Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Dari Nasi Basi

Posted on

Membuat Nustrisi Hidroponik Sendiri

bertaniorganik.com – Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri Berbahan Nasi Basi. Saat ini bertani dengan sistem hidroponik memang tengah digemari oleh para penghobi tanaman. Terutama oleh mereka yang tidak mempunyai cukup lahan untuk berbudidaya pertanian.

Bercocok tanam secara hidroponik memiliki banyak keuntungan, selain menyalurkan hobi, menambah keindahan, juga dapat memberikan keuntungan financial apabila dilakukan dengan serius.

Namun budidaya pertanian dengan sistem hidroponik bisa dikatakan gampang-gampang susah. Hal ini karena sistem pertanian hidroponik memerlukan perawatan lebih dibanding bercocok tanam biasa. Budidaya hidroponik memerlukan tambahan nutrisi untuk menghasilkan tanaman yang tumbuh subur.

Untuk mendapatkan nutrisi hidroponik kita dapat membelinya di toko-toko pertanian. Namun harga nutrisi-nutrisi hidroponik cukup mahal terutama bagi pemula.

Nah untuk menekan biaya pembelian nutrisi kita bisa mensiasatinya dengan membuat sendiri nutrisinya di rumah dengan cara yang mudah dan bahan yang murah dan mudah didapat. Ada banyak bahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuat nutrisi sendiri. Diantaranya dengan menggunakan nasi.

Jika dirumah terdapat nasi sisa, dari pada dibuang lebih baik kita manfaatkan saja untuk membuat nutrisi hidroponik. Tentu saja dengan kualitas yang tak kalah bagus dengan nutrisi buatan pabrik. Berikut ini cara membuat nutrisinya.

Alat dan Bahan

  • Baskom untuk wadah nasi basi.
  • Ember untuk mencampur bahan bahan yang akan diolah.
  • Toples atau botol air mineral untuk menyimpan larutan.
  • Kayu atau alat pengaduk plastik untuk mengaduk bahan.
  • Nasi basi sebanyak 3-4 genggam tangan orang dewasa.
  • Air putih yang tidak mengandung bahan kimia (misal air sumur) 1 gayung.
  • Gula aren atau gula pasir sebanyak 1/2 kg

Proses Pembuatan Nutrisi Tahap 1 (Memperbanyak mikroorganisme).

  • Masukkan nasi basi ke dalam baskom yang telah disediakan.
  • Tutup baskom yang sudah berisi nasi basi menggunakan kertas atau daun kering. Baskom tidak ditutup semua, tapi disisakan sedikit lubang untuk sirkulasi udara.
  • Simpan nasi dalam baskom tersebut selama 3-5 hari agar tumbuh jamur berwarna kekuningan. Jika sampai hari kelima belum tumbuh jamur, biarkan satu sampai dua hari lagi.

Proses Pembuatan Nutrisi Tahap 2

  • Rebus air sumur sampai mendidih.
  • Masukkan gula aren atau gula pasir, aduk hingga gula terlarut.
  • Setelah gula terlarut biarkan gula mendingin dengan sendirinya.

Proses Pembuatan Nutrisi Tahap 3 (Tahap Pencampuran Bahan)

  • Keluarkan nasi basi yang sudah berjamur dari baskom, kemudian masukkan ke dalam ember.
  • Tuangkan gula cair yang sudah dingin ke dalam ember yang berisi nasi basi berjamur.
  • Aduk-aduk gula dan nasi hingga benar-benar tercampur merata.
  • Setelah benar-benar tercampur masukkan ke dalam toples.
  • Simpan ke tempat teduh dan bebas matahari selama 7 hari.

Cara Menggunakan Nutrisi Buatan Sendiri Pada Media Hidroponik

  • Campurkan larutan nutrisi dengan air sumur. Dengan takaran 1 liter larutan nutrisi dicampur dengan 5 liter air sumur.
  • Lakukan penyemaian benih hingga tumbuh 2-4 helai daun.
  • Siapkan segala keperluan untuk bercocok tanam hidroponik sesuai dengan sistem yang diinginkan.
  • Tanam benih yang sudah tumbuh daunnya pada media tanam.
  • Siram benih yang sudah ditanam dengan air bersih tanpa pupuk (jangan langsung diberikan larutan nutrisi).
  • Tempatkan media tanam pada tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.
  • Biarkan tanaman selama satu hingga dua minggu atau sudah nampak tumbuh akar dan daun baru.
  • Tuangkan larutan nutrisi pada media tanam hidroponik dan pindahkan media tanam hidroponik pada tempat yang bisa terkena cahaya matahari langsung.
  • Tambahkan larutan nutrisi buatan sendiri tersebut pada media hidroponik secara rutin apabila larutan pada media hampir habis. Namun usahakan jangan terlalu keseringan agar tidak banyak yang terbuang.
Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *