ditanam dengan menggunakan media pot atau polybag.

Cara Menanam Strawberry di Daerah Panas

Untuk menanam strawberry di daerah panas berikut ini langkah-langkah yang harus anda lakukan:

  • Proses Adaptasi Bibit

Strawberry merupakan jenis tanaman dengan habitat hidup di daerah sejuk dan dingin. Maka sebelum anda menanamnya di daerah panas, anda harus melakukan proses adaptasi bibit terlebih dahulu terhadap lingkungan sekitar.

Cara pertama, lakukan pemindahan bibit dari daerah dingin ke daerah yang panas pada malam hari. Selanjutnya masukkan bibit ke dalam ruangan yang ber AC selama 3-5 hari. Setiap hari naikkan suhu AC sedikit demi sedikit, dan pada hari terakhir suhu ruangan sudah sama dengan suhu normal.

Cara lain, untuk menanam strawberry pada daerah panas maka jangan memulai melakukan penyemaian bibit strawberry pada saat musim kemarau. Lakukan penyemaian pada saat musim hujan dan dilakukan secara indoor atau dalam ruangan. Jika terpaksa dilakukan secara outdoor maka letakkan media semai di tempat beratap dan pastikan tidak terkena hujan. Setelah memasuki musim kemarau latih pelan-pelan strawberry agar terbiasa dengan panas. Caranya adalah setiap hari geser posisi tanaman agar semnakin dekat dengan area yang terkena matahari frontal. Sehingga tanaman strawberry terbiasa dengan suhu panas dan menjadikannya sebagai suhu toleran.

  • Gunakan Media Tanam Organik

Tanaman strawberry sangat menyukai kondisi tanah yang sangat subur dengan kandungan organik yang tinggi. Maka saat kita hendak membudidayakannya usahakan kita siapkan media tanam dengan kandungan organik juga.

Media tanam strawberry dapat kita buat dengan campuran sekam padi dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Kemudian media tanam kita diamkan selama 3 hari dan disiram secara rutin setiap hari.

  • Lakukan Penyiraman 2x Sehari

Setelah strawberry kita tanam pada media tanam, kemudian lakukan penyiraman 2 x sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Tujuannya agar lingkungan pemeliharaan strawberry yang kita buat mendekati lingkungan aslinya.

Setiap seminggu sekali siram tanaman strawberry menggunakan pupuk organik cair. Lakukan penyiraman secukupnya jangan sampai media tanam terlalu basah karena dapat membusukkan tanaman strawberry.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Strawberry

Karena strawberry ditanam pada daerah panas yang bukan habitat aslinya maka tanaman strawberry menjadi rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama yang biasa menyerang strawberry misalnya belalang, thrips, mealibung, serta kutu kuning. Untuk pengendaliannya, tanaman strawberry dapat kita semprot menggunakan pestisida curacron dengan dosis 1-2 ml/L.

Sementara penyakit yang sering menyerang tanaman strawberry, seperti busuk akar dan busuk daun. Untuk penanganannya dapat kita lakukan dengan mengurangi intensitas penyiraman tanaman dan menghilangkan bagian-bagian tanaman yang terkena penyakit.

  • Bungkus Bakal Buah Strawberry

Tanaman strawberry akan mulai menghasilkan buah pada umur 2-3 bulan. Agar bakal buah dapat berkembang dan menjadi buah yang sempurna maka kita harus membungkusnya dengan menggunakan plastik hitam. Tujuan dari pembungkusan ini adalah mencegah terjadinya kerusakan bakal buah akibat paparan sinar matahari serta untuk mengurangi penguapan.

Demikian Cara Sukses Budidaya Strawberry di Daerah Panas (Dataran Rendah) semoga berhasil.

Artikel Terkait