3 Masalah Utama Yang Harus Diwaspadai Dalam Budidaya Kroto

bertaniorganik.com – Tren budidaya rangrang secara rumahan saat ini semakin diminati masyarakat. Peluang budidayanya menjanjikan potensi profit yang menggiurkan untuk ditekuni. Harga kroto dipasaran saat ini bisa mencapai 80rb-120 rb per kg, sementara ketersediaan kroto di alam semakin menipis. Tentu tidak ada salahnya menjadikan budidaya kroto sebagai lahan bisnis yang patut dilirik.

Dalam budidaya kroto seringkali peternak terutama peternak pemula menghadapi berbagai kendala yang membuat pusing kepala. Kendala-kendala yang muncul dalam budidaya tersebut seringkali membuat banyak peternak frustasi dan berujung pada kegagalan. Hal ini biasanya terjadi karena masih kurangnya informasi dan pengetahuan yang benar tentang budidaya rangrang serta masalah-masalah yang sering muncul dan bagaimana mengatasinya.

Setidaknya terdapat 3 masalah utama yang sering dihadapi dalam budidaya rangrang:

  • Kematian Semut Rangrang
  • Semut Rangrang meninggalkan Sarang
  • Lambatnya Perkembangbiakan Semut Rangrang

Kendala Utama Dalam Budidaya Semut Rangrang

Kematian Semut Rangrang

Kematian yang terjadi pada semut rangrang biasanya disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Faktor gas yang dihasilkan oleh semut rangrang
  • Perkelahian antar koloni semut rangrang
  • Tidak mau makan dan minum
  • Ratu rangrang yang memberi perintah kematian masal
  • Kondisi suhu dan kelembaban sarang
  • Serangan predator

Semut Rangrang Meninggalkan Sarang

Jika secara berbondong-bondong semut rangrang meninggalkan sarang atau rak budidaya, biasanya karena:

  • Merasa tidak nyaman
  • Mengikuti naluri semut rangrang

Lambatnya Perkembangbiakan Semut Rangrang

Dalam budidaya semut rangrang kondisi suhu dan kandungan bahan makanannya sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan semut rangrang.

Siklus kehidupan telur, larva, dan pupa sampai menjadi semut-semut rangrang kecil berkisar 28 hari dengan suhu ideal 30 C.

Untuk mendapat kondisi telur, larva, dan pupa dengan kualitas dan hasil yang bagus sangat dipengaruhi oleh kandungan makanan yang diberikan. Menurut Edward O. Wilson, dalam “On Flanders’ Hypothesis Of Caste Determination In Ants” menjelaskan bahwa, “kandungan makanan diduga mempengaruhi hasil akhir penetasan telur semut rangrang. Telur mana yang berubah menjadi calon Ratu Semut, Semut Jantan atau semut yang lainnya”.