Budidaya Semut Rangrang dan 11 Masalah Umum Yang Sering Dihadapi Peternak

11 Masalah Yang Perlu Diketahui Dalam Budidaya Kroto

bertaniorganik.com – Budidaya kroto saat ini memang menjadi salah satu jenis usaha yang tengah dilirik oleh masyarakat. Harga jualnya yang cukup tinggi, dengan  jumlah pembudidaya yang masih belum sebanding dengan tingginya permintaan, menjadikan bisnis ini memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan.

Menurut Wawan, seorang pembudidaya asal Desa Wonosari, Lampung Timur, harga jual kroto saat ini untuk pasar lokal mencapai 80rb-120rb per Kg. Umumnya kroto juga masih didapat dari alam, sehingga pasokan juga masih sangat terbatas.

Namun manisnya harga jual kroto tak serta merta semanis dalam budidayanya. Dalam usaha apapun khususnya budidaya kroto ada banyak lika-liku dan permasalahan yang sering muncul. Permasalahan-permasalahan tersebut mau tidak mau harus dihadapi, sehingga seringkali membuat putus asa bagi peternak terutama pemula apabila tidak tahu cara mengatasinya.

Nah… masalah apa saja yang sering dihadapi para peternak kroto khusunya peternak pemula? Berikut kami sajikan ulasannya

  • Semut Mati

Masalah pertama yang sering terjadi dalam budidaya semut rangrang adalah kematian semut-semut rangrang. Kematian ini biasanya banyak terjadi pada semut pekerja.

Yang harus diperhatikan adalah, bahwa secara umum semut rangrang pekerja hampir mirip dengan semut rangrang prajurit. Jika kita tidak jeli dalam hal ini, tentu saja kita tidak dapat membedakan mana semut rangrang pekerja dan mana semut rangrang prajurit.

Jika dalam budidaya yang mati adalah semut rangrang pekerja hal ini masih wajar secara ilmiah. Karena memang umur semut rangrang pekerja lebih pendek. Namun jika yang banyak mati adalah semut rangrang prajurit maka dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksolidan atau ketidakstabilan dalam sebagian koloni tersebut.

  • Kanibalisme Semut Rangrang

Semut rangrang dapat menjadi kanibal apabila dalam satu koloni terdapat yang mati. Mereka akan memakan semut yang mati tersebut seperti yang terjadi di alam liar kecual;i bangkai semut ratu dan calon ratu.

Sifat kanibalisme rangrang ini dapat berbahaya apabila ternyata semut semut terebut mati karena keracunan. Karena semut yang mati karena keracunan akan dapat menular pada semut lain yang memakannya.

  • Kesalahan Dalam Penempatan Semut Rangrang

Hal ini seringkali kurang diperhatikan oleh peternak pemula. Percampuran semut rangrang dari alam dengan semut rangrang lain dalam satu rak dapat menyebabkan mereka saling menyerang.

  • Semut Rangrang Mengalami Stress Karena Perubahan Lingkungan

Dalam budidaya semut rangrang, perubahan lingkungan dapat menyebabkan semut rangrang stress. Hal ini karena semut rangrang yang biasa hiudp di alam harus hidup dalam penangkaran

  • Semut Rangrang Mengalami Stress Karena Campur Tangan Manusia

Di alam bebas, kehidupan semut rangrang tidak pernah ada campur tangan manusia. Sehingga campur tangan manusia dalam suatu koloni semut rangrang dapat menyebabkan semut rangrang stress.

Misalnya, dalam pemberian pakan dan minum, hal ini juga dapat menyebabkan semut rangrang stress untuk beberapa saat.

  • Semut Rangrang Mati Karena Faktor Usia

Semut rangrang memiliki usia yang tidak terlalu lama. Dalam penangkaran atau budidaya, proses kematian karena usia ini akan cepat terjadi. Sehingga peternak harus mengetahui ciri-ciri semut rangrang yang mati karena usia :

  1. Warna bangkai semut rangrang cenderung gelap.
  2. Bangkai semut rangrang terpotong-potong.
  3. Bagian perut rangrang akan kempes karena dihisap oleh semut rangrang lainnya.
  • Perkelahian Dalam Perebutan Wilayah Koloni

Dalam budidaya semut rangrang seringkali semut mati akibat perkelahian. Hal ini patut menjadi perhatian bagi peternak. Jika hendak mengambil bibit dari alam, sebaiknya dikarantinakan terlebih dahulu. Jika ingin menggabungkannya sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu.

Cara uji cobanya dengan mencampurkan beberapa koloni semut dulu. Jika koloni tersebut dicampur ternyata masih berkelahi sebaiknya jangan dilakukan pencampuran terlebih dahulu.

Ciri-ciri semut mati karena berkelahi:

  1. Tubuh semut rangrang terpotong-potong dengan jumlah banyak.
  2. Bangkai semut mati dengan saling gigit
  • Mati Akibat Keracunan

Semut rangrang merupakan hewan yang sensitif. Seperti halnya makhluk lainnya, semut rangrang juga dapat mati karena keracunan.

Oleh sebab itu sebaiknya hindarkan obat-obat dan bahan-bahan yang dapat menyebabkan kerafunan pada semut rangrang

Berikut ini beberapa yang dapat menyebabkan semut keracunan:

  1. Penggunaan obat nyamuk di sebelah ruangan semut rangrang.
  2. Asap pembakaran plastik.
  3. Asap fogging juga salah satu yang mebuat semut rangrang mati.
  4. Atap yang bocor, juga membuat semut rangrang bisa mati.
  5. Panas sinar matahari yang langsung ke kandang semut rangrang juga dapat mengakibatkan semut rangrang mati.
  • Faktor Cacat atau Kecelakaan Pada Semut Rangrang

Dalam melakukan budidaya biasanya akan ditemui semut rangrang yang mengalami kecacatan atau kecelakaan. jika dilakukan pengamatan dengan seksama hal ini akan terlihat pada bagian sarang emut rangrang.

Seperti halnya manusia, semut rangrang juga dapat mengalami cacat sejak lahir.Semut yang mengalami cacat biasanya hidupnya tidak cukup lama.

  • Perkembangan Larva Tidak Normal

Pada awal awal penangkaran, biasanya semut rangrang masih bingung mencari sarang. Hal ini dapat membuat larva semut rangrang jatuh dan terinjak – injak oleh semut rangrang lain. Sehingga perkembangan larva semut rangrang menjadi tidak normal.

  • Semut Rangrang Bunuh Diri

Masalah bunuh diri pada semut rangrang merupakan resiko yang harus dihadapi oleh pembudidaya. Faktor penyebab semut rangrang bunuh diri biasanya adalah stress atau kepanasan.