CARA MENANAM DAUN BAWANG Dengan Benar dan Mudah Bagi Pemula

Posted on

Tanaman Daun Bawang

bertaniorganik.com – Cara Menanam Daun Bawang Dengan Benar Dan Mudah Bagi Pemula. Daun bawang merupakan jenis sayuran yang tergolong ke dalam kelompok bawang yang banyak digunakan untuk berbagai jenis masakan. Di Indonesia sendiri penggunaan daun bawang banyak ditemukan dalam berbagai menu masakan seperti martabak telur, sop atau bakso, bumbu tabur bubur ayam dan soto dll.

Daun bawang memiliki ciri, daunnya berwarna hijau, berbentuk bulat panjang dan berongga, ujung daun runcing serta pangkal batang padat membulat berwarna putih.

Meskipun daun bawang paling ideal ditanam pada ketinggian 900-1700 mdpl, dengan suhu 19-24 derajat dan tingkat kelembaban 80-90 % namun tanaman ini juga masih toleran ditanam  pada dataran rendah di bawah 900 mdpl.

Keuntungan Budidaya Daun Bawang

Seperti kita tahu hampir semua masakan baik kelas hotel maupun kaki lima menggunakan daun bawang. Maka permintaan pasar terhadap tanaman ini pun tak pernah mati. Di pasaran sendiri harga daun bawang bisa mencapai Rp 5.000 – sampai Rp 15.000 per kilogram. Hal ini tentu saja memberi peluang besar bagi petani untuk membudidayakan daun bawang. Keuntungan lain dari budidaya daun bawang selain secara ekonomi tentu saja cara budidayanya yang terbilang cukup mudah. bahkan bagi pemula sekalipun. Berikut ini admin uraikan bagaimana menanam daun bawang secara intensif dengan mudah bagi pemula.

Langkah-langkah Menanam Daun Bawang

Langkah langkah menanam daun bawang meliputi pengadaan bibit daun bawang, pengolahan lahan, penanaman daun bawang, perawatan daun bawang, pengendalian hama dan penyakit, serta pemanenan daun bawang.

Pembibitan Daun Bawang

Dalam budidaya daun bawang terdapat dua cara pembibitan yang sering dilakukan yaitu dengan perbanyakan generatif (biji) dan perbanyakan vegetatif (anakan).

  • Perbanyakan generatif (biji). Caranya adalah dengan membuat bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Taburkan pupuk kandang di atas bedengan yang telah dibuat. Kemudian buatlah lubang membentuk alur melintang pada bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar alur 10cm. Selanjutnya taburkan biji daun bawang secara merata ke dalam alur yang telah dibuat. Tutup alur menggunakan karung basah atau dengan daun pisang hingga tumbuh kecambah pada biji daun bawang. Jika biji daun bawang sudah berkecambah penutup sudah bisa dibuka dan biarkan benih hingga berumur 2 bulan.
  • Perbanyakan vegetatif (anakan). Caranya dengan memilih rumpun daun bawang yang sehat, dan berumur 2,5 bulan. Rumpun tersebut kemudian kita pisah-pisahkan hingga kita menjadi beberapa bagian. Setiap bagian terdiri dari 1-3 batang daun bawang. Rumpun yang telah kita pisah-pisahkan menjadi beberapa bagian tersebut kemudian langsung kita tanam atau dapat disimpan maksimal tujuh hari.

Pengolahan Lahan

  • Cangkul atau bajak lahan yang akan digunakan untuk menanam daun bawang dengan kedalaman 30-40 cm.
  • Buat bedengan dengan lebar 60cm – 100cm dan panjang mengikuti lahan. Pisahkan antara bedengan satu dengan bedengan lain dengan membuat parit selebar 20-30 cm.
  • Taburkan pupuk kandang di atas bedengan sebanyak 10-15 ton per hektar.
  • Aduk-aduk pupuk kandang tersebut agar tercampur merata dengan tanah, kemudian rapikan kembali bedengan.
  • Jika ph tanah kurang dari 6,5 atau tanah dalam kondisi asam taburkan kapur dolomit secara merata di atas bedengan.
  • Selanjutnya buat lubang tanam sedalam 10cm dengan jarak antar lubang 20×20 cm.

Penanaman daun bawang

  • Penanaman daun bawang dapat langsung dilakukan jika menggunakan bibit dari anakan. Caranya dengan memisahkan rumpun daun bawang menjadi beberapa bagian, setiap bagian terdiri dari 1-3 batang.
  • Benih daun bawang yang telah dipisah-pisahkan tersebut kemudian dipangkas sepertiga daunnya dari atas untuk mengurangi penguapan dan merangsang tumbuhnya tunas baru. Kemudian bibit atau anakan daun bawang ditanam pada lubang tanam yang telah kita buat sebelumnya.
  • Jika menggunakan bibit dari biji maka penanaman daun bawang dapat dilakukan jika bibit atau benih telah berumur 2 bulan dengan tinggi 10-15 cm.
  • Penanaman sebaiknya dilakukan saat sinar matahari tidak terlalu terik. Bisa di pagi hari atau sore hari.
  • Musim tanam terbaik daun bawang adalah awal musim hujan atau awal kemarau.
  • Sebelum ditanam sebaiknya bibit direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida dosis rendah antara 30-50% selama 10-15 menit.
  • Tanam bibit daun bawang pada lubang tanam yang telah dibuat dengan posisi tegak berdiri, kemudian padatkan tanah disekitar pangkal bibit atau pada bagian akar.

Perawatan Tanaman Daun Bawang

Perawatan daun bawang meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, dan pemupukan daun bawang.

  • Pada masa awal pertumbuhan lakukan penyiraman setiap hari. Penyiraman jangan sampai berlebihan yang dapat menyebabkan becek dan genangan air sehingga dapat menyebabkan busuk pada akar.
  • Jika tanaman sudah berumur 15 hari frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi 2-3 hari sekali.
  • Setelah tanaman berumur 15 hari lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati atau tanaman yang pertumbuhannya kurang baik.
  • Jika sudah terlihat rumput mulai tumbuh segera lakukan penyiangan.
  • Saat tanaman memasuki umur 25-30 hari lakukan pemupukan dengan menaburkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak satu genggam dan taburkan disekitar batang tanaman. Pemupukan bisa juga menggunakan NPK dengan cara melarutkannya ke dalam air dan menyiramkannya di sekitar batang tanaman. Lakukan pemupukan berulang pada saat tanaman berumur 60 hari.
  • Kita juga dapat memberikan pupuk tambahan menggunakan pupuk organik cair atau pupuk daun dengan cara menyemprotkannya pada tanaman pada saat berumur 10 hari dan diulangi setiap 10 hari sekali.

Hama dan Penyakit Daun Bawang

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman daun bawang adalah ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.), Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.), Thrips atau kutu loncat (Thrips tabbaci Lind).

Sedangkan penyakit yang sering menyerang daun bawang diantaranya  penyakit bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.), Busuk daun atau embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp), Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.) dan Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.)

Pemanenan Daun Bawang

  • Saat daun bawang sudah memasuki usia 2,5 bulan setelah tanam artinya daun bawang telah siap untuk dipanen. Ciri-ciri daun bawang telah siap panen adalah daun bawang memiliki jumlah rumpun yang banyak dan sebagian daun sudah menguning.
  • Jika daun bawang digunakan untuk kebutuhan harian pemanenan dapat dilakukan kapan saja dengan cara mengambil sebagian daun bawang dan membiarkan sisanya tumbuh.
  • Jika pemanenan dilakukan untuk dijual atau pemanenan skala besar, pemanenan dilakukan dengan membongkar seluruh rumpun menggunakan cangkul atau dicabut.
  • Daun bawang yang telah dipanen kemudian dicuci bersih untuk membuang tanah yang ,melaket pada akar kemudian ditiriskan.
  • Selanjutnya daun bawang siap dijual.

Demikian Cara Menanam Daun Bawang Dengan Mudah. Budidaya daun bawang merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat menguntungkan apabila dilakukan dengan intensif. Sebagai gambaran dalam 1 hektar lahan, budidaya daun bawang dapat menghasilkan antara 10-40 ton.

Artikel Terkait:

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *