Cara Menanam Cabe Rawit Di Polybag atau Pot Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah Lebat

Posted on

cara menanam cabai di polybagKeuntungan Budidaya CABAI RAWIT Dalam Pot atau Polybag

Bertaniorganik.com Harga cabai di pasaran semakin mahal, belum lagi harga-harga kebutuhan lain juga ikut-ikutan naik. Membuat para ibu harus pusing tujuh keliling mengatur uang belanja dapur. Belum ada upaya serius pemerintah untuk menekan harga-harga kebutuhan pokok. Sementara itu jatah uang belanja dari suami tak juga bertambah, karena gaji dari perusahaan ternyata tidak ikut naik.

Oleh karena itu, mau tidak mau para bunda harus pintar-pintar mensiasatinya. Dengan uang belanja yang pas-pasan tetap harus makan yang enak bersama sang suami tercinta. Syukur-syukur ada sedikit sisa buat ke salon biar suami makin cinta.

Nah salah satu caranya adalah dengan berkebun alias menanam cabe sendiri di rumah. Dengan menanam cabe sendiri di rumah ada banyak manfaatnya lho bun…

  • Sarana refreshing. Setiap hari berkutat dengan urusan dapur, mengepel, nyapu, nyuci, pasti bunda capek, jenuh. Iya kan?…. dengan melihat tanaman yang hijau, subur di sekitaran rumah pasti hati bunda  fresh, segar, sejuk, adem.
  • Menghemat anggaran. Dengan menanam cabai sendiri di rumah dapat menghemat anggaran belanja. Karena kita tidak perlu beli, cukup memetik sendiri dirumah.
  • Menambah penghasilan. Jika cabe untuk kebutuhan sendiri cukup, sementara hasil panen cabai kita banyak, kita bisa menjualnya di pasar atau di warung. Kan lumayan buat nambah-nambah penghasilan. Itung-itung bantu suami.
  • Keuntungan lain adalah, lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan asri, mengisi waktu luang dengan cara yang bermanfaat, dan serta bisa berswasembada pangan sendiri, syukur-syukur tetangga juga bisa ikut menikmati hasil kebun anda.

Ada ibu ibu mengeluh, saya ingin menanam cabe tapi tidak punya lahan. Yang lain lagi, menanam cabe susah, keriting, tidak berbuah. Menanam cabe sebenarnya mudah asal ada kemauan. Tidak perlu lahan luas jika hanya untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Jika kita tidak punya lahan cukup luas untuk ditanam cabai, karena misalnya kita tinggal di perkotaan, kita bisa menanamnya di pot atau polybag. Nah berikut ini adalah Cara menanam cabe rawit di polybag atau pot agar tumbuh subur dan cepat berbuah lebat.

Langkah-langkah Menanam CABAI RAWIT di Pot atau Polybag

1. Memilih Benih Cabe Rawit

 

Sebelum kita memulai menanam cabe rawit hal pertama yang harus kita siapkan tentu saja adalah benihnya.

  • Menanam cabe rawit untuk skala hobi atau mengisi waktu luang, biji cabe rawit untuk benih dapat menggunakan cabe dari dapur atau membeli cabe rawit yang sudah tua di pasar. Jika membeli dari pasar, pilihlah buah cabe yang benar-benar sudah tua. Ciri-cirinya, kulit cabai berwarna merah menyala, terlihat segar dan tidak keriput, tangkai buah masih berwarna hijau segar. Jika tangkai sudah kering dan kulit keriput, meskipun warnanya merah menyala, bisa jadi cabai tersebut bukan merah karena tua, tetapi karena terlalu lama disimpan. Untuk varietas atau jenisnya pilih sesuai selera.
  • Jika sebelumnya sudah mempunyai pohon cabai yang telah berbuah, kita juga bisa menggunakannya untuk benih. Pilih cabai yang sudah tua, matang dan sehat untuk membuat benih.
  • Atau jika punya cukup uang kita bisa membeli benih jadi di toko pertanian dengan berbagai jenis atau varietas. Harganya antara 20-40 ribu per bungkus ukuran 200 gram.

 

2. Cara Menyemai Benih CABAI RAWIT

 

Tahap pertama

  • Jika membuat benih sendiri, buah cabai yang telah dipilih dibelah untuk diambil bijinya.
  • Cuci bersih biji cabai untuk membuang lendir yang melekat pada biji.
  • Lakukan seleksi benih dengan merendam biji dalam air.
  • Buang biji yang terapung dan melayang. Pilih saja biji yang tenggelam.
  • Jemur biji cabai rawit hingga kering. Biji yang sudah kering dapat disemai langsung atau ditanam.

 

Tahap kedua :

  1. Penyemaian menggunakan wadah semay atau tray

penyemaian benih dengan wadah semai atau tray semai

  • Siapkan media semai berupa campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 3 : 1.
  • Aduk tanah dan pupuk sampai rata, dan biarkan di tempat teduh sampai kurang lebih satu minggu.
  • Rendam benih ke dalam air hangat kurang lebih 3 jam. Untuk mempercepat perkecambahan kita bisa menambahkan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) atau menggunakan air bawang merah.
  • Masukkan media semai ke dalam wadah semai atau tray semai. Kemudian siram hingga basah.
  • Letakkan benih pada media semai dengan jarak 3×4 atau 4×4.
  • Kemudian tutup tipis benih menggunakan tanah halus.
  • Selanjutnya tutup wadah semai menggunakan plastik hitam atau daun pisang agar hangat dan lembab sehingga benih lebih cepat berkecambah.

2. Penyemaian menggunakan polybag kecil.

  • Masukkan media semai ke dalam polybag kecil. Siram hingga basah.
  • Sebelum benih disemai, benih direndam dulu ke dalam air hangat.
  • Masukkan benih ke polybag kecil yang sudah disiapkan.
  • Letakkan wadah semai pada tempat yang teduh atau atau beri naungan di atas polybag persemaian
  • Dalam waktu 7 – 10 hari biasanya benih sudah berkecambah.
  • Jika benih sudah 2 hari atau bibit sudah tumbuh, biarkan terkena matahari pagi agar tidak terjadi etiolasi dan bibit memiliki batang yang kuat.
  • Namun jika siang hari saat matahari terik sebaiknya bibit ditutup agar tidak layu dan kering.
  • Pada Usia 25 – 30 hari dari persemaian, bibit sudah bisa dipindah ke pot / polybag pembesaran.

 

3. Menyiapkan Media Tanam Dalam Polybag atau Pot

 

  • Siapkan pot atau poybag dan media tanam.
  • Ukuran pot atau polybag sebaiknya berdiameter min 30 cm, lebih besar lebih baik. Atau kita bisa juga memanfaatkan barang-banrang bekas untuk menanam seperti ember atau bak bekas, kaleng cat, jerigen, kantung semen dll.
  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah gembur, pupuk kandang atau kompos, sekam padi, dan arang sekam. Dengan perbandingan 3:2:1:1. Media tanah dalam polybag cenderung lebih cepat padat, sehingga arang sekam berfungsi mencegah tanah agar tidak mudah padat. Utnuk membuat arang sekam berikut ini Cara PRAKTIS Membuat Arang Sekam Padi, Lengkap Beserta Manfaat dan Kandungannya
  • Aduk secara merata media tanam kemudian masukkan ke dalam pot atau polybag dan biarkan sampai 7 hari.

4. Cara Menanam Bibit Cabai Rawit di Pot atau Polybag

 

  • Tahap selanjutnya adalah penanaman, sebaiknya lakukan penanaman pada sore hari.
  • Pot atau polybag yang sudah kita diamkan selama satu minggu selanjutnya kita siram sampai basah. Dan buat lubang tanam diatasnya
  • Pindahkan bibit ke media pembesaran/ pot dengan hati-hati.
  • Jika bibit disemai di atas tanah atau menggunakan media tray, cabut bibit perlahan-lahan dan segera ditanam. Masukkan bibit ke lubang tanam, tutup pangkal bibit menggunakan tanah sambil ditekan-tekan sedikit supaya bibit kokoh.
  • Jika persemaian menggunakan polybag, sobek plastik polybag, tekan tanahnya pelan-pelan jangan sampai hancur. Dan langsung ditanam beserta tanahnya.
  • Tutup atau beri naungan bibit yang sudah ditanam menggunakan daun atau pelepah pisang.
  • Jika tanaman sudah berumur 4 hari penutup/naungan bisa dibuka agar terkena cahaya matahari.

5. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Cabai Rawit di Pot/Polybag

Tahap selanjutnya adalah pemeliharaan dan perawatan. Pemeliharaan atau perawatan yang harus dilakukan meliputi penyiraman, pemasangan tiang ajir dan penyiangan.

  • Lakukan penyiraman secukupnya jika terlihat kering. Penyiraman jangan terlalu banyak, karena jika media tanam terlalu basah tanaman mudah terserang penyakit jamur atau bakteri.
  • Beri tiang ajir agar tanmaman tidak mudah rebah terkena angin dan hujan. Pamasangan ajir sebaiknya dilakukan sehari setelah tanam agar tidak merusak akar.
  • Lakukan penyiangan secara teratur dengan mencabut rumput yang tumbuh di media tanam dan membersihkan areal sekitar tanaman.
  • Lakukan perempelan tunas-tunas bawah atau tunas yang tumbuh disetiap ketiak daun cabai. Tunas yang dirempel yaitu 4 – 5 tunas yang berada pada posisi paling bawah.

 

6. Pemupukan Tanaman Cabai Rawit di Pot atau Polybag

Tahap selanjutnya yang tak kalah penting adalah pemupukan agar tanaman cabai dapat tumbuh subur dan berbuah lebat. Tujuan pemberian pupuk tambahan adalah memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Sebab unsur hara yang ada opada media tanam lama kelamaan kana habiss. Pupuk yang digunakan bisa pupuk kandang yang sudah di fermentasi atau kompos. Berikut ini Cara Membuat Pupuk Kompos dengan Cepat dan Mudah Dengan Dekomposer.

Bisa juga menggunakan pupuk NPK atau menggunakan pupuk organik cair. Kita Bisa Membuat Pupuk Cair dari Urine Ternak dengan Mudah.

Dosis dan cara pemupukan cabai rawit dalam pot atau polybag ;

  • Lakukan pemupukan susulan pertama saat tanaman cabai rawit berumur 15 – 20 hari setelah tanam. Dengan menaburkan 1/2 sendok makan pupuk NPK disekeliling pangkal batang, jangan sampai mengenai batang ya. Ulangi pemupukan setiap 10 hari sekali. Sebelum pemupukan sebaiknya media tanam dalam kedaan basah agar pupuk cepat diserap oleh akar. Lakukan pemupukan pada pagi atau sore hari.
  • Sebaiknya imbangi pemberian pupuk kimia pupuk organik, Caranya dengan menaburkan 2 genggam pupuk organik pada media tanam yang dilakukan secara bergantian dengan pupuk NPK. Misalnya : pemupukan pertama menggunakan pupuk NPK, pemupukan kedua menggunakan pupuk kandang,  begitu seterusnya sampai panen.
  • Agar tanaman cabai rawit dalam pot / polybag anda lebih awet dan berumur panjang, sebaiknya kurangi penggunaan pupuk kimia terutama pupuk nitrogen dan perbanyaklah pupuk organik.
  • Untuk melengkapi kebutuhan unsur hara makro, lakukan penyemprotan pupuk daun setiap satu minggu sekali.
  • PENTING. Hindari penggunaan pupuk urea pada tanaman sayuran terutama cabe. Karena bisa menyebabkan tanaman mati atau keriting.

7. Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit

Karena skalanya masih skala rumahan atau skala hobi, penanggulangan hama dan penyakit bisa dilakukan secara manual. Dengan cara memungut langsung hama atau mencabut dan membuang tanaman yang terserang penyakit.

Bisa juga dengan menyemprotkan pestisida organik dan gunakan insektisida kimia jika diperlukan saja.

  • Untuk mengendalikan hama ulat, kepik, belalang, lalat buah dan hama serangga lainnya dapat menggunakan insektisida lannate, curacron, metindo atau regent.
  • Untuk mengendalikan hama dari golongan kutu-kutuan, seperti tungau, trips, kutu kebul dan kutu daun dapat menggunakan akarisida seperti bamex, agrimec, demolish, alfamex, promectin dan samite.
  • Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur, dapat menggunakan fungisida seperti antracol atau amistartop.
  • Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, dapat menggunakan bakterisida.

8. Panen Cabai Rawit Dalam Polybag / Pot

 

Inilah saat yang paling dinanti dalam bercocok tanam dan berkebun, yaitu masa panen. Dalam waktu 90 hari kita sudah bisa menikmati hasilnya.

Selamat mencoba. Selamat menikmati dari hasil kebun sendiri.

Gravatar Image
Syahid Bilal, tinggal di daerah Pekalongan-Lampung Timur yang merupakan sentra pembibitan terbesar di daerah Lampung. Sebagai orang yang berhasrat terhadap dunia tulis-menulis dan mengagumi dunia pertanian, berbagi pengetahuan seputar dunia pertanian adalah sebuah kebahagiaan. Salam kenal :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *