Cara MENANAM SELEDRI dalam Pot atau Polybag dengan Mudah bagi Pemula

budidaya tanaman seledri

Tanaman Seledri

bertaniorganik.comTanaman seledri(Apium graveolens) merupakan jenis tanaman yang masuk dalam keluarga Umbelliferae. Tanaman seledri banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal dan pelengkap berbagai masakan. Di Indonesia umumnya masyarakat menggunakan daunnya untuk obat dan bumbu masakan. Di beberapa Negara seperti Jepang, Cina, dan Korea menggunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Sementara di Eropa, daun, tangkai daun, buah dan umbinya semua dimanfaatkan.

Cara Budidaya Tanaman Seledri

Syarat Tumbuh

Tempat paling bagus untukbudidaya tanaman seledri adalah pada dataran tinggi dengan ketinggian 900-1200 mdpl. Namun tanaman seledri juga masih toleran jika ditanam di dataran rendah. Tanaman seledri tergolong kurang tahan terhadap curah hujan yang tinggi.

Tanaman seledri juga menyukai kondisi tanah yang gembur dan banyak mengandung unsur hara. Dengan tingkat keasaman tanah PH 5,5-6,7. Jika kondisi tanah terlalu asam bisa ditaburkan kapur dolomit.

Persiapan Bibit

Terdapat dua cara dalam menanam seledri, yaitu dengan perbanyakan generatif (dari biji) dan vegetatif (dari anakan).

  • Perbanyakan generatif, biasanya dilakukan dalam budidaya skala luas atau komersial. Perbanyakan generatif dilakukan dengan menyemai biji terlebih dahulu hingga tumbuh menjadi bibit. Jika biji seledri sudah tumbuh menjadi bibit kemudian dipindahkan ke media tanam seperti pot, polybag dll. Baca Cara Menyemai Bibit Seledri
  • Perbanyakan vegetatif, biasanya dilakukan pada penanaman seledri skala kecil, misalnya di pekarangan rumah, pot, atau polybag yang memang tidak bertujuan untuk komersil. Perbanyakan vegetatif dilakukan apabila sebelumnya kita telah memiliki tanaman seledri. Cara perbanyakannya adalah dengan mengambil anakan yang terdapat pada rumpun tanaman seledri. Anakan tersebut kemudian kita pindahkan ke pot atau polybag. Selanjutnya tanaman seledri bisa diperbanyak kembali dari rumpun seledri yang tumbuh.

Persiapan Media Tanam

Tahapan selanjutnya adalah persiapan media tanam. Media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Penggunaan arang sekam bertujuan agar media tanam tetap gembur dan tidak mudah mengeras. Karena media tanam dalam pot atau polybag cenderung lebih cepat mengeras dibanding media tanam dalam tanah terbuka. Baca Cara Mudah Membuat Arang Sekam Padi

Aduk-aduk campuran tanah, kompos, dan arang sekam hingga merata kemudian masukkan ke dalam pot atau polybag yang telah kita persiapkan. Diamkan hingga kurang lebih 7 hari.

Penanaman Seledri

Jika bibit seledri sudah siap dipindahkan, tahap selanjutnya adalah penanaman.

  • Lakukan penyiraman terlebih dahulu pada media tanam hingga jenuh.
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman kurang lebih 5 cm.
  • Lakukan penanaman bibit seledri pada sore hari dan beri naungan dengan daun atau pelepah pisang setelah selesai menanam untuk menghindari terkena matahari langsung.

Perawatan Budidaya Seledri

Perawatan seledri meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit.

  • Lakukan penyiraman pada tanaman seledri pada setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan 2-3 kali seminggu tergantung kondisi  cuaca.
  • Lakukan pemupukan dengan pupuk NPK setiap 1-2 minggu sekali dengan dosis 5 gr per tanaman.
  • Pemupukan dapat dilakukan dengan dikocorkan atau ditaburkan disamping tanaman (jangan sampai mengenai tanaman).
  • Jangan lupa lakukan penyiangan dengan mencabut rumput yang tumbuh disekitar batang tanaman seledri. Usahakan agar media tidak terlalu becek dan terlalu kering. Jika terlalu becek tanaman seledri akan mudah terserang penyakit dan batang dapat membusuk. Jika terlalu kering tanaman seledri dapat mati.
  • Budidaya tanaman seledri dalam pot atau polybag sebenarnya jarang terkena hama dan penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan hama dan penyakit banyak dijumpai. Jenis-jenis hama dan penyakit tersebut diantaranya:
    • Beberapa hama yang sering menyerang tanaman seledri seperti ulat tanah, keong, kutu dan tungau. Jika penanaman dilakukan dalam polybag atau pot kita bisa memberantasnya dengan cara memungutnya langsung. Jika penanaman dalam skala luas pemberantasannya dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida.
    • Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman seledri diantaranya Cercospora, Bercak septoria dan virus Aster yellow. Untuk mencegah serangan penyakit-penyakit tersebut, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini dengan pemilihan benih yang bermutu dan bebas penyakit, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yang baik. Jika terjadi serangan, lakukan penyemprotan pestisida dengan takaran yang tepat.

Panen budidaya seledri

Pemanenan seledri dapat dilakukan pada umur 160-180 hari dari masa tanam jika budidaya seledri dilakukan secara langsung tanpa persemaian (vegetatif). Jika seledri ditanam dari persemaian (generatif), pemanenan dapat dilakukan pada umur 90-125 hari.Pemanenan budidaya seledri dalam pot dilakukan dengan memotong pangkal batang secara periodik 1-2 minggu hingga pertumbuhan anakan berkurang. Apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi, pemanenan bisa juga dilakukan dengan dicabut.Demikian cara menanam seledri dalam pot atau polybagsemoga bermanfaat. Jangan lupa bagikan kepada yang lain.