Panduan Lengkap BUDIDAYA WORTEL Yang Benar bagi Pemula

cara menanam wortel

Tanaman Wortel

bertaniorganik.com– Wortel merupakan jenis tanaman sayur yang diambil umbinya. Umbi wortel memiliki ciri berbentuk panjang, ramping, berujung runcing serta berwarna orange terang. Sebagai tanaman sayur, wortel banyak dimanfaatkan untuk membuat sop, acar, tumis, jus, dll. Tanaman wortel banyak mengandung vitamin A, B, dan C.

Tanaman wortel merupakan jenis tanaman semusim atau biennial (siklus hidup 12-24 bulan). Tanaman wortel termasuk jenis tanaman berumur pendek antara 70-120 hari tergantung varietasnya.

Jenis-jenis Wortel

Jika dilihat dari bentuknya, terdapat tiga jenis wortel, yaitu:

  • Jenis wortel Imperator, umbinya bulat dan panjang, berujung lancip, memiliki akar serabut pada umbinya.
  • Jenis wortel Chantenay, umbinya bulat dan panjang, bersih dari akar serabut, ujungnya tumpul dan cenderung membulat.
  • Jenis wortel Nantes, sifat dan bentuknya merupakan campuran dari kedua jenis di atas.

Baca: Cara Menanam Kentang Agar Berumbi Besar dan Banyak

Syarat Tumbuh Wortel

Tempat yang paling cocok untuk budidaya wortel adalah dataran tinggi diatas 1000 dpl. Sehingga budidaya tanaman wortel paling banyak dilakukan di daerah pegunungan. Sebenarnya budidaya wortel dapat dilakukan pada dataran dengan ketinggian diatas 500-1000 dpl. Namun hasil umbinya akan kecil, tidak semaksimal jika ditanam pada ketinggian di atas 1000 dpl. Tanaman wortel menyukai kondisi tanah yang gembur, memiliki banyak unsur hara (humus) dengan ph 5,5-6,5.

Cara Menanam Wortel

Berikut ini langkah-langkah jika ingin menanam wortel

Persiapan Lahan

  • Bajak atau cangkul lahan yang akan ditanami wortel dengan kedalaman 30-40 cm.
  • Gemburkan tanah yang telah dicangkul atau dibajak, kemudian buat bedengan dengan lebar 120-150 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan 50-60 cm, panjang bedengan tergantung keadaan lahan.
  • Beri kapur dolomit jika kondisi tanah asam.
  • Jangan lupa campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang bersamaan dengan membuat bedengan.
  • Pada permukaan bedengan buat larikan sebagai tempat penanaman benih wortel dengan jarak antar larikan 20 cm dengan kedalaman 5 cm.

Penanaman Wortel

  • Penanaman wortel tidak dilakukan dengan penyemaian, namun langsung ditanam bijinya.
  • Kebutuhan benih wortel kurang lebih 3-5 kg/hektar.
  • Biji wortel bentuknya kecil-kecil dan cenderung menempel. Sebelum ditanam/ditaburkan, gosok-gosokkan terlebih dahulu dengan telapak tangan agar benih tidak saling menempel.
  • Taburkan benih di atas larikan yang telah dibuat pada permukaan bedengan, kemudian tutup tipis dengan tanah halus.
  • Jika tanah bedengan kering, siram sedikit untuk menjaga kelembapannya.
  • Setelah benih ditanam, tutup dengan daun pisang atau pelepah daun kelapa. Jika benih sudah berumur 10 hari benih biasanya sudah tumbuh dan penutup bisa dibuka.

Baca: [panduan lengkap] Cara MENYEMAI BIBIT SELEDRI dengan Benar

Pemeliharaan Tanaman Wortel

Pemeliharaan tanaman wortel meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, penjarangan dan penyulaman.

Tanaman wortel perlu kecukupan air yang memadai pada fase pertumbuhan. Lakukan penyiraman secara rutin 1-2 kali sehari terutama pada musim kemarau.

Lakukan penjarangan tanaman wortel dengan mencabut beberapa anakan untuk memaksimalkan pertumbuhan umbi. Atur penjarangan tanaman atau jarak antar tanaman, jarak ideal antar tanaman yaitu berkisar 5-10 cm. Anakan yang kita cabut tadi dapat kita gunakan untuk menyulam atau menggantikan tanaman yang mati.

Baca: Cara Membuat BIBIT WORTEL Unggul Sendiri

Jangan lupa lakukan penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar tanaman. Penyiangan dilakukan secara rutin agar gulma tidak menjadi sarang hama dan penyakit serta mengganggu pertumbuhan tanaman.

Bersamaan dengan penyiangan atau tanaman berumur 1 bulan lakukan pemupukan susulan. Untuk pemupukan bisa menggunakan campuran ZA dan KCL dengan perbandingan 2:1 sebanyak 300kg per hektar. Cara pemupukan dengan menaburkan pupuk membentuk alur dengan jarak 5 cm dari pangkal tanaman.

Hama dan Penyakit Tanaman Wortel

Hama yang sering menyerang tanaman wortel adalah ulat tanah, kutu daun, dan lalat atau magot. Untuk mencegah serangan ulat tanah, jaga selalu kebersihan lahan dan lakukan penyiangan secara teratur. Untuk pengendalian jika terjadi serangan, bisa dengan menyemprotkan pestisida Furadan 3G atau Indofuran 3G. Kutu daun menyerang pucuk daun dengan menghisap cairan sehingga bentuk daun menjadi keriting. Untuk mengendalikan kutu daun bisa dengan menyemprotkan insektisida.

Penyakit yang biasa menyerang tanaman wortel adalah bercak daun, penyakit bintil akar, dan busuk. Penyakit bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cercospora. Penyakit ini menyerang daun tua, gejalanya seperti bercak-bercak coklat dengan pinggiran hitam. Pencegahan penyakit bercak daun bisa dilakukan dengan cara memilih benih yang sehat atau benih diberi larutan fungisida terlebih dahulu sebelum ditanam. Jika terjadi serangan lakukan penyemprotan fungisida.

Penyakit bintil akar disebabkan oleh Nematoda. Gejalanya adalah bentuk umbi benjol-benjol tak karuan. Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan rotasi atau pergiliran tanaman dengan jenis lain yang berbeda keluarga. Pengendalian bisa menggunakan Nematisida.

Panen Budidaya Wortel

Panen tanaman wortel dapat dilakukan pada usia 3 bulan sejak tanam. Pemanenan jangan sampai terlambat, sebab jika umur tanaman terlalu tua umbi akan mengeras dan rasanya tidak enak, sehingga kurang disukai konsumen.

Cara memanen wortel dengan mencabut seluruh tanaman beserta umbi dan akarnya. Cuci atau bersihkan semua kotoran yang menempel pada umbi dengan air bersih.

Jika budidaya wortel yang dilakukan dengan baik dan benar bisa menghasilkan 20-30 ton per hektar. Tergantung jenis dan varietas wortel yang ditanam.

Demikiancara menanam wortel secara lengkap semoga bermanfaat. Jangan lupa bagikan kepada yang lain.

Artikel Terkait: