Cara Menjodohkan Lovebird Secara Cepat dan Efektif Bagi Pemula

Langkah-langkah Menjodohkan Lovebird

bertaniorganik.com – Cara Menjodohkan Lovebird Secara Cepat dan Efektif Bagi Pemula – Burung lovebird atau burung cinta dikenal sebagai burung yang paling setia terhadap pasangannya. Jika Burung lovebird sudah menemukan jodohnya, dia tidak akan berganti pasangan kecuali pasangannya mati. Kalau di alam bebas, burung lovebird mencari sendiri pasangannya. Namun dalam penangkaran, proses perjodohan menjadi salah satu tahapan penting yang harus dilakukan oleh penangkar.

Dalam proses perjodohan lovebird, penangkar harus benar-benar jeli melihat apakah lovebird yang dijodohkan benar-benar berjodoh atau hanya sekedar berpasangan. Lho apa bedanya? Karena dalam penangkaran lovebird ada istilah “yang berpasangan tak selalu berjodoh”. Artinya meskipun terdapat dua ekor burung yang terlihat berpasangan, berperilaku sama, serta bercumbu, namun bisa jadi keduanya berasal dari jenis kelamin yang sama.

Dalam banyak kasus, terutama bagi pemula. Seringkali terdapat dua induk lovebird yang berpasangan sudah cukup lama, sering bercumbu, namun setelah sekian lama menunggu, lovebird tersebut tak kunjung bertelur. Rupanya kedua induk tersebut sama-sama berjenis kelamin jantan.

Dalam kasus lain, terdapat induk yang sudah bertelur, bahkan dalam jumlah banyak misalnya sampai 10 butir. Namun saat ditetaskan tak pernah menetas. Ternyata kedua induknya sama-sama betina. Jumlah telur yang banyak sebenarnya berasal dari kedua induk. Telur tidak akan pernah menetas karena telur tidak mengalami pembuahan oleh sel sperma burung jantan.

Maka agar tidak terjadi hal-hal seperti di atas, penangkar harus memperhatikan langkah-langkahnya step by step sebelum menjodohkan lovebird. Langkah-langkah tersebut adalah :

  • Ketahui kapan musim kawin burung lovebird.

Sebelum melakukan perjodohan, penting bagi penangkar untuk mengetahui kapan musim kawin bagi burung lovebird. Karena ternyata tiap jenis burung lovebird memiliki musim kawin yang berbeda. Di alam liar terdapat fakta unik yang mencatat bahwa jenis burung lovebird peach faced memiliki musim kawin yang berbeda dengan lovebird dari jenis fiscer yang hidup di daratan Afrika. Musim kawin lovebird jenis peach faced biasanya terjadi pada bulan April, Oktober, dan Februari. Sedangkan lovebird jenis fiscer musim kawin terjadi pada Januari hingga Juli.

  • Ketahui tanda-tanda lovebird siap kawin.

Setiap hewan yang telah siap untuk kawin pasti akan memberikan tanda-tandanya. Begitu juga pada lovebird. Lovebird akan memberikan tanda-tanda khusus sebagai sinyal bahwa dia sedang falling in love dan ingin dijodohkan. Lovebird yang siap untuk dijodohkan akan memiliki tanda-tanda sebagai berikut :

  1. Lovebird yang sedang kasmaran biasanya ingin selalu bersama / ingin berdekatan meskipun beda kandang.
  2. Lovebird jantan biasanya akan berperilaku bak pahlawan dengan menyuapi makanan pada si betina.
  3. Biasanya lovebird betina akan selalu berposisi siap kawin sedangkan pejantan ada di belakang betina.
  4. Lovebird jantan dan betina akan ngekek saling bersautan untuk menarik perhatian satu sama lain.
  • Kenali mana jantan dan mana betina.

Ini merupakan hal yang sangat vital yang harus diketahui penangkar. Banyak kasus terjadi, penangkar gagal melakukan perjodohan karena tidak mengetahui mana jantan dan mana betina. Penangkar seringkali terkecoh dengan kedekatan dua ekor lovebird, yang terlihat berpasangan padahal berjenis kelamin sama. Nah berikut ini cara untuk membedakan mana lovebird jantan dan mana betina :

◊Perhatikan bentuk ujung ekor

Pada lovebird jantan, ujung ekor terlihat lebih lancip dibanding lovebird betina. Sedangkan pada lovebird betina, ujung ekornya berbentuk tumpul dan mengembang.

◊Bentuk ujung sayap

Bentuk ujung sayap sering dijadikan patokan untuk membedakan jenis kelamin lovebird. Pada burung jantan, ujung sayap akan selalu terlihat menyilang. Sedangkan pada betina, ujung sayap dalam posisi terbuka atau tidak menyilang.

Proses Perjodohan Lovebird

Setelah kita mengetahui ciri-ciri lovebird yang siap kawin serta membedakan mana jantan mana betina, maka saatnya kita masuk pada tahap perjodohan. Ada beberapa cara yang sering dipakai oleh para penangkar :

Cara pertama, perjodohan sistem koloni. Cara ini merupakan cara yang paling banyak dipakai oleh para penangkar dan paling mudah dilakukan oleh pemula. Perjodohan sistem koloni dilakukan dengan menggunakan sebuah kandang besar yang diisi dengan banyak lovebird. Dengan cara ini akan terjadi seleksi alam. Lovebird akan mencari jodohnya sendiri sesuai dengan keinginannaya.

Cara kedua, dengan sistem poligami. Cara ini biasanya dilakukan oleh penangkar yang tidak memiliki banyak stock burung. Penangkar biasanya memasukkan 2 sampai 3 betina ke dalam kandang yang berisi 1 jantan. Dengan cara ini lovebird jantan akan dapat membuahi lebih dari satu betina sehingga proses perjodohan akan lebih cepat.

Cara ketiga, menjodohkan saat masih kecil. Perjodohan ini dilakukan dengan cara memasukkan seluruh anakan yang sudah berusia satu bulan pada satu kandang besar. Dalam sistem ini akan berlaku “witing trisno jalaran soko kulino” seperti pepatah jawa. Karena burung hidup bersama dalam waktu yang cukup lama maka lambat laun mereka akan menemukan pasangan hidupnya masing-masing. Cara perjodohan ini lebih alami karena tanpa campur tangan manusia.

Cara keempat, sistem kandang tempel. Cara ini dilakukan apabila kita hanya memiliki seekor lovebird jantan dan seekor lovebird betina yang belum berjodoh. Proses perjodohan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena sebelumnya meraka tidak mengenal satu sama lain.

Cara menjodohkannya adalah dengan menyediakan kandang yang dilengkapi dengan sekat. Fungsi dari sekat ini adalah membatasi gerakan burung agar tidak berinteraksi secara langsung. Tujuannya adalah agar burung tidak saling menyerang satu sama lain atau tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses perjodohan.

Jika kita tidak memiliki kandang bersekat, kita dapat mensiasatinya dengan saling menempelkan dua kandang harian, dengan posisi tenggeran saling sejajar atau lurus. Usahakan agar kedua kandang tidak terlalu sering dipindah-pindah. Akan lebih baik jika penempelan kandang dilakukan dengan cara menggantung keduanya di tempat yang tenang atau di ruangan khusus.

Jika kandang perjodohan sudah disiapkan, maka selanjutnya masukkan kedua burung ke kandang secara terpisah. Selama beberapa hari pantau terus perkembangan perjodohannya. Jika burung sudah mulai mendekat, beradu paruh meski dengan gerakan terbatas (karena dibatasi sekat), berarti perjodohan berjalan dengan baik. Pada tahap berikutnya, jika burung sudah mulai gelisah dan sering tidur berdekatan berarti perjodohan sudah berjalan sesuai rencana. Setelah burung dipastikan berjodoh maka sekat bisa dibuka dan jreng….. burung siap untuk kawin.

DemikianCara Menjodohkan Lovebird Secara Cepat dan Efektif Bagi Pemula. Semoga artikel ini bermanfaat.

BACA JUGA