Bagaimana Proses Pemijahan Ikan Gabus Secara Alami dalam Kolam Terpal?

pembenihan ikan gabus

Pembenihan Ikan Gabus

bertaniorganik.comCara Memijahkan Ikan Gabus Secara Alami Dalam Kolam terpal — Ikan gabus (snakehead) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dijumpai di daerah rawa-rawa, sungai-sungai, dan danau. Ikan gabus memiliki rasa daging yang lezat, harga jual yang cukup tinggi serta pangsa pasar yang masih terbuka lebar. Hal ini karena jumlah produksinya yang masih sedikit dibanding ikan jenis lain seperti lele dan patin. Selama ini pasokan ikan gabus dipasar sebagian besar masih didapat dari alam sehingga peluang budidayanya masih sangat terbuka lebar.

Setelah sebelumnya kita membahas Cara BUDIDAYA IKAN GABUS di Kolam Terpal, pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana cara memijahkan ikan gabus dengan benar sehingga dihasilkan benis ikan gabus yang unggul.

Persiapan Pembenihan

Sebelum kita melakukan pemijahan ikan gabus, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa ikan gabus yang akan kita gunakan sebagai indukan adalah yang berkualitas. Nah perhatikan hal-hal berikut:

Ciri-ciri induk jantan dan betina

ciri induk jantan dan betina

Kriteria induk yang baik untuk pemijahan

kualitas indukan ikan gabus

Persiapan Kolam dan Pembuatan Media

kolam pemijahan/pembenihan ikan gabus

Sebelum kita memulai proses pemijahan, terlebih dahulu kita harus mempersiapkan tempat atau kolam pemijahan. Tempat atau kolam pemijahan ikan gabus biasanya terbuat dari bak beton atau bak fiberglass dengan ukuran 7x4x2 (PxLxT).

Karena sifat/karakter ikan gabus yang suka melompat keluar dari wadah pemijahan maka ketinggian tempat perlu diperhatikan. Berilah penutup pada bagian atas kolam pemijahan menggunakan waring atau jaring untuk mengantisipasi agar ikan gabus tidak meloncat keluar.

Bersihkan bak beton atau bak fiberglass kemudian keringkan 3-4 hari. Setelah itu diisi air dengan ketinggian hingga 50 cm.

Ikan gabus mempunyai kebiasaan berada di bawah tanaman air pada saat pemijahan. Berilah tanaman kangkung atau eceng gondok pada kolam pemijahan. Kangkung atau eceng gondok juga berfungsi menyerap kotoran ikan dalam air.

Pemijahan Ikan Gabus

Setelah mempersiapkan media pemijahan langkah selanjutnya adalah memasukkan indukkan jantan dan betina ke kolam pemijahan dengan kepadatan masing masing 30 ekor/ 3 m2 , perbandingan jantan dan betina 1:1 ekor.

Penetasan Telur

Selama proses pemijahan maka kolam harus dikontrol setiap hari. Setelah indukan betina bertelur maka segera pisahkan tanaman yang bercampur telur. Ambil telur yang baik berwarna bening agak kuning menggunakan seser dan buang telur yang berwarna putih kapas.

Pindahkan telur ke akuarium atau tempat penetasan dengan ketinggian air 15-20 cm dan padat tebar 4-5 butir/cm2. Kualitas air media penetasan adalah suhu 28-30oC, pH 6,7-6,8 dan waktu penetasan telur 36-48 jam. induk betina biasaanya dapat menghasilkan telur 10.000 hingga 11.000 butir telur.

Pemeliharaan Larva

Setelah telur menetas, larva tetap dipelihara dalam akuarium atau tempat penetasan selama 14-21 hari dengan dilakukan penjarangan dengan kepadatan 50-80 ekor/liter. Pada saat larva berumur 5-6 hari larva baru diberi makan, karena setelah menetas larva masih memiliki cadangan dalam perutnya. Jaga Kualitas air pada suhu 29-30°C, pH 6,5-8,0 dan ketinggian air tetap 15-20 cm.

Fase larva merupakan fase paling kritis sehingga kondisi lingkungan dan pakan harus diperhatikan. Untuk pakan larva dapat diberi cacing tubifex, jentik nyamuk atau kutu air (daphnia). Baca : Cara Budidaya KUTU AIR Untuk Pakan Ikan Tanpa Bibit Menggunakan Kol

Setelah larva berumur 2 minggu maka segera dilakukan pendederan (pemeliharaan lanjutan) di bak atau kolam pemeliharaan.

Demikian Cara Pemijahan Ikan Gabus semoga bermanfaat.

Artikel Terkait