Cara Lengkap Menanam Lada atau Merica Dengan Stek Agar Hasil Panen Maksimal

Posted on

Teknik Budidaya Lada Perdu atau Merica

bertaniorganik.com – Cara Menanam Lada atau Merica Dengan Stek Agar Hasil Panen Maksimal – Lada merupakan salah satu komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sejak zaman dahulu kala, lada dari Indonesia dikenal sebagai komoditi dengan kualitas terbaik. Sehingga tak heran kemudian banyak bangsa Eropa seperti Belanda dan Portugis berebut menjajah Indonesia untuk menguasai rempah-rempahnya.

Lada atau dikenal dengan sebutan merica atau sahang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur atau penghangat tubuh. Beberapa daerah yang menjadi sentra penghasil lada atau merica diantaranya Bangka Belitung, Kalimantan dan Lampung.

Sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomis tinggi, pangsa pasar lada masih terbuka lebar dari pasar lokal hingga mancanegara. Dengan harga jualnya yang cukup tinggi dan cenderung stabil, budidaya lada sangat berpotensi besar untuk dibudidayakan.

Di pasaran dikenal 2 macam hasil panen lada yaitu lada hitam dan lada putih. Ke 2 macam lada ini sebenarnya berasal dari tanaman yang sama hanya warnanya saja yang berbeda. Lada hitam merupakan lada yang dipanen lebih cepat atau lada dipanen saat masih terbilang muda, sehingga menghasilkan lada yang berwarna hitam. Sedangkan lada putih yaitu lada yang dipanen saat buah lada sudah matang atau lebih tua sehingga lada berwarna putih.

Syarat Tumbuh Lada atau Merica

  • Lada sangat baik ditanam pada lahan dengan curah hujan antara 2.500-3.000 mm/ tahun.
  • Mendapat sinar matahari kurang lebih 10 jam/hari dengan suhu udara 20-34ºC.
  • Lada sangat menyukai kondisi tanah yang subur dengan PH 5-7 serta berada pada ketinggian antara 300-1500 mdpl. Contoh jenis tanah yang baik untuk menanam merica misalnya tanah jenis lateritic, utisol, podsolik, dan latosol.

Cara Menanam Lada atau merica

Cara menanam lada sebenarnya tidak terlalu sulit, hanya butuh kesabaran karena tanaman lada baru berproduksi saat berumur 2 tahun dari waktu tanam. Dengan waktu yang cukup lama tersebut maka disarankan agar dalam budidaya lada dapat ditumpang sela dengan tanaman lain seperti kelapa atau tanaman tahun lain. Tanaman lada juga dapat ditumpangsari dengan tanaman semusim seperti kacang tanah atau jagung.

Berikut ini langkah-langkah dalam budidaya lada

Pembibitan Lada

Lada merupakan tanaman yang dapat diperbanyak secara generatif (dengan biji) maupun dengan cara vegetatif (stek). Namun umumnya masyarakat lebih memilih untuk menanam dengan pembibitan yang dilakukan melalui stek batang. Hal ini karena dengan stek batang caranya lebih mudah dan pastinya biayanya lebih murah.

Untuk melakukan stek batang, bahan stek harus memilki syarat sebagai berikut

  1. Berasal dari sulur panjat yang tumbuhnya ke atas dan melekat pada pohon sandaran
  2. Panjang stek kurang lebih 7 ruas (dalam satu tanaman dapat dibuat beberapa batang stek).
  3. Stek diambil dari batang yang sudah agak mengayu dan dari tanaman yang sudah berumur ± 2 tahun.
  4. Pohon induk harus kuat, pertumbuhan bagus, dan daun berwarna hijau tua.
  5. Setelah batang yang akan digunakan untuk stek telah siap selanjutnya ditanam di polybag pembibitan atau nanti langsung ditanam di lahan

Persiapan Lahan Tanam Lada

Tanaman lada merupakan tanaman yang memilki perakaran dangkal dan sedikit serta kurang tahan terhadap panas sehingga memerlukan naungan antara 25-50%. Oleh karena itu tanaman lada sangat baik jika ditumpang sela dengan tanaman perkebunan seperti kelapa cengkeh mangga atau sengon. Tanaman lada juga bagus ditumpangsari dengan tanaman semusim seperti kacang atau jagung. Sistem tumpangsari atau tumpang sela selain melindungi tanaman lada dari sinar terik, tumpang sari bermanfaat untuk efisiensi lahan serta memberikan nilai tambah bagi petani selama masa tunggu.

Selama menanti masa bibit lada tumbuh maka petani harus mempersiapkan lahan tanam dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Sebelum menanam sediakan dulu tiang pancang atau tiang panjat. Tiang panjat dapat dibuat dari beton atau bisa menggunakan pohon hidup seperti pohon dadap minyak, dadap duri, randu dll.
  • Tiang-tiang pemanjat ditanam dengan jarak 2,5 x 2,5 m.
  • Lubang tanaman dibuat disekeliling tiang pemanjat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm.
  • Apabila tanah miring buatlah teras-teras atau tanamlah tanaman penutup tanah.
  • Pada tanah yang datar buatlah parit-parit saluran air, agar air tidak menggenang saat musim penghujan.

Penanaman Lada di Kebun.

  • Stek langsung ditanamkan pada lubang tanam yang telah dipersiapkan didekat tiang pemanjat.
  • Bagian stek yang dimasukkan kedalam tanah adalah 4 buku/ruas.
  • Stek ditanam dengan posisi batangnya agak miring di dekat permukaan tanah.
  • Sebelum bibit lada ditanam, sebaiknya beri pupuk kandang terlebih dahulu pada lubang tanam.
  • Berilah pelindung pada stek yang baru ditanam tersebut.

Pemeliharaan Tanaman Lada

  • Bersihkan kebun dari rerumputan pengganggu.
  • Jika menggunakan tiang dari pohon hidup, pangkaslah pohon-pohon pemanjat tersebut pada musim penghujan dengan pemangkasan berat dan pada musim kemarau dengan pemangkasan ringan.
  • Ikatlah tanaman lada pada tiang-tiang rambat agar tanaman dapat melekat pada tiang sebelum akar perekat menjadi kuat.
  • Yang diikat hanyalah cabang yang tumbuh keatas sedangkan cabang-cabang samping tidak perlu.
  • Buanglah cabang-cabang pada pangkal pohon yang menutup tanah.

Pemangkasan Tanaman Lada

Tujuan :

  • Untuk memperoleh cabang samping (cabang buah) yang lebih banyak.
  • Untuk mendapatkan pohon yang rimbun.

Cara pemangkasan :

  • Pemangkasan dilakukan pada ruas yang tidak terdapat cabang-cabang samping.
  • Apabila tanaman sudah mempunyai 8 atau 9 ruas maka harus dipangkas pada ketinggian 25-30 cm dari tanah.
  • Tunas yang tumbuh dari batang stek utama harus dipangkas pula dan pangkasannya dapat dijadikan sebagai bahan stek.
  • Sulur-sulur yang kemudian tumbuh diikatkan ketiang pemanjat dan bila telah lebih dari 10 ruas dipangkas lagi hingga tinggal 3-4 ruas dari pangkasan pertama.
  • Lakukan pemangkasan secara rutin sampai sulur mencapai ujung tiang pemanjat.

Dosis Pemupukan Tanaman Lada

Untuk mendapatkan pertumbuhan lada yang bagus serta hasil buah yang maksimal maka lada perlu diberikan pupuk organik (pupuk kandang, kompos) dan pupuk anorganis (pupuk buatan).

Pupuk kandang atau kompos diberikan sebagai pupuk pendahuluan sebanyak 5-10 kg per lubang tanaman sebelum dilakukan penanaman. Untuk pupuk buatan dapat diberikan berupa pupuk Urea, TSP dan KCL.

Untuk dosis pupuk dapat disesuaikan dengan kesuburan tanah, umur tanaman, dan lain-lain.

Sebagai pedoman umum pemupukan lada dengan Urea, TSP dan KCL dapat dijelaskan dengan rincian sebagai berikut:

  • Untuk tanaman lada muda:
    • Umur 8-12 bulan:
      • Urea : 50 gr/pohon/tahun.
      • TSP : 25 gr/pohon/tahun.
      • KCL : 20 gr/pohon/tahun.
    • Umur 1-2 tahun:
      • Urea : 100 gr/pohon/tahun.
      • TSP : 50 gr/pohon/tahun.
      • KCL : 40 gr/pohon/tahun.
    • Umur 2-3 tahun:
      • Urea : 200 gr/pohon/tahun.
      • TSP : 100 gr/pohon/tahun.
      • KCL : 80 gr/pohon/tahun.
  • Untuk tanaman yang sudah berproduksi. Dosis pupuk yang diberikan sebagai berikut:
    • Urea : 400 — 500 kg/Ha/Tahun.
    • TSP : 400 – 500 kg/Ha/Tahun.
    • KCL : 300 — 375 kg/Ha/Tahun.

Waktu dan Cara Pemupukan Tanaman Lada.

Pemupukan tanaman lada dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada setiap awal dan akhir musim penghujan. Pupuk diberikan masing-masingnya setengah bagian dari dosis diatas.

Cara pemupukan tanaman lada adalah sebagai berikut :

  • Buatlah lubang pupuk/parit kecil disekeliling pangkal batang sejarak ujung dari tajuk pohon.
  • Campurkanlah pupuk Urea, TSP dan KCL sesuai dengan dosis kemudian dimasukkan ke dalam lubang pupuk tersebut.
  • Setelah pupuk dimasukkan lubang segera ditutup kembali dengan tanah.

Catatan:

Pupuk dapat diberikan secara sendiri-sendiri atau secara campuran. Pencampuran Urea, TSP dan KCL hanya dapat dilakukan apabila setelah pencampuran tersebut segera dilaksanakan pemupukan, dan pupuk yang sudah tercampur tadi harus habis dalam satu kali pemupukan.

Pengolahan hasil tanaman lada.

Terdapat 2 cara dalam pengolahan hasil lada yaitu:

  • Untuk mendapatkan hasil lada putih. Untuk mendapatkan lada putih buah lada diperlakukan sebagai berikut:
    • Buah lada yang baru dipetik dimasukkan dalam karung dan direndam dalam air yang mengalir.
    • Sesudah direndam kemudian dibersihkan; bijinya dipisahkan dari kulitnya dan tangkai, dengan cara diinjak-injak, kemudian diayak. Setelah dipisahkan kemudian biji lada direndam kembali dalam. air mengalir 1-2 hari sehingga biji menjadi putih bersih.
    • Setelah bersih kemudian biji lada dijemur sampai kering kira-kira 3 hari.
  • Untuk mendapatkan hasil lada hitam. Untuk mendapatkan lada hitam buah lada diproses sebagai berikut:
    • Buah lada setelah dipetik Iangsung dijemur dipanas matahari selama kira-kira 2-3 hari.
    • Sambil menjemur buah lada dipisahkan dari tangkai-tangkainya.
    • Kemudian diayak sampai bersih.

 

Demikian Cara Menanam Lada Dengan Stek Batang Agar Mendapatkan Hasil Panen Yang Maksimal. Semoga bermanfaat.

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *