WASPADAI Serangan Lalat Bibit Pada Tanaman Jagung, atau Anda Akan Mengalami Gagal Panen

Ciri-ciri Lalat Bibit Pada Tanaman Jagung

Lalat bibit merupakan salah satu hama yang patut diwaspadai oleh para petani dalam budidaya jagung terutama jagung manis. Sebab jika hama lalat bibit sudah menyerang, kerusakannya dapat mencai hingga 80 % bahkan bisa berakibat puso atau gagal panen.

bertaniorganik.com – Lalat bibit atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Atherigona exigua merupakan salah satu hama pada tanaman jagung yang sangat merugikan petani jika tidak diantisipasi sejak dini. Sebab yang diserang adalah tanaman jagung yang masih muda atau yang baru tumbuh.

Menurut data dari Kementerian Pertanian RI, lalat bibit ini hanya ditemukan di pulau Jawa dan Sumatera. Lalat bibit mempunyai panjang tubuh sekitar 3-3,5 mm, berwarna abu abu, dengan punggung berwarna kuning kehijauan bergaris dan perut berwarna coklat kekuningan.

Keberadaan lalat bibit lebih banyak di musim penghujan, karena lalat bibit sangat menyukai kondisi lingkungan yang lembab. Sebab jika kondisi lingkungannya kering, telurnya tidak akan menetas atau jika telurnya dapat menetas maka larvanya akan mati sebelum memakan batang jagung. Siklus hidup lalat bibit kurng lebih 15-25 hari. Seekor alat bibit mampu bertelur 20-25 butir dengan warna telur putih mutiara.

Gejala Serangan Lalat Bibit Pada Tanaman Jagung

Gejala tanaman jagung yang terserang lalat bibit daunnya yang masih muda akan menggulung, warnanya akan berubah dari hijau normal menjadi kekuning-kuningan. Pada bagian tanaman jagung yang terserang akan membusuk hingga tanaman akan layu, kerdil, bahkan mati.

Serangan lalat bibit dimulai pada saat lalat bibit betina meletakkan telurnya di bawah permukaan daun atau pada batang jagung yang berada di dekat permukaan tanah. Telur itu berkisar antara 7-22 butir bahkan bisa juga hingga 70 butir. Telur yang berwarna putih mutiara tersebut memiliki panjang 1,25 mm dan lebar 0,35 mm. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 33 jam atau maksimal empat hari setelah diletakkan.

Setelah telur menetas larvanya akan segera melubangi batang jagung dan membentuk terowongan hingga ke dasar batang atau titik tumbuh tanaman. Hal inilah yang akan menyebabkan tanaman menjadi kuning dan akhirnya mati. Kalaupun tanaman jagung tersebut mampu melakukan recovery atau pulih kembali, pertumbuhannya akan kerdil dan tidak akan optimal.

Pengendalian Serangan Lalat Bibit Pada tanaman Jagung

Untuk mengendalikan serangan lalat bibit yang sangat merugikan ini, kita dapat mencegahnya dengan melakukan pergiliran tanaman selain jagung dan padi. Pergiliran tanaman ini berguna utnuk memutus siklus hidup lalat bibit. Selain itu kebersihan areal penanaman dari gulma juga perlu diperhatikan. Serta gunakan varietas unggul baru yang tahan terhadap HPT.

Jika terdapat tanaman yang terindikasi terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan untuk mencegah penyebaran hama secara meluas.

Untuk pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan sebelum tanam dengan mencampur benih dengan nematisida seperti furadan, curater, petrofur, atau pentakur. Setelah tanaman berumur 5-7 hari, tanaman dapat disemprot dengan insektisida seperti curacron, regent, atau prevathon. Atau dengan memberikan furadan pada kuncup daun dengan dosis 0,24 kg b.a/ha.

Baca Juga