[PANDUAN LENGKAP] Budidaya Jamur Kancing di Rumah Bagi Pemula

Mengenal Jamur Kancing

bertaniorganik.com – [PANDUAN LENGKAP] Budidaya Jamur Kancing di Rumah Bagi Pemula – Jamur kancing merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang banyak dibudidayakan masyarakat. Jamur kancing biasa disebut jugajamur campignon, button mushroom, table muhroom, white mushroom, common mushrom, atau cultivated mushroom. Jamur ini memiliki bentuk bulat seperti kancing, berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Beberapa orang mengatakan jamur kancing mirip dengan jamur merang. Bedanya pada batang jamur kancing di bawah payung terdapat sebuah bentuk menyerupai cincin.

Menurut berbagai sumber, jamur kancing awalnya dibudidayakan di Perancis pada awal abad ke 17. Namun saat ini jamur kancing sudah banyak dibudidayakan berbagai negara termasuk di Indonesia. Jamur kancing memiliki rasa dan aroma yang unik yaitu sedikit manis dan mirip daging sehingga banyak digemari konsumen. Jamur kancing dapat digunakan untuk berbagai masakan terutama masakan barat seperti omelet, pizza, kaserol, gratin, dan selada. Jamur kancing juga kaya akan kandungan vitamin dan mineral namun bebas lemak dan sodium, juga rendah kalori. Dengan berbagai kelebihannya tersebut membuat permintaan akan jamur kancing terus meningkat. Sehingga memberi peluang besar untuk budidaya jamur kancing.

Budidaya jamur kancing sebenarnya tidak terlalu sulit. Asal kita lakukan langkah-langkahnya dengan benar meliputi persiapan media tanam, pengomposan, sterilisasi, penanaman bibit, dan casing.

Cara Budidaya Jamur Kancing

Untuk budidaya jamur kancing langkah-langkahnya adalah

  • Persiapan Bibit

Untuk budidaya jamur kancing, bibit yang kita gunakan dapat berasal dari bibit buatan sendiri atau membeli bibit siap tanam. Namun untuk pemula atau budidaya dalam skala kecil disarankan untuk membeli bibit yang sudah siap tanam. Dengan menggunakan bibit yang siap tanam budidaya jamur kancing menjadi lebih praktis, hemat biaya, serta minim resiko. Sehingga kita menjadi lebih fokus untuk melakukan budidaya dan pemeliharaan jamur kancing.

Saat anda membeli bibit jamur kancing sebaiknya perhatikan hal-hal berikut :

  1. Pilihlah bibit jamur yang miselliumnya tumbuh merata ke seluruh media tumbuh.
  2. Pilih bibit yang sehat dan tidak kontaminasi, seperti lalat, tungau, cendawan, dan bakteri.
  3. Pilih bibit jamur yang miselliumnya tidak mengalami penebalan (stroma).
  4. Tanyakan tanggal inokulasi bibit jamur sehingga dapat diprediksi tanggal kadaluarsanya sebelum bibit jamur tersebut disemai.
  5. Tanyakan kepada penjualnya tentang strain bibit jamur, asal turunan bibit jamurnya, teknis budi daya jamur, dan produktivitas jamur yang dihasilkan dari bibit jamur tersebut.
  6. Setelah bibit diterima segera tempatkan bibit pada ruangan inkubasi yang mempunyai suhu udara sesuai dengan syarat tumbuh jamur.
  • Persiapan Media Tanam

Setelah persiapan bibit, langkah selanjutnya adalah membuat media tanam berupa jerami padi, bekatul, dan kapur dolomit. Kemudian untuk membantu kesuburan media tanam siapkan pupuk Urea, ZA, dan TSP.

Setelah persiapan media tanam selesai, langkah selanjutnya kita akan masuk dalam tahap pengomposan.

  • Pengomposan

Proses pengomposan dimaksudkan untuk mematikan mikroba-mikroba liar yang dapat mengganggu proses budidaya.

Langkah-langkah pengomposan

  1. Potong-potong jerami dengan panjang sekitar 10-15 cm. Cuci bersih dengan air kemudian tiriskan.
  2. Tumpuk jerami dengan ketinggian sekitar 10-15 cm. Taburkan di atas tumpukan jerami berupa campuran bekatul dan dolomit . Susun kembali di atasnya berselang seling antara jerami, bekatul dan kapur dolomit.
  3. Pada keesokan harinya campuran jerami, bekatul, dan kapur dolomit dibolak-balik kemudian disiram dengan larutan Urea. Lakukan penyiraman urea setiap pagi untuk menjaga kelembapannya.
  4. Pada hari ke 6 larutan urea ditambah dengan ZA dan pada hari ke 10 tambahkan TSP. Setelah itu diamkan media hingga hari ke 12-17.
  • Sterilisasi Media Tanam

Sterilisasi bertujuan untuk menyempurnakan proses pengomposan dan menetralkan gas-gas beracun yang kemungkinan berada dalam kumbung. Berikut ini langkah-langkah sterilisasi media tanam :

  1. Bersihkan kumbung terlebih dahulu.
  2. Susun media tanam di atas rak-rak tanam yang telah disiapkan di ruang kumbung dengan ketebalan sekitar 15cm.
  3. Alirkan uap air dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang mencapai 60°-65°C. Saat proses penguapan pastikan semua ventilasi tertutup rapat agar tidak ada uap yang keluar.
  4. Jika suhu telah mencapai 60º-65ºC pertahankan suhu tersebut selama 12 jam.
  5. Setelah 12 jam buka ventilasi ruangan agar suhunya turun menjadi 40º-45ºC. Jaga suhu tersebut selama kurang lebih 70 jam.
  6. Akhiri proses sterilisasi dengan membuka ventilasi sampai suhu mencapai 32ºC.
  7. Proses sterilisasi juga dapat dilakukan dengan metode lain yaitu dengan cara pengomposan. Caranya dengan menutup media tanam mengunakan plastik agar suhu meningkat hingga 60ºC selama kurang lebih 12 jam.
  8. Setelah 12 jam media tanam dimasukkan ke kumbung dengan suhu 40-45 c. Pertahankan suhu tersebut selama 40 jam. Dan dinginkan suhu sampai 32ºC.
  • Penanaman Bibit

Jika suhu kumbung sudah mencapai suhu 32ºC langkah selanjutnya adalah penanaman bibit. Cara menanamnya adalah dengan menebarkan bibit jamur ke media tanam yang telah disiapkan di atas rak. Jumlah bibit yang disebar tidak berpengaruh terhadap jumlah tanaman yang dihasilkan. Namun umumnya untuk rak dengan ukuran 3m x 1m membutuhkan sekitar 10-14 botol bibit jamur dengan isi 220cc.

Jamur kancing membutuhkan suhu yang berbeda antara dataran tinggi dan dataran rendah. Pada dataran rendah suhu yang dibutuhkan adalah 24º-26ºC. Sedangkan pada dataran tinggi suhu yang dibutuhkan adalah 28º-30ºC. Dengan tingkat kelembapan mencapai 90-100% jamur kancing akan mulai menunjukkan pertumbuhan miselliumnya pada usia 12-14 hari.

  • Casing

Proses casing merupakan proses pelapisan tanah dengan ketebalan 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi misellium. Tujuan dari casing adalah merangsang pertumbuhan tubuh jamur kancing, membantu penguapan air serta mengurangi kerusakan media kompos.

Tanah yang digunakan untuk casing harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Tanah berwarna cokelat dan berpori.
  2. Tanah memiliki PH sekitar 6,2-8,0.
  3. Tanah terbebas dari hama dan penyakit.
  4. Sebelum tanah digunakan, tanah harus disterislisasi terlebih dahulu dengan uap panas dengan suhu 70ºC selama 3-4 jam dan diberi formalin 40% sebanyak 2 liter per m³ tanah.
  5. Setelah 9-14 hari dari proses casing, tubuh jamur akan mulai muncul. Untuk itu bukalah ventilasi pada rumah kumbung untuk mempercepat proses pertumbuhan.
  • Masa Panen

Jamur kancing dapat dipanen setelah 3 hari dari masa pertumbuhan tubuh jamur. Pastikan untuk memanen tepat waktu, sebab jika telat memanen, jamur akan cepat membusuk dan layu. Jika sudah busuk dan layu jamur sulit untuk dipasarkan.

Demikian[PANDUAN LENGKAP] Budidaya Jamur Kancing di Rumah Bagi Pemula semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

BACA JUGA

Cara Mudah Budidaya Jamur Merang dengan Media Tongkol Jagung

Langkah-langkah Pengembang Biakkan/Memperbanyak Jamur Trichoderma sp Dan Contoh Pengaplikasiannya Pada Lahan Pertanian