Mengenal Ayam Arab, Ciri-ciri dan Asal-usulnya

mengenal ayam arab

Asal-usul Ayam Petelur Arab

bertaniorganik.com – Mengenal Ayam Arab, Ciri-ciri dan Asal-usulnya. Sebagian besar masyarakat mungkin sudah mengenal nama Ayam Arab. Bahkan mungkin sudah banyak pula yang memeliharannya, baik dalam skala rumah tangga maupun beternak profesional.

Mendengar namanya “ayam arab” bisa jadi masyarakat beranggapan bahwa ayam ini adalah ayam dari negeri padang pasir, dari negeri Arab. Tapi benarkah ayam ini berasal dari negeri Arab?

Sebenarnya ayam arab merupakan jenis ayam keturunan dari ayam brakel kriel-silver dari Belgia. Lalu kenapa disebut ayam arab?

Ada dua hal kenapa ayam ini disebut dengan ayam arab:

Pertama, karakter pejantannya yang memiliki daya seksual tinggi. Tahu sendiri kan laki-laki arab dikenal bagaimana?

Kedua, keberadaannya di Indonesia melalui telurnya awalnya dibawa oleh orang yang menunaikan ibadah haji di Makkah.

Ciri-ciri Ayam Arab

Masyarakat banyak memanfaatkan ayam arab karena produksi telurnya yang tinggi. Produksi telurnya mencapai 250-260 butir pertahun dengan berat telur rata-rata 40-45 gram. Pada telur ayam arab, kuning telurnya  lebih besar dari volumenya, mencapai 53,2 % dari total berat telur. Ayam arab jarang dimanfaatkan sebagai ayam pedaging karena warna kulitnya yang kehitaman dengan daging yang lebih tipis dibanding ayam kampung lain.

Ayam arab sangat mudah dikenali dari warna bulunya. Berdasarkan warna bulunya, ayam arab dibedakan menjadi dua yaitu ayam arab silver (putih mengkilap seperti perak) dan ayam arab gold (merah). Jenis ayam arab silver di sepanjang lehernya memiliki bulu berwarna putih mengilap. Bulu punggung berwarna putih berbintik hitam, bulu sayap hitam bergaris putih dan bulu ekornya dominan hitam bercampur putih. Sementara jenggernya kecil dengan warna yang merah menyala dengan mata hitam dilingkari warna kuning.

Ciri lain dari ayam arab adalah pada pejantanannya sudah tumbuh jengger meski usia baru 1 minggu dan induk betina tidak memiliki sifat mengeram. Sehingga dalam usia produktif 6 bulan – 1,5 tahun betina ayam arab akan bertelur terus menerus hampir setiap hari.

Dari ciri fisiknya ayam arab dewasa dapat mencapai tinggi 35 cm dengan bobot 1,5 – 2 kg. Kepalanya memiliki jengger yang berbentuk tunggal dan bergerigi. Ayam arab memiliki bulu tebal. Warna bulu badannya putih bertotol totol hitam. Bulu di sekitar leher berwarna kuning dan putih kehitamnan.

Keunggulan dan Kelemahan Ayam Arab

Keunggulan Beternak Ayam Arab:

  • Harga DOC lebih tinggi dibandingkan ayam kampung biasa.
  • Berat telurnya mencapai 40-45 gram.
  • Warna kerabang telur putih.
  • Harga induk tinggi.
  • Ayam Arab tergolong jenis ayam kecil sehingga konsumsi pakan relatif lebih sedikit dan lebih efisien.
  • Libido seksualitas jantan lebih tinggi, mudah dikawinkan dengan ayam-ayam lain, dalam 15 menit bisa tiga kali kawin.
  • Bisa dijadikan untuk perbaikan genetik ayam buras karena sifat mengeram hampir tidak ada, sehingga waktu bertelur panjang.
  • Produktifitas telur tinggi karena tidak mempunyai sifat mengeram, sehingga betina ayam arab dapat bertelur setiap hari.

Kelemahan Ayam Arab

  • Wama kulit dan daging hitam sehingga harga jual afkirnya rendah.
  • Betina ayam arab hampir tidak memiliki sifat mengeram, sehingga apabila akan dikembangkan harus ditetaskan di mesin tetas atau menggunakan ayam lain.
  • Harus dipelihara secara intensif untuk mendapatkan produksi tinggi sesuai dengan kemampuan genetik.
  • Daging lebih tipis dibanding ayam buras jenis lain sehingga kurang cocok dijadikan ayam pedaging.

Demikian Mengenai Ayam Arab, Ciri-ciri dan Asal-usulnya semoga bermanfaat.